ANALISIS WACANA KRITIS NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN: KAJIAN FEMINISME
DOI:
https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v13i2.8824Keywords:
Kata kunci: ideologi gender, perempuan berkalung sorban, analisis wacana kritis, pendekatan feminismeAbstract
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan lebih detil tentang profil gender dan identitas gender, peran gender dan relasi gender, dan jenis ideologi gender dan ketidakadilan gender. Penelitian kualitatif ini menggunakan jenis penelitian sastra dengan menggunakan metode analisis isi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari konsep atau data yang digambarkan dan dikumpulkan dalam kata dengan mengangkat atau menguraikan seluruh masalah yang berkaitan dengan analisis isi novel Perempuan Berkalung Sorban. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan yang tertulis dalam sumber tertulis berupa novel Perempuan Berkalung Sorban karya Adibah El Khalieqy. Novel Perempuan Berkalung Sorban menjadi sumber data tertulis yang dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis. Sumber data dianalisis oleh peneliti yang berkedudukan sebagai instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi dilakukan dengan menggunakan analisis konten. Profil yang direpresentasikan adalah tokoh aku yaitu Annisa yang berperan sebagai pencerita dan pelaku utama. Tokoh Annisa menggambarkan sosok seorang perempuan yang hdup ditengah sistem patriarki yang kental dengan pemahaman agama dan budaya yang mendiskriminasi perempuan sebagai orang kedua (inferior). Peran gender dan relasi gender tergambar dari novel ini ingin mengukuhkan ideologi patriarki dalam keluarga. Peran gender yang sejak kecil ditanamkan kepada Annisa oleh keluarga terrefleksi dalam pilihan lingkup permainan Annisa. Representasi ideologi patriarki dalam novel ini menampilkan Annisa sebagai objek penceritaan dan Samsudin sebagai subjek penceritaan. Abidah El Khalieqy sebagai pengarang melibatkan diri juga sebagai pelaku utama. Sebagai pelaku utama yang menjadi sosok Annisa, Adibah El Khalieqy mampu mengungkapkan jenis-jenis ideologi gender dan katidakadilan gender yang terkuak dalam jalan kisah novel ini. Jenis-jenis ideologi tersebut adalah ideologi patriarki, ideologi familialissme, ideologi ibuisme dan ideologi umum.
References
Agustinus, L. (2007). Perihal Ilmu Politik: Sebuah Bahasan Memahami Ilmu Politik. Graha.
Alimatu’sadiah, & Nuryatim, A. (n.d.). Inferioritas Tokoh Perempuan dalam Novl Bumi Cinta Karya Habiburahman Elshirazy. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka
El Khalieqy, A. (2009). Perempuan Berkalung Sorban. Arti Bumi Intaran.
Farah, D. dkk. (2013). Refresentasi Ideologi Patriarki dalam Novel Tanah Tabu Kajian Feminisme Radikal. Jurnal Sastra Indonesia, 2. http://journal.unnes.ac.id/sju.index.php/jsi
Fayumi, B., & Dkk. (2001). Keadilan dan Kesetaraan Gender (perspektif Islam). Tim Pemberdayaan Perempuan Bidang Agama DEPAG RI.
Halliday, M. A. . (1978). Language as Social Semiotics. The Social Interpretation/Language and Meaning. Edward Arnold.
.J.Moleong, L. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif (edisi revisi). PT. Remaja Rosdakarya.
Malti-Douglas, F. (2007). Encylopedia of Sex and Gender. In Encylopedia of Sex and Gender. http://en.wikipedia.org/wiki/patriarcgy
Siswanto, W. (2008). Pengantar teori Sastra. Grasindo.
Tong, R. P. (1998). Feminist Thoight: Pengantar Paling Komprehensif Kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis. Jalasuta.
Vredenbreght, J. (1983). Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat. Gramedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







