PELATIHAN PEMBUATAN DODOL DARI BIJI NANGKA SEBAGAI UPAYA PENGANEKARAGAMAN DAN PANGAN DAN MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN

Authors

  • Neti Kesumawati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Rita Feni Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Rita Hayati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Suryadi Suryadi Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Yukiman Armadi Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Edy Marwan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/jpmbr.v7i1.6290

Abstract

Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong merupakan sentra pertanian yang banyak menghasilkan produk pertanian. Nangka adalah salah satu hasil pertanian yang cukup dinikmati konsumen karena rasanya yang manis, khususnya buah yang telah masak.  Banyaknya  peminat buah nangka yang telah masak ini telah menyisakan biji-biji. Biasanya biji-biji ini dibuang sembarangan tempat dan  dianggap limbah yang tidak berguna. Padahal biji-biji nangka dapat diolah menjadi pangan yang bernilai gizi tinggi, seperti dodol. Pembuatan dodol biji nangka tidak memerlukan biaya yang mahal dan pembuatannya sangat sederhana sehingga bisa dijadikan peluang bisnis yang menguntungkan. Tetapi kondisi ini tidak menjadi perhatian bagi masyarakat Desa Perbo, terutama anggota kelompok wanita tani Mawar. Salah satu penyebabnya ketidaktahuan mereka dalam pembuatan dodol biji nangka serta rendahnya motivasi. Rendahnya motivasi dan pengetahuan anggota kelompok wanita tani Mawar Desa Perbo dalam pembuatan dodol biji nangka dapat ditingkatkan melalui penyuluhan maupun pelatihan. Dengan pertimbangan tersebut, staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai fokus pengabdiannya kepada masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat dodol biji nangka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan teknologi yang sesuai melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol biji nangka telah sukses, menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota kelompok wanita tani Mawar.

 

Kata Kunci: odol, biji nangka, produk olahan

References

An-Najjah, I. S., Maulana, A., Fauzan, N. D., Rachman, F., & Octalyani, E. (2021). Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Biji Nangka Untuk Pembuatan Rempeyek Biji Nangka (REJIKA) di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Mesuji Timur. Abdimas Singkerru, 1(2), 111–116. http://jurnal.atidewantara.ac.id/index.php/singkerru/article/view/68

BPS. (2023). Kabupaten Rejang Lebong Dalam Angka. In BPS (Vol. 6, Issue August).

Cempaka, L., & Asiah, N. (2019). Pelatihan Produksi Dodol Nangka Di Desa Tritis Yogyakarta. Indonesian Journal of Social Responsibility (IJSR), 1(1), 17–25. https://doi.org/10.36782/ijsr.v1i01.6

Hamzah, H. E. P., Ansharullah, & Hermanto. (2020). Penggunaan Tepung Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) Dengan Penambahan Sari Daun Pandan (Pandanus Amaryllfolius) Terhadap Kualitas Produk Mie Basah. Jurnal Sains Dan Teknologi Pangan, 5(2), 2712–2725.

Hasnita, Husain, H., & Jusniar. (2021). Pengaruh Penambahan Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) sebagai Substitusi Tepung Tapioka terhadap Mutu Bakso Daging Ayam. Jurnal Chemica, 22(2), 1. https://doi.org/10.35580/chemica.v22i2.26202

Kamila, L. N., Hidayanti, L., & Atmadja, T. F. A.-G. (2022). Keragaman pangan dengan kejadian kurang gizi pada anak usia 6-23 bulan. Nutrition Scientific Journal, I(1), 1–7. https://doi.org/10.37058/nsj.v1i1.5704

Madani, T. B., Arief, N., Haya, N., Pitri, Hasbi, A. R., & Samsinar. (2023). Keripik Biji Nangka (KRIBIKA) Bernilai Jual Tinggi. Amal Ilmiah : Jurnal Pengabdian Kepala Masyarakat, 4(2), 127–134.

Maghfuri, A. (2023). Strategi Pemanfaatan Limbah Pertanian Untuk Peningkatan Nilai Ekonomi Dan Lingkungan Di Kabupaten Cilacap. Jurnal Inovasi Daerah, 2(2), 144–156. https://doi.org/10.56655/jid.v2i2.125

Masruroh, B. F., Suwardiah, D. K., Handajani, S., & Miranti, M. G. (2021). Pengaruh Proporsi Puree Biji Nangka ( Artocarpus heterophyllus Lamk ) dan Tepung Beras terhadap sifat Organoleptik Kue Semprong Nangka. Jurnal Tata Boga, 10(3), 529–539.

Mustikaningrum, D., Kristiawan, K., & Suprayitno, S. (2021). Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian di Kabupaten Tuban: Inventarisasi dan Potensi Aksi Mitigasi. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 9(2), 155–171. https://doi.org/10.14710/jwl.9.2.155-171

Nurhayati, N., Asmawati, Ihromi, S., Marianah, & Saputrayadi, A. (2020). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Aplikasi Teknologi Pengolahan Dodol Nangka Dan Susu Biji Nangka Di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(1), 522. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.3321

Pangestika, D., Sariputri, W., Claudya, T., & Kusumawardani, R. (2019). Pemanfaatan Limbah Buah Menjadi Tepung Alternatif. Pros. Semnas KPK, 2, 31–35.

Putri, E. M. M., Utomo, W. P., Ramadhan, Z. F., Burhan, R. Y. P., Rachimoellah, M., Martak, F., Wahyudi, A., Zetra, Y., Mujahid, M. N., & Nugraheni, Z. V. (2019). Peningkatan Keterampilan Pembuatan Dan Pemasaran Kecap Biji Nangka: Alternatif Bahan Pendamping Makanan Di Keputih Surabaya. ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 44–54. https://doi.org/10.24071/aa.v2i1.2128

Siagian, E., & Sarah, E. M. (2020). Pelatihan Kewirausahaan Dalam Rangka Mengolah Biji Nangka Menjadi Dodol Pada Masyarakat Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia. Jurnal Abdimas Mutiara, 1, 405–408.

Suwarso, E., Paulus, D. R., & Miftachurahma, W. (2019). Kajian Database Keanekargaman Hayati Kota Semarang. Jurnal Riptek, 13(1), 79–91.

Published

2024-04-05
Abstract viewed = 46 times