Tradisi Bezikir sebagai Media Komunikasi Budaya Masyarakat Desa Pulau Panggung Kabupaten Kaur
DOI:
https://doi.org/10.36085/madia.v7i1.10752Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Bezikir sebagai media komunikasi budaya dalam masyarakat Desa Pulau Panggung, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan yang terdiri atas ketua adat, anggota kendaur (pelaku Bezikir), tokoh masyarakat, dan masyarakat yang memahami pelaksanaan tradisi Bezikir. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan member checking.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bezikir tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian adat pernikahan, tetapi juga menjadi media komunikasi budaya yang berperan dalam mentransmisikan nilai-nilai religius, solidaritas sosial, penghormatan terhadap leluhur, dan identitas budaya masyarakat Kaur. Proses komunikasi berlangsung melalui interaksi antara pelaku adat, pengantin, keluarga, dan masyarakat yang hadir dalam ritual. Simbol-simbol budaya seperti gendang, pembacaan Maulid Saiful Anam, gerakan ritual, dan partisipasi kolektif masyarakat dimaknai sebagai representasi rasa syukur, kebersamaan, dan harapan terhadap kehidupan rumah tangga yang harmonis. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa tradisi Bezikir berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai budaya antargenerasi sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.
Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi budaya dengan menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat dipahami sebagai ruang pertukaran simbol dan konstruksi makna budaya. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bagi upaya pelestarian tradisi Bezikir melalui penguatan peran lembaga adat, pendidikan budaya lokal, dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.
Kata Kunci: komunikasi budaya, tradisi Bezikir, komunikasi ritual, simbol budaya, budaya lokal.
Referensi
Aisyah, Siti & Albar, Mawi Khusni. 2020.“Budaya Melayu Pattani dalam Kajian Profetik”. Jurnal Kajian Islam dan Budaya. Vol. 18. No 1
Alo Liliweri, M. 2013. Dasar - Dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta
A.Yoeti, oka. dkk (2006). Pariwisata Budaya Masalah dan Solusinya. PT. Pratnya Paramita
Budiono Herusatoto, Simbolisme Manusia Dalam Budaya Jawa, (Yogyakarta: Hanindita, Graha Widya 2001), h. 26
Cangara Hafied , (2018). Pengantar Ilmu Komunikasi Depok: PT. Raja Grafindo Persada
Deddy, Mulyana. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Djamarah, Bahri Syaiful. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua & Anak Dalam keluarga. Jakarta: PT. Reneka Cipta
Putri Indah Kuniawati, dkk, Potret Sistem Perkawinan Masyarakat Tengger di Tengah Modernitas Industry Pariwisata, Jurnal UNNES: Solidarity, 2012, h. 2
Maulana, I. (2022). Ratusan Nelayan di Desa Dadap Indramayu Gelar Tradisi Nadran. Https://Www.Kompas.Tv/Article/290326/Ratusan-Nelayan-Di-Desa-Dadap-Indramayu-Gelar-Tradisi-Nadran, 24–51.
Martono,Nanang. 2015.Metode Penelitian Kuantitatif. PT. Rajagrafindo Persada: Jakarta
Muhaimin. 2017. Tradisi. Ciputat : PT. Logos Wacana Ilmu
Rakhmat, Jalaludin. (2015). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset
Stuart ( 1983 ), Dalam Vardiansyah 2004 : 3
Wicaksono. (2011). Kewirausahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Feby Lajua Jaya, Sri Dwi Fajarini

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



