PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DINAS KESEHATAN TERHADAP PENANGANAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS DI BANDA ACEH
DOI:
https://doi.org/10.36085/joiscom.v7i1.9959Abstrak
Media digital memiliki peran strategis dalam komunikasi kesehatan publik, termasuk dalam penyampaian informasi mengenai Human Immunodeficiency Virus (HIV). Namun, efektivitas komunikasi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan platform, melainkan juga oleh perencanaan strategis, kolaborasi internal, serta keberlanjutan pesan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam komunikasi HIV kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas penanggung jawab program HIV serta pengelola media digital di lingkungan Dinas Kesehatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam komunikasi HIV masih kurang maksimal. Hal ini terlihat dari keterbatasan konsistensi dan keberlanjutan konten pada berbagai platform digital, sehingga isu HIV belum terbangun sebagai agenda komunikasi kesehatan yang kuat di ruang publik. Selain itu, perbedaan latar belakang pendidikan antara penanggung jawab program HIV dan pengelola media digital menjadi hambatan struktural dalam komunikasi kesehatan. Pemisahan peran antara penyusun substansi kesehatan dan pelaksana teknis komunikasi menyebabkan pesan HIV cenderung disampaikan secara informatif dan normatif, tanpa strategi komunikasi yang kolaboratif dan persuasif. Penelitian ini juga menemukan bahwa pesan HIV disederhanakan sebagai upaya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap penyintas. Meskipun relevan secara etis, penyederhanaan pesan berpotensi membatasi kedalaman pemahaman masyarakat terhadap isu HIV. Lebih lanjut, ketiadaan strategi komunikasi digital yang berkelanjutan menyebabkan komunikasi HIV bersifat reaktif dan berbasis momentum, sehingga media digital belum berfungsi optimal sebagai sarana peningkatan literasi kesehatan publik. Pemanfaatan media digital Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam penanganan HIV belum dikelola secara strategis dan berkelanjutan. Diperlukan perencanaan komunikasi jangka panjang, kolaborasi lintas bidang, serta pendekatan komunikasi yang mampu meningkatkan literasi kesehatan sekaligus meminimalkan stigma di masyarakat.






