IDENTIFIKASI PENGGUNAAN KOTORAN KAMBING OLEH MASYARAKAT DI KELURAHAN MBAY II KECAMATAN AESESA KABUPATEN NAGEKEO

Authors

  • Yuliana giri Institut Nasional Flores
  • Yohanes Freadyanus Kasi Institut Nasional Flores
  • Delviana Vivi Bai Institut Nasional Flores
  • Hartati Kasmin Institut Nasional Flores

DOI:

https://doi.org/10.36085/jinak.v6i2.10966

Abstract

Kotoran kambing merupakan salah satu limbah peternakan yang berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik guna mendukung pertanian berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pemanfaatan kotoran kambing oleh masyarakat di Kelurahan Mbay II, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi terhadap 8 responden peternak kambing yang berdomisili di Kelurahan Mbay II, dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pola pengelolaan kotoran kambing oleh masyarakat, yaitu: (1) kotoran dibiarkan menumpuk di sekitar kandang tanpa pengolahan; (2) kotoran dikumpulkan dan dibiarkan bersama sampah lainnya; dan (3) sebagian kecil masyarakat memanfaatkan kotoran kambing langsung sebagai pupuk organik pada tanaman terung dan lombok dengan hasil yang memuaskan berupa tanaman yang berbuah lebat, daun lebih hijau, serta buah yang tidak cepat layu dan tidak mudah busuk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan kotoran kambing di Kelurahan Mbay II belum dilakukan secara optimal akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat, sehingga diperlukan program edukasi dan pendampingan teknis yang berkelanjutan agar limbah peternakan dapat dikelola dengan baik dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat peternak setempat.

Kata kunci : Kotoran kambing, Pupuk organik.

Published

30-06-2026