PEMETAAN CITRA KAWASAN DAN PERILAKU SPASIAL PADA BOULEVARD KAMPUS: STUDI KASUS UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Keywords:
ergonomics, anthropometry, teritorial, personal space, tamanAbstract
Boulevard Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan ruang publik terbuka yang memiliki peran ganda sebagai akses utama kendaraan sekaligus ruang sosial bagi mahasiswa dan masyarakat. Desainnya yang terbuka tanpa batas pagar masif menciptakan kesan inklusif dan mendorong interaksi, menjadikannya elemen penting dalam citra kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis spasial terkait dengan elemen fisik citra kawasan (paths, edges, districts, nodes, landmark) dan perilaku pengguna serta bentuk adaptasi yang terjadi dalam pemanfaatan ruang Boulevard UII sebagai ruang publik multifungsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi langsung terhadap lima elemen citra kawasan, perilaku pengguna (behavior mapping), ergonomi antropometri, personal space, teritoriality dan affordance, dan kesesakan (crowding mapping). Hasil penelitian menunjukkan Boulevard Kampus Terpadu UII memiliki tingkat imageability yang kuat dan mudah dikenali oleh penggunanya. Boulevard UII memiliki fungsi ganda yaitu sebagai jalur sirkulasi kendaraan dan aktivitas sosial yang memiliki identitas kuat karena adanya elemen fisik citra kawasan (jalur, batas, distrik, simpul, dan tetenger) yang kuat pula pada Boulevard UII. Aktivitas yang sering terjadi di boulevard UII yaitu menunggu, berjalan kaki, berkumpul, dan beristirahat. Kondisi ini memunculkan berbagai bentuk adaptasi dari pengguna Boulevard Kampus Terpadu UII yaitu seperti pengguna memilih menggunakan area teduh di bawah pepohonan, penggunaan tepian jalan sebagai ruang interaksi, serta penyesuaian pola pergerakan untuk menghindari konflik dengan kendaraan. Hasil kajian teritorial, affordance, dan human behavior mapping menunjukkan bahwa pengguna secara aktif membentuk makna dan pola penggunaan ruang. Rekomendasi untuk pengembangan kawasan Boulevard UII yaitu perlu diarahkan pada penyediaan ruang yang lebih fleksibel, nyaman, dan terintegrasi agar mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas sekaligus aktivitas sosial pengguna kampus UII.








