Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit Dalam Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Ralsotonia solanecearum

Authors

  • Mardia Apriansi Universitas Pat Petulai
  • Adnan Agroteknologi, Universitas Pat Petulai
  • Nina Puspita Sari Agroteknologi, Universitas Pat Petulai

Abstract

Ralstonia solanacearum merupakan bakteri patogen (soil-borne pathogen) yang memiliki kisaran inang sangat luas, termasuk cabai, tomat, kentang, terung, jahe, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya. Bakteri ini menginfeksi tanaman melalui akar, terutama pada bagian akar yang mengalami luka, kemudian berkembang di jaringan xilem sehingga menghambat transportasi air dan unsur hara. Akibatnya tanaman mengalami gejala layu secara permanen, pertumbuhan terhambat, dan akhirnya mati. upaya pengendalian penyakit sejak fase pembibitan sangat diperlukan untuk menghasilkan bibit yang sehat dan berkualitas. Salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan adalah pemanfaatan pestisida nabati dari tanaman obat, salah satunya rimpang kunyit (Curcuma longa L.). Rimpang kunyit mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti kurkumin, flavonoid, tanin, saponin, fenol, dan minyak atsiri yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Senyawa-senyawa tersebut bekerja dengan merusak membran sel bakteri, menghambat aktivitas enzim, serta mengganggu metabolisme sel sehingga mampu menekan pertumbuhan mikroorganisme pathogen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas konsentrasi ekstrak rimpang kunyit dalam  penghambatan bakteri Ralsotonia solanecearum. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga April 2026 di Fakultas Pertanian Universitas Pat Petulai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yakni ekstrak rimpang kunyit yang terdiri dari 5 taraf dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 10 sampel. K0 =kontrol, K1= ekstrak kunyit 10 ml/1 liter air, K2 =ekstrak kunyit 15 ml/1 liter air, K3 =ekstrak kunyit 20 ml/1 liter air, K4 =ekstrak kunyit 25 ml/1 liter air. Data dianalisis menggunakan Anova (Uji F) apabila F hitung yang diperoleh lebih besar dari F tabel pada taraf  5 %, maka akan diuji lanjut dengan metode Duncan Multiple Range Test. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa ekstrak rimpang kunyit berpengaruh nyata sangat nyata terhadap intensitas serangan bakteri Raksotonia solanecearum (14,8) dengan konsentrasi ekstrak rimpang kunyit 20 ml/l. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang kunyit efektif dalam penghambatan bakteri Ralsotonia solanecearum

Kata kunci : Bakteri, Ekstrak, Ralsotonia solanecearum, Rimpang kunyit

DAFTAR PUSTAKA  Abd-Elrahim, R., Tohamy, M. R. A., Atia, M. M., Elashtokhy, M. M. A., & Ali, M. A. S. (2022). Bactericidal activity of some plant essential oils against Ralstonia solanacearum infection. Saudi Journal of Biological Sciences, 29(4). https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2021.11.045

Lia Fikayuniar, Neni Sri Gunarti, & Mellya Apriliani. (2019). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa. Pharma Xplore : Jurnal Ilmiah Farmasi, 4(1). https://doi.org/10.36805/farmasi.v4i1.618

Matar, S. M. (2025). Comparative Assessment of Antibacterial, Antifungal, Antimalarial, and Antioxidant Activity of Aqueous Methanolic Extracts of Common Culinary, Aromatic, and Traditional Medicinal Plants. The Saudi Journal of Applied Sciences and Technology, 1(1). https://doi.org/10.63908/4jy0sg37

Rajak, K. K., Pahilani, P., Patel, H., Kikani, B., Desai, R., & Kumar, H. (2023). Green synthesis of silver nanoparticles using Curcuma longa flower extract and antibacterial activity.

Setiawan, A. W. (2019). EPIDEMIOLOGI PENYAKIT LAYU BAKTERI DAN PERKEMBANGAN KOMPLEKS SPESIES Ralstonia solanacearum. JURNAL GALUNG TROPIKA, 8(3). https://doi.org/10.31850/jgt.v8i3.502

Shi, H., Liu, Y., Ding, A., Wang, W., & Sun, Y. (2023). Induced defense strategies of plants against Ralstonia solanacearum. In Frontiers in Microbiology (Vol. 14). https://doi.org/10.3389/fmicb.2023.1059799

Simanjuntak, S., Sritamin, M., & Suada, I. (2014). Uji Aktivitas Ekstrak Kulit Buah Beberapa Tanaman dan Daya Hambatnya Terhadap Pertumbuhan Ralstonia Solanacearum pada Cabai. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 3(2).

Wang, S., Sun, X., Li, Y., Xu, L., Fu, Y., Cong, F., Xu, G., Hu, Z., Ma, G., & Lu, S. (2023). Baddeleyite U-Pb age and Hf isotopes, and constraints on genesis of the Panzhihua carbonatite in SW China. Ore Geology Reviews, 152. https://doi.org/10.1016/j.oregeorev.2022.105228

Xia, H., Huang, Y., Wu, R., Tang, X., Cai, J., Li, S. X., Jiang, L., & Wu, D. (2023). A screening identifies harmine as a novel antibacterial compound against Ralstonia solanacearum. Frontiers in Microbiology, 14. https://doi.org/10.3389/fmicb.2023.1269567

Downloads

Published

06/26/2026

How to Cite

Apriansi, M., Adnan, & Nina Puspita Sari. (2026). Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit Dalam Penghambatan Pertumbuhan Bakteri Ralsotonia solanecearum. Jurnal Riset Dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS), 5(2), 200–204. Retrieved from https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/10829

Issue

Section

Articles