Komunikasi Interpersonal Petugas Pemasyarakatan dalam Pembinaan Perilaku Warga Binaan Perempuan di Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.36085/madia.v7i1.10740Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal dalam pembinaan perilaku warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian berjumlah enam orang yang terdiri atas Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, serta tiga warga binaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan berperan penting dalam proses pembinaan perilaku. Efektivitas komunikasi ditunjukkan oleh meningkatnya keterbukaan warga binaan dalam mengungkapkan latar belakang dan permasalahan pribadi, munculnya hubungan yang bersifat empatik antara petugas dan warga binaan, adanya dukungan melalui program pembinaan kepribadian dan kemandirian, berkembangnya sikap positif warga binaan terhadap kegiatan pembinaan, serta terciptanya kesetaraan komunikasi yang memungkinkan warga binaan menyampaikan pendapat dan memperoleh umpan balik secara terbuka. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi yang menempatkan petugas sebagai figur pendamping dan pendengar mampu mendorong perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih adaptif, kooperatif, dan partisipatif dalam mengikuti program pembinaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi interpersonal dalam konteks pemasyarakatan dengan menunjukkan bahwa dimensi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan sebagaimana dikemukakan Joseph A. Devito menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan perilaku warga binaan.
Kata kunci: komunikasi interpersonal, pembinaan perilaku, warga binaan, lembaga pemasyarakatan perempuan.
Referensi
Amrullah. (2016). Persoalan Komunikasi Antarpegawai dan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Palopo. Komunikasi Penyiaran Islam.
Badran, Amru Hasan. 2005. Tips Mengatasi Perilaku Negatif, Jakarta: Khalifa
Eka, C. R. (2017). Tinjauan Yuridis Kriminologis Tentang Warga Binaan Yang Melarikan Diri Dari Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor Dihubungkan Dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Universitas Pasundan, 18, 30–49.
Herman. (2017). Efektifitas Komunikasi Antarpribadi Dalam Pembinaan Narapidana. 122. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/3092/12/Herman.pdf
Interpersonal, K., Pembina, A., & Warga, D. A. N. (2018). Sitti Cahyati.
Koswara, E. 1991. Teori-Teori Kepribadian. Bandung: PT. Eresco
Oktarima dan Mahsusan. 2009. Psikologi Aliran Behaviorisme. Malang : Universitas Negeri Malang
Rakhmat, Jalaludin. 2004. Metode Penelitian Komunikasi: Rosdakarya
Samudra, Y. P. (2023). Pola Komunikasi Antar Pribadi Petugas dengan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pematang Siantar. 1–52. http://repository.umsu.ac.id/bitstream/handle/123456789/21615/SKRIPSI YOLANDA PUTRI MUTIARA SAMUDRA.pdf?isAllowed=y&sequence=1
Sari, A. P. P. (2015). Pembinaan mental narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas II A Blitar [tesis].
Yektie Nurprayoga. (2019). Pola Pembinaan Karakter Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makasar. Skripsi, 6.
Yusri, A. Z. dan D. (2020). 済無No Title No Title No Title. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 809–820
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ary Saputra, Sri Dwi Fajarini

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



