RESPON EKONOMI DAN STRATEGI COPING NELAYAN TANGKAP DALAM MENGHADAPI FLUKTUASI HARGA IKAN LAUT DI DESA PADANG BAKUNG KECAMATAN SEMIDANG ALAS MARAS KABUPATEN SELUMA

Economic Responses and Coping Strategies of Capture Fishermen in Facing Marine Fish Price Fluctuations in Padang Bakung Village, Semidang Alas Maras Subdistrict, Seluma Regency

Penulis

  • Dandy Anugrah Pramana Dandy Universitas Dehasen Bengkulu
  • Herri Fariadi Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu
  • Evi Andriani Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/agribis.v19i1.9851

Abstrak

Data statistik harga ikan laut di Kabupaten Seluma menunjukkan adanya fluktuasi harga tahunan yang dipengaruhi oleh musim penangkapan, kondisi cuaca, tingginya biaya operasional melaut, serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon ekonomi utama yang dirasakan nelayan tangkap akibat fluktuasi harga ikan laut serta mengkaji strategi coping yang diterapkan dalam menghadapinya di Desa Padang Bakung Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan tiga kategori penilaian, yaitu tidak, iya, dan tidak relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga ikan laut memunculkan respon ekonomi berupa tingginya ketergantungan pada tengkulak dan pengepul (96,77%), penurunan daya beli nelayan (95,16%), kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga (87,10%), ketidakstabilan pendapatan (72,58%), penurunan motivasi dan aktivitas melaut (62,90%), tekanan psikologis (58,06%), serta konflik antar nelayan yang relatif rendah (11,29%). Strategi coping yang dilakukan nelayan tangkap meliputi pengaturan pengeluaran rumah tangga (83,87%), keterlibatan istri dalam pengelolaan ekonomi keluarga (80,65%), peminjaman dana kepada tengkulak, koperasi, atau kerabat (77,42%), diversifikasi pekerjaan (72,58%), pengurangan frekuensi melaut (53,23%), gotong royong antar nelayan (45,16%), pemasaran ke luar daerah (33,87%), dan penyimpanan sementara hasil tangkapan melalui pendinginan atau penjemuran (27,42%).

Diterbitkan

2026-01-20

Terbitan

Bagian

Articles