Dimensi-Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara
DOI:
https://doi.org/10.36085/jupank.v6i1.9643Abstract
Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas nasional dan arah pembangunan Indonesia. Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, terjadi kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas sosial yang ditandai oleh ketimpangan, degradasi moral, serta melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana dimensi realitas, idealisme, dan fleksibilitas Pancasila dapat dipahami serta diaktualisasikan kembali agar tetap relevan dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan triangulasi sumber untuk memastikan konsistensi dan kedalaman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dimensi realitas menegaskan Pancasila sebagai sumber hukum dan pedoman praktik kehidupan berbangsa, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal; (2) dimensi idealisme memuat cita-cita luhur bangsa menuju masyarakat adil, demokratis, dan sejahtera; dan (3) dimensi fleksibilitas menunjukkan bahwa Pancasila bersifat adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang integratif dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter dan kebijakan publik berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Kata kunci: Pancasila, ideologi negara, realitas, idealisme, fleksibilitas.
_.png)
