https://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/issue/feedJurnal Inspirasi Peternakan2026-03-06T14:06:57+07:00Nurhaitanurhaita@umb.ac.idOpen Journal Systemshttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/article/view/10166PENGARUH FERMENTASI AMPAS KELAPA (COCOS NUCIFERA L ) DENGAN DOSIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN GIZI2026-02-23T13:52:53+07:00Ego Indera Hidayategoinderahidayat@gmail.comLezita Maliantilezitamalianti@umb.ac.idSuliasih Suliasihsuliasih@umb.ac.id<p>Ampas kelapa merupakan hasil samping dari pembuatan santan. Selama ini ampas kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan harga produk yang sangat rendah. Hasil ampas kelapa dapat diolah menjadi tepung ampas kelapa yang kaya akan serat kasar 20% yang dapat dijadikan sebagai olahan tepung ampas kelapa yang bernilai gizi tinggi dan mengatasi bahan pakan bisa bertahan lama maka dilakukan fermentasi mengguanakan MOL. Mikrooganisme Lokal adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumberdaya yang tersedia setempat . Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan . Ampas kelapa fermentasi dibuat dengan 2000 gram ampas kelapa, 100 gram dedak 100 gram molases. Dengan perlakuan dosis mol P0 = 0%, P1 = 2,5%, P3 = 5%, P4 =7,5%, dan P4 = 10% MOL. Parameter yang diamati adalah BK, LK, PK, ABU dan SK. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dosis mol berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kandungan BK, LK, PK, SK dan tidak berpengaruh terhadap BO. Hal ini menunjukan bahwa dosis MOL sangat berpengaruh terhadap kualitas ampas kelapa fermentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis MOL yang digunakan semakin baik kualitas nutrisi ampas kelapa fermentasi..</p> <p><strong>Kata kunci : </strong><em>Ampas Kelapa, Fermentasi, Mikroorganisme Lokal.</em></p>2026-02-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inspirasi Peternakanhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/article/view/10169PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK TELUR ITIK TALANG BENIH 2026-02-24T13:59:49+07:00Doni Cahya Anggararitazurina@umb.ac.idRita Zurinaritazurina@umb.ac.id<p>Telur merupakan salah satu bahan makanan yang hampir sempurna karena mengandung kaya akan gizi, vitamin dan mineral. Telur memiliki kelemahan yaitu sifatnya cepat rusak, mempunyai daya simpan yang pendek. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana pengaruh kosentrasi asap cair dan umur simpan terhadap kualitas fisik indeks putih telur (IPT), indek kuning telur (IKT) dan warna kuning telur itik talang benih.</p> <p>Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2020 di laboraturium Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana satu unit perlakuan berisi 4 telur. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perendaman telur itik talang benih dengan kosentrasi yaitu A<sub>1 </sub>: 0%, A<sub>2 </sub>: 2,5%, A<sub>3 :</sub> 5%, A<sub>4 </sub>: 7,5% dan masa simpan yaitu B<sub>1 </sub>:7, B<sub>2 </sub>:14, B<sub>3 </sub>:21, B4 :28 hari. Telur yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 192 butir itik talang benih. Parameter yang di ukur adalah indeks putih telur (IPT), indek kuning telur (IKT) dan warna kuning telur.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosentrasi asap cair faktor (A) tidak berpengaruh nyata terhadap indek putih telur (IPT) berkisar 0,121- 0,136 dan indeks kuning telur berkisar 0,290-0,305 Tetapi berpengaruh pada warna kuning telur. Masa simpan faktor (B) berpengaruh nyata terhadap indek putih telur (IPT) berkisar 0,150 - 0,081, indeks kuning telur berkisar 0,36 - 0,41 dan nilai warna kuning telur 8,83 - 12,17. Semakin lama di simpan semakin menurun indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan skor warna kuning telur. Tidak terdapat interaksi antara dosis asap cair dengan masa simpan terhadap indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan skor warna kuning telur. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama simpan yang baik adalah sampai umur 21 hari, dengan indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan warna kuning telur yang masih layak untuk telur konsumsi.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : <em>Asap cair, Indeks Putih Telur, Indeks Kuning Telur, Umur Penyimpanan, Warna Kuning Telur.</em></p>2026-01-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inspirasi Peternakanhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/article/view/10207PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG TEPUNG MAGGOT BSF TERHADAP PERFORMANS ITIK PEKING2026-03-06T12:59:50+07:00Dinda Ameliaritazurina@umb.ac.idRita Zurinaritazurina@umb.ac.idSunaryadi sunaryadisunaryadi@umb.ac.id<p> Pakan merupakan faktor penting dalam budidaya itik pedaging seperti Itik Peking yang memiliki pertumbuhan cepat. Namun, tingginya biaya pakan menjadi kendala utama bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun lamtoro <em>(Leucaena leucocephala)</em> dalam ransum yang mengandung maggot terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum Itik Peking. Penelitian dilakukan Di lokasi Peternakan Dewi Farm jalan Citanduy Kota Bengkulu, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, melibatkan 100 ekor Itik Peking.</p> <p> Perlakuan meliputi konsentrasi tepung daun lamtoro dalam ransum sebesar A (0%), B (2%), C (4%), D (6%) dan E (8%). Ransum disusun dengan kadar protein 19% dan energi metabolisme 2.900 kkal/kg, menggunakan bahan baku jagung kuning, dedak, ampas kelapa, konsentrat, tepung lamtoro, dan tepung maggot BSF. Parameter yang diamati yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun lamtoro dan tepung maggot dalam ransum tidak menurunkan efisiensi pakan terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan konversi ransum itik Peking.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Itik Peking, Daun Lamtoro, Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan, </em><em> </em><em>Konve</em><em>rsi</em></p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inspirasi Peternakanhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/article/view/10208FERMENTASI AMPAS KELAPA (Cocos nucifera L ) DENGAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAN PENGARUHNYA TERHADAP FRAKSI SERAT2026-03-06T13:51:45+07:00Okisi Kurniawanedwarsuharnas@umb.ac.idEdwar Suharnasedwarsuharnas@umb.ac.idWismalinda Ritawismalindarita@umb.ac.id<p>Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh fermentasi ampas kelapa (<em>Cocos nucifera L) </em>Dengan Mikroorganisme Lokal Terhadap Kandungan Fraksi Serat. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan . ampas kelapa fermentasi dengan 2000 gram ampas kelapa, 100 gram dedak 100 gram molases. Dengan dosis mol P0 = 0%, P1 = 2,5%, P2 = 5%, P3 =7,5%, dan P4 = 10% MOL. Parameter yang diamati adalah NDF, ADF, Hemisellulosa, Selulosa dan Lignin.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis mol berpengaruh sangat nyata (p<0.01) terhadap kandungan NDF,ADF, Hemisellulosa, Selulosa dan Lignin. Kandungan NDF 62,39-69,72%, ADF 40,45-49,43%, Hemisellulosa 20,150 16,80%, Selullosa 23,02- 16,37% dan lignin 16,59 – 9,64%. Hasil penelitian ini dapat disimpulkn bahwa semakin tinggi dosis mol dapat meningkatkan kandungan NDF, ADF menurunkan Hemisellulosa, Sellulosa dan lignin dengan perlakuan P4 10% mol.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : <em>Fermentasi Ampas Kelapa, Mikroorganisme Lokal, NDF, ADF, Hemisellulosa, Selulosa, Lignin</em></p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inspirasi Peternakanhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/article/view/10209PENGARUH KOSENTRASI ASAP CAIR DAN UMUR SIMPAN TERHADAP PENURUNAN BOBOT TELUR, KEDALAMAN RONGGA UDARA, KADAR BAKTERI TELUR ITIK TALANG BENIH 2026-03-06T14:00:33+07:00Apri Ajiansahritazurina@umb.ac.idRita Zurinaritazurina@umb.ac.id<p>Asap cair merupakan hasil pirolisis kayu yang bersifat alami dan dapat digunakan untuk proses pengawetan pada produk peternakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi asap cair dan umur simpan terhadap penurunan bobot telur, rongga udara dan kadar bakteri telur itik talang benih. Parameter yang diukur antara lain Bobot telur, Kedalaman Rongga Udara, Kadar Bakteri telur.</p> <p>Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana satu unit perlakuan berisi 4 butir telur. Perlakuan kosentrasi A<sub>1 </sub>: 0, A<sub>2 </sub>: 2,5%, A<sub>3 :</sub> 5%, A<sub>4 </sub>: 7,5% asap cair dan lama simpan 7, 14, 21, 28 hari. Telur yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 192 butir telur itik talang benih.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair (A) dengan lama simpan (B) terhadap interaksi penurunan berat telur (p < 0.05), lama simpan (B) berpengaruh nyata (p < 0.05) terhadap kedalaman rongga udara, Asap cair (A) dan lama simpan (B) tidak berpengaruh nyata terhadap koloni bakteri (p < 0.05). Disimpulkan pemberian asap cair (A) dengan lama simpan (B) dapat menjaga berat telur itik talang benih, Lama simpan (B) dapat mempertahankan rongga udara, Asap cair (A) dan Lama simapan (B) tidak terdapat pengaruh terhadap koloni bakteri telur itik talang benih.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : <em>Asap cair, Berat Telur, </em><em>Lama Simpan, Koloni Bakteri, Rongga Udara.</em></p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inspirasi Peternakanhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/inspirasi/article/view/10210PENGARUH PEMBERIAN RANSUM KOMPLIT BERBASIS PELEPAH SAWIT FREMENTASI YANG DI SUPLEMENTASIKAN DENGAN TEPUNG DAUN TEH ( Camellia Sinensis ) TERHADAP KONSUMSI RANSUM DAN PERTAMBAHAN BOBOT SAPI BALI2026-03-06T14:06:57+07:00Efrizaldynelidefiniati@umb.ac.idNurhaita Nurhaitanurhaita@umb.ac.idNeli Definiatinelidefiniati@umb.ac.id<p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh formulasi ransum komplit berbasis pelepah sawit fermentasi yang di suplementasi daun teh dalam ransum terhadap performan sapi bali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli 2020 di Desa Bukit Peninjauan 1, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, Analisis bahan pakan di lakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan serta laboratorium Institut Pertanian Bogor ( IPB ). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok ( RAK ) dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan .Bahan pakan yang di pakai, Rumput alam, Pelepah Sawit fermentasi ( PSF) , Dedak , Ampas Tahu , Solid dan Tepung Daun Teh ( TDT ). Perlakuan yang di uji adalah ransum R0 Rumput Alam , Pelepah Sawit Fermentasi ( PSF ) , R1 15% Pelepah Sawit Fermentasi ( PSF ) , 4% Tepung Daun Teh ( TDT ) , R2 30% Pelepah Sawit Fermentasi ( PSF ) , 4% Tepung Daun Teh ( TDT ) , R3 45% Pelepah Sawit Fermentasi ( PSF ) , 4% Tepung Daun Teh ( TDT ). Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum pertambahan bobot badan , dan efesiensi pakan.</p> <p> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ransum Komplit berbasis pelepah sawit fermentasi yang di suplementasi dengan tepung daun teh ( <em>camellia sineniss</em> ) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05), terhadap bobot badan dan efesiensi pakan . Kesimpulan penelitian ini adalah pengaruh pemberian ransum komplit bebasis pelepah sawit fermentasi yang di suplementasi dengan tepung daun teh ( <em>camellia sinensis</em> ) mempengarui konsumsi ransum dan tidak berpengaruh pada efesiensi dan bobot badan sapi bali.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : <em>Ransum Komplit , Pelepah Sawit Fermentasi , Tepung Daun Teh, Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan.</em></p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Inspirasi Peternakan