KESANTUNAN BERBAHASA GURU SMKS 16 KOTA BENGKULU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Authors

  • Hary Atmaja Universitas Prof Dr. Hazairin Bengkulu
  • Yuneva Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

DOI:

https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v14i1.10757

Keywords:

kesantunan berbahasa, guru, pragmatik, maksim kesantunan, pembelajaran.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang digunakan guru dalam proses pembelajaran di SMKS 16 Kota Bengkulu berdasarkan kajian pragmatik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah guru-guru SMKS 16 Kota Bengkulu, sedangkan data penelitian berupa tuturan guru yang mengandung unsur kesantunan berbahasa saat berinteraksi dengan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, teknik simak dan rekam, teknik catat, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mengelompokkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan tuturan berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, penghargaan, permufakatan, kesimpatian, kedermawanan, dan kesederhanaan. Maksim yang paling dominan ditemukan adalah maksim penghargaan dan maksim kebijaksanaan. Penerapan maksim tersebut terlihat melalui pemberian apresiasi terhadap siswa, penggunaan tuturan yang tidak bersifat memaksa, pemberian kesempatan kepada siswa untuk berpendapat, serta perhatian guru terhadap kebutuhan dan kondisi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa guru berkontribusi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, harmonis, demokratis, dan efektif. Selain itu, penggunaan bahasa yang santun oleh guru dapat menjadi teladan bagi siswa dalam berkomunikasi serta mendukung pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, kesantunan berbahasa guru memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan pengembangan nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah.

References

Anggito, & Setiawan. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak

Pringgawidagda, Suwarna. (2002). Strategi Penguasaan Berbahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Kridalaksana, Harimurti. (1992). Pembentuk Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia

Zamzani. (2007). Kajian Sosiopragmatik. Yogyakarta: Cipta Pustaka.

Nadar, F. X. (2009). Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

06-07-2026

Issue

Section

Articles