Pancasila Sebagai Ideologi Negara Di Tengah Arus Budaya Global: Studi Kasus Perubahan Nilai Sosial Masyarakat Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.36085/jupank.v6i1.9665Abstract
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara memiliki peran strategis dalam menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi budaya dan perubahan nilai sosial masyarakat Indonesia. Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, serta penetrasi budaya digital telah memunculkan pergeseran nilai ke arah individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi mengikis karakter kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka sekaligus filter nilai dalam menghadapi tantangan budaya global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan interpretatif terhadap berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap modernitas dan pelestarian jati diri bangsa. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter, kebijakan publik berbasis keadilan sosial, dan penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan ideologis dan solidaritas sosial masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya diposisikan sebagai warisan historis, tetapi sebagai ideologi hidup (living ideology) yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya guna memastikan pembangunan nasional tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
Kata kunci: Pancasila, globalisasi, perubahan sosial, ideologi terbuka, ketahanan ideologis.
_.png)
