PENGOLAHAN KOPI MENJADI JELLY UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PETANI
Keywords:
Desa Batu Bandung, inovasi olahan, jelly kopi, kopi, nilai tambah.Abstract
Kabupaten Kepahiang merupakan salah satu sentra kopi di Provinsi Bengkulu, khususnya Desa Batu Bandung yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani kopi. Selama ini hasil panen kopi umumnya dijual dalam bentuk biji kering atau bubuk sederhana tanpa adanya diversifikasi produk, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani masih rendah. Program mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu berfokus pada edukasi dan pelatihan pengolahan kopi menjadi jelly kopi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi langsung, pendampingan produksi, serta evaluasi hasil bersama masyarakat. Produk jelly kopi dinilai memiliki cita rasa unik, tekstur yang disukai konsumen, serta potensi sebagai oleh-oleh khas daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi jelly kopi berpotensi meningkatkan nilai tambah kopi, menciptakan peluang usaha rumah tangga, serta memperkuat perekonomian lokal. Dengan pendampingan berkelanjutan, Desa Batu Bandung dapat mengembangkan produk ini sebagai ikon kuliner berbasis kopi.
References
Astuti, R., & Prasetyo, A. (2023). Inovasi diversifikasi produk kopi sebagai upaya peningkatan nilai tambah. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(2), 45–53.
Hidayat, M., & Sari, N. (2022). Pengolahan kopi robusta menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Jurnal Agroindustri, 9(1), 23–30.
Rahmawati, T., & Utami, L. (2024). Strategi pengembangan produk pangan lokal berbasis komoditas perkebunan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 101–110.
Sutrisno, B., & Wahyuni, D. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi produk hasil pertanian. Jurnal Pemberdayaan Desa, 4(1), 77–85.
Yuliana, E., & Handayani, R. (2020). Potensi kopi sebagai bahan baku diversifikasi produk pangan. Jurnal Teknologi Pertanian, 19(2), 112–120.
