PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI PUPUK BIONANOFERTILIZER PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VARIETAS DETAP-1

Penulis

  • Lenny Dwi Sekar Arum Program Studi Agroteknologi, Universitas Islam Balitar, Kota Blitar, Indonesia
  • Palupi Puspitorini Universitas Islam Balitar
  • Army Dita Serdani Universitas Islam Balitar
  • Tri Endrawati Universitas Islam Balitar
  • Agung Setya Wibowo Universitas Islam Balitar

DOI:

https://doi.org/10.36085/agrotek.v21i1.11218

Abstrak

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi, frekuensi aplikasi, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas Detap-1. Permasalahan penelitian difokuskan pada upaya meningkatkan produktivitas kedelai melalui penerapan pupuk bionanofertilizer dengan konsentrasi dan frekuensi aplikasi yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar pada Juni–November 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi pupuk bionanofertilizer (6, 9, dan 12 ml l⁻¹) serta frekuensi aplikasi (1, 2, dan 3 minggu sekali). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi dan frekuensi aplikasi memengaruhi pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman kedelai. Kombinasi konsentrasi 6 mL L⁻¹ dengan frekuensi aplikasi satu minggu sekali memberikan respons terbaik terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong, jumlah biji, bobot biji, dan bobot 100 biji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tersebut berpotensi menjadi strategi pemupukan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai.

Kata Kunci: bionanoferlizer; frekuensi; konsentrasi_bionanofertilizer; kedelai

File Tambahan

Diterbitkan

2026-07-28