KATA MAJEMUK DALAM NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN KEBAHASAAN TEKS CERPEN DI SMA
DOI:
https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v14i1.10932Keywords:
kata majemuk, morfologi, novel 172 Days, pembelajaran bahasa Indonesia, teks cerpenAbstract
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan gagasan, pikiran
dan perasaan. Dalam kajian linguistik,salah satu bidang yang membahas pembentukan kata adalah
morfologi. Salah satu kajian dalam morfologi yaitu kata majemuk, yakni gabungan dari dua kata
atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna penggunaan kata majemuk banyak ditemukan
dalam karya sastra salah satunya novel yang tidak hanya menyajikan cerita tetapi juga memiliki
penggunaan Bahasa yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan
makna kata majemuk yang terdapat dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa serta menjelaskan
implikasinya terhadap pembelajaran menganalisis kebahasaan teks cerpen di SMA. Penelitian
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi. Data penelitian berupa
kata majemuk yang ditemukan dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui membaca, mencatat, dan mengelompokkan data. Analisis data dilakukan
dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta mendeskripsikan bentuk dan makna kata
majemuk berdasarkan teori Chaer. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 31 data kata majemuk
yang terdiri atas 4 kata majemuk setara dan 27 kata majemuk tidak setara. Kata majemuk tidak setara
terdiri atas 19 kata majemuk nonidiomatik dan 8 kata majemuk idiomatik. Kata majemuk setara
menunjukkan hubungan sejajar antarkomponen pembentuknya, sedangkan kata majemuk tidak
setara menunjukkan hubungan inti dan pewatas. Hasil penelitian dapat diimplikasikan dalam
pembelajaran menganalisis kebahasaan teks cerpen di SMA sebagai sumber belajar yang
kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Penggunaan novel populer sebagai sumber
pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kata majemuk sekaligus
mengembangkan kemampuan analisis kebahasaan.
References
Abidin, Y. (2019). Konsep dasar bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Afifah, R. (2021). Kata Majemuk dalam Novel Paradigma Karya Syahid Muhammad dan Implikasinya pada Pembelajaran Menganalisis Isi dan Kebahasaan Novel Kelas XII. 6.
Aulia, M. R., Juwandini, I. I. W., Hamdani, A. Z. D. F., Fadhilasari, I., & Shofiani, A. K. A. (2024). Analisis kata majemuk pada cerpen “Anak yang menyelamatkanku” karya Ambhitha Dyanungrum. Jurnal Bahasa, Susastra, dan Pembelajarannya, 11(1).
Chaer, A. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A. (2015). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Jehane, H., Ola, S. S., Djawa, A., Leda, A., Lamawato, A., Maol, P. K. N., Gabir, M. N., & Iku, D. (2021). Analisis kalimat majemuk bahasa Indonesia dalam teks ilmiah sebagai bahan pengayaan mata kuliah sintaksis. Jurnal Lazuardi, 4(2), 48–69.
Keraf, G. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, H. (1994). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Momenian, M., Radman, N., Rafipoor, H., Barzegar, M., & Weekes, B. (2021). Compound words are decomposed regardless of semantic transparency and grammatical class: An fMRI study in Persian.
Masfufah, N. (2023). Analisis klausa dalam kalimat majemuk pada novel Runtuhnya Martadipura karya Johansyah Balham: Kajian sintaksis. Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan, 18(1), 46–57.
Mutiara, A., Samsul, A., & Aryanti, A. (2022). Analisis penggunaan kata majemuk dalam kolom sport pada surat kabar OKU Ekspres edisi Januari 2022: Kajian morfologi. Universitas Baturaja.
Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurafni, S., & Baskoro, S. (2023). Idiom dalam bahasa Kerinci. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 1–10.
Ramlan, M. (2008). Morfologi: Suatu tinjauan deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono.
Sari, D. P., Goziyah., & Sori, S. (2021). Analisis kata majemuk pada teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 16 Kota Tangerang Selatan. Prosiding SAMASTA: Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia, 151–159.
Sholihah, H., & Utami, S. (2024). Analisis kata majemuk pada judul film horor Indonesia: Kajian morfologi. LITERASI, 8(2), 225–234.
Sugiyono. (2013). Metode Peneltian Kuantitatif, Kualitatif , dan R&D.
Sutrisna, D., & Adawiyah, D. R. (2021). Analisis morfologi bahasa Indonesia dalam kumpulan puisi karya Sutardzi Calzoum Bachri. Jurnal Educatio.
Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran morfologi. Bandung: Angkasa.
Verhaar, J. W. M. (2004). Asas-asas linguistik umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







