PERTUMBUHAN TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT PADA BEBERAPA SISTEM PENGAIRAN

Penulis

  • Wahyu Nahrul Firdaus Mahasiswa Universitas IBA
  • Nurul Husna
  • Edy Romza universitas IBA

Abstrak

Pertanian perkotaan merupakan solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya dalam budidaya hortikultura. Salah satu komoditas sayuran yang permintaannya terus meningkat adalah kailan (Brassica oleracea L.). Namun, budidaya di perkotaan menghadapi tantangan dalam hal penyiraman yang sering kali kurang efisien jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengairan yang lebih efektif, seperti irigasi kapiler dan irigasi tetes. Keberhasilan budidaya juga sangat ditentukan oleh kecukupan air dan nutrisi yang tersedia. Pemanfaatan bahan organik seperti asam humat dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen karena kemampuannya memperbaiki struktur media tanam, meningkatkan kemampuan menahan air, serta memfasilitasi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas IBA yang berada di Palembang, pada bulan April - Mei 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah sistem pengairan (S0: penyiraman biasa, S1: irigasi kapiler, S2: irigasi tetes), dan faktor kedua adalah dosis asam humat (H0: 0 g.l-1, H1: 1.5 g.l-1, H2: 3 g.l-1, H3: 4.5 g.l-1). Hasil penelitian menunjukkan interaksi perlakuan berpengaruh signifikan terhadap bobot panen dan bobot kering tanaman. Perlakuan sistem pengairan berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot panen, sedangkan perlakuan asam humat berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Kesimpulannya, kombinasi irigasi kapiler dan asam humat 3 g.l-1 memberikan hasil optimal untuk produksi kailan di lingkungan perkotaan.

File Tambahan

Diterbitkan

2025-12-26