Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank <table style="height: 335px;" width="595" cellpadding="2"> <tbody align="top"> <tr> <td width="135"><strong><span style="vertical-align: inherit;">Judul Jurnal</span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan</span></strong></td> </tr> <tr> <td width="135"><strong><span style="vertical-align: inherit;">Inisial</span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: JUPANK</span></strong></td> </tr> <tr> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">ISSN</span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1610363263">2774-9975 </a></span><span style="vertical-align: inherit;">(dalam talian) | <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1612854717">2775-3018</a></span><span style="vertical-align: inherit;"> (cetak)</span></strong></td> </tr> <tr> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">Awalan DOI</span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: Awal 10.36085</span></strong><span style="vertical-align: inherit;"> oleh </span><img src="http://jurnal.umb.ac.id/public/site/images/adiasmara/crossef-180d37e40c93cb1632ba4b2b9d170ec3.jpg" alt="" width="50" height="25" /></td> </tr> <tr> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">Frekuensi Publikasi</span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: 2 per tahun (Maret dan Oktober)</span></strong></td> </tr> <tr> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">Penerbit</span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan </span><span style="vertical-align: inherit;"> , Fakultas </span><span style="vertical-align: inherit;">Keguruan dan Ilmu Pendidikan </span><span style="vertical-align: inherit;"> , </span><span style="vertical-align: inherit;">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</span></strong></td> </tr> <tr> <td valign="top"><strong><span style="vertical-align: inherit;">Analisis Kutipan </span></strong></td> <td><strong><span style="vertical-align: inherit;">: </span><span style="vertical-align: inherit;">Google Cendekia </span><span style="vertical-align: inherit;"> , </span><span style="vertical-align: inherit;">Sinta </span><span style="vertical-align: inherit;"> , </span><span style="vertical-align: inherit;">Dimensi</span></strong></td> </tr> <tr> <td valign="top"> </td> <td> </td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"><img src="https://jurnal.umb.ac.id/public/site/images/romadhona/mceclip0.jpg" /></p> <p style="text-align: justify;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)</strong> merupakan Jurnal Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu disediakan sebagai media untuk menerbitkan artikel ilmiah berupa hasil penelitian, penelitian dan pengembangan, kuantitatif, kualitatif, eksperimen, korelasi dan regresi, penerapan teori, kajian analisis kritis, kajian Islam dalam bidang Pancasila, Kewarganegaraan, Hukum, Politik</span><span style="vertical-align: inherit;"> dan Sosial pada pendidikan dasar, menengah pertama, menengah atas, dan perguruan tinggi.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)</strong>: Jurnal Pendidikan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan telah terakreditasi peringkat 5 (SINTA 5) berdasarkan Sertifikat dan <a href="https://drive.google.com/file/d/1PBPn66-D_8GldNdbOpmoP5Z2q1drztkz/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 10/C/C3/DT.05.00/2025 tentang Pemeringkatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2025.</a> Akreditasi berlaku selama 5 (lima) tahun.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>Sebelum pengiriman</strong> , <br />Anda harus memastikan bahwa makalah Anda telah disiapkan menggunakan <strong>Templat JUPANK, telah diperiksa dan diedit dengan saksama, dan sesuai dengan pedoman penulis.</strong> Harap baca pedoman ini dengan seksama. Setiap naskah yang dikirim ke redaksi jurnal kami harus mengikuti pedoman penulisan. Jika naskah tidak memenuhi pedoman penulis atau naskah ditulis dalam format yang berbeda, artikel <strong>akan DITOLAK</strong> sebelum ditinjau lebih lanjut. Hanya naskah yang diserahkan yang memenuhi format jurnal yang akan diproses lebih lanjut.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="vertical-align: inherit;"><strong>*CATATAN : Setelah Anda mengirimkan, mohon konfirmasi melalui pesan WhatsApp 087845777006 Agar segera Kami tindak lanjuti.</strong></span></p> Universitas Muhammadiyah Bengkulu en-US Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) 2775-3018 Pancasila Sebagai Fondasi Ideologi Negara https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9549 <p>Pancasila dianalisis sebagai fondasi ideologi negara yang esensial, berakar dari nilai luhur dan kearifan lokal bangsa, yang disahkan secara yuridis dalam pembukaan UUD 1945. Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansinya mengenai Pancasila sebagai fondasi ideologi negara dengan menggunakan metode kualitatif pada analisis studi literatur ilmiah. Temuan studi ini mengonfirmasi fungsi utama Pancasila sebagai kerangka moral dan etika, serta primadona sumber hukum, yang didukung oleh aspek ideal, normatif, dan realistis. Hal ini bertujuan untuk memastikan kemampuannya dalam beradaptasi tanpa mengurangi prinsip-prinsip dasarnya, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Meskipun nilai-nilai krusial untuk pemandu penyelenggaraan negara dan kehidupan masyarakat, implementasinya menghadapi tantangan serius dari globalisasi, individualisme, dan isu transparansi, sehingga menuntut revitalisasi nilai terstruktur demi memperkuat jati diri bangsa dan mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kedaulatan rakyat secara optimal. Dengan ini Pancasila merupakan landasan ideologis dan prinsip fundamental negara yang menduduki posisi krusial serta fungsi sentral dalam kerangka hukum serta tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, Fondasi, Ideologi Negara</strong></p> Amanda Ramadhani Alyaa Putri Saila Marchel Malikahafiz Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 1 11 10.36085/jupank.v6i1.9549 Relevansi Filsafat Pancasila Terhadap Krisis Identitas Generasi https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9529 <p>Penelitian ini membahas relevansi filsafat Pancasila terhadap Krisis Identitas yang dialami generasi modern di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyoroti bagaimana perubahan nilai, budaya populer global, dan pengaruh media sosial memicu disorientasi moral serta melemahkan identitas nasional generasi muda. Filsafat Pancasila dengan dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya memberikan solusi konseptual yang menekankan keseimbangan antara kebebasan individu dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menjadi landasan moral untuk memperkuat karakter bangsa di era globalisasi. Revitalisasi pemahaman dan implementasi Pancasila melalui pendidikan, keluarga, media, dan kebijakan publik menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan berjiwa nasionalis</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, Krisis Identias, Generasi Modern </strong></p> Fitriyah Zakiyatul Hamidah Shabria Wafa Haniya Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 12 24 10.36085/jupank.v6i1.9529 Konsep dan Urgensi Pancasila dalam Arus Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9654 <p>Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut reinterpretasi nilai secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan dinamika implementasi Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai landasan etis, normatif, dan filosofis dalam menjaga persatuan, membangun demokrasi partisipatif, serta memperkuat keadilan sosial. Revitalisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi strategi utama dalam menghadapi radikalisme, intoleransi, dan kesenjangan sosial. Pancasila merupakan ideologi terbuka dan dinamis yang harus terus diinternalisasikan melalui kebijakan publik, pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat agar tetap kontekstual di era modern.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, Ideologi Negara, Globalisasi, Pendidikan Karakter</strong></p> Silviana Medhia Sari Amalia Sundari Rijka Arifa Junaedi Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 25 39 10.36085/jupank.v6i1.9654 Pancasila Dasar Negara Indonesia Telah Final: Tinjauan Filsafat Berdasarkan Teori Causa Aristoteles https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9679 <p>Perdebatan mengenai kedudukan Pancasila sebagai dasar negara kerap mengemuka dalam dinamika politik, sosial, dan keagamaan. Meskipun demikian, secara akademik Pancasila telah disepakati sebagai dasar negara yang bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Artikel berjudul <em>PANCASILA DASAR NEGARA INDONESIA TELAH FINAL: TINJAUAN FILSAFAT BERDASARKAN TEORI CAUSA ARISTOTELES</em> ini bertujuan menganalisis finalitas Pancasila melalui perspektif filsafat klasik Aristoteles, khususnya teori empat sebab (<em>causa materialis, causa formalis, causa efficiens,</em> dan <em>causa finalis</em>). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah sumber-sumber filosofis dan ketatanegaraan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara <em>causa materialis</em>, Pancasila berakar pada nilai budaya, religius, dan historis bangsa Indonesia. Secara <em>causa formalis</em>, Pancasila memperoleh legitimasi konstitusional sebagai norma fundamental negara. Dalam dimensi <em>causa efficiens</em>, perumusan Pancasila merupakan hasil peran aktif para pendiri bangsa dalam momentum historis kemerdekaan. Sementara itu, <em>causa finalis</em> menegaskan tujuan Pancasila sebagai dasar ontologis dan teleologis bagi terwujudnya negara yang berkeadilan dan bermartabat. Dengan demikian, finalitas Pancasila bukan sekadar keputusan politik, melainkan konsekuensi filosofis dari hakikatnya. Kajian ini memperkaya literatur filsafat Pancasila serta memberikan landasan akademik bagi penguatan ideologi bangsa.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, Aristoteles, causa, dasar negara, finalitas</strong></p> Masri Sareb Putra Yamowa’a Bate’e Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 40 48 10.36085/jupank.v6i1.9679 Penanaman Nilai-Nilai Kebhinekaan Melalui Pendidikan Agama: Studi Kasus di SMAN 1 Silat Hilir https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9601 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus diskriminasi dan perundungan yang sering terjadi di Indonesia karena perbedaan latar belakang. Contohnya peristiwa sampit, perundungan yang dialami siswa kelas dua SDN Jomin Barat 2 Cikampek pada tahun 2023 sebab berbeda keyakinan, dan perilaku siswa di SMAN 1 Silat Hilir yang masih membedakan teman berdasarkan latar belakang suku saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Dalam hal ini pendidikan agama dapat menjadi salah satu alternatif untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan mencegah perilaku-perilaku tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penanaman nilai-nilai kebhinekaan di SMAN 1 Silat Hilir melalui guru Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Agama Katholik, guru Pendidikan Agama Kristen, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini berlokasi di SMAN 1 Silat Hilir menggunakan metode berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara semi terstruktur dengan teknik pengambilan sampel berupa <em>purposive sampling</em>, observasi <em>non partisipan</em>, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data mentah, reduksi data, penyajian data (<em>data display</em>), serta penarikan kesimpulan (<em>verifikasi</em>). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru pendidikan agama (Islam, Katholik, Kristen) menanamkan nilai kebhinekaan melalui dua langkah yaitu: a) melalui pembelajaran pendidikan agama di kelas seperti; melakukan integrasi nilai kebhinekaan pada materi pelajaran agama, menggunakan pendekatan kontekstual dalam menyampaikan materi pelajaran (guru PAI tidak menggunakan ini), dan menerapkan metode pembelajaran yang efektif. b) melalui kegiatan di sekolah. Dampak terhadap sikap, perilaku, pola pikir, dan cara siswa berkomunikasi juga sudah mulai menunjukan perkembangan positif, namun masih terdapat beberapa siswa Islam yang kurang toleran pada awal masa studi, tetapi dapat diminimalisir seiring berjalanya waktu. Kemudian faktor pendukung dan penghambatnya dapat dikategorikan menjadi dua macam yakni faktor internal dan eksternal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa SMAN 1 Silat Hilir telah menanamkan nilai-nilai kebhinekaan melalui pendidikan agama yang tampak dari adanya kemajuan dalam pembentukan karakter siswa, Meskipun demikian, proses tersebut masih memerlukan perhatian dan penguatan secara berkelanjutan terutama pada awal masa studi (kelas X).</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Penanaman Nilai, Nilai-Nilai Kebhinekaan, Pendidikan Agama, Toleransi</strong></p> Umi Khoerunisa Zulkifli Oki Anggara Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 49 59 10.36085/jupank.v6i1.9601 Hubungan Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Pendidikan Nilai https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/10148 <p>Artikel ini bertujuan untuk mengaitkan pendidikan nilai dengan pendidikan kewarganegaraan. Ketika keduanya disatukan dalam studi literatur ini, akan dihasilkan konteks dari pendidikan kewarganegaraan yang mencakup: (1) mempertahankan dan memajukan nilai-nilai moral Pancasila, (2) membimbing siswa menjadi warga negara Indonesia yang paham tentang politik dan hukum berlandaskan Pancasila, dan (3) melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat negara. Konteks pendidikan nilai adalah nilai-nilai yang terkait dengan tanggung jawab, nurani, yang bersifat mengikat, dan formal dengan ciri-ciri seperti: (a) nilai yang berkaitan dengan subjek, (b) nilai yang muncul dalam konteks praktis, dan (c) nilai-nilai yang menyangkut sifat-sifat tambahan yang diberikan oleh objek pada sifat-sifat yang dimilikinya. Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai dapat diwujudkan melalui beberapa pendekatan, termasuk evokasi yang menekankan inisiatif peserta didik untuk mengekspresikan diri secara spontan, inkulasi atau penanaman nilai, pendekatan kesadaran, penalaran moral, pengungkapan nilai, pendekatan komitmen, pendekatan penyatuan (union approach), pendekatan pemodelan teladan, dan pendidikan berdasarkan karakter (character-based education).</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Pendidikan, Kewarganegaraan, Nilai</strong></p> Bekti Galih Kurniawan Kenlies Era Rosalina Marsudi Maya Mashita Verbena Ayunungsih Purbasari Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 60 73 10.36085/jupank.v6i1.10148 Pancasila Sebagai Ideologi Negara Di Tengah Arus Budaya Global: Studi Kasus Perubahan Nilai Sosial Masyarakat Indonesia https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9665 <p>Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara memiliki peran strategis dalam menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi budaya dan perubahan nilai sosial masyarakat Indonesia. Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, serta penetrasi budaya digital telah memunculkan pergeseran nilai ke arah individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi mengikis karakter kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka sekaligus filter nilai dalam menghadapi tantangan budaya global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan interpretatif terhadap berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap modernitas dan pelestarian jati diri bangsa. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter, kebijakan publik berbasis keadilan sosial, dan penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan ideologis dan solidaritas sosial masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya diposisikan sebagai warisan historis, tetapi sebagai ideologi hidup (living ideology) yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya guna memastikan pembangunan nasional tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.</p> <p><strong>Kata kunci: Pancasila, globalisasi, perubahan sosial, ideologi terbuka, ketahanan ideologis.</strong></p> Indah Aulia Puteri Sinta Nurhandayani Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 74 82 10.36085/jupank.v6i1.9665 Toleransi di Layar Kaca: Menghidupkan Nilai Pancasila di Dunia Maya https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9565 <p>Indonesia sebagai bangsa multikultural yang berlandaskan semboyan <em>Bhinneka Tunggal Ika</em> menghadapi tantangan baru di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta konten media digital yang relevan dengan isu toleransi dan etika bermedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki dampak dua arah terhadap sikap toleransi masyarakat: dapat memperkuat maupun melemahkan nilai kebangsaan tergantung pada cara penggunaannya. Representasi toleransi di media sosial dan layar kaca terbukti mampu membangun empati dan solidaritas sosial apabila dikemas secara edukatif dan inklusif. Namun, sistem algoritma dan orientasi komersial media juga berpotensi menciptakan <em>echo chamber</em> dan polarisasi sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi digital berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi strategi utama dalam membentuk kewarganegaraan digital yang beretika. Integrasi peran pendidikan, pemerintah, keluarga, serta figur publik diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang berlandaskan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <strong>Pancasila, literasi digital, toleransi, media sosial, kewarganegaraan digital.</strong></p> Aniya Safitri Ahmad Adyakmal Zaini Moh Rajendra Arkana Kafi Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 83 96 10.36085/jupank.v6i1.9565 Dimensi-Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9643 <p>Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas nasional dan arah pembangunan Indonesia. Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, terjadi kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas sosial yang ditandai oleh ketimpangan, degradasi moral, serta melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana dimensi realitas, idealisme, dan fleksibilitas Pancasila dapat dipahami serta diaktualisasikan kembali agar tetap relevan dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan triangulasi sumber untuk memastikan konsistensi dan kedalaman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dimensi realitas menegaskan Pancasila sebagai sumber hukum dan pedoman praktik kehidupan berbangsa, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal; (2) dimensi idealisme memuat cita-cita luhur bangsa menuju masyarakat adil, demokratis, dan sejahtera; dan (3) dimensi fleksibilitas menunjukkan bahwa Pancasila bersifat adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang integratif dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter dan kebijakan publik berbasis nilai-nilai kebangsaan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <strong>Pancasila, ideologi negara, realitas, idealisme, fleksibilitas.</strong></p> Amalia Ramadani Khairunnisaa Raya Fajrin Nurul Alifiah Aslam Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 97 111 10.36085/jupank.v6i1.9643 Urgensi Mengimplementasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9546 <p>Seiring dengan perubahan zaman, terutama di era globalisasi, nilai-nilai Pancasila mulai terabaikan. Pengaruh budaya asing, individualisme, materialisme, serta derasnya arus informasi melalui media sosial telah menggeser pemahaman dan pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat, termasuk generasi muda, yang hanya mengenal Pancasila sebagai formalitas tanpa memahami makna dan urgensi penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis urgensi pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya pengamalan Pancasila di kalangan generasi muda, Menawarkan strategi reaktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan praktik nyata dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diidentifikasi beberapa strategi yang efektif untuk memperkuat implementasi Pancasila, yaitu: Optimalisasi pendidikan Pancasila, dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum di semua tingkat pendidikan; Peningkatan teladan dari figur pemimpin dan tokoh masyarakat; Penggunaan media. Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila membutuhkan pendekatan multidimensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sebagaimana dikemukakan oleh, pendidikan karakter berbasis Pancasila harus menjadi fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap relevan sebagai living ideology yang mampu menjawab tantangan zaman while tetap menjaga jati diri bangsa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas implementasinya tampak melalui berbagai bentuk penyimpangan seperti intoleransi, diskriminasi, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta ketidakadilan sosial. Kondisi ini menegaskan bahwa pemahaman normatif terhadap Pancasila tidak cukup tanpa diiringi upaya reaktualisasi yang sistematis dan berkelanjutan. Reaktualisasi tersebut perlu diarahkan pada revitalisasi pendidikan Pancasila, penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter, peningkatan literasi digital, serta hadirnya teladan nyata dari pemimpin dan institusi publik. penelitian ini menyimpulkan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi ideologis yang relevan dan esensial bagi bangsa Indonesia. Namun, relevansi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam praktik sosial, politik, maupun budaya masyarakat. Rendahnya internalisasi nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda, tidak hanya disebabkan oleh pengaruh globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga oleh lemahnya pendidikan karakter, kurangnya keteladanan pemimpin, serta derasnya arus informasi yang tidak terfilter dengan baik.</p> <p><strong>Kata Kunci: Reaktualisasi Pancasila, Ideologi Hidup, Jati Diri Bangsa</strong></p> Syal Sa Billa Intan Romadona Gandes Larasati Devinta Inaas Hibatullah Patay Dinda Ayuningtyas Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 112 119 10.36085/jupank.v6i1.9546 Erosi Nasionalisme: Tantangan Ketahanan Identitas Generasi Z Akibat Gempuran Budaya Global https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9656 <p>Generasi Z (lahir 1997–2012) tumbuh dalam ekosistem digital yang mempercepat paparan budaya global dan memunculkan tantangan terhadap ketahanan identitas nasional. Pergeseran ancaman dari aspek militer ke sosial-budaya menempatkan nasionalisme pada posisi rentan, terutama akibat penetrasi nilai westernisasi dan Korean Wave yang mendorong individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi bertentangan dengan nilai kolektivisme Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mekanisme pengaruh budaya global terhadap erosi nasionalisme Generasi Z serta merumuskan strategi penguatan ketahanan identitas yang kontekstual. Penelitian menggunakan metode <strong>Systematic Literature Review (SLR)</strong> dengan standar PRISMA terhadap artikel terbitan 2020–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, SINTA, dan Portal Garuda. Dari 168 artikel awal, diseleksi menjadi 23 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik, dengan mayoritas studi yang dikaji menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa pelemahan nasionalisme terjadi melalui pergeseran nilai di ruang digital akibat paparan budaya populer global yang berulang dan diperkuat algoritma media sosial. Dampaknya terlihat pada meningkatnya xenocentrisme, apatisme politik, melemahnya praktik gotong royong, serta krisis identitas pada sebagian Generasi Z. Kesimpulannya, penguatan ketahanan identitas perlu dilakukan melalui tiga strategi utama (model “Tri-Prisma”): (1) pembaruan Pendidikan Pancasila berbasis digital dan kontekstual, (2) penguatan literasi digital kritis sebagai penyaring nilai global, dan (3) pelibatan Generasi Z sebagai kreator budaya lokal di ruang digital. Strategi ini dinilai paling relevan untuk menjaga nasionalisme Generasi Z di tengah arus globalisasi.</p> <p><strong> Kata Kunci:</strong> <strong>Erosi Nasionalisme, Ketahanan Identitas, Generasi Z, Budaya Global, Pancasila</strong></p> Erwin Rochim Beni Surya Agustama Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 120 132 10.36085/jupank.v6i1.9656 Pancasila Dalam Cara Pandang Bangsa: Filsafat Yang Menyatukan Keberagaman https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9663 <p>Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan nasional. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa hadir sebagai kerangka nilai yang mampu menyatukan keberagaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila yang berperan penting dalam menyatukan identitas sosial dan budaya di Indonesia. Dalam konteks masyarakat multikultural, Pancasila memiliki fungsi fundamental sebagai pedoman hidup bersama yang menumbuhkan sikap toleransi, persaudaraan, dan solidaritas nasional. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal akademik, serta dokumen kebijakan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial secara integratif membentuk dasar moral dan etika yang memandu bangsa Indonesia dalam mengelola perbedaan serta mencegah konflik sosial-budaya. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat hidup bangsa yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan bersatu.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, keberagaman, nilai-nilai, identitas sosial, persatuan bangsa</strong></p> Ahmad Abiyyu Naila Nafisah Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 133 138 10.36085/jupank.v6i1.9663 Peran Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Penguatan Budaya Hukum Sebagai Respons Atas Krisis Penegakan Hukum Di Indonesia https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9637 <p>Krisis penegakan hukum di Indonesia menunjukkan bahwa persoalan hukum tidak hanya bersumber dari lemahnya struktur dan substansi hukum, tetapi juga dari budaya hukum masyarakat yang belum mapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pendidikan kewarganegaraan dalam memperkuat budaya hukum sebagai respons atas semakin merosotnya kepercayaan publik terhadap aparat dan sistem penegakan hukum. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji teori, konsep, dan temuan empiris mengenai peran civic education dalam membangun karakter warga negara yang taat hukum, demokratis, dan berintegritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memainkan peran strategis melalui tiga mekanisme utama, yaitu internalisasi nilai hukum, penguasaan pengetahuan hukum, dan praktik kewarganegaraan yang kontekstual. Namun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti dominasi pendekatan kognitif, keterbatasan kompetensi guru, serta inkonsistensi lingkungan sosial yang kerap mempertontonkan pelanggaran hukum. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan berpotensi menjadi instrumen jangka panjang untuk membangun budaya hukum yang kuat, memperbaiki kualitas penegakan hukum, dan meningkatkan legitimasi hukum di mata masyarakat. Dengan demikian, penguatan pendidikan kewarganegaraan menjadi agenda strategis bagi upaya nasional mengatasi krisis penegakan hukum.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan; Budaya Hukum; Penegakan Hukum; Kesadaran Hukum</strong></p> Adi Bambang Wiwoho Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 139 147 10.36085/jupank.v6i1.9637 Pancasila Dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9641 <p>Artikel ini menganalisis Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pancasila ditetapkan sebagai dasar filsafat negara dan ideologi nasional karena nilai-nilai esensialnya telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala (sebagai kausa materialis) , jauh sebelum mendirikan negara. Nilai-nilai yang merupakan akar budaya bangsa ini diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara. Kajian ini menelusuri proses perumusan Pancasila , yang pernah mengalami dinamika dan penyimpangan dalam penulisan sejarahnya , serta menegaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa menjadi modalitas penting untuk memperkuat pertahanan negara. Pemahaman Pancasila secara utuh baik dari perspektif historis maupun pendidikan sangat krusial untuk menjaga jati diri bangsa dan relevan bagi generasi penerus, khususnya generasi milenial, di tengah tantangan zaman.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, Sejarah Perjuangan Bangsa, Ideologi Nasional</strong></p> <p> </p> Riadhul Fadilah Zahrotul Aulia Flora Andini Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 148 160 10.36085/jupank.v6i1.9641 Analisis Korupsi Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9635 <p>Korupsi merupakan salah satu persoalan paling serius yang menghambat pencapaian tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Sebagai dasar negara sekaligus pedoman etis bagi seluruh warga bangsa, Pancasila idealnya menjadi landasan pembentukan karakter individu, struktur sosial, dan praktik pemerintahan yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Namun pada kenyataannya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun birokrasi, sehingga praktik korupsi masih terus muncul dan berkembang dalam berbagai sektor. Kondisi ini dipicu oleh faktor internal, seperti rapuhnya moralitas, sikap serakah, serta pola hidup yang hedonis, dan juga faktor eksternal berupa budaya permisif di masyarakat, tekanan ekonomi, lemahnya sistem pengawasan, serta lingkungan birokrasi yang kurang transparan. Artikel ini berupaya mengkaji hubungan antara nilai-nilai Pancasila dengan strategi pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan, pembenahan sistem, dan penguatan budaya. Dengan mengoptimalkan penerapan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial dalam berbagai aspek kehidupan, diharapkan lahir budaya antikorupsi yang konsisten sebagai dasar bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan menjunjung keadilan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Pancasila, Korupsi, Nilai-Nilai Pancasila</strong></p> Rianti Devi Lestari Bilqis Salsabilla Muhammad Rifky Eliyanto Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 161 173 10.36085/jupank.v6i1.9635 Tantangan Implementasi Pancasila Dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme dan Korupsi https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9449 <p>Menjaga persatuan rakyat Indonesia merupakan kewajiban fundamental Pancasila sebagai filsafat dan landasan negara. Namun, dalam realitas kontemporer, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius akibat maraknya fenomena radikalisme dan korupsi yang mengancam integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan utama dalam penerapan nilai Pancasila guna mengatasi kedua ancaman tersebut serta merumuskan strategi pemecahan yang efektif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, di mana data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen pemerintah dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk membangun kerangka berpikir yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan radikalisme berakar pada ketidakmampuan sistem pendidikan dan sosial dalam menginternalisasi nilai pluralisme, serta masifnya persebaran ideologi ekstrem di ruang digital. Di sisi lain, tantangan pemberantasan korupsi berkaitan erat dengan lemahnya pengamalan integritas, kejujuran, dan keadilan sosial dalam praktik birokrasi serta kepemimpinan publik. Meskipun Pancasila diakui sebagai fondasi yang kuat, efektivitasnya masih terhambat oleh minimnya pemahaman mendalam, rendahnya partisipasi masyarakat, dan adanya kesenjangan antara norma formal dengan realitas sosial. Sebagai solusi, artikel ini menyarankan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila sejak dini, penegakan hukum yang adil dan transparan, serta kolaborasi aktif antara pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat. Melalui strategi terintegrasi yang mencakup kebijakan publik dan literasi digital, Pancasila dapat direaktualisasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi, memelihara kebhinekaan, dan memperkokoh integritas moral bangsa Indonesia di era modern.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila , Radikaisme , Korupsi , Penegakan Hukum , Karakter Bangsa</strong></p> Nur Azizah Kayla Chairunnisa Arifin Rafi Bayu Saputra Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 174 185 10.36085/jupank.v6i1.9449 Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9502 <p>Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia bukan sekadar berfungsi sebagai acuan moral dan ideologis, tetapi juga berperan sebagai dasar pemikiran dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Paradigma ini menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam setiap aktivitas ilmiah agar pengembangan ilmu tidak lepas dari nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Setiap sila Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk arah dan tujuan IPTEK, mulai dari peneguhan moral ketuhanan, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan, penumbuhan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan ilmiah, hingga pemerataan hasil inovasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pancasila sebagai paradigma dalam pengembangan IPTEK di Indonesia, serta mengidentifikasi relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjawab tantangan kemajuan teknologi modern. Penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana strategi penerapan yang dapat membangun keharmonisan antara nilai-nilai Pancasila dan arah kebijakan IPTEK nasional, sehingga keduanya dapat sejalan dengan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. berbagai tantangan, seperti pengaruh ideologi asing dan kemajuan teknologi yang cenderung mengabaikan etika. Di sisi lain, Pancasila juga menawarkan peluang besar sebagai filter nilai dan sumber inspirasi bagi inovasi yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan IPTEK yang berlandaskan Pancasila, guna mendukung tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun Kesimpulannya Pancasila memiliki relevansi yang kuat sebagai paradigma pengembangan IPTEK karena mampu memadukan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan moral bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam setiap aktivitas ilmiah, Indonesia dapat mengarahkan kemajuan IPTEK agar tidak hanya menciptakan kemajuan material, tetapi juga memperkuat karakter bangsa, memperluas keadilan sosial, serta mendukung tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.</p> <p><strong>Kata Kunci: Paradigma, Ilmu, IPTEK</strong></p> luthfiyah muslimah Alya Muhzur Anggraini Siregar Zaenul Slam Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 186 197 10.36085/jupank.v6i1.9502 Pancasila Sebagai Paradigma Etika Medis: Tinjauan Filosofis Dan Praktis https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/9333 <p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran membawa berbagai kemajuan dalam pelayanan kesehatan, namun juga menimbulkan berbagai persoalan etika yang kompleks. Dalam situasi tersebut, tenaga kesehatan memerlukan landasan moral yang kuat agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan tanggung jawab profesional. Oleh karena itu, penting untuk menegaskan kembali nilai-nilai dasar yang dapat menjadi pedoman etika dalam praktik kedokteran di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma etika medis yang mampu menjembatani dimensi filosofis dan praktis dalam profesi kedokteran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan seperti buku etika kedokteran, literatur mengenai filsafat Pancasila, serta Kode Etik Kedokteran Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengkaji keterkaitan antara nilai-nilai Pancasila dengan prinsip-prinsip etika medis dalam praktik kedokteran. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai etis yang selaras dengan prinsip etika medis universal, seperti penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, tanggung jawab moral, dan sikap kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Secara filosofis, Pancasila dapat menjadi dasar moral yang menuntun tenaga medis untuk menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan. Secara praktis, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui pendidikan kedokteran, kebijakan pelayanan kesehatan, serta perilaku profesional dalam hubungan antara dokter dan pasien. Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai simbol ideologis negara, tetapi juga dapat menjadi paradigma etika medis yang kontekstual dan aplikatif dalam praktik kedokteran di Indonesia. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam dunia kedokteran diharapkan mampu mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang humanistik, berkeadilan, dan berlandaskan pada nilai-nilai moral kemanusiaan.</p> <p><strong>Kata Kunci: Pancasila, etika medis, nilai kemanusiaan, filsafat moral, profesi kedokteran</strong></p> Firyaal Mazaya Mustofa Mauliddia Ashilah Priyono Copyright (c) 2026 2026-03-13 2026-03-13 6 1 198 208 10.36085/jupank.v6i1.9333 Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Mata Pelajaran Pkn Dalam Mencegah Bullying Smp Negeri 17 Kota Bengkulu https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/6860 <p>Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Mapel PKN Dalam Mencegah <em>Bullying </em>(SMP Negeri 17 Kota Bengkulu). Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, 2024.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana implemantasi P5 pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 17 Kota Bengkulu yang saat ini diselaraskan dengan penguatan profil pelajar pancasila dapat menjadi salah satu upaya penanggulangan perundungan di SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisi data bersifat induktif/kualitataif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menenkan kan makna dari pada generalisasi. Berdasarkan rumusan masalah, hasil penelitian, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) pada maple PKn dalam mencegah bullying di SMP Negeri 17 Kota Bengkulu, implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam mata pelajaran Pkn berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif dalam mencegah bullying. Nilai-nilai Pancasila diintegrasikan melalui berbagai metode pengajaran seperti diskusi, role-playing, dan kegiatan kelompok yang menekankan pentingnya menghargai sesama, memahami perbedaan, dan bersikap adil. Program-program khusus seperti seminar, workshop, dan peer counseling juga sangat membantu dalam menangani kasus bullying dengan cepat dan efektif.</p> <p><strong>Kata kunci : Sekolah, Pelajar Pancasil</strong><strong>a</strong></p> IIN SARTIKA SARI Amnah Qurniati Copyright (c) 2026 2026-03-16 2026-03-16 6 1 209 225 10.36085/jupank.v6i1.6860 Dampak Penggunaan Media Poster Norma Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pkn Di Sma Negeri 2 Rejang Lebong https://jurnal.umb.ac.id/index.php/jupank/article/view/6910 <p>Poster umumnya bersifat simbolik, dirancang untuk memberikan pesan dengan cepat dan ringkas”. Sedangkan menurut Anitah (2010 : 12) “poster merupakan suatu gambar yang mengkombinasikan unsurunsur visual seperti garis, gambar, dan kata-kata, yang bermaksud menarik perhatian serta mengkomunikasikan pesan secara singkat. Guru harus dapat memilih media yang tepat untuk diajarkan di kelas, tak hanya pemilihan media namun juga cara penggunaan kududukan media pembelajaran juga harus tepat. meningkatkan semangat belajar karena menggunakan media-media yang menarik. Dengan menggunakan media belajar juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Media belajar ini menjadi unsur yang penting dalam berlangsungnya pembelajaran, karena media belajar menjadi salah satu sumber yang dapat membantu pendidik/guru dalam mengajar. Media pembelajaran juga mempunyai banyak jenisnya, seperti pemakaian <em>YouTube, PowerPoint, Canva, Poster,</em> Video Pembelajaran dan masih banyak lainnya. Dengan penggunaan media pembelajaran itu bisa untuk membantu guru dalam proses mengajar dan membantu atau memudahkan siswa dalam belajar. Di dalam proses belajar, siswa umumnya menggunakan kemampuan berfikir atau mentalnya untuk mempelajari bahan-bahan pembelajaran. Tempat peneltian ini di SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Sedangkan waktu penelitian dilakukan mulai Februari 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sedangkan teknik pengupulan data dengan menggunakan obervasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analissi data interaktif yang terdiri empat komponen yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: Untuk mengetahui penggunaan media poster dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pemeblajaran PKN di SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Untuk mengetahui dampak penggunaan media poster terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran PKN di SMA Negeri 2 Rejang Lebong.</p> <p><strong> Kata kunci : Media Poster, Norma</strong></p> Helvin Ramadani Zulyan Copyright (c) 2026 2026-03-16 2026-03-16 6 1 226 238 10.36085/jupank.v6i1.6910