ANALISIS POLA KEMITRAAN GADUHAN DAN PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI DESA TAMAN CARI KECAMATAN PURBOLINGGO
Analysis of Gaduhan Partnership Patterns and Prospects For Developing Beef Cattle Breeding Business in Taman Cari Village Purbolinggo Distric
Abstract
Sistem gaduhan merupakan bentuk kearifan lokal dalam usaha peternakan yang mengintegrasikan modal sosial dan ekonomi kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme bagi hasil pada sistem gaduhan dan mengidentifikasi faktor pengembangan usaha ternak sapi di Desa Taman Cari, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik modal dan peternak penyakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian bagi hasil di Desa Taman Cari didasarkan pada hukum kebiasaan dan asas kepercayaan (trust) tanpa kontrak tertulis. Kerja sama ini diprioritaskan pada hubungan kekeluargaan sebagai upaya pemeliharaan hubungan sosial. Terdapat dua model bagi hasil utama: sistem penjualan hasil ternak (60%) dan sistem bagi anak (40%). Dalam model penjualan, keuntungan bersih setelah dikurangi modal awal dibagi dua antara pemodal dan peternak (maro). Mitigasi risiko, seperti kematian ternak akibat penyakit, dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan di mana kerugian ditanggung bersama atau dianggap sebagai musibah. Pengembangan usaha ternak di lokasi penelitian didukung oleh lima pilar utama: kemudahan akses bibit melalui kolaborasi pemodal dan pihak swasta (PT), ketersediaan pakan hijauan yang melimpah, pengalaman peternak yang diperoleh secara turun-temurun, ketersediaan modal, serta penerapan sistem pertanian terpadu. Pemanfaatan limbah pertanian (pohon jagung, padi dan singkong) sebagai pakan serta pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik menjadi keunggulan kompetitif dalam menekan biaya operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem gaduhan efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis ekonomi kerakyatan di pedesaan.





