GANGGUAN BERBICARA PSIKOGENIK LATAH EKOLALIA DAN AUTOMATIC OBEDIENCE DALAM TAYANGAN YOUTUBE “AYU TING-TING TANTANG TRIO LATAH GAK BOLEH LATAH DI GAMES INI” DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMP: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v14i1.10832Kata Kunci:
Gangguan Berbicara, Psikogenik, Latah, Ekolalia, Automatic Obedience,Youtube, Impikasi, Psikolinguistik.Abstrak
Kajian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik untuk menganalisis bentuk-bentuk perilaku latah yang muncul selama proses interaksi dalam permainan. Latah merupakan salah satu gangguan psikogenik yang ditandai oleh respons spontan terhadap rangsangan tertentu, baik berupa tuturan maupun gerakan tubuh. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk ekopraksia yang ditunjukkan oleh para partisipan serta menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kemunculannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak dan catat terhadap tuturan serta tindakan yang terdapat dalam video. Data dianalisis berdasarkan teori gangguan berbahasa psikogenik dalam kajian psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ekopraksia muncul melalui tindakan menirukan gerakan, ekspresi, dan perilaku yang dilakukan oleh lawan tutur secara spontan tanpa disadari. Kemunculan perilaku tersebut dipengaruhi oleh faktor kejutan, kebiasaan sosial, sugesti, serta situasi permainan yang memancing respons refleks dari para peserta. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan psikogenik latah tidak hanya diwujudkan melalui pengulangan tuturan (ekolalia), tetapi juga dapat berupa kepatuhan otomatis (automatic obedience) yang muncul akibat rangsangan tertentu dalam konteks komunikasi yang muncul akibat rangsangan tertentu dalam konteks komunikasi. Dengan demikian, kajian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan penelitian psikolinguistik, khususnya mengenai fenomena gangguan berbahasa psikogenik yang ditampilkan dalam media digital. Dengan demikian, kajian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan penelitian psikolinguistik, khususnya mengenai fenomena gangguan berbahasa psikogenik yang ditampilkan dalam media digital, serta memiliki implikasi pembelajaran di tingkat SMP, yaitu sebagai bahan ajar untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kontrol diri dalam berbahasa, kemampuan menyimak secara kritis, serta pengendalian respons spontan dalam interaksi sosial agar komunikasi berlangsung lebih efektif dan terarah.
Referensi
Fatmawati, & Mintowati. (2018). Gangguan Psikogenik Latah dalam Kajian Psikolinguistik. Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 1-10.
Habibah, S., dkk. (2022). Gangguan Berbicara Jenis Psikogenik Latah Dalam Tayangan Youtube Berjudul “Mpok Atie Latah, Komeng Jadi Betah”. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(2), 98-107.
Kaltarina. (2019). Fenomena Latah Dalam Kajian Psikolinguistik. Jakarta: Pustaka Bahasa.
Hamzah. (2019). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. (hal. 149).
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2017). Qualitative data analysis: An Expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Nafiza. (2024). Gangguan Psikogenik Latah Pada Indra Bekti: Kajian Psikolinguistik.Jurnal Psikolinguistik Indonesia, 5(2), 120-130.
Oktavia, L., dkk. (2022). A Psycholinguistic Analysis Of Parto Patrio’s Psychogenic Language Disorder “Latah”. Intenasional Journal Of.
Phasa, R. (2022). Gangguan Psikogenik Latah Gary Iskak (Kajian Psikolinguistik). Jurnal Psikolinguistik, 6(1), 45-53.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatf, Kualitatif, dan R&D (Alfabeta, Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.
Yuliyanti, R., dkk. (2023). Gangguan Berbicara Jenis Psikogenik Latah Dalam Kumpulan Video TikTok Akun @Tirtachard: Kajian Psikolinguistk. Jurnal Psikolinguistik Indonesia, 9(1), 55-64.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







