PERGESERAN DAN SIKAP BAHASA PADA ANAK DARI KELUARGA SUKU SERAWAI-SERAWAI DI KOTA BENGKULU

Authors

  • Yanti Paulina Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Reni Kusmiarti

DOI:

https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v7i2.560

Abstract

Bahasa Serawai masih banyak dipakai oleh masyarakat yang tinggal di kabupaten Bengkulu selatan. Meskipun bahasa serawai adalah bahasa yang masih banyak penuturnya, ada kekhawatiran akan makin berkurangnya pemakai bahasa ini. Kekhawatiran itu bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti pengaruh bahasa Indonesia melainkan juga oleh faktor internal, seperti adanya undak usuk bahasa yang menyebabkan banyak keluarga yang tidak mau lagi menggunakan bahasa Serawai di dalam keluarganya, bahkan termasuk keluarga suami dari suku Serawai dan Istri dari suku Serawai juga ( selanjutnya disebut Keluarga Serawai-Serawai).Keluarga yang sudah tidak setia lagi dengan bahasa Serawai ini kemudian beralih kebahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Dengan demikian telah terjadi pergeseran bahasa ( language shifting).Masalah dalam penelitian ini adalah:1) Apakah telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu? 2) Jika benar telah terjadi pergeseran bahasa seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi? 3) Bagaimana sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota BengkuluTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  : 1) Pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu 2) Seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi 3) Sikap bahasa terhadap  bahasa serawai pada keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu.

Metode penelitian dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Angket ( kuesioner) yang diberikan kepada keluarga yang suami dan istrinya berasal dari suku serawai yang tinggal di kota Bengkulu.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah :1)Telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu. Pergeseran bahasa terlihat dari hasil perunutan dari generasi pertama (kakek)100 % menguasai bahasa Serawai, lalu generasi ke dua (orang tua) 84 dan 70 % menguasai bahasa Serawai, kemudian  generasi  ketiga (anak) memperlihatkan penurunan angka  tinggal 20 % menguasai bahasa Serawai. 2) Sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu adalah kurang (Negatif), karena dari hasil presentase yang diperoleh jumlah hasil  sikap bahasa pada keluarga suku Serawai-Serawai adalah 20 %. Apabila merujuk pada tabel skala sikap berada pada rentang 20-39 dengan kreteria kurang (negatip),berarti keluarga suku serawai-serawai kurang memiliki rasa kebanggaan atau kesetiaan lagi terhadap bahasa serawai.

References

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2004. Pantun Melayu. Jakarta : Balai Pustaka

Agni, Binar. 2009. Sastra Indonesia Lengkap.Jakarta : Hi-Fest Publishing.

Alisjahbana, Sutan Takdir. 1979. Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.

Depdiknas.2001. Budaya Masyarakat Suku Bangsa Mukomuko dan Lingkungannya di Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Bengkulu.Padang: PD.Syukuri.

Keraf, Gorys. 2008. Diksi dan gaya bahasa. Jakarta : Gramedia.

Kosasih, E. 2012.Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Wijaya.

Moleong, Lexi. 2005. Metode penelitian kualitatif. Bandung. Remaja Rosda Karya.

Mahsun. 2011. Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Semi.M Atar. 1988. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa Bandung.

Soetarno.2007. Peristiwa Sastra Melayu Lama. Surakarta: Widya Duta Grafika.

Tarigan, Henry Guntur . 1985. Pengajaran Gaya Bahasa.Bandung :Angkasa.

Tohirin, 2011.Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta :Raja Grafindo Persada.

Waluyo, Herman J. 1985. Teori Dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.

Wiyanto, Asul. 2012. Kitab Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Jogja Bangkit Publisher.

Downloads

Published

2019-12-31
Abstract viewed = 288 times