GREEN SPACE FOR MENTAL HEALTH: EDUKASI PEMANFAATAN HEALING GARDEN DI PEKARANGAN RUMAH

Authors

  • Trisnawati Mundijo Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Putri Erlyn Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Nur Fatimah Universitas Muhammadiyah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.36085/bumir.v9i1.10309

Abstract

Saat ini, kesehatan mental menjadi salah satu isu kesehatan yang mendapat perhatian khusus. Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan kesehatan secara komprehensif seperti halnya kesehatan fisik. Hal ini karena dengan kesehatan mental seseorang dapat menyadari potensi diri dalam mengatasi tekanan kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan memiliki kontribusi bagi lingkungan. Kesehatan mental ditentukan oleh banyak faktor dan interaksi sosial, psikologis, faktor biologis, ekonomi dan lingkungan yang pencapaiannya bergantung pada banyak hal dengan pendekatan lintas sektoral seperti  pendekatan multisektoral dalam bentuk respon yang komprehensif dan terkoordinasi yang membutuhkan kemitraan salah satunya adalah perumahan. Rumah menjadi salah satu tempat yang dapat mendukung kesehatan mental seseorang. Banyak hal yang dapat dilakukan di rumah, salah satunya keberadaan taman penyembuhan (healing garden). Keberadaan healing garden menjadi salah satu fungsi ruang terbuka hijau yang dapat memberikan banyak manfaat. Namun, perlu penyampaian informasi terkait manfaat dari healing garden  ke  masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berupa edukasi pemanfaatan healing garden di pekarangan rumah untuk meningkatan pengetahuan terhadap manfaat healing garden khususnya bagi kesehatan mental. Kegiatan dilakukan pada pengurus Ranting Aisyiyah Talang kelapa, Palembang melalui pretest dan posttest. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan responden terkait manfaat healing garden.

 

Keyword: Healing garden, Kesehatan mental.

References

Dewi, K.S. (2012). Buku Ajar Kesehatan Mental. Semarang: Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Buku Saku Petunjuk Praktis Tanaman Obat Keluarga dan Akupresur. Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional. Jakarta.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka

Cipta

Puspitowati, N. dan Indrawan, I.A. (2022). Integrasi Konfigurasi Healing Garden pada Fasilitas Kesehatan Mental. Jurnal Sains dan Seni ITS. 11(4): 2337-3520.

Sari, D.S. dan Suparwoko. (2020). Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia. Arsitektur untuk Indonesia Timur Sains, Teori dan Kritik Arsitektur: Healing Garden sebagai Bagian dari Terapi Penyembuhan Pasien. Studi Kasus Desain Perancangan RS. PKU Muhammadiyah Gubug.

Sari, D.G dan Suparwoko. (2020). Healing Garden sebagai Bagian dari Terapi Penyembuhan Pasien Studi Kasus Desain Perancangan RS. PKU Muhammadiyah Gubug.

Sarie, G.A.Y, Aji, F.M.P. (2024). Healing Garden sebagai Terapi Penyembuhan Psikologis berdasarkan Persepsi Pengguna di Rumah Aman Surakarta. Seminar Ilmiah Arsitektur. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tambunan, E. K., Siahaan, U., Sudawarni, M. M. (2021). Pengaruh ruang terbuka hijau terhadap psikologis masyarakat di kota bekasi khususnya kecamatan jatiasih. Arsitektura Jurnal Ilmiah Aksitektur dan Lingkungan Binaan, 19(2), 297-307.

Tutuarima, D.P, Fitriyanto, D.A. (2024). Pengaruh Pengaplikasian Healing Garden terhadap Pengunjung Bangunan Kreatif. Scientica. Jurnal Ilmiah Sain dan Teknologi. 2(8): 212-215.

WHO. (2017). Depression and Other Common Mental Disorders. Global Health Estimates. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2013). Mental Health Action Plan 2013 – 2020. Geneva: World Health Organization.

Published

2026-05-07