Toleransi di Layar Kaca: Menghidupkan Nilai Pancasila di Dunia Maya
DOI:
https://doi.org/10.36085/jupank.v6i1.9565Abstract
Indonesia sebagai bangsa multikultural yang berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika menghadapi tantangan baru di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta konten media digital yang relevan dengan isu toleransi dan etika bermedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki dampak dua arah terhadap sikap toleransi masyarakat: dapat memperkuat maupun melemahkan nilai kebangsaan tergantung pada cara penggunaannya. Representasi toleransi di media sosial dan layar kaca terbukti mampu membangun empati dan solidaritas sosial apabila dikemas secara edukatif dan inklusif. Namun, sistem algoritma dan orientasi komersial media juga berpotensi menciptakan echo chamber dan polarisasi sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi digital berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi strategi utama dalam membentuk kewarganegaraan digital yang beretika. Integrasi peran pendidikan, pemerintah, keluarga, serta figur publik diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang berlandaskan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.
Kata kunci: Pancasila, literasi digital, toleransi, media sosial, kewarganegaraan digital.
_.png)
