GAME-BASED LEARNING UNTUK MATERI FIQH IBADAH
DOI:
https://doi.org/10.36085/el-tadib.v5i2.9774Abstract
Abstract
Fiqh of worship is commonly taught through conventional approaches such as lectures and memorization. As a result, students often understand the textual aspects of worship but lack practical skills and deep internalization of religious values. This article analyzes the implementation of game-based learning as an innovative model suitable for digital native learners in teaching fiqh of worship. This study employs a literature review method by analyzing books, journals, previous research, and the author’s reflection on classroom practice. The findings show that game-based learning increases students’ motivation, active participation, conceptual understanding, and worship practice skills. Furthermore, this article proposes a model of game-based learning implementation in teaching ablution, prayer, fasting, and almsgiving. The study implies the importance of teachers’ digital literacy, ability in educational game design, and integration of spiritual values within game activities so that fiqh learning becomes more contextual, enjoyable, and meaningful.
Keywords: game-based learning, fiqh of worship, Islamic education
Abstrak
Pembelajaran fiqh ibadah selama ini masih didominasi pendekatan ceramah, hafalan, dan penugasan yang bersifat kognitif. Akibatnya, peserta didik sering memahami materi ibadah secara tekstual tetapi belum terampil secara praktik dan belum mengalami proses internalisasi nilai-nilai ibadah secara mendalam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan pembelajaran fiqh ibadah melalui pendekatan game-based learning sebagai model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menganalisis buku, jurnal, dan hasil penelitian relevan serta refleksi pengalaman penulis dalam praktik pembelajaran fiqh ibadah di kelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa game-based learning mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, pemahaman konseptual, dan keterampilan praktik ibadah siswa. Selain itu, artikel ini menawarkan rancangan implementasi game-based learning pada materi wudu, salat, puasa, dan zakat yang dapat diterapkan guru Pendidikan Agama Islam. Artikel ini berimplikasi pada perlunya peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital, desain permainan edukatif, serta integrasi nilai spiritual ke dalam aktivitas game, sehingga pembelajaran fiqh ibadah menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
Kata kunci: game-based learning, fiqh ibadah, Pendidikan Agama Islam, pembelajaran inovatif

