HETEROTOPIA IN SOCIAL SPACE CASE STUDY: BOROMEUS HOSPITAL BANDUNG

Authors

  • Azzahra M. Firdausah Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.36085/pais.v1i01%20November.5532

Keywords:

heterotopia, ruang sosial, rumah sakit, heterotopia, ruang sosial ,rumah sakit, prinsip

Abstract

ABSTRAK

Rumah sakit secara tradisional membawa kesan negatif untuk pasien seperti: penderitaan, kematian, perawatan, kebersihan dan isolasi. Akibat modernisasi, terjadi perubahan dalam desain rumah sakit yang berdampak pada perubahan kesan terhadap rumah sakit. Rumah sakit di masa kini digambarkan sebagai tempat yang menyenangkan dan tidak suram. Hadirnya kesan utopis pada ruang nyata dapat dijelaskan menggunakan teori Foucault mengenai Heterotopia. Heterotopia dapat digunakan untuk memaknai ruang sosial. Manusia sebagai pengguna ruang bebas untuk menginterpretasikan dan mengembangkan fungsi ruang sebagai alternatif ruang sosial. Foucault sendiri telah menyebutkan enam prinsip untuk membantu menjelaskan dan sebagai syarat heterotopia. Pada rumah sakit, heterotopia yang terjadi merupakan syarat dari prinsip : heterotopia penyimpangan, juxtaposition, tempat terisolasi (terbuka/tertutup) , dan heterotopia fungsi sebagai mikrokosmos. Heterotopia penyandingan atau juxtaposition dapat menjelaskan fenomena heterotopia pada rumah sakit Borromeus. Prinsip ini mampu menyandingkan satu tempat yang nyata dalam beberapa ruang berbeda yang tidak kompatibel. Hal ini terlihat pada ruang tunggu yang menyatu dengan ritel-ritel komersil. Akibat hadirnya ritel yang tertata memunculkan kesan utopis mall bagi pengguna ruang.

KATA KUNCI : heterotopia, ruang sosial ,rumah sakit, prinsip

Downloads

Published

2023-11-21

How to Cite

M. Firdausah, A. (2023). HETEROTOPIA IN SOCIAL SPACE CASE STUDY: BOROMEUS HOSPITAL BANDUNG. JAPAIS : Journal Of Planning and Architecture Design Based On Innovation And Science, 1(01 November), 1–8. https://doi.org/10.36085/pais.v1i01 November.5532
Abstract viewed = 39 times