G Gerakan Moral dan Religiusitas Digital: Kajian Budaya atas Aktivisme Keagamaan Online Akun Instagram Project Dakwah di Makassar
Gerakan Moral dan Religiusitas Digital: Kajian Budaya atas Aktivisme Keagamaan Online Akun Instagram Project Dakwah di Makassar
DOI:
https://doi.org/10.36085/joiscom.v7i1.9954Abstrak
Dakwah digital di Instagram semakin penting dalam membentuk cara Muslim urban berjumpa dengan wacana moral, tetapi mekanisme kulturalnya kerap belum dibaca secara memadai pada level lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis Project Dakwah di Makassar sebagai bentuk digital religious activism yang memproduksi wacana moral melalui narasi afektif dan estetika platform. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berperspektif kajian budaya, dengan Instagram diperlakukan sebagai ruang budaya tempat produksi makna berlangsung. Data dikumpulkan melalui observasi digital terhadap jejak unggahan, dokumentasi poster dan caption, serta pembacaan pola interaksi audiens pada kanal publik yang terhubung dengan Project Dakwah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Dakwah membangun pola pesan moral berbasis poster yang konsisten, menekankan refleksi diri, kedekatan emosional, dan kesalehan sehari-hari. Pemadatan pesan dan desain visual minimalis membuat dakwah kompatibel dengan logika visibilitas dan sirkulasi media sosial. Namun, temuan juga menegaskan adanya mekanisme konversi dari resonansi online menuju aksi offline melalui jalur partisipasi yang operasional, seperti donasi, sedekah terjadwal, kelas Al-Qur’an, kajian, relawan, dan penguatan ruang dakwah luring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah digital Project Dakwah memperlihatkan ambivalensi mediatisasi agama, yakni perluasan jangkauan sekaligus tekanan pemaknaan yang ringkas, tetapi ditopang oleh strategi pendalaman komunitas untuk menjaga keberlanjutan praktik sosial.






