NEGASI BAHASA LEMBAK: TINJAUAN TERHADAP BENTUK, POLA, DAN FUNGSI

Authors

  • Man - Hakim Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v7i1.206

Abstract

ABSTRAK

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan, membina, dan mengembangkan bahasa daerah, di antaranya adalah melalui penelitian-penelitian ilmiah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh, adanya kekhawatiran berkurangnya jumlah penuturnya. Hal ini disadari, pesatnya perkembangan teknologi dalam era globalisasi saat ini dan semakin heterogennya bahasa-bahasa yang digunakan oleh masyarakat bahasa dan keseharian. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan, sebagai berikut: (1) bentuk negasi dala bahasa lembak secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua: pertama, negasi dalam bentuk kata dasar (dak/ndak ‘tidak’, lum ‘belum’, enje ‘bukan’, jengan ‘jangan’, kawa ‘tadak suka’ atau ‘tidak mau’); dan kedua, negasi dalam bentuk frase yang tidak terbatas jumlahnya, diantaranya: dak kan ‘tidak akan’, dak de ‘tidak ada’, lum thau ‘belum tahu, lum jeauh ‘belum jauh’, enje kak ‘bukan ini’, enje nga ‘bukan anda’, kawa hurgang ‘tidak mau sendiri’, kawa belan ‘tidak mau kerja’, jengan helek ‘jangan takut’ dan sebagainya. Untuk negasi dalam bentuk frase hampir semua kata dapat menyertainya; (2) pola struktur negasi bahasa lembak umumnya berpola: a) jika dilihat dari fungsi kata atau frase dalam klausa, hamper semua bentuk negasi bahasa lembak selalu mendahului salah satu fungsi unsur klausa (S, P, O, PEL, K) yang di-“negasikanâ€-nya, b) posisinya di dalam klausa selalu di awal klausa atau setelah unsure fungsi pertama suatu klausa, c) semua bentuk negasi bahasa Lembak dapat diikuti oleh semua jenis kata (N, V, BIL, FB, Ket); (3) Fungsi negasi bahasa Lembak dala kalimat umumnya adalah untuk mempertegas makna kalimat yang bersangkutan sebagai bentuk pernyataan yang mengingkari, meniadakan atau sebagai bentuk dari suatu penyangkalan.

Kata kunci: Negasi, Bahasa Lembak, Bentuk Pola dan Fungsi

References

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, Chaedar. 1995. Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa.

Alwi, Hasan, dkk,.1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi ketiga).

Jakarta: Balai Pustaka.

Bailey, Kenneth D. 1992. Methods of Social Research. New York: The Free

Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka.

de Vas, D.A. 1991. Surveys in Social Research. Australia: Allen & Unwin PTY

Ltd.

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Metode Linguistik: Ancangan Metode

Penelitian dan Kajian. Bandung: Ersco.

Djajanegara, Sornajati. 1992. Linguistik umum: Sebuah Pengatar. Yogyakarta:

Kanisius.

Effendi, S. 1980. Inventarisasi Bahasa Daerah dalam Politik Bahasa Nasional

Dua. Jakarta: Nusa Indah

Kerap, Gorys. 1970. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah

Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik, Edisi III. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama.

Lyons, John (Terjemahan Soetikno). 1995. Pengantar Teori Linguistik. Jakarta:

Gramedia Pustaka Media.

Meoliono, Anton M. 1985. Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Ancangan

Alternatif di dalam Perencanaan Bahasa). Jakarta: Jambatan.

Mercado, Cesar M. (Terjemahan C. Sarojono). 1982. Langkah-langkah

Penelitian Ilmu Sosial. Surakarta: Hapsara.

Miles, Mathew & Michael Hubermen. 1992. Analisis Kualitatif (Terjemahan

Rohendi Rohadi). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Nawawi, Hadari dan Martini Hadari. 1995. Instrumen Penelitian Bidang Sosial.

Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Nilawati. 1992. “Negasi dalam Bahasa Melayu Bengkulu”. Skripsi. FKIP

Universitas Bengkulu.

Ramlan, M. 1996. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: CV. Karyono

Samarin, William J. 1988. Ilmu Bahasa Lapangan. Yogyakarta: Kanisius.

Samsuri. 1983. Analisis Bahasa. Jakarta: Erlangga.

Subroto, Edi. 1992. Pengantar Metodologi Struktural. Surakarta: Sebeles Maret

University Press.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta

Wacana Press.

Sudaryanto. 1993. Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia: Keselarasan Pola

Urutan. Jakarta: Jambatan.

Sudaryono. 1993. Negasi dalam Bahasa Indonesia: Suatu Tinajauan Sintaksis

dan Semantik. Jakarta: P3BL.

Vredenbergh, J. 1978. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat. Jakarta:

Gramedia.

Verhar, J.W.M. 1989. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University

Press.

Downloads

Published

2019-04-05
Abstract viewed = 209 times