HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK DI PUSKESMAS JEPANG
DOI:
https://doi.org/10.36085/jkmb.v14i1.10320Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jepang Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional cross-sectional terhadap 94 responden yang dipilih melalui random sampling. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan ibu dan pola asuh, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting yang diukur berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U) < -2 SD sesuai standar WHO. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri menggunakan microtoise. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,001) serta antara pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,001). Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan ibu dan pola asuh berperan penting terhadap kejadian stunting, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi ibu, penguatan parenting, dan intervensi gizi berkelanjutan.
AUTHOR GUIDELINE