Analisis Faktor Risiko Perilaku Cuci Tangan dan Konsumsi Jajanan terhadap Kejadian Kecacingan pada Siswa SD X

Penulis

  • Nur Afni Sulastina STIKESMAS Abdi Nusa
  • Melly Fitri Universitas Sanz Magnatya
  • Tri Oktaviana Hasibuan Universitas Sanz Magnatya

DOI:

https://doi.org/10.36085/avicenna.v20i3.9519

Abstrak

Background: Soil-transmitted helminth (STH) infections remain a common health problem among school-aged children, particularly those related to poor hygiene practices and the consumption of unhygienic snacks. Handwashing habits and choosing clean food play an essential role in preventing the fecal–oral transmission of helminths. This study aimed to analyze the relationship between gender, handwashing behavior, and snack consumption with the occurrence of helminth infections among students at SD X. Method: This research employed a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach. A total sample of 31 students was selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and stool examinations. The data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Results: The results showed that 25.8% of the students were infected with helminths. Based on gender, the proportion of infection was equal among male and female students, with a Chi-square test result of p = 0.731. Students with poor handwashing practices showed a higher proportion of helminth infections; however, the association was not statistically significant (p = 0.073). Similarly, students who frequently consumed unhygienic snacks had a higher infection rate, yet no significant relationship was found (p = 0.314). Conclusion: In conclusion, there was no significant association between gender, handwashing behavior, and snack consumption with helminth infections among students of SD X. Nevertheless, the observed tendencies suggest that poor hygiene behavior and the consumption of unhygienic snacks may contribute to an increased risk of helminth infection.

Keywords: Handwashing Behavior, Snack Consumption, Incidence of Helminth Infection

Referensi

Angraini, W., Febriawati, H., & Amin, M. (2022). Peningkatan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga. Jurnal Kesmas Asclepius, 4(1), 26-32.

Aprilia, M. (2025). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kemandirian Anak Sekolah Dasar Dalam Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Di Mi Nurul Huda Kota Bengkulu. Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

CDC. (2019). Soil-Transmitted Helminths: Prevention & Control. Centers for Disease Control and Prevention.

Dyna, F., Putri, V. D., & Indrawati, D. (2018). Hubungan perilaku komsumsi jajanan pada pedagang kaki lima dengan kejadian diare. Jurnal Endurance, 3(3), 524-530.

Effendi. (2019). Hygienic practices in street food and risk of helminth contamination. Journal of Environmental Health Research, 29(2), 123–130.

Fadilah. (2021). Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan dengan Infeksi Kecacingan

pada Anak Usia Sekolah. . Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 115–122.

Febriawati, H., Angraini, W., Oktarianita, O., & Rizal, A. F. (2023). Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa SMP Negeri 6 Kota Bengkulu. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(4), 1412-1426.

Lailatusyifa, N., Sartika, R. A. D., & Nuryati, T. (2022). Determinan Kejadian Kecacingan pada Siswa SD. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(01), 57-67.

Lestari. (2019). Kontaminasi Telur Cacing pada Makanan Jajanan Sekolah dan Faktor yang Berhubungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 45–53.

Manalu, S. M., & Saragih, C. (2020). Hubungan Personal Hygiene Dengan Resiko Kecacingan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri. Jurnal Penelitian Kesmasy, 3(1), 22-29.

Notoatmodjo. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Novitasari. (2021). Systematic Review Faktor Risiko Infeksi Parasit Usus. https://e-journal.unair.ac.id/MGK/article/view/22316/14201, Media Gizi Kesmas, Vol.10, No.11, Juni 2021 : Halaman : 2165-2179.

Rahman. (2020). Efektivitas Cuci Tangan Pakai Sabun dalam Pencegahan Kecacingan pada Anak Sekolah. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 11(2), 89–96.

Rahmawati, d. (2021). Faktor Risiko Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Epidemiologi, 4(1), 23–31.

Rawalilah. (2021). Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Az-Zahir Palembang Tahun 2018. doi:https://doi.org/10.36085/avicenna.v16i2.1571

Sari. (2020). Hubungan Lingkungan dan Perilaku dengan Infeksi Kecacingan pada Anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(1), 55–63.

Sintyadewi, N. K., Rismawan, M., & Wulansari, N. T. (2023). Hubungan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Dengan Penyakit Kecacingan Pada Siswa Sekolah Dasar. MIDWINERSLION: Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng, 8(2), 169-174.

Suriptiastuti S., e. a. (2011). Intestinal Parasites From Fingernails Of Sidewalk Food Vendors (Studi Mengenai Kontaminasi Pada Pedagang Makanan).

Utami, d. (2019). Perilaku Cuci Tangan dan Kaitannya dengan Infeksi Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar. Health Journal, 7(2), 74–81.

WHO. (2020). Soil-Transmitted Helminth Infections: Key Facts. World Health Organization.

WHO. (2025). ontrol strategy for soil-transmitted helminthiases / preventive chemotherapy guidance. WHO.

Yedilau, S., Angraini, W., Pratiwi, B. A., & Yanuarti, R. (2022). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga Menciptakan Keluarga Sehat di UPTD Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Yusanti, L., Purnama, Y., & Dewiani, K. (2022). Pendidikan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Tentang Cuci Tangan Dan Sikat Gigi Yang Benar Di SD Negeri 8 Rindu Hati Kec. Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. LOGISTA-Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 71-75.

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Sulastina, N. A., Fitri, M., & Oktaviana Hasibuan, T. (2025). Analisis Faktor Risiko Perilaku Cuci Tangan dan Konsumsi Jajanan terhadap Kejadian Kecacingan pada Siswa SD X. Avicenna: Jurnal Ilmiah, 20(3), 281–288. https://doi.org/10.36085/avicenna.v20i3.9519