an Exploration of Plant Water Extracts in Environmentally Friendly Bioherbicide Innovation: A Literature Review

Eksplorasi Ekstrak Air Tanaman dalam Inovasi Bioherbisida Ramah Lingkungan: Suatu Tinjauan Literatur

Penulis

  • Edi Susilo Universitas Ratu Samban
  • Hesti Pujiwati Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakutas Pertanian, Universitas Bengkulu
  • Wismalinda Rita Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/agrotek.v20i2.9533

Abstrak

Menggunakan herbisida sintetik di bidang pertanian memunculkan banyak masalah, di antaranya adalah resistensi pada gulma, kerusakan ekologis, dan resiko kesehatan. Untuk menjawab masalah tersebut, tanaman herbisida biologi berbahan baku tanaman diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih aman, dan berkelanjutan. Penelitian ini menekankan pada tanaman yang bersifat alelopati antara lain, yang mengandung senyawa fenolic, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan, tannin, yang berpotensi kompak dan bersifat fitotoksik pada gulma, melalui berbagai cara, di antaranya, menghambat perkecambahan, menghambat pertumbuhan akar, menahan respirasi sel, menghambat fotosintesis, dan menggangu keseimbangan hormonal. Oleh karena itu, penggunaan berbagai teknik ekstrasi dalam air, seperti perendaman, perebusan, dan, maserasi, dikaji untuk mendapatkan senyawa bioaktid yang maksimal. Tanaman yang menghasilkan senyawa fitotoksik yang kuat, antara lain, Sorghum bicolor, Ageratum conyzoides, Chromolaena odorata, Mikania micrantha, Azadirachta indica, dan Tagetes erecta, telah teruji mengandung senyawa aktif yang kuat dalam menggerus pertumbuhan berbagai gulma. Adaptasi, dan pengembangan bioherbisida berbahan baku senyawa ekstrak air, di bidang penelitian, meskipun menjanjikan, juga dihadapkan pada berbagai tantangan, di antaranya, degradasi dari senyawa aktifnya, variasi pada bahan baku, rendahnya konsentrasi dari ekstrak yang digunakan, perlunya standardisasi, baik pada metode ekstrak, dan pada formulasi. Untuk itu, teknik karakterisasi dari bahan berpotensi alelopati, formulasi yang lebih canggih seperti mikroenkapsulasi, nanoformulasi, dan investigasi senyawa yang berpotensi, terpenting sinergis, antara ekstrak tanaman, dan mikroorganisme hayati. Kajian ini menegaskan bahwa ekstrak air tanaman memiliki potensi besar sebagai solusi pengendalian gulma yang ramah lingkungan dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

File Tambahan

Diterbitkan

2025-12-30