Implementasi SDGs 12 melalui Eco Enzyme untuk Paguyuban Warga Bojong Raya Indah Kabupaten Bandung

Penulis

  • Tine Ratna Poerwantika Universitas Pasundan
  • Ika Sri Hastuti Universitas Pasundan
  • Jihan Fadhilah Universitas Pasundan
  • Irtifa Aqilah Darmawan Universitas Pasundan

DOI:

https://doi.org/10.36085/jams.v6i2.11242

Kata Kunci:

Eco Enzyme, Pemberdayaan Masyarakat, Sampah Organik Rumah Tangga, SDGs Poin 12, Konsumsi Berkelanjutan

Abstrak

Sampah organik rumah tangga masih menjadi persoalan karena pengurangan sampah dari sumber belum menjadi praktik rutin di banyak komunitas. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Paguyuban Warga Bojong Raya Indah di Desa Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung melalui pembuatan eco enzyme sebagai bentuk implementasi lokal Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 12. Kegiatan berlangsung sejak Desember 2025 hingga Juli 2026 dengan pendekatan partisipatif, edukatif, dan evaluatif. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi, edukasi SDGs Poin 12, praktik pembuatan menggunakan rasio 3:1:10 antara limbah organik, gula, dan air, pemantauan fermentasi bulanan, pemanenan, pengemasan, pemanfaatan terbatas, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, catatan pemantauan, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan kualitatif pada pemahaman warga tentang pengelolaan sampah rumah tangga serta keterampilan memilah bahan, mencampur, memantau, memanen, dan mengemas eco enzyme. Fermentasi menghasilkan cairan berwarna cokelat dengan aroma asam-manis khas, sedangkan ampas diarahkan untuk pengomposan. Paguyuban juga memperkuat peran koordinasi dan pemantauan. Program menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan dapat menerjemahkan agenda keberlanjutan global ke dalam praktik rumah tangga, tetapi eco enzyme tetap perlu dipadukan dengan pengomposan, daur ulang, pencegahan sampah, dan pengelolaan residu yang tepat.

Referensi

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung. (2024). Laporan kinerja instansi pemerintah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung tahun 2024. https://ppid.bandungkab.go.id/image/document/dinas-lingkungan-hidup-laporan-kinerja-instansi-pemerintah-lkip-dinas-lingkungan-hidup-kabupaten-bandung-tahun-2024.pdf

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2023). Roadmap of SDGs Indonesia 2023-2030. https://sdgs.bappenas.go.id/website/wp-content/uploads/2024/04/Roadmap-of-SDGs-2023-2030-Eng.pdf

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Waste4Change, & World Resources Institute. (2021). Laporan kajian food loss and waste di Indonesia dalam rangka mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pembangunan rendah karbon. https://lcdi-indonesia.id/wp-content/uploads/2021/06/Report-Kajian-FLW-FINAL-4.pdf

Marlinda, M., Nadir, M., Faisal, F., Purwanto, M. W. D., & Putri, D. P. (2023). Education on the use of organic waste to become environmentally friendly orozeco (organic fertilizer and eco enzym). Community Empowerment, 8(4), 540-545. https://doi.org/10.31603/ce.8492

Maryanti, E., Angasa, E., Adfa, M., Syafitri, W. A., & Faronica, D. (2023). Pemanfaatan sampah rumah tangga sebagai eco enzyme bagi warga RT.17 dan RT.22, Kelurahan Dusun Besar, Kota Bengkulu. Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES), 3(2), 15-19. https://doi.org/10.33369/icomes.v3i2.31627

Muhsinin, S., Dinata, D. I., Andriansyah, I., & Asnawi, A. (2019). Peningkatan potensi ibu rumah tangga dalam mengolah sampah organik rumah tangga menggunakan metode Takakura di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(2), 179-186. https://doi.org/10.30653/002.201942.110

Pasalari, H., Moosavi, A., Kermani, M., Sharifi, R., & Farzadkia, M. (2024). A systematic review on garbage enzymes and their applications in environmental processes. Ecotoxicology and Environmental Safety, 277, 116369. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2024.116369

Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (2024, October 4). Pemdaprov batasi ritase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. https://jabarprov.go.id/berita/pemdaprov-batasi-ritase-pengiriman-sampah-ke-tpa-sarimukti-15693

Rahayu, S. N., & Prihatin, S. D. (2023). Gerakan sosial baru: Pengolahan sisa bahan organik oleh Komunitas Eco-Enzyme Nusantara di Kabupaten Sleman. Journal of Social Development Studies, 4(2), 115-128. https://doi.org/10.22146/jsds.9451

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Republik Indonesia. (2022). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

United Nations Environment Programme. (2024). Food waste index report 2024: Think eat save, tracking progress to halve global food waste. https://www.unep.org/resources/publication/food-waste-index-report-2024

Utami, S., Kusumaningrum, E. N., Hewindati, Y. T., Kurniawati, H., Zuhairi, F. R., & Prasetyo, B. (2023). Pembuatan eco-enzyme di Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan: Solusi penanganan sampah organik pada level rumah tangga. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(2), 434-445. https://doi.org/10.33379/icom.v3i2.2413

van Driel, M., Biermann, F., Kim, R. E., & Vijge, M. J. (2024). The impact of the Sustainable Development Goals on global policies on sustainable consumption and production. Globalizations, 21(8), 1366-1382. https://doi.org/10.1080/14747731.2024.2351301

Diterbitkan

2026-08-24

Cara Mengutip

Ratna Poerwantika, T., Ika Sri Hastuti, Jihan Fadhilah, & Irtifa Aqilah Darmawan. (2026). Implementasi SDGs 12 melalui Eco Enzyme untuk Paguyuban Warga Bojong Raya Indah Kabupaten Bandung. JURNAL ABDIMAS SERAWAI, 6(2), 257–268. https://doi.org/10.36085/jams.v6i2.11242