SPIRAL OF SILENCE DI MEDIA SOSIAL: REINTERPRETASI TEORI KOMUNIKASI MASSA
DOI:
https://doi.org/10.36085/j-sikom.v7i1.10373Abstrak
Penelitian ini membahas fenomena Spiral of Silence dalam konteks media sosial sebagai reinterpretasi teori komunikasi massa di era digital. Teori Spiral of Silence yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumann menjelaskan kecenderungan individu untuk memilih diam ketika opini mereka dianggap berbeda atau minoritas demi menghindari isolasi sosial. Dalam komunikasi massa tradisional, media memiliki peran dominan dalam membentuk opini mayoritas. Namun, perkembangan media sosial menghadirkan ruang komunikasi yang bersifat partisipatif, interaktif, dan berbasis algoritma, sehingga memunculkan dinamika baru dalam pembentukan opini publik. Media sosial tidak hanya menyediakan ruang ekspresi, tetapi juga menciptakan tekanan sosial melalui komentar, likes, shares, dan potensi cyberbullying. Kondisi ini membuat individu tetap mengalami ketakutan akan isolasi sosial meskipun berada dalam ruang digital yang tampak bebas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menganalisis bagaimana Spiral of Silence beroperasi dalam lingkungan media sosial serta bagaimana teori komunikasi massa perlu direinterpretasi dalam konteks digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Spiral of Silence tidak menghilang di media sosial, melainkan mengalami transformasi bentuk. Individu cenderung melakukan penyensoran diri (self-censorship), menggunakan akun anonim, atau memilih diam ketika berhadapan dengan opini dominan. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial tetap berfungsi sebagai medium komunikasi massa yang memiliki kekuatan ideologis dalam membentuk opini publik dan perilaku komunikasi individu.
Kata kunci: Spiral of Silence, Komunikasi Massa, Media Sosial, Opini Publik







