UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH PADA SISWA KELAS II.C SEKOLAH DASAR NEGERI 24 KOTA BENGKULU TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Mursid - Rosidi

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik siswa melalui model pembelejaran aktif tipe Index Card Match pada siswa kelas II.C Sekolah Dasar Negeri 24 Kota Bengkulu.

 

Penelitian ini merupakan Penelitan Tindakan Kelas (Clasroom Action Research) dengan model spiral Kemmis dan Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II yang berjumlah 28 siswa.Objek penelitian ini adalah peningkatan kecerdasan kinestetik. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penilaian yang digunakan berupa lembar observasi, pedoman pengamatan, dan pedoman wawancara.Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan mencari rerata hasil kinestetik siswa setiap siklus. Rerata hasil kinestetik siswa tersebut dideskripsikan dengan menggunakan model alur yang terdiri dari proses pengumpulan data, pengolahan data dan kesimpulan.

 

Hasil rata-rata kinestetik siswa pada Siklus I adalah 18,64%. Sedangkan, pada siklus II meningkat menjadi 88,78 %. Jadi, model pembelajaran aktif tipe Index Card Match dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik pada siswa kelas II.C Sekolah Dasar Negeri 24 Kota Bengkulu.

 

Kata kunci: kecerdasan kinestetik, model pembelajaran aktif, Index Card Match.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosda karya.

Adi W. Gunawan. (2006). Genius Learning Strategy. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Agus Efendi.(2005). Revolusi Kecerdasan Abad 21. Bandung: Alfabeta.

Agus Suprijono. (2011). Cooperative Learning Teoridan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Armstrong, Thomas. (2002). Setiap Anak Cerdas! “Panduan membantu anak belajar dengan memanfaatkan multiple intelligence-nya”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bellanca, James. (2011). Duaratus+ Startegi dan Proyek Pembelajaran Aktif untuk Melibatkan Kecerdasan Siswa. Jakarta: Indeks.

Boeree, C, George.(2009). Metode Pembelajaran dan Pengajaran. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

DPR dan Presiden RI.(2003). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Diakses dari http://riau.kemenag.go.id/file/file/produkhukum/fcpt1328331919.pdf.pada tanggal 5 Mei 2014, Jam 09.15 WIB.

Endang Poerwanti dan Nur Widodo. (2005). Perkembangan Peserta Didik.

Malang: UMM Press.

Gardner, Howard. (2003). Multiple Intelligences. Batam: Interaksara.

Hamzah B. Uno dan Nurdin Mohamad.(2011). Belajar dengan Pendekatan Pembelajaran Aktif Inovatif Lingkungan Kreatif, Efektif Menarik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Heri Rahyubi. (2012). Teori-Teori Belajar Dan Aplikasi Pembelajaran Motorik.

Bandung: Musa Media.

Hisyam Zaini, dkk. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani& CTSD.

Hollingsworth, Pat dan Lewis, Gina. (2008). Pembelajaran Aktif: Meningkatkan Keasyikan Kegiatan di Kelas. Jakarta: Indeks.

Kidia. (2010). Media dalam Kehidupan Anak (Fact Sheet). Diakses dari http://www.kidia.org/panduan/tahun/2010/bulan/11/tanggal/01/id/171/.Pada tanggal 10 Juli 2014, Jam 17.45 WIB.

L. Silberman, Melvin. (2006). Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif.. Bandung: Nusamedia.

Lwin, May dkk. (2008). Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Kecerdasan.

PT Jakarta: Indeks.

Meler, Dave. 2002. The Accelerated Learning Handbook. Bandung: Kaifa. Muhammad Muhfy Faruq. (2007). 100 Permainan Kecerdasan Kinestetik.

Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

. 60 Permainan Kecerdasan Kinestetik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Muhammad Nuh. (2013). Kurikulum 2013. Diakses dari http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/artikel-mendikbud-kurikulum2013.pada tanggal 10 Juni 2014, Jam 11.30 WIB.

Nandang Budiman. (2006). Memahami Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar.

Jakarta: Depdiknas.

Purwanto. (2011). Evaluasi Hasil Belajar. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Rose, Colin dan J. Nicholl, Malcolm. (2006). Accelerated Learning, Cara Belajar Cepat Abad XXI. Bandung: Nuansa.

Rusman.(2011). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalime Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Semiawan, Conny R. danAlim, Djeniah.(2004). Petunjuk Layanandan Pembinaan Kecerdasan Anak. Bandung: PT Remaja Rosda karya.

Sri Joko Yunanto. (2005). Sumber Belajar Anak Cerdas. Jakarta: PT Gramedia.

Suharjo.(2006). Mengenal Pendidikan Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. rev. ed. Jakarta: RinekaCipta.

Sukardi. (2013). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT BumiAksara.

Suwarsih Madya. (2007). Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (action research). Bandung: Alfabeta.

Syaiful Sagala. (2010). Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Tim. (2012). Metode Tematik Integratif Pada Kurikulum Baru. Diakses dari http://www.sekolahdasar.net/2012/12/metode-tematik-integratif-pada.html. pada tanggal 8 Juli 2014, Jam 19.00 WIB.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: BumiAksara.

Warsono dan Hariyanto. (2013). Pembelajaran Aktif: Teori dan Asesmen.

Bandung: Remaja Rosda Karya.

Wina Sanjaya. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakata: Prenada Media.




DOI: https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v9i1.1737

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Lateralisasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.