ANALISIS PERSAMAAN MAKNA KATA CAPEK, LELAH, DAN LETIH PADA AKUN @roblox_fessDIMEDIA SOSIALX (TWITTER): KAJIAN SEMANTIK LEKSIKAL

Authors

  • Nufaisa Nisrina Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Amellia Salsabila Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Haliza Kusuma Dewi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Dodi Firmansyah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Dase Erwin Juansah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v14i1.9490

Keywords:

semantik leksikal, pragmatik, sinonimi, media sosial.

Abstract

Fenomena penggunaan kata capek, lelah, dan letih pada media sosial menunjukkan pergeseran makna dari rujukan fisik menjadi ekspresi emosional dan sosial. Dalam komunitas pemain Roblox di platform X (Twitter), ketiga kata digunakan secara kreatif untuk menggambarkan frustrasi, kejenuhan, hingga dramatisasi pengalaman bermain roblox. Penelitian bertujuan mendeskripsikan makna leksikal dan kontekstual dari ketiga kata tersebut serta menjelaskan fungsi pragmatik yang muncul dalam tuturan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, sadap, dan catat untuk mengumpulkan data berupa unggahan pengguna pada akun @roblox_fess periode Oktober–November 2025. Analisis data dilakukan dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik perluas untuk mengidentifikasi relasi makna, gradasi intensitas, serta fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata capek digunakan untuk mengekspresikan kejengkelan ringan dan membangun interaksi sosial; kata lelah menunjukkan kedalaman emosi dan menggambarkan kelelahan mental akibat aktivitas yang berulang; sedangkan letih digunakan secara hiperbolis untuk menandai kondisi emosional yang bersifat humoris atau dramatis. Ketiga leksem memperlihatkan adanya perluasan makna dan fungsi sosial dalam komunikasi digital. Penelitian berkontribusi pada pengembangan ilmu bahasa dan pendidikan dengan memberikan pemahaman tentang dinamika makna dalam media sosial sebagai bagian dari literasi digital, sekaligus memperkaya kajian semantik dan pragmatik pada konteks pembelajaran bahasa di era modern.

References

Aminuddin. (2016). Semantik (Pengantar Studi Tentang Makna). Bandung: Sinar Baru Algensindo

Ardia, D. (2025). Filsafat Bahasa. Penerbit NEM.

ARSYI, T. T. N. (2025). TINDAK TUTUR KOMISIF DAN EKSPRESIF DALAM DEBAT PILPRES 2024 (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS PGRI SEMARANG).

Astriani, S., Hilaliyah, H., & Megawati, E. (2025). Tindak Tutur Direktif dalam Naskah Drama Pada Suatu Hari Karya Arifin C. Noer dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Deiksis, 15(1), 106-118.

Chaer, A. 2002. PENGANTAR SEMANTIK BAHASA INDONESIA. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Cahyani, A. E. D., Sasmita, D., Shifa, M. A., & Hasanudin, C. (2023, December). Upaya meningkatkan keterampilan menyimak konsentratif pada anak-anak prasekolah. In Seminar Nasional dan Gelar Karya Produk Hasil Pembelajaran (Vol. 1, No. 1, pp. 69-73).

Hermaji, B. 2021. TEORI PRAGMATIK (Edisi Revisi). Yogyakarta: Magnum Pustaka Umum.

Hidayatika, U., Aprilia, D., & Nurjanah, N. (2025). SEMANTIK LEKSIKAL PADA LIRIK LAGU ALBUM SEMOGA SEMBUH KARYA IDGITAF. SeBaSa, 8(1), 62-80.

Husniati, N., & Bik, M. T. N. (2025). DINAMIKA BAHASA DALAM MEDIA SOSIAL: PENGARUH PLATFORM DIGITAL TERHADAP GAYA BERBAHASA PENGGUNA. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 780-793.

KBBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [online, diakses tanggal 17 November 2025].

Moleong, L. (2010). Metode peneltian. Jakarta: Rineka Cipta, 25.

Panggabean, A. N. P., Nababan, N. M., Sitompul, P. A. S., Zalfana, Z. H., & Puteri, A. (2025). PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN PADA TATARAN FONOLOGI (LANGUAGE ACQUISITION OF 3-4 YEAR OLD CHILDREN AT THE PHONOLOGICAL LEVEL). Journal Education and Government Wiyata, 3(1), 49-57.

Rosidin, O. 2017. PERCIKAN LINGUISTIK: Pengantar Memahami Ilmu Bahasa. Serang: Untirta Press.

Ramadani, N., Yahya, A. M., Satria, D., Akbar, F., Sabina, A. N. A., & Mulyani, M. E. (2025). PENGARUH BAHASA TERHADAP REALITAS: TELAAH FILASAFAT BAHASA. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(4), 6972-6984.

Ramdani, V. O., Sua, A. T., & Asdar, M. (2025). Strategi Kesantunan Berbahasa Gen Z di Perumnas Tibojong Kabupaten Bone (Kajian Pragmatik). DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(4), 3144-3151.

Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Sunarni, N., & Rosidin, O. (2019). Pragmatik Studi Bahasa dan Pemakaiannya. Bandung: Unpad Press.

Salleh, S. F., Yahya, Y., Subet, M. F., & Daud, M. Z. (2020). ANALISIS SEMANTIK LEKSIKAL DALAM NOVEL SANGKAR KARYA SAMSIAH MOHD. NOR:(Lexical Semantics Analysis in Sangkar Novel by Samsiah Mohd. Nor). Asian People Journal (APJ), 3(1), 45-63.

Setiadi, G. (2024). Bahasa sebagai simbol peradaban kehidupan manusia dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Asmaraloka: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, Dan Sastra Indonesia, 2(1), 1-24.

Setyawati, N. (2024). Proses Mofofenemik Prefiks {Meng-} Dalam Pemberitaan Seputar Kenaikan Ukt Di Jawapos. Com. Journal of Language and Literature Education, 1(2), 79-89

Downloads

Published

06-07-2026

Issue

Section

Articles