PENGARUH FERMENTASI AMPAS KELAPA (COCOS NUCIFERA L ) DENGAN DOSIS MIKROORGANISME LOKAL (MOL) YANG BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN GIZI

Authors

  • Ego Indera Hidayat universitas muhammadiyah bengkulu
  • Lezita Malianti universitas muhammadiyah bengkulu
  • Suliasih Suliasih universitas muhammadiyah bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/jinak.v6i1.10166

Abstract

Ampas kelapa merupakan hasil samping dari pembuatan santan. Selama ini ampas kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan harga produk yang sangat rendah. Hasil ampas  kelapa dapat diolah menjadi tepung ampas kelapa yang kaya akan serat kasar  20% yang dapat dijadikan sebagai olahan tepung ampas kelapa yang bernilai gizi tinggi dan mengatasi bahan pakan bisa bertahan lama maka dilakukan fermentasi mengguanakan MOL.  Mikrooganisme Lokal adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumberdaya yang tersedia setempat .  Percobaan dilakukan dengan menggunakan         Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan . Ampas kelapa fermentasi dibuat dengan 2000 gram ampas kelapa, 100 gram dedak 100 gram molases.  Dengan perlakuan dosis mol P0 = 0%, P1 = 2,5%, P3 = 5%, P4 =7,5%, dan P4 = 10% MOL.  Parameter yang diamati adalah BK, LK, PK, ABU dan SK. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dosis mol berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kandungan BK, LK, PK, SK dan tidak berpengaruh terhadap BO.  Hal ini menunjukan bahwa dosis MOL sangat berpengaruh terhadap kualitas ampas kelapa fermentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dosis MOL yang digunakan semakin baik kualitas  nutrisi ampas kelapa fermentasi..

Kata kunci : Ampas Kelapa, Fermentasi, Mikroorganisme Lokal.

Downloads

Published

26-02-2026