ANALISIS YURIDIS TERHADAP BAB AL-QAWA’ID KERAJAAN SIAK SRI INDRAPURA SEBAGAI KONSTITUSI SERTA KEDUDUKANNYA DALAM SISTEM HUKUM TATA NEGARA INDONESIA

Authors

  • Gunawan Muhamad Program Magister Imu Hukum Fakultas Hukum Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.36085/jpk.v4i2.2391

Keywords:

bab al-qawa’id, konstitusi, hukum adat tata negara

Abstract

ABSTRAK
Bab Al-Qawa’id sering kali disebut-sebut sebagai sebuah konstitusi diberbagai tulisan makalah, jurnal, artikel, media dan lain sebagainya. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah Bab Al-Qawa’id Kerajaan Siak Sri Indrapura dapat dikategorikan sebagai konstitusi, padahal Kerajaan Siak Sri Indrapura telah berdiri sejak tahun 1723 oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecik) selaku Sultan pertama. Sedangkan Bab Al-Qawa’id baru dibentuk dan dicetak pada tahun 1901 dibawah kepemimpinan Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura yang ke 11. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut untuk menelusuri Bab Al-Qawa’id sebagai konstitusi perlu ditinjau lebih lanjut melalui berbagai pendekatan teori-teori hukum konstitusi dan sumber-sumber sejarah. Selain itu, pasca Kerajaan Siak Sri Indrapura melebur menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia lewat ikrar Sultan Syarif Kasim II untuk turut serta memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Posisi keberlakuannya Bab Al-Qawa’id sebagai produk hukum Kerajaan Siak Sri Indrapura didalam sistem hukum ketatanegaraan Indonesia menjadi pertanyaan dan ditelusuri lewat pendekatan sejarah hukum. Jenis penelitian tesis ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan yang terkait dengan penelitian terhadap Sejarah Hukum. Dalam mengumpulkan data menggunakan menggunakan metode studi dokumen/bahan pustaka (library research) yang meliputi pengumpulan bahan-bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan memperhatikan validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, persoalan tersebut dianalisis secara rinci dengan teori mazhab hukum sejarah dan teori konstitusi.
Kata kunci: bab al-qawa’id; konstitusi; hukum adat tata negara.


ABSTRACT
Bab Al-Qawa’id is often mentioned as a constitution in various written papers, journals, articles, media and so on. The question is whether the Bab Al-Qawa'id Kingdom of Siak Sri Indrapura can be categorized as a constitution, even though the Siak Sri Indrapura Kingdom has been established since 1723 by Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecik) as the first Sultan. Meanwhile, Bab Al-Qawa'id was only formed and printed in 1901 under the leadership of the 11th Sultan of the Siak Sri Indrapura Kingdom. Therefore, further research to explore Bab Al-Qawa’id as a constitution needs to be further examined through various theoretical approaches, constitutional law theories and historical sources. In addition, after the Siak Sri Indrapura Kingdom merged into part of the Unitary State of the Republic of Indonesia through the pledge of Sultan Syarif Kasim II to participate in fighting for the independence of the Republic of Indonesia in 1945. The position of the application of Bab Al-Qawa'id as a legal product of the Siak Sri Indrapura Kingdom in the system Indonesian constitutional law becomes a question and is traced through a historical legal approach. This type of thesis research uses normative legal research methods or literature law research related to research on legal history. In collecting data using the method of document study / library materials (library research) which includes the collection of legal materials consisting of primary, secondary and tertiary legal materials with due regard to their validity and reliability. Furthermore, this problem is analyzed in detail with historical law schools of theory and constitutional theory.
Keywords: bab al-qawa'id; constitution; customary constitutional law.

References

Buku

Amir Luthfi, Hukum dan Perubahan Struktur Kekuasaan: Pelaksanaan Hukum Islam dalam Kesultanan Melayu Siak 1901-1942. Pekanbaru: Suska Press, 1991.

Al. Wisnubroto, Quo Vadis Tatanan Hukum Indonesia, Yogyakarta: Universitas Atma Jaya, 2010.

Benny K. Harman, Mempertimbangkan Mahkamah Konstitusi: Sejarah Pemikiran Pengujian UU terhadap UUD, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2013.

B.P. Paulus. Garis Besar Hukum Tata Negara Hindia Belanda. Bandung: Alumni, 1979.

C. Van Vollenhoven, Orientasi Dalam Hukum Adat Indonesia, trej. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta: Djambatan, 1981.

Dahlan Thaib, Kedaulatan Rakyat Negara Hukum dan Konstitusi, Yogyakarta: Liberty, 1999.

Dahlan Thaib, Jazim Hamidi dan Ni’matul Huda, Teori dan Hukum Konstitusi, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2015.

Didik Sukriono, Hukum Konstitusi dan Konsep Otonomi, Malang: Setara Pres, 2013.

Ellya Roza, Riwayat Hidup Raja Kecik (Sultan Abdul jalil Rahmat Syah), Siak Sri Indrapura: Yayasan Pustaka Riau dan Pemerintah Daerah Kabupaten Siak, 2007.

____, Sejarah Bab Al-Qawaid Pintu Segala Pegangan Kerajaan Siak, Pekanbaru: Asa Riau, 2015.

____, dan S. Berrein, Sumbangan Kerajaan Siak Sri Indrapura dalam Mempertahankan Kemerdekaan (Suatu Refleksi Historis), Siak: Dinas Pariwisata Seni Budaya Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Siak, 2005.

Ellydar Chaidir, Hukum dan Teori Konstitusi, Yogyakarta: Total Media, 2007.

____ dan Sudi Fahmi. Hukum Perbandingan Konstitusi. Yogyakarta: Total Media, 2010.

G. J. Wolhoff, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Republik Indonesia, Djakarta: Timun Mas, 1960.

Husni Thamrin Dkk, Naskah Historis, Politik dan Tradisi, Pekanbaru: LPPM UIN Suska Riau dan Suska Press, 2009.

I Dewa Gede Atmadja Dkk, Teori Konstitusi dan Konsep Negara Hukum, Malang: Setara Press, 2015.

I Gusti Ketut Sutha, Bunga Rampai: Beberapa Aspekta hukum Adat, Yogyakarta: Liberty, 1987.

I Gede Yusa Dkk, Hukum Tata Negara: Pasca Perubahan UUD NRI 1945, Malang: Setara Press, 2016.

Jimly Asshiddiqie, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, (Jakarta: Konstitusi Press, 2005).

Liau Yock Fang, Sejarah Kesusatraan Melayu Klasik, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2011.

Max Weber, Sosiologi, terj. Nurkholish dan Tim Penerjemah Promothea Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Montesquieu, The Spirit of Laws , Terj. M. Khoiril Anam, Bandung: Nusa Media, 2007.

Muhammad Yamin, Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, Djakarta: Djembatan, 1951.

Muchsin, Ikhtisar Sejarah Hukum,Jakarta: Badan Penerbit STIH IBLAM, 2004.

OK. Nizami Jamil Dkk, Bab Al-Qawa’id Transliterasi dan Analisis, Siak Sri Indrapura: Bappeda Kabupaten Siak dan Masyarakat Peduli Lingkungan Wisata Siak Sri Indrapura, 2002.

OK. Nizami Jamil Dkk. Istana Asserayah Hasyimiah Kerajaan Siak Sri Indrapura, Siak Sri Indrapura: BAPPEDA Kabupaten Siak, 2002.

OK. Nizami Jamil DKK, Sejarah Kerajaan Siak, Pekanbaru: Lembaga Warisan Budaya Melayu Riau, 2010.

Saldi Isra, Titik Temu Daulat Rakyat dan Daulat Hukum, didalam Jenedjri M. Gaffar, Demokrasi Konstitusional:Praktik Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan UUD 1945, Jakarta: Konstitusi Press, 2012.

Soehino, Hukum Tata Negara: Sumber-Sumber Hukum Tata Negara Indonesia, Yogyakarta: Liberty, 1985.

Soekanto, Menindjau Hukum Adat Indonesia, Djakarta: Soeroengan, 1954.

Soenarko, Dasar-Dasar Umum Tata Negara, Malang: Djambatan, 1951.

Soetandyo Wignjosoebroto, Pergeseran Paradigma dalam Kajian-Kajian Sosial dan Hukum, Malang: Setara Press, 2013.

Sunarmi, Sejarah Hukum, Jakarta: Kencana, 2016.

Suwardi MS, Hukum Adat Melayu Riau, Pekanbaru: Alaf Riau dan Lembaga Adat Melayu Riau, 2011.

Suwardi MS, Dari Melayu ke Indonesia: Peranan Kebudayaan Melayu dalam Memperkokoh Identitas dan Jati Diri Bangsa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Usep Ranawidjaja. Swapradja Sekarang dan dihari Kemudian. Djakarta: Djembatan, 1955.

Yusmar Yusuf, Studi Melayu, Jakarta: Wedatama Widya Sastra, 2009.

Z. Baharoeddin, Menjongsong Lahirnja Undang-Undang Dasar Baru dengan Konstitusi 7 Negara Sebagai Bahan Pertimbangan, Jakarta: Tintamas Djakarta, 1957.

Jurnal

Firdaus, Membangun Hukum Indonesia Yang Berwawasan Nilai-Nilai Pancasila, Artikel pada Jurnal Google Scholar, Jurnal Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Riau, Volume 4, Nomor 01, Tahun 2011.

Hayatul Ismi, Kedudukan Hukum Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Berperkara di Mahkamah Konstitusi, Artikel pada Jurnal Google Scholar, Jurnal Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Riau, Volume 01, Nomor 01, Tahun 2012.

Downloads

Published

2021-11-15
Abstract viewed = 191 times