DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS KOMUNITAS COSPLAYER BENGKULU: KAJIAN FENOMENOLOGI BERBASIS TEORI DE VITO

Penulis

  • hafis al yusufi Program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Riswanto Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/madia.v7i1.10255

Abstrak

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi antarpribadi dalam meningkatkan solidaritas di kalangan komunitas Cosplayer Bengkulu, komunitas berbasis minat yang didominasi individu berkepribadian introvert. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive di Bencoolen Mall Bengkulu pada 1–8 Desember 2025. Analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa kelima elemen teori komunikasi antarpribadi De Vito keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan terwujud secara nyata dan bekerja sinergis membentuk solidaritas organik. Keterbukaan berkembang bertahap difasilitasi WhatsApp dan Discord. Empati berakar dari pengalaman kolektif menghadapi stigma sosial. Dukungan hadir dalam dimensi praktis, emosional, dan informasional melalui budaya "meneruskan kebaikan". Rasa positif dibangun melalui apresiasi tulus atas setiap kontribusi. Kesetaraan diterapkan dengan prinsip satu orang satu suara. Solidaritas yang terbentuk bersifat organik lahir bukan dari kesamaan hobi semata, melainkan dari kualitas hubungan yang dirawat melalui komunikasi antarpribadi yang efektif dan konsisten.


Kata Kunci: Fenomenologi, Komunitas Cosplayer, Komunikasi Antarpribadi, Solidaritas, Teori De Vito

Referensi

Alvitara, R., & Risdiyanto, B. (2023). Groupthink Dalam Komunitas One Piece Bengkulu Rafflesia ( Studi Deskriptif Kualitatif Di Community One Piece Bengkulu Rafflesia ). 10(1), 347–358.

Chairunisa, A., & A. (2025). Pengalaman Komunikasi Interpersonal Cosplayer ( Studi Fenomenologi atas Komunitas CCW di DKI Jakarta ). 8, 244–256.

Creswell, 2013. (2023). Exploring Online-to-Offline Friendships : A Netnographic Study of Interpersonal Communication , Trust , and Privacy in Online Social Networks. 11(1), 1–10.

DeVito, J. A. (2026). The Interpersonal Communication Book (Karon Bowers (ed.); 13th ed.). Library of Congress Cataloging-in-Publication Data.

Feliks, Y. A., & Fitriawat, D. (2023). Komunikasi Interpersonal Karyawan PT . GMB dalam Menarik Minat Gadai dan Loyalitas Pelanggan Interpersonal Communication of Employe PT . GMB in Attracting Customer Interest and Loyalty. 5(1), 84–93. https://doi.org/10.31289/jipikom.v5i1.1607

Fitriani, A., Sulistiana, J. E., Surachman, A., Komunikasi, I., & Subang, U. (2024). Mengukur Tingkat Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa KKN Kelompok 12 ISS-MBKM Universitas Subang. Jurnal Ilmu Komunikasi – Universitas Subang, 10(2).

Hakim Ben Salah. (2013). Note de lecture : Creswell , J . W . ( 2013 ). Qualitative inquiry and research design . Choosing among five approaches ( 3 e éd .). London : Sage . 1–4.

Miles, B., M., & Huberman, A. M. (2022). Qualitative Data Analysis.

Nasir, A., Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif. 3, 4445–4451.

Oaks, T., & Sage, C. A. (1998). Interviews : An Introduction to Qualitative Research Interviewing by Steinar Kvale . 19(2), 267–270.

Paramita, D. G., Sandiah, N., Mulianti, T., & Ratulangi, U. S. (2025). COSPLAY SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA POP JEPANG DARI PANDANGAN PENGGEMAR PADA KALANGAN GEN Z DI KOTA. 2(3), 3145–3156.

Pohan, D. D., & Fitria, U. S. (2021). Jenis jenis komunikasi. Cybernetics: Journal Educational Research and Social Studies, 2, 29–37.

Priambodo, S., Hamzah, Y. S., Hariani, M., Sosial, K., Sembako, B., Layak, P., & Pengabdian, P. N. (2025). Penguatan solidaritas sosial melalui kegiatan berbagi sembako dan pakaian layak pakai. 6(6), 6648–6658.

Putra, F. K., Syalsabila, H. I., & Purwandari, E. (2024). Pengungkapan Diri ( Self disclosure ) dalam Komunikasi Antar Pribadi Remaja. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1), 2114–2119.

Putri, C. A., Prajugo, M. C., Yuwono, S., Tandawidjaja, E. H., & Harijono, I. C. (2024). Netnography Study of Menjadi Manusia Community Network Communication on Discord. Journal of Content and Engagement, 1(3), 232–251. https://doi.org/10.9744/joce.1.3.232-251

Rahman, O. (2012). “ Cosplay ”: Imaginative Self and Performing Identity. 16(3), 317–342. https://doi.org/10.2752/175174112X13340749707204

Silfia, H. (2020). Smize : A Mid-Pandemic Guide to Non-Verbal Communication (Rose KR (ed.)). Ar-ruzz Media. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repo.uinbukittinggi.ac.id/166/2/7 mar_buku_komunikasi antar pribadi_silfia hanani.pdf

Travianti, E. L. (2022). Rekonstruksi Karakter Fiksi ke Dunia Nyata : Analisis Fenomena Cosplayer di Indonesia. 4(2), 1–20.

Wahyuni, Y., & Huberman, M. (2022). Komunikasi Antar Pribadi. EJournal S1 Ilmu Komunikasi, 10(3), 105–117.

Diterbitkan

2026-06-12

Cara Mengutip

Al Yusufi, H., & Riswanto. (2026). DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS KOMUNITAS COSPLAYER BENGKULU: KAJIAN FENOMENOLOGI BERBASIS TEORI DE VITO. Jurnal MADIA (Jurnal Humas Dan Media Kontemporer), 7(1), 1–12. https://doi.org/10.36085/madia.v7i1.10255

Terbitan

Bagian

Articles