analisis semiotika representasi tentang perjuangan rasial dalam film selma
DOI:
https://doi.org/10.36085/madia.v6i2.8836Abstrak
Perjuangan melawan ketidakadilan rasial merupakan bagian integral dari sejarah panjang peradaban manusia, khususnya di Amerika Serikat, di mana diskriminasi terhadap komunitas Afrika-Amerika telah berlangsung sejak masa perbudakan hingga abad ke-20 dan terus berkembang dalam bentuk ketidakadilan sistemik. Salah satu momen krusial dalam gerakan hak-hak sipil adalah demonstrasi Selma to Montgomery March tahun 1965 yang dipimpin oleh Dr. Martin Luther King Jr., yang tidak hanya menuntut hak pilih bagi warga kulit hitam, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan struktural yang mengakar selama berabad-abad. Peristiwa ini direpresentasikan secara kuat dalam film Selma (2014) karya Ava DuVernay, yang menggambarkan perjuangan kolektif dengan sensitivitas terhadap dinamika kekuasaan, kekerasan negara, solidaritas, dan harapan akan keadilan sosial. Tujuan dalam penelitian ini, adalah untuk menganalisis bagaimana simbol-simbol visual dan naratif dalam film Selma merepresentasikan perjuangan rasial. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori analisis Semiotika Rolland Barthes. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, dokumentasi dan studi pustaka Hasil penelitian menunjukkan bahwa Film Selma (2014) merepresentasikan perjuangan parsial sebagai strategi kolektif dan non-kekerasan komunitas kulit hitam Amerika dalam menuntut hak sipil secara simbolik dan terukur. Melalui aksi damai seperti long march, pidato moral, dan mobilisasi massa, perjuangan ini ditampilkan sebagai bentuk resistensi etis terhadap ketidakadilan sistemik. Secara semiotik, film ini membangun narasi bahwa perubahan sosial dapat dicapai melalui moralitas, solidaritas, dan legitimasi dalam sistem demokrasi.
kata kunci: selma, rasial, rasis

