The Weed Dynamics and Adaptation in Waterlogged Soybean Cultivation Systems in Swampy Areas: A Literature Review

Dinamika dan Adaptasi Gulma pada Sistem Budidaya Kedelai Jenuh Air di Lahan Rawa: Kajian Literatur

Penulis

  • Edi Susilo Universitas Ratu Samban
  • Wismalinda Rita Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Hesti Pujiwati Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/agrotek.v21i1.10094

Abstrak

Potensi pengembangan kedelai di lahan rawa sangat besar, namun dalam produktivitasnya masih terhambat oleh gulma yang kompleks pada kondisi tanah yang jenuh air. Begitu juga, pada kondisi sistem budidaya kedelai yang jenuh air, menimbulkan tekanan selektif dari hipoksia atau anoksia tanah yang secara signifikan memengaruhi spasial dan temporal komposisi, dominansi, dan mekanisme adaptasi gulma. Tujuan kajian ini dipusatkan pada karakteristik lahan rawa, dinamika gulma pada lahan rawa, serta analisa gulma adaptif yang dominan secara morfologi, fisiologis, dan reproduktif gulma terhadap kondisi jenuh air beserta implikasinya pada hubungan gulma–kedelai. Penelitian ini merangkum bahwa secara bersamaan pada satu ekosistem, gulma darat yang hipoksik, gulma darat yang fenotip dominan hipoksi, dan gulma darat yang fenotip sub-dominan hipoksi bersifat antagonis. Teori ini pada lahan yang jenuh air akan mereduksi populasi gulma hip oksik sebagai respon ekosistem. Hal ini juga menjelaskan secara teoritis bahwa pada lahan yang jenuh air akan mengurangi hipoksik dan gulma. Di lahan yang jenuh air, secara bersamaan mengurangi gulma hip oksik dan mereduksi populasi gulma hipoksik. Penelitian di lahan jenuh air ini juga menjelaskan bahwa pengelolaan gulma pada sistem kedelai jenuh air memerlukan pendekatan integrasi pengelolaan air, sistem budidaya, pengendalian mekanis, dan alelopolik bioherbisida dan diharapkan dapat menekan dominasi gulma dan mengurangi penggunaan herbisida secara sintetis. Penelitian ini juga menekankan bahwa untuk pengembangan serta perbaikan terhadap pengendalian gulma pada sistem budidaya kedelai jenuh air, diperlukan serta lebih memfokuskan kepada ekologi gulma pada lahan rawa.

 

File Tambahan

Diterbitkan

2026-07-28