<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.umb.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-03T23:02:52Z</responseDate>
	<request from="2020-11-20" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1025</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH JARAK TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZeaMays Saccharata Sturt.)</dc:title>
	<dc:creator>Putra, Rabi Dwika</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt).Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Di bawah bimbingan Jafrizal sebagai pembimbing utamadan Suryadi sebagai pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sthurt). Rancangan yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Jarak Tanam (J) : J1 (50 x 30), J2 (50 X 40), J3 (50 X 50), sedangkan faktor kedua Jenis Pupuk Kandang (P) : P1 (Pupuk Kandang Ayam), P2 (Pupuk Kandang Kambing), P3 (Pupuk Kandang Sapi) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3Â kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncanâ€™s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitianÂ menunjukan bahwa Pengaruh Jarak Tanam dan Jenis Pupuk Kandang tidakberpengaruh nyata terhadapsemua pengamatan Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sthurt).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1025</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1025</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1025/788</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1025.g788</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1028</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH  KONSENTRASI H2SO4 DAN GIBERELIN TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PEMATAHAN DORMANSI  BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea Canephora)</dc:title>
	<dc:creator>Gultom, Bernard</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-3 di Indonesia yang luas perkebunan rakyat pada tahun 2013 sebesar 90.370 ha denganÂ  hasil produksi 56.142 ton dan produksi perhektarnya 0,62 ton, pada tahun 2014 sebesar 90.565 ha dengan hasil produksi 56.082 ton dan produksi perhektar 0,61 dan tahun 2015 sebesar 91.768 ha denganÂ  hasil produksi sebesar 88.709 produksi perhektarnya 0,96 (BPS 2015).Â  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh H2SO4 dan Giberelin terhadap perkecambahan dan pematahan masa dormansi biji kopi. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 sampai Januari 2019 di Curup Desa Pal 100, dengan ketinggian 800 mdpl.Â  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap disusun dengan faktorial(RAL-F) dengan dua factor, dimana faktor 1 adalah konsentrasi H2SO4 (H),H0= Tanpa pemberian H2SO4 (Kontrol), H1= Pemberian H2SO4 100 ml, H2= Pemberian H2SO4 200 ml, H3= Pemberian H2SO4 300 ml.Â  Faktor 2 adalah konsentrasi Giberelin, G0= Tanpa pemberian Giberelin (Kontrol), G1= Pemberian Giberelin 40 ppm, G2= Pemberian Giberelin 80 ppm, G3= Pemberian Giberelin 120 ppm masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali.Hasil data dianalisis menggunakan Analasis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncanâ€™s Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan konsentrasi H2SO4 (200 ml) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peubah tinggi tanaman dengan nilai 12,49 cm. Sedangkan perlakuan konsentrasi Giberelin (80 ppm) memberikan pengaruh nyata tehadap peubah tinggi tanaman dengan nilai 12,58 cm dan persentase berkecambah pada Giberelin (80 ppm) dengan nilai 69,67 cm. Sedangkan perlakuan konsentrasi H2SO4 dan Giberelin terjadinya interaksi pada peubah persentasi berkecambah pada H2SO4 (200 ml) dengan Giberelin (40 ppm) dengan nilai 76,67 % dan tinggi tanaman pada konsentrasi H2SO4 (200 ml) dengan Giberelin (80 ppm) dengan nilai 12,82 cm.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1028</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1028</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1028/789</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1028.g789</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1031</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KONSENTRASI ZPT ALAMI DAN SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN  KEDELAI  (Glycine max L. Merril)</dc:title>
	<dc:creator>Kesumawati, Susanti</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di Provinsi Bengkulu peningkatan hasil produksi kedelai disebabkan karena adanya pertambahan luas lahan, akan tetapi hasil produksinya masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di provinsi itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zpt alam dan sintetik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max) L.Merril). Penelitian ini dilakukan di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu pada ketinggian 24 Â± mdpl menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama pemberian Auksin Alami (A): A1 25 ml, A2 50 ml, A3 75 ml. Faktor kedua adalah auksin sintetik (B): B0 (Kontrol) B1 (1 ml) B2 (1,5 mon l) dan B3 (2 ml), masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan Analysis of Variance Analysis (ANOVA). Hasil yang berbeda diikuti oleh Duncan Multiple Range Test (DMRT) level 5%.Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Hasil perlakuan auksin alami berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun 14 HST, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot 100 biji kadar air kedelai 14% sedangkan pengaruh signifikan terjadi pada tinggi tanaman 56 HST, jumlah Jumlah cabang 28 HST, jumlah cabang 42 HST kedelai (Glycine max L. Merril). Sedangkan pemberian auksin sintetik berpengaruh nyata terhadap panjang akar dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST kedelai (Glycine max L. Merril). Dalam penelitian ini, tujuan interaksi antara auksin alam dan auksin sintetik terjadi pada panjang akar tanaman kedelai.Â Kata kunci: Kedelai, auksin alam, auksin sintetik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1031</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1031</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1031/790</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1031.g790</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1032</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) TERHADAP PUPUK ANORGANIK PADA BERBAGAI MASUKAN ENERGI JUMLAH PANAS</dc:title>
	<dc:creator>Syaputra, Perdian</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Respon Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Terhadap Pupuk Anorganik Pada Berbagai Masukan Energi Jumlah Panas (MEJP).Â  Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.Â  Di bawah bimbingan Ir. Suryadi, MP. sebagai pembimbing utama dan Ir. Usman, M.Si. sebagai pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Respon Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Terhadap Pupuk Anorganik Pada Berbagai Masukan Energi Jumlah Panas (MEJP).Â  Rancangan yang digunakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama Masukan Energi Jumlah Panas (M) : M1 (1030-1050 SP), M2 (1130-1150), M3 (1230-1250), M4 (1330-1350), sedangkan faktor kedua Pupuk Anorganik (B) : B1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha), B2 (25 kg Urea/ha + 50 kg SP-36/ha + 50 kg KCl/ha), B3 (25 kg Urea/ha + 100 kg SP-36/ha + 25 kg KCl/ha) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali.Â Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncanâ€™s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %.Â  Hasil penelitian menunjukan bahwa Masukan Energi Jumlah Panas tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan tanaman kedelai (Glycine max L. Merril).Â  Sedangkan Pupuk Anorganik berpengaruh nyata terhadap Jumlah Polong dan Jumlah Biji tanaman kedelai (Glycine max L. Merril).Â  Dan terjadi interaksi antara Masukan Energi Jumlah Panas dan Pupuk Anorganik terhadap Berat Kering Tanaman kedelai (Glycine max L. Merril).Â Kata kunci : kedelai, masukan energi jumlah panas,Â  pupuk anorganik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1032</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1032</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1032/791</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1032.g791</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1033</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK TSP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.)</dc:title>
	<dc:creator>Sunaldi, Sunaldi</dc:creator>
	<dc:creator>podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>fitriani, dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan salah satu jenis tanaman jagung yang belum lama dikenal dan berkembang di Indonesia. Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan jagung manis karena keterbatasan lahan produktif, dan fungsinya telah berubah. Sebagai upaya peningkatan produksi jagung manis pada umumnya terkendala oleh lahan yang tidak subur dan petani harus mampu memanfaatkan lahan yang tidak subur untuk mencapai hasil yang maksimal, misalnya penggunaan pupuk sapi dan TSP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sapi dan pupuk TSP terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama adalah pemberian pupuk sapi (S), terdiri dari 3 taraf S0 (0 ton / ha), S1 (15 ton / ha), S2 (30 ton / ha). Faktor perlakuan kedua adalah pupuk TSP (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0 (0 kg / ha), P1 (50 kg / ha), P2 (100 kg / ha). Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varian dalam terang Duncan's Multipe Range Test (DMRT), pada taraf 5%. Pemberian pupuk sapi sangat berpengaruh nyata pada tanaman jagung manis 8 MST, diameter batang 8 MST, jumlah daun 8 MST, umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol tongkol dan bobot tongkol tanpa tongkol. Pemberian pupuk TSP tidak berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol tanpa kelobot. Pengaruh yang signifikan terhadap bobot sapi, dengan urat yang sama, terhadap tinggi tanaman 8 MST, diameter batang 8 MST, jumlah daun 8 MST, umur berbunga, panjang tongkol dan diameter tongkol. Namun, interaksi yang tidak sama berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 8 MST dan diameter batang 8 MST. Pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah daun 8 MST, umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, bobot tongkol dan bobot tongkol tanpa simpul.Â Kata kunci: Jagung Manis (Zea mays saccharata L.), Pupuk Kotoran Sapi, Pupuk TSP.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1033</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1033</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1033/792</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1033.g792</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1034</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN AUKSIN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK SAMBUNG KOPI ROBUSTA  ( Coffea Canephora.L )</dc:title>
	<dc:creator>Irlando, Melka</dc:creator>
	<dc:creator>fitriani, dwi</dc:creator>
	<dc:creator>podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar setelah Brazil dan Vietnam, dimana sebagian besar kopi yang diekspor merupakan jenis kopi robusta.Â  Provinsi Bengkulu termasuk tiga besar produsen kopi Indonesia dengan luas areal 91.434 ha dan produksi 55.845 ton.Â  Produsen kopi terbesar di Indonesia adalah Provinsi Lampung dengan luas areal 162.342 dan produksi 145.025 ton, disusul Sumatera Selatan dengan luas areal 256.138 dan produksi 138.385 ton.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi auksin terhadap pertumbuhan sambungan pada tanaman kopi robusta. Konsentrasi auksin 500 ppm pada tanaman kopi akan meningkatkan pertumbuhan sambungan kopi robusta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) penelitian ini menggunakan auksin yang terdiridari 4 konsentrasi auksin 0, 250, 500, 750,Â  ppm dan di ulang sebanyak 4 kali sehingga di perlukantanaman 16 unit percobaan.Penyambungan antara tunas batang dengan cabang dari pohon kopi yang lain, dimana tunas menjadi bagian bawah dan cabang menjadi bagian atas, sehingga setelah berkembang akan membentuk pohon kopi seperti payung, tujuan dari penyambungan ini untuk meremajakan dan meningkatkan produksi buah dari pohon kopiitusendiri.Kopi sambungÂ  iniÂ  akan Â memanfaatkanÂ  tunasÂ  muda padaÂ kopi,Â atauÂ denganÂ kataÂ lainÂ peremajaanÂ hingga kopi dapat berbuahÂ terus. Penyambungan merupakan salah satu teknik penyambungan tanaman secara vegetatif, yaitu menggabungkan dua tanaman yang berbeda sehingga bersatu dan tumbuh menjadi satu tanaman baru. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan auksin alami belum berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh, tinggi tunas, jumlah daun, jumlah cabang, dan diameter batang. Pemberian auksin alami 750 ppm menunjukkan belum berpengaruh nyata Dari penelitian ini di sarankan untukÂ  menggunakan auksin alami lebih dari 750 ppm ..Kata kunci :sambungan, kopi, danauksin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1034</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1034</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1034/793</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1034.g793</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1035</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH MASUKAN ENERGI JUMLAH PANAS (MEJP) DAN DOSIS PUPUK FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril)</dc:title>
	<dc:creator>Kurnia, Ningsih Riani</dc:creator>
	<dc:creator>yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:creator>fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>suryadi, suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masukan energi jumlah panas dengan dosis pupuk fosfor terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini telah laksanakan pada bulan Juli-Oktober 2019 di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Bengkulu dengan ketinggian + 24 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap disusun dengan factorial(RAL-F) dengan dua faktor, dimana faktor 1 adalah masukan energi jumlah panas (E) E1= 1030-1050 SP, E2 = 1130-1150 SP, E3= 1230-1250 SP, E3= 1330-1350 SP. Faktor 2 adalah dosis pupuk fosforÂ (P)Â Â  P1= 75 kg/ha, P2= 150 kg/ha, P3= 225 kg/ha masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan masukan energi jumlah panas menunjukan berbeda sangat nyata terhadap peubah beratÂ basah tanaman, berat biji, dan menunjukan berbeda nyata terhadap peubah berat kering tanaman, berat polong. Sedangkan perlakuan masukan energi jumlah panas dan dosis pupuk fosfor terjadi interaksi pada peubah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat biji.Â Kata kunci : Masukan Energi Jumlah Panas, Dosis Pupuk Fosfor.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1035</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1035</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1035/794</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1035.g794</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1036</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T20:46:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH TANAH BEKAS MACAM-MACAM BIOAKTIVATOR DAN MIKORIZA SERTA KOMBINASI PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril)</dc:title>
	<dc:creator>Trirahmah, Zulfanur</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Yasin, Usman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh penggunaan tanah bekas macam-macam bioaktivator MikorizaÂ  dengan kombinasi pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Danau Raya No. 59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama bioaktivator mikoriza (M): M1 (Bioaktivator Mikoriza Ragi), M2 : (Bioaktivator Mikoriza Nasi Basi), M3 (Bioaktivator Mikoriza Rumen Sapi), sedangkan faktor kedua kombinasi pupuk anorganik (P); P1 (12,5 kg Urea/ha + 100 kg SP36/ha + 50 kg KCL/ha), P2 (25 kg Urea/ha + 50 kg SP36/ha + 50 kg KCL/ha), P3 (25 kg Urea/ha + 100 kg SP36/ha + 25 kg KCL/ha), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil dataÂ  dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncanâ€™s Multiple Range (DMRT) taraf 0,5 %. Hasil penggunaan tanah bekas dengan macam bioaktivator mikoriza (rumen sapi)Â Â  menunjukkan pengaruh yang nyataÂ  terhadap berat polong kering tanaman kedelai (Glycine max L. Merril), Sedangkan pemberian kombinasi pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 HST.Â  Penggunaan tanah bekas macam bioaktivator mikoriza dengan kombinasi pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah daun, panjang akar, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat polong basah, berat polong kering, jumlah polong isi pertanaman, jumlah polong hampa (cipo), jumlah biji pertanaman, berat biji pertanaman, berat 100 biji.Kata kunci : kedelai, tanah bekas bioaktivator dan mikoriza, kombinasi pupuk anorganik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2020-09-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1036</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v14i2.1036</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1036/795</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v14i2.1036.g795</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1296</identifier>
				<datestamp>2023-03-05T21:12:01Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH BERBAGAI INSEKTISIDA ORGANIK TERHADAP SERANGAN HAMA KUTU BERAS  (Sitophylus oryzae L.) PADA BERBAGAI VARIETAS BERAS</dc:title>
	<dc:creator>Rahmi, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiÂ  ketahanan beberapa jenis beras terhadap tingkat serangan hama kutu beras (S. oryzae), pengaruh insektisida organik dalam mengendalikan hama kutu beras (S. oryzae), danÂ  pengaruh interaksi beberapa insektisida organik dan jenis beras terhadap tingkat serangan hama kutu beras (S. oryzae)varietas Penelitian dilakukan di Laboratorium Karantina tumbuhan kota Bengkulu pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2020. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap Â faktorial dengan 2 (dua) faktor. Faktor Pertama Jenis beras (V) yang terdiri dari 4 taraf yaitu (V1) Varietas Mekongga, (V2) Varietas Ciherang, (V3) Varietas IR-64, (V4) Varietas Cigeulis. Faktor Kedua Insektisida Organik (I) yang terdiri dari 5 (Lima) taraf yaitu Tampa Pemberian Insektisida (I0), Insektisida Daun Sirsak (I1), Insektisida Daun Jeruk Nipis (I2), Insektisida daun Mengkudu (I3), Insektisida daun Serei (I4) dan masing masing perlakuan di ulang sebanya tiga kali sehingga di dapat 60 unit percobaan.Adapun peubah yang diamati antara lain : serangga yang hidup, beras rusak, beras utuh dan Jumlah tepung yang terbentuk.Â  Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa ketahanan beras beberapa varietas padi menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap serangga yang hidup, beras rusak, beras utuh dan jumlah tepung yangterbentuk.Â  Dapat disimpulkan bahwa Varietas IR-64 adalah varietas yang paling tahan terhadap serangan Hama Gudang (Sitophillus oryzae ) dibandingkan dengan varietas lainnya, diketahui bahwa kandungan amilosa pada beras VarietasÂ  IR64 mencapai 27 %, ini jelas lebih tinggi dari varietas lainnya yang diamati yang rata-rata hanya 23%. Pemberian insektisida organik terhadap beras tidak memberi pengaruh yang nyata sehingga terdapat hasil tidak bepengaruh nyata dengan adanya kombinasi perlakuan antara varietas beras dan pemberian insektisida organik, ini di karenakan insektisida organis yang di gunakan hanya bersifat menolah hama gudang bukan untuk mematikan. Disarankan perlunya penelitian lanjutan dengan menggunakanÂ  varietas padi lokal dan dengan insektisida organik lainnya.Â Kata kunci : Ketahanan beras , Varietas, beras, Sitophillus oryzae, Insektisida Organik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1296</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1296</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1296/980</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1296.g980</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1297</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REKOMENDASI PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KOPI MASYARAKAT SINDANG MELALUI KAJIAN ETHNOAGRICULTURE</dc:title>
	<dc:creator>Ansiska, Paisal</dc:creator>
	<dc:creator>Windari, Ela Hasri</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Indriati Meilina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Masyarakat yang masih kental dengan pengaruh kebiasaan Praktik tradisional dalam hal pertanian adalah Masyarakat Sindang. Masyarakat Sindang adalah masyarakat asli Kota Lubuklinggau yang sebagian besar menetap di pelosok kota Lubuklinggau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana praktik perkebunan kopi yang dilaukan masyarakat Sindang dan memberikan rekomendasi pembangunan perkebunan kopi masyarakat sindang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan emik dan etik dengan metode observasi wawancara terbuka dan terstruktur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ethnoagriculture perkebunan kopi pada masyarakat sindang dilakukan dengan tahapan Pembukaan Lahan, Penanaman, Pemeliharaan, Pengendalian Hama dan Penyakit, Pemanenan, Pasca Panen dan Pemasaran secara sederhada dan tradisional. Pembangunan perkebunan kopi masyarakat sindang dapat dilakukan dengan pengembangan sistem pertanian yang lebih konservatif, Melakukan penanaman tanaman pertanian yang lebih beragam guna untuk meningkatkan nilai fungsi lahan pertanian, Melakukan pengelolaan pasca panen untuk memberi nilai lebih, Mengadakan pelatihan/penyuluhan tentang manajemen keorganisasian dan pengelolaan perkebunan.Kata Kunci: Tradisional, Sindang, Perkebunan Kopi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1297</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1297</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1297/979</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1297.g979</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1298</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ANALISIS KEBERLANJUTAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN PADI SECARA TERPADU TERHADAP DIMENSI EKOLOGI DAN TEKNOLOGI DI KABUPATEN MUSI RAWAS</dc:title>
	<dc:creator>Novianto, Novianto</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan adalah untuk menilai Â dan menelahah atribut dalam dimensi ekologi dan teknologi yang berpengaruh terhadap keberlanjutan pengelolaan tanaman padi secara terpadu melalui program SL-PTT dalam pengembangan tanaman padi sawahÂ di tingkat petani dalam upaya meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, besarnya peluang tingkat keberlanjutan terhadap penerapan pelaksanaan program SL-PTT di Kabupaten Musi Rawas melalui diujicoba menggunakan metode Multi Dimensional Scaling (MDS). Â Data yang digunakan data primer Â dan data sekunder.Â  Analisis Status Keberlanjutan Penerapan Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu di Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS) dengan mengetahui atribut dua dimensi yang dianalisis, yang terdiri dari dimensi ekologi dan teknologi. Hasil analisis RAP- Program SL PTT multidimensi dengan menggunakan metode MDS menghasilkan nilai IKB yaitu, dimensi ekologi baik atau sangat berkelanjutan dengan nilai IKB 75.90 dan dimensi teknologi cukup berkelanjutan dengan nilai IKB 73.25, pada skala sustainibilitas 0 â€“ 100 sebanyak 21 atribut. Sedangkan berdasarkan hasil analisis RAP-Program SL-PTT menunjukan hubungan keterkaitan antar dimensi yang diukur dengan Squarred CorrelationÂ  (R2)Â  sebesar 0.930, ini mengindikasikan bahwa keterkaitan antara dimensi mencapai 95% atau sangat kuat.Kata KunciÂ Â Â  : Indeks dan Status Keberlanjutan, Pengelolaan Tanaman Padi Terpadu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1298</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1298</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1298/978</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1298.g978</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1299</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH FREKUENSI DAN KONSENTRASI AUKSIN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine Max L. Merril).</dc:title>
	<dc:creator>Juliana, Selvia</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Di provinsi Bengkulu terjadinya peningkatan hasil produksi masih belum mencukupi kebutuhan di provisi itu sendiri, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Frekuensi Dan Konsentrasi Auksin Alami Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). penelitian ini telah dilaksanakan di Jl. Danau Raya No.59, Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu, Pada ketinggian tempat 30 meter di atas permukaan laut. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama frekuensi pemberian auksin alami (A): A1 (1 kali 14 HST), A2: (2 kali 14 dan 28 HST), A3: (3 kali 14, 28 dan 42 HST), sedangkan faktor kedua adalah Konsentrasi Auksin Alami (B): B0 (Kontrol), B1 (1,0 ml/liter), B2 (1,5 ml/liter), dan B3 (2,0 ml/liter). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncanâ€™s Multiple Range Test (DMRT) taraf 0,5%. Hasil perlakuan frekuensi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman dan berat 100 biji, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang dan berat basah tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril). Sedangkan perlakuan konsentrasi pada hasil penelitian ini adalah yang berpengaru nyata terhadap jumlah daun, berat kering tanaman dan jumlah polong tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril), pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya interaksi antar frekuensi dan konsentrasi auksin alami terhadap tanaman kacang kedelai. Kata kunci : Kedelai, auksin alami, Frekuensi, Konsentrasi. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1299</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1299</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1299/1072</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1299.g1072</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1300</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON SAWI (Brassica juncea L) TERHADAP POC AIR LIMBAH BUDIDAYA LELE  PLUS (ALBL PLUS)</dc:title>
	<dc:creator>Firman, Firman</dc:creator>
	<dc:creator>Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Produksi sayuran termasuk Sawi (Brassica juncea L) organik masyarakat kita perlu ditingkatkanÂ  diantaranya melalui pemberian pupuk organik cair.Â  Pupuk Organik Cair Air Limbah Budidaya Lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) merupakan pupuk organik cair kayaÂ  hara nitrogen, sehingga sangat berpotensi untuk diberikan pada tanaman sayuran khususnya sawi.Â  Penelitian respon sawi (Brassica juncea) terhadap pupuk organik cair air limbah budidaya lele kaya nitrogen (POC ALBL-PLUS) perlu dilakukan untuk memperoleh rekomendasi aplikasi POC ALBL-PLUS yang terbaik pada tanaman sawi.Â  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal dengan 6 ulangan.Â  Aplikasi POC ALBL-PLUS sebagai perlakuan adalah; A =Â  0,0 g/l (kontrol), B =Â Â  5 g/lÂ  tiap 5 hari sekali, Â C =Â Â  5 g/l tiap 10Â  hari sekali, D = 10 g/l tiap 5 hari sekali, E =Â Â  10 g/l tiap 10 hari sekali, F =Â Â  15 g/l tiap 5 hari sekali, G =Â  15 g/l tiap 10 hari sekali, H = 20 g/l tiap 5 hari sekali, I = 20 g/l tiap 10 hari sekali.Â  Aplikasi POC ALBL-PLUS tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan umur berbunga, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun serta berpengaruh sangatÂ  nyata terhadap berat berangkasan basah tanaman caesim (Brassica juncea L). Aplikasi POC ALBL_PLUS 5 g/l dengan waktu pemberian tiap lima hari sekali (perlakuan B) meningkatkan jumlah daun dua kali lebih banyak dan berat berangkasan basahÂ  enam kali lebih berat dibandingkan tanpa aplikasi POC ALBL-PLUS (kontrol).Kata Kunci :Â  POC, Nitrogen, Sawi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1300</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1300</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1300/975</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1300.g975</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1301</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON SEMAI BAMBANG LANANG (Michelia champaca L.) TERHADAP PEMBERIAN ASAP CAIR</dc:title>
	<dc:creator>Deselina, Deselina</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Putranto Budiono Agung</dc:creator>
	<dc:creator>Pamungkas, Meika Ayu Putri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon semai bambang lanang terhadap pemberian asap cair Variabel yang diamati adalah tinggi, diameter, luas daun panjang akar, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering dan indeks mutu semai. Data dianalisis menggunakan uji t dua variabel yaitu : perlakuan dan kontrol, konsentrasi dan kontrol dan antara konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan asap cair tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan bibit bambang lanang, namun memberikan rata-rata yang lebih besar dari pada kontrolÂ  . Antara konsentrasi asap cair terdapat perbedaan nyata terhadap tinggi, jumlah daun, panjang akar, berat basah total dan berat kering total. Penggunaan asap cair 2% adalah yang paling optimal untuk meningkatkan rata-rata beberapa variabel pertumbuhan bibit bambang lanang dubandingkan dengan konsentrasi 1%, 3% dan 4%.Â Kata Kunci : asap cair, semai Bambang Lanang</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1301</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1301</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1301/974</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1301.g974</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1302</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI DAN PEMETAAN WERENG COKLAT PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN TUGUMULYO</dc:title>
	<dc:creator>Sumini, Sumini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan sebaran hama wereng coklat pada tanaman padi sawah di Kecamatan Tugumulyo.Â  Penelitian ini dilaksanakan pada tanaman padi milik petani di Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Pada bulan Juni Sampai dengan bulan September 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei pada tanaman padi sawah di lokasi yang ditentukan secara sengaja. Metode penarikan sampel penelitian ini menggunakan metode acak sederhanaÂ  (Simple Random Sampling), dimana dari 18 Desa di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas diambil 5 desa yang dijadikan sampel.Â  Adapun sampel yang dipilih secara acak dengan rincian sebagai berikut: D Tegalrejo, E Wonokerto, H Wukirsari, L Sidoharjo, dan M Sitiharjo. Dari setiap desa ditetapkan 3 petakan sawah dengan luas petakan 10 m x 10 m. Hasil penelitian diketahui bahwa Desa D Tegalrejo merupakan yang terserang hamaÂ  paling rendah dari semua Desa yang diamati sedangkan Desa E Wonokerto merupakan yang terserang hama paling tinggi. Diketahui penyebab populasi dan serangan hama wereng batang coklat tinggi yaitu penanaman yang tidak serentak, tidak adanya pergantian varietas setiap musim tanam dan penggunaan pestisida yang tidak bijaksana.Kata Kunci: Hama, Wereng Coklat, Padi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1302</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1302</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1302/973</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1302.g973</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1303</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Kalium Nitrat (KNO3) Terhadap Pematahan Masa Dormansi Biji Kopi Robusta (Coffea canephora)</dc:title>
	<dc:creator>Wijaya, Alam</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pembibitan kopi sering dihadapkan dengan masa dormansi biji kopi yang disebabkan oleh kulit ari biji kopi yang keras. Kalium nitrat (KNO3) dapat melunakkan kulit biji dan mempermudah air masuk ke dalam biji, sehingga mempercepat proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dan konsentrasi kalium nitrat (KNO3) terhadap pematahan masa dormansi biji kopi robusta. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL-F), dengan faktor pertama lama perendaman (L) yang terdiri atas tiga taraf meliputi 12 jam (L1), 24 jam (L2), 36 jam (L3) dan faktor kedua konsentrasi KNO3 (K) yang terdiri atas 4 taraf meliputi 0% (K0), 0.5% (K1), 1.0% (K2) dan 1.5% (K3). Faktor lama perendaman berpengaruh nyata terhadap kecambah normal (biji), kecambah abnormal (biji), daya berkecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%), waktu berkecambah (hr). Faktor konsentrasi KNO3 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal (biji), kecambah abnormal (biji), daya berkecambah (%), potensi tumbuh maksimum (%) dan waktu berkecambah (hr). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara lama perendaman (L) dan konsentrasi kalium nitrat (K) terhadap efektivitas pematahan masa dormansi biji kopi robusta.Kata kunci : dormansi, lama perendaman, konsentrasi, kalium nitrat, robusta.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1303</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1303</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1303/972</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1303.g972</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1304</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:48:44Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KERAGAAN LIMA VARIETAS SORGUM PADA TANAH ULTISOL DI DESA PETUNANG KABUPATEN MUSI RAWAS</dc:title>
	<dc:creator>Bahri, Samsul</dc:creator>
	<dc:creator>Holidi, Holidi</dc:creator>
	<dc:creator>Desantra, Reka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini untuk melihat keragaan dari beberapa varietas tanaman sorgum yang dibudidayakan pada tanah ultisol di Desa Petunag Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini disusun menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial dengan perlakuan lima vareitas tanaman sorgum diantaranya Varietas Pahat, Varietas Kawali, Varietas Numbuh, Varietas Suri 4 dan Varietas Super 1. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas numbu yang dibudidayakan pada tanah ultisol di Desa Petunang Kabupaten musi rawas menunjukan hasil yang terbaik baik pada sisi pertumbuhan dan produksi jika dibandingkan dengan varietas lainnyaKata kunci : Sorgum, Varietas, Ultisol </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-01-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1304</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v15i1.1304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v15i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1304/977</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v15i1.1304.g977</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1607</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica Junceae. L) DENGAN PERLAKUAN ARANG SEKAM BAKAR DAN PUPUK NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK)</dc:title>
	<dc:creator>Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:creator>Rustianti, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Sutiara, Sutiara</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanaman sawi untuk pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan tanah yang subur dan gembur. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) merupakan tanah yang kurang subur, biasa disebut sebagai lahan marginal. Salah satu permasalahan pada tanah Podsolik Merah Kuning rendahnya unsur hara. Untuk itu perlu penambahan dan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui pemupukan dengan bahan organik maupun pupuk an-organik.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu, mulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2019, Rancang yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 tarap perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, setiap satuan perlakuan terdiri dari 6 polybag. Tarap perlakuan tersebut adalah P0 = tanpa pemupukan, Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â P1 = pemberian pupuk 200 kg/kg NPK, P2 = 5 ton/kg arang sekam bakar + 150 kg/kg NPK, P3 = 10 ton/kg arang sekam bakar + 50 kg/kg NPK, P5 = 20 ton/kg arang sekam bakar.Berdasarkan uji lanjut DMRT 5%, menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun umur 8 minggu setelah tanam dengan perlakuan P1 = 200 kh/kg NPK, berbeda nyata dengan perlakuan P0, P2, P3, P4, dan P5. Perlakuan P1 memberikan hasil yang terbaik. Sedangkan untuk bobot basah pertanian dan bobor kering pertanian berpengaruh tidak nyata, perlakuan yang tertinggi adalah pada perlakuan 10 ton/kg Â arang sekam bakar + 100 kg/ha NPK (P3), berarti disini pemberian arang sekam bakar + pupuk NPK cenderung memberikan hasil yang meningkat dari pada yang tidak diberikan arang sekam bakar.Â Kata kunci : Sawi, Arang Sekam Bakar, Podsolik Merah Kuning, NPK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1607</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1607</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1607/1302</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1607.g1302</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1609</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PUPUK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Purnamasari, Yemi</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pupuk Tandan Kosong (Tankos) Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum L). Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu pada bulan Oktober 2019 - Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dengan menggunakan Pupuk tandan kosong (tankos) kelapa sawit Terdapat 4 level perlakuan : S0 (Kontrol), S1 (180 gr/tanaman), S2 (360 gr/tanaman), S3 (540 gr/tanaman). Diulang sebanyak 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Setiap unit percobaan ada 9 tanaman maka di peroleh 144 tanaman, yang di jadikan tanaman sample 3 per unit tanaman. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (Anova) dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan/Duncanâ€™s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil perlakuan Pupuk tandan kosong (tankos) kelapa sawit memberikan nilai terbaik pada perlakuan S1 (180 gr/tanaman) menunjukan pengaruh nyata terhadap Umur berbunga, jumlah buah dan bobot buah/tanaman tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap Tinggi tanaman, jumlah daun dan umur panen.Â Kata kunci : Pengaruh, Cabai merah, Pupuk tandan kosong (tankos) kelapa sawit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1609</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1609</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1609/1324</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1609.g1324</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1641</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN RHIZOBIUM DAN PUPUK SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)</dc:title>
	<dc:creator>oktavidiati, eva</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Fournalika, Diah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKProduksi kacang hijau di Provinsi BengkuluÂ  pada tahunÂ  2016 sebanyak 400 ton.Â  Pada tahun 2017 terjadi penurunan produksi kacang hijau yang hanya mencapai 349 ton (BPS 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian RhizobiumÂ  dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L). Penelitian ini laksanakan pada bulan November-Januari 2021 di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang berlokasi di Desa Tanjung Terdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan ketinggian tempat Â±51 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, Faktor pertama adalah pemberian Rhizobium (R) dimana R0 = Kontrol (tanpa Rhizobium), R1 = 5 g/kg benih, R2 = 10 g/kg benih.Â  Faktor kedua adalah pupuk SP-36 (P) Â dimana P1= 100 kg/ha, P2= 125 kg/ha, P3= 150 kg/ha masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil perlakuan pemberian Rhizobium dan pupuk SP-36 berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan dan tidak terjadi interaksi pada semua parameter pengamatan.Kata kunci : Kacang hijau, Rhizobium, Pupuk SP-36. Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1641</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1641</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1641/1304</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1641.g1304</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1644</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN SETEK BIBIT TANAMAN LADA (Piper nigrum L.) TERHADAP KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KOSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI</dc:title>
	<dc:creator>Meilando, Frenky</dc:creator>
	<dc:creator>kesumawati, neti</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media tanam dan ZPT air kelapa terhadap pertumbuhan setek tanaman lada.Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Pondok Kubang, Kab Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) perlakuan 1 yaitu Komposisi media tanam K1(1:4:2), K2(1:4:4), K3(1:4:6). Perlakuan ke-2 yaitu Kosentrasi ZPT alami Z0(kontrol), Z1 15%(150 ml/L air), Z2 25%(250 ml/L air), Z3 35%(350 ml/L air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan dengan tanaman 6 tanaman setiap unit percobaan sehingga diperoleh 216 tanaman.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas 73 HST, panjang tunas 43, 53, 73 HST, jumlah daun 43, 53, 73 HST, serta berat basah tunas, dan berat kering tunas tetapi tidak berpengaruh nyata pada, persentase tumbuh, berat basah akar, dan berat kering akar. Sedangkan perlakuan kosentrasi ZPT alami menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah tunas 73 HST tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan jumlah panjang tunas, persentase tumbuh,berat basah tunas, berat basah akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Interaksi antara keduanya berpengaruhÂ  pada jumlah tunas 73 HST dan panjang tunas 73 HST tetapi tidak berpengaruh nyata pada Jumlah daun, persentese tumbuh, berat basah akar, berat basah tunas, berat kering akar, dan berat kering tunas.Â Kata kunci : Setek Lada (Piper nigrum L), komposisi media tanam, dan ZPT alami.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1644</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1644</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1644/1305</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1644.g1305</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1653</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT KUDIS PADA BUAH JERUK RGL</dc:title>
	<dc:creator>Puspitasari, Monita</dc:creator>
	<dc:creator>Siagian, Irma Calista</dc:creator>
	<dc:creator>Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Buah jeruk RGL sering terserang penyakit kudis yang berdampak pada penurunan kualitas buah. Intensitas serangan penyakit kudis bisa bervariasi antara kebun satu dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan penyakit kudis buah. Penelitian dilaksanakan di empat kebun jeruk petani, Desa Pal VII, Kecamatan Bermani Ulu Raya dari bulan Maret hingga Juni 2020. Metode penelitian dilakukan secara survei. Pengamatan dilakukan terhadap perkembangan dan intensitas gejala serangan penyakit kudis buah pada 96 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen mulai menyerang buah pada fase pentil dengan intensitas serangan penyakit antara 12,50-29,17%.Â Kata kunci : Jeruk, Intensitas serangan, Kudis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1653</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1653</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1653/1513</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1653.g1513</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1654</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON TANAMAN JAGUNG UNGU (Zea mays var ceratina kulesh) TERHADAP PEMBERIAN MIKORIZA DAN DARAH SAPI YANG DIPERKAYA DENGAN BIOAKTIVATOR PADA PUPUK KANDANG SAPI</dc:title>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Harini, Ririn</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Jagung Unggu merupakan jagung yang memiliki Antosianin yang tinggi disamping rasanyanya manis, namun jagung ini belum banyak di upayakan. Salah satu permasalahan dalam meningkatan hasil tanaman jagung adalah dengan penggunaan Pupuk kandang.Â  Pupuk kandang yang biasa digunakan adalah pupuk kandang sapi namun permasalahannya adalah pupuk kandang sulit terdekomposisi, untuk itu perlu ditambahan bioaktivator Ragi, Nasi basih, dan Rumen sapi.Â  Hasil penelitian sebelumnya pada tanaman kedelai bahwa pupuk kandang yang diperkaya dengan bioaktivator berpengaruh terhadap hasil Kacang kedelai. Dari hasil penelitian terdahulu maka akan dicoba pada tanaman jagung yang menggunakan pupuk kandang sapi yang diperkaya dengan darah sapi yang telah difermentasikan dengan nasi basih, ragi dan rumen sapi serta yang diperkaya dengan bioaktivator dan Mikoriza.Kata kunci : Jagung ungu, bioaktivator, darah sapi, dan mikoriza</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1654</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1654</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1654/1308</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1654.g1308</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1656</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH  MEDIA TANAM  DAN PUPUK KOTORAN  KAMBING TERHADAP HASIL TANAMAN TOMAT  (lycopersich mesculentum mill.)</dc:title>
	<dc:creator>Anton, Anton</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh media tanam dan pupuk kotoran kambing terhadap hasil tanaman tomat (Lycopersich mesculentum. Mill) penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan oktober sampai bulan januari 2021 di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, provinsi bengkulu, di Desa Pondok Kubang Bengkulu Tengah pada ketinggian Â± 21 mdpl. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu Faktor pertama pengaruh media tanamÂ  kontrol, M1 arang sekam, M2 arang sekam dan M3 arang sekam perlakuan ke-2 yaitu pemberian pupuk kambing kontrol, D1 : 125 gr, D2 :250 gr, D3 : 375 gr. Setiap perlakuanÂ  di ulang 3 kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan dengan ditanami 3 tanaman setiap unit percobaan sehinnga diperoleh 144 tanaman hasil penelitian menunjukan perlakuan pengaruh media tanam dan pupuk kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (.Lycopersich mesculentum Mill.) menunjukan media tanam terhadap jumlah cabang 14 dan 42 hst, jumlah bunga dan jumlah buah dan antara perrlakuan pupuk kambing terhadap tinggi tanaman 14, 28 dan 42 hst, diameter batang 28 dan 42 hst, jumlah cabang 14 ,28 dan 42 hst, jumlah bunga, jumlah buah, berat buahÂ  sedangkan pada penelitian ini terjadi nya interaksi antara perlakuan media tanam denganÂ  pupuk kambing pada parameter tinggi tanaman 42 hst.Â Kata kunci :Tomat,Media Tanam Dan Pupuk Kambing</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1656</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1656</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1656/1309</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1656.g1309</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1691</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Inovasi Pengolaha Kue Garpu dengan Subsitusi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizuz)</dc:title>
	<dc:creator>Pratita, Ika Ika</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKÂ Kue garpu adalah salah satu makanan tradisional dengantekstur renyah yang terbuat dari tepung terigu dan gula. Substitusi mocaf (modified cassava flour) dapat dilakukan untuk mengurangi kadar gluten di dalam kue garpu sekaligus memanfaatkan bahan baku lokal. Selain itu, kulit buah naga juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dan sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung mocaf dan kulit buah naga terhadap kadar air, kadar serat, tekstur dan sifat organoleptik kue garpu. Pada penelitian ini terdapat 5 variasi perlakuan perbandingan komposisi bahan baku, yaitu terigu : mocaf : kulit buah naga (500:100:100), (400:200:100), (400:300:100), (200:400:100) dan (100:500:200). Analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air, kadar serat, tekstur dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air kue garpu berkisaran 3,70% sampai dengan 4,39%, kadar serat antara 0,74% sampai dengan 0,80% dan nilai tekstur antara 6,14 mm sampai dengan 8,65 mm. Uji organoleptik terhadap warna, tekstur dan rasa kue garpu menunjukkan berbeda nyata pada setiap perlakuan dengan nilai rerata warna berkisar antara 3,65 (agak suka) hingga 4,00 (suka), rasa berkisar antara 2,80 (agak suka) hingga 4,10 (suka) dan tekstur antara 3,25 (agak suka) hingga 4,05 (suka).Â Kata Kunci: Â Tepung Mocaf, Kulit Buah Naga, Kue Garpu</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1691</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.1691</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 80-89</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1691/1600</dc:relation>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1691/2083</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i2,Des.1691.g1600</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1699</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:28:37Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcalaria L) PADA PERLAKUAN PUPUK HUMANURE DAN SEKAM PADI</dc:title>
	<dc:creator>Suzanna, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Mulatsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Irma Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia memiliki keragaman hayati dalam jumlah yang cukup banyak.Â  Salah satu dari flora yang hidup dan banyak ditemui di Indonesia adalah Sengon (Paraserianthes falcataria L.). Kelebihan dari tanaman sengon adalah daun, buah, pohon dan akar sengon dapat dimanfaatkan secara ekonomis.Bagian yang memberikan manfaat paling besar adalah batang/katunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan, sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui responÂ  pertumbuhan bibitÂ  sengon pada perlakuan beberapa dosis .pupuk humanure dan sekam padi. Adapun Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktorÂ  dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk humanure yang terdiri 4 taraf yaitu : P0 = 0 g/kg top soil; P1 = 100 g/kg top soil; P2 = 200 g/kg top soil; dan P3 = 300g/kg top soil. Faktor kedua adalah dosis sekam padi yang terdiri 4 taraf yaitu : S0 = 0 g/kg top soil; S1 = 100 g/kg top soil; S2 = 200 g/kg top soil dan S3 = 300 g/kg top soil. Sehimgga dari kedua perlakuan tersebut diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, terdapat 48 satuan percobaan.Â  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis 100 g/kg topsoil dengan tanpa sekam memberikan pertumbuhan bibit sengon terbaik yang dapat dilihat dari nilai Indek Mutu Bibit terbaik (0,22) diperoleh pada interaksi perlakuan pupuk humanure 100 g/kg (P1) tanpa Sekam (S0). Begitu pula pada peubah lainnya yang meliputi Tinggi Bibit, Diameter Bibit,Â  Â berat kering tajuk danÂ  berat kering akar terbaik ditunjukkan pd kombinasi dosis humanure 200 g/kg top soil dengan tanpa sekam (P2S0)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-07-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1699</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1699</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/1699/1310</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i1 Juli.1699.g1310</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2227</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH KOMPOS JERAMI ALANG-ALANG DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS  (Zea mays saccharata Sturt)</dc:title>
	<dc:creator>Piolmi, Amelia</dc:creator>
	<dc:creator>Thesiwati, Aslan Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Haryoko, Widodo</dc:creator>
	<dc:creator>Utama, M. Zulman Harja</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Percobaan bertujuan mengetahui pengaruh interaksi kompos jerami alang-alang dan fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) yang dilakukan di Kelurahan Ampang dari November 2020 - Februari 2021 di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Â Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 Faktorial. Faktor pertama adalah kompos jerami alang-alang terdiri 3 taraf 0, 5, dan 10 t ha-1 dan faktor kedua adalah fosfor terdiri 3 taraf 0, 100, dan 200 kg ha-1 dan.Â  Hasil percobaan menunjukan bahwa interaksi kompos jerami alang-alang meningkatkan ILD, komponen hasil, tetapi interaksi kompos jerami alang-alang dan pupuk P tidak meningkatkan produksi.Â Kata Kunci : jagung manis, kompos jerami alang-alang, pupuk P</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2227</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2227</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 90-100</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2227/1595</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2228</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAM TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) DENGAN PERLAKUAN DOSIS PUPUK BOKASHI KOTORAN SAPI</dc:title>
	<dc:creator>Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:creator>Sagala, Danner</dc:creator>
	<dc:creator>Mulatsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Purwanto, Agus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tomat merupakan tanaman hortikultura yang dapat dibudidayakan baik didataran tinggi maupun didataran rendah, tergantung varietas yang ditanam. Budidaya tanaman tomat sebagian besar masih secara konvensional yang biasa dilakukan petani, yang tidak lepas dari penggunaan bahan kimia (pupuk pestisida). Dimana hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Alternatif lain adalah bertanam secara organic, sistem ini secara ekonomi menguntungkan dan secara ekologi tidak merusak.Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bunga Mas, Kecamatan Seluma Timur, Provinsi Bengkulu. Penelitian dimulai pada bulan Januari sampai bulan April 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu (1) faktor, yaitu dosis pupuk bokashi kotoran sapi yang terdiri dari tujuh (7) tarap perlakuan dan tiga (3) ulang, setiap perlakuan terdiri dari lima (5) polybag, setiap polybag terdiri dari satu tanaman. Taraf dosisi pupuk bokashi kotoran sapi adalah P0 (kontrol pupuk NPK), P1(5 ton/ha), P2(10 ton/ha), P3 (15 ton/ha), P4 (20 ton/ha), P5 (25 ton/ha), P6 (30ton/ha). Hasil analisis sidik ragam dilanjutkan dengan uji BNJ 5% dan 1%. Peubah yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, diameter buah, jumlah buah per/tanaman, berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk bokashi kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap berat berangkasan basah dan berangkasan kering, diameter buah, berat buah pertanaman dan berpengatuh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman. Perlakukan dosis pupuk bokashi kotoran sapi 10 ton/ha (P2) memberikan hasil yang terbaik.Â Kata kunci : Tomat, Dosis, Pupuk Bokashi Kotoran Sapi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2228</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2228</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 101-110</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2228/1597</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2694</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ektraks Daun Tembakau Dan Daun Sirsak Terhadap Hama Trips Pada Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Kedelai (Glicine Max,L.) kacang kedelai</dc:title>
	<dc:creator>Hanafiah, Adnan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilaksanakan di kebun Percontohan STIPER Rejang Lebong, 25 Maret sampaiÂ  25 Juni 2015, pada ketinggian 600 meter diatas permukaan laut (BP4K Rejang Lebong, 2012). Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK-Faktorial) Faktor pertama ektraks daun tembakau (T)Â  yaitu : T1 = 50 gram ektraks daun tembekau/2 liter air + 2 sendok ditergen, T2 = 75 gram ektraks daun tembakau/2 liter air + 2 sendok ditergen, T3 = 100 gram ektraks daun tembakau/2 liter air + 2 sendok ditergen. Faktor kedua ektraks daun sirsak (S) yaitu : S1 = 50 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + 2 sendok ditergen, S2 = 75 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + sendok ditergen, S3 = 100 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + 2 sendok ditergen, S4 = 125 gram ektraks daun sirsak/2 liter air + 2 semdok ditergen. Jumlah tanamanÂ  (TxS) x t x U = 4 x 3 x 8 x 3 = 288 tanaman.Variabel yaitu : 1. Tingkat intensitas daya serangan hama, 2. Jenis hama aphids dan trips menyerang masa vegetative, 3. Bobot basah (gr), 4. Bobot Kering (gr)Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Berdasarkan uji lanjut BNT pada taraf 1 persen, perlakuan tunggal ektraks daun tembakau T1 (50 gram ) berbeda sangat nyata dengan perlakuan T2 (75 gram) dan T3 (100 gram), terhadap bobot basah biji kacang kedelai. Sedangkan ektrak daun sirsak S4 (125) berbeda sangat nyata terhadap S1 (50 gram), S2 (75 gram), dan S3 (100 gram) terhadap bobot biji basah. Kombinasi perlakuan ektrak daun tembakau 50 gram dengan ekstrak daun sirsak 125 (T1S4) berbeda sangat nyata dengan perlakuan lain terhadap bobot biji basah dan bobot biji kering, (Tabel, 2).Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Kesimpulan : 1. Perlakuan ektraks daun tembakau (T1) 50 gram, dapat mengendalikan hama aphids dan trips pada tanaman kacang kedelai., 2. Perlakuan tunggal ektraks daun sirsak (S4) 125Â  gram, dapat mengendalikan hama apids dan trips pada tanaman kacang kedelai 3. Kombinasi ektraks daun tembakau 50 gram dengan ektraks daun sirsak 125 gram (T1S4) memperoleh tingkat serangan hama aphids dan trips 0 persen, serta menghasilkan bobot biji basah dan bobot biji kering yang optimal.Â Â Â Â Â Â Â Â  Saran : Komposisi ektraks daun tembakau dan ektraks daun sirsak sangat baik digunakan sebagai pestisida nabati, pada komposisi yang ideal diperoleh reaksinya sangat tahan terhadap seraangan hama aphids dan trips.Kata Kunci : Kedelai, Tembakau, sirsak, Aphids, Trips</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2694</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2694</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 111-122</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2694/1598</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2694.g1598</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2764</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL  KACANG HIJAU (Vigna radiata L) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN NPK DI TANAH ULTISOL</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Kes Monika</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahuiÂ  Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (vigna radiata. L) Terhadap Pupuk Organik Cair Nasa dan NPK.di Tanah Ultisol.Â  PenelitianÂ  ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor pertama Pupuk Organik Cair Nasa (P) : P0 ( Kontrol ), P1 (5 ml/ L air/ polibag ), P2 ( 10 ml/ L air/ polibag ), danÂ  P3 ( 15 ml/ L air/ polibag ), Sedangkan faktor kedua NPK (N) : N1 ( 50 kg ton/ha ), N2 ( 75 kg ton/ha ) dan N3 ( 100 kg ton/ha ), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan Hasil data analisis mengunakan Analisis Sidik Ragam ( ANOVA ) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncaâ€™s Multiple Range Test ( DMRT ) taraf 5%. Hasil perlakuan pupuk Organi Cair Nasa menunjukan pengaruh nyata terhadap berat basah tanaman, diameter batang, jumlah polong, panjang polong, dan berat biji kering. Sedangkan NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan. dan tidak terjadi interaksi antara Pupuk Organik Cair Nasa dan NPK terhadap semua pengamatan.Kata kunci : Kacang Hijau, Pupuk Organi Cair Nasa, NPK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2764</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2764</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 123-140</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2764/1599</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2764.g1599</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2846</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA VARIETAS BIG ROY</dc:title>
	<dc:creator>Maisari, Ika</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKAglonema merupakan salah satu tanaman hias yang menjadi primadona di perkotaan dan tata hias taman, karena aglonema memiliki kemampuan untuk hidup pada lingkungan dengan intensitas cahaya yang rendah contohnya perkantoran dan dekorasi ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh lama perendaman ekstrak bawang merah dan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman aglaonema varietas big roy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dengan dua faktor, Faktor I adalah lama perendamanÂ  yang terdiri 4 taraf (0 Menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit) dan faktor II terdapat media tanam sekam bakar, tanah, dan cocopeat terdiri 4 taraf (2:2:1, 3:2:1, 3:3:1, 4:3:1) perlakuan diulangi sebanyak 3 kali. Setiap unit percobaan terdiri 4 tanaman dan 2 tanaman dijadikan sampel. Parameter yang diamati presentase tumbuh, waktuÂ  muncul tunas, panjang tunas, jumlah akar, dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahawa: 1) Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter panjang tunas dan panjang akar dan tidak berpengaruh nyata pada parameter lainnya; 2) Media tanam tidak berpengaruh nyata terhdap semua parameter; 3) tidak terjadi interaksi antara lama perendaman dan media tanam terhadap semua parameter pengamatan.Â Kata kunci : Aglaonema, sekam bakar, cocopeat.PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA VARIETAS BIG ROY</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2846</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2846</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 141-151</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2846/1601</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2846.g1601</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2850</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN LIDAH BUAYA (Aloe vera .L)TERHADAP DOSIS PEMBERIAN PUPUK UREA DAN KOTORAN KAMBING     PADA TANAH  PODSOLIK MERAH KUNING</dc:title>
	<dc:creator>Aryanto, Reza Irama</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Harini, Ririn</dc:creator>
	<dc:creator>Yasin, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Reza Irama Aryanto . Mahasiswa AgrotekologiÂ  Fakultas Pertanian dan peternakanUniversitas Muhamadiah Bengkulu.Respon pertumbuhanÂ  LidahÂ  Buaya ( Aloe vera L. ) Â terhadap Dosis pemberianÂ  Pupuk Urea dan KotoranÂ  Kambing pada TanahPodsolik merah kuning. Dibawah bimbigan Rita Hayati, Â dan Ririn Harini.Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Respon pemberian pupuk urea dan kotoran kambing terhadap pertumbuhan tanaman lidah buayaÂ  (Aloe vera L.)Penelitian ini di laksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulanÂ  September 2020 sampai dengan bulan November 2020.dilahan percobaan Â fakultas pertanian dan perternakan Universitas Muhamadiah Bengkulu. Pada ketinggian 51 mdpl.Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola faktorial dengan 2 faktor Yaitu: faktorÂ  pertama Â Pupuk Urea. U0= (Kontrol ), U1=Â  4 gram per polybeg, U2= 8 gram per polybeg, U3= 12 gram per polybeg, dan faktor kedua Pupuk Kotoran Kambing. K0=(Kontrol), K1=50 gram per polybeg K2= 100 gram per polybeg, K3=150 gram per polybag. Masing-masing diulangÂ  sebayak 3 kali . HasilÂ  data analisis menggunakan sidik ragamÂ  dan apabilaÂ  berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncanâ€˜s Mutiple range test (DMRT) tarafÂ  5% hasilpenilitian Respon pertumbuhanÂ  LidahÂ  Buaya ( Aloe vera L. ) Â terhadap Dosis pemberianÂ  Pupuk Urea dan KotoranÂ  Kambing pada TanahPodsolik merah kuning. menunjukanÂ  pupuk urea perpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas 84 hst .perlakuan kotoran kambing berpengaruh sagat nyata tinggi tanaman 14,28,42,56,70 dan 80 hst, jumlah daun 14,28,42,56,70 dan 84 hst, jumlah tunas 14,28,42,70 dan 84 hst,panjang akar, berat basah tanaman, panjang daun, berat daun, tebal daun,berat akar.Katakunci : Lidah Buaya, Urea dan Kotoran Kambing</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2850</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2850</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 152-164</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2850/1602</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2850.g1602</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2851</identifier>
				<datestamp>2022-05-20T21:53:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN AUKSIN ALAMI DAN DOSIS PUPUK NPK PADA TANAH PMK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU ( Vigna radiata L )</dc:title>
	<dc:creator>Wati, Rena</dc:creator>
	<dc:creator>jafrizal, jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAKRena Wati.Â  Pengaruh pemberian auksin alami dan dosis pupuk NPK pada tanah PMK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijauÂ  (Vigna Radiata L).Â Â  Mahasiswa Agroteknologi fakultas Pertanian dan Perternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Dibawah bimbimbingan bapakÂ  JAFRIZAL dan bapak USMAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian auksin alami dan dosis pupuk NPK pada tanah PMK tehadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L).Â  Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian dan Perternakan, kelurahan Bentiring, kecamatan pondok kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah.Â  Pada ketinggian tempat Â±51 meter diatas permukaan lautÂ Â  ( MDPL).Â  Penelitian ini menggunakan metode racangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu faktor pertama auksin alami Z0 (kontrol) , Z1 (100 ml/l),Â  Z2 (200 ml/l), Z3 (300 ml/l), sedangkan faktor keduapupuk NPKÂ  P1 (2 gram /polibag) P2 (4 gram/polibag ) dan P3 (6 gram/polibag), masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 48 unit percobaan.Â  Setiap unit percobaanÂ  terdapat 4 tanamanÂ  sehingga di peroleh 144 tanaman (terdapat 3 sempel dan 1 sebagai tanaman cadangan ).Â  Hasil perlakuan pemberian auksin alami berpengaruh nyata pada jumlah daun umur 20 HST, jumlah cabang, berat basah tanaman dan jumlah polong cipo.Â  Sedangkan perlakuan dosisi pupuk NPK menunjukan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 20 HST.Â  Pada penelitian ini menunjukan terjadinyaÂ  interaksi pada perlakuan auksin alami pada jumlah polong cipo.Â Keywords: green beans, natural auxin. NPK fertilizer</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2851</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2851</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture; 165-174</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v16i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/2851/1605</dc:relation>
	<dc:relation>10.36085/agrotek.v16i2,Des.2851.g1605</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3124</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T19:51:51Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH JENIS ZPT ALAMI DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN KEDELAI (Glycine max L.)</dc:title>
	<dc:creator>Amelia Dewi, Andini</dc:creator>
	<dc:creator>Miftakhurrohmat, A. </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara ZPT alami dan lama perendaman terhadap perkecambahan tanaman kedelai, dilaksanakan di Desa Jogosatru Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo dan pengamatan lanjutan dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dimulai pada bulan November sampai Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola factorial dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Faktor pertama yaitu ZPT alami yang terdiri dari tanpa ZPT alami (K0), ZPT alami bawang merah 75% (K1), ZPT alami air kelapa 25% (K2), ZPT alami bonggol pisang 40% (K3). Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari lama perendaman 3 jam (L1), lama perendaman 5 jam (L2), lama perendaman 6 jam (L3) yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT alami bonggol pisang 40% dengan lama perendaman 6 jam (K3L3) dapat meningkatkan kecepatan perkecambahan dan terjadi interaksi yang nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman pada umur 7 HST, interaksi yang sangat nyata pada umur 14, 21 dan 28 HST, dan interaksi yang nyata pada kadar klorofil tanaman. Pada perlakuan ZPT alami menunjukkan pengaruh yang nyata pada variabel pengamatan waktu muncul tunas, jumlah daun, panjang akar, berat basah kecambah dan berat kering kecambah. Sedangakan pada perlakuan lama perendaman menunjukkan pengaruh nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman dan kadar klorofil tanaman.Kata kunci : Kedelai, ZPT alami, Lama perendaman.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3124</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 1-16</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3124/2376</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3134</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T19:51:51Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Macam dan Konsentrasi ZPT Sintetik Terhadap Fase Vegetatif Tanaman Kedelai  (Glycine Max L.)</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Ineke</dc:creator>
	<dc:creator>Miftakhurrohmat, A. </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi ZPT sintetik dan konsentrasi terhadap fase vegetatif tanaman kedelai, dilaksanakan di Desa Jogosatru Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo dan pengamatan lanjutan dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mulai pada bulan November sampai Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dilanjutkan dengan uji BNJ. Faktor pertama adalah ZPT sintetik auksin (Z1), sitokinin (Z2), giberilin (Z3) dan faktor kedua adalah konsentrasi ZPT 5 ppm (K1), 7 ppm (K2), 9 ppm (K3) yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT sintetikÂ  giberilin dengan konsentrasi 7 ppm (Z3K2) dapat meningkatkan kecepatan perkecambahan dan terjadi interaksi sangat nyata pada variabel pengamatan panjang akar dan luas daun kemudian interaksi yang nyata antara perilaku ZPT sintetik dan konsentrasi pada variabel pengamatan jumlah daun pada usia 14, 21 28 HST, berat basah ,berat kering kecambah dan jumlah klorofil. Pada perlakuan macam ZPT sintetik menunjukkan pengaruh yang nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman pada usia 28 HST, perlakuan ZPT auksin (Z1) menunjukkan nilai rata-rata tertinggi pada parameter tinggi tanaman. Sedangkan perlakuan konsentrasi ZPT sintetik menunjukkan pengaruh yang nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman pada usia 7 dan 21 HST dan jumlah daun pada usia 7 HST.Â Kata kunci : kedelai, ZPT sintetik,konsentrasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3134</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3134</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 17-27</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3134/2377</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3540</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T19:51:51Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN PUPUK KANDANG AYAM  TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum  lycopersicum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Zaman, Naperi</dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Usman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Naperi Zaman. Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertaian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Pengaruh Pemberian Pupuk Urea dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicium L.). Dibimbing oleh Ir. Neti Kesumawati, M.Si dan Ir. Yukiman Armadi, M.SiTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh pupuk urea danPupuk Kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, pada bulan Desember 2020 - Maret 2021 di lahan percobaan Fakultas pertanian dan peternakan universitas muhammadiyah Bengkulu, propinsi Bengkulu di desa pondok kubang Bengkulu tengah pada ketinggian ± 21 mdpl. Menggunakan Rancangan Acak lengkap RAL (F) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama pengaruh pupuk urea kotrol, U1 : 5 gr, U2 : 10 gr, U3 : 15 gr dan factor keduanya yaitu pengaruh Pupuk kandang ayam Pada perlakuan, K1 : 125 gr, K2 : 250 gr dan K3 : 375 gr. Dalam penelitian ini terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36 satuan percobaan setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman, sehingga di peroleh 144 tanaman tomat Solanum lycopersicum L.Dari hasil penelitian, pada perlakuan pupuk urea terhadap tanaman tomat menunjukkan bahwa berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman 42 HST, jumlah cabang 28 HST, jumlah cabang 42 HST, jumlah buah, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Dan berpengaruh nyata pada diameter batang 42 HST, dan berat buah. Sedangkan pada perlakuan kotoran ayam terhadap tanaman tomat menunjukkan bahwa berpengaruh sangat nyata pada diameter batang 28 HST dan berat basah tanaman. Dan berpengaruh nyata pada jumlah buah, berat buah, dan berat kering tanaman. Dan terjadi interaksi antara pupuk urea dan Pupuk kandang ayam pada parameter diameter batang 28 HST.Kata Kunci : Tomat, Pupuk Urea dan Kotoran Ayam</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3540</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3540</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 28-37</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3580</identifier>
				<datestamp>2022-12-15T21:50:06Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3593</identifier>
				<datestamp>2022-12-05T23:12:30Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN JERUK NAGAMI (Fortunella margarita L.) DENGAN TEKNIK SAMBUNG</dc:title>
	<dc:creator>Aznan Harahap, Dirga </dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva </dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana </dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Usman </dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi ZPT Terhadap Pertumbuhan Jeruk Nagami (Fortunella margarita&amp;nbsp;L.) Dengan Teknik Sambung Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama&amp;nbsp; jenis ZPT (Z) : Atonuik (Z0), ZPT Alamai dari Rebung Bambu (Z1), ZPT Alamai dari Bawang Merah (Z2), sedangkan faktor ke dua yitu Konsentrasi ZPT (K) : dengan konsentrasi 25% (K1), konsentrasi 50% (K2), dan konsentrasi 75% (K3) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis ZPT berpengaruh sangat nyta terhadap jumlah tunas 6 MSS, jumlah daun 4, 7, dan 10 MSS, panjang tunas 7 dan 10 MSS, sedangkan pada perlakuan pemberian konsentrasi ZPT serta interkasi antara jenis dan konsentrasi ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
Kata kunci : Atonik, bawang merah, jeruk nagami, rebung, dan konsentrasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3593</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3593</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 38-45</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3593/2370</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3594</identifier>
				<datestamp>2023-03-05T20:41:22Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK DENDROBIUM SP</dc:title>
	<dc:creator> Utari Violita, Sinta</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti </dc:creator>
	<dc:creator> Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator> Harini, Ririn</dc:creator>
	<dc:creator>Usman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Tanaman anggrek merupakan tanaman primadona yang cukup populer di seluruh penjuru dunia, salah satunya anggrek dendrobium sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman angrek Dendrobium Sp terhadap zat pengatur tumbuh dan pupuk organik cair. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertaman zat pengatur tumbuh (Z): Z0 (kontrol), Z1 (1 ml/l), Z2 (2 ml/l), sedangkan faktor kedua pupuk organik cair (P): P0 (kontrol), P1 (3 ml/l), P2 (4 ml/l), P3(5 ml/l), masing masing perlakuan dibuat menjadi 3 kelompok. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apa bila berbeda nyata dilakukan uji lanjut dan Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan zat pengatur tumbuh berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman (42, 63 dan 84 hst), panjang daun, lebar daun, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar, sedangkan pupuk organik cair menunjukkan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman (42, 63 dan 84 hst), dan tidak terdapat interaksi antara zat pengatur tumbuh dan pupuk organik cair pada (21, 42 dan 63 hst), pada perlakuan ZPT konsentrasi terbaik 2 ml/l dan POC 5 ml/l.
Kata kunci&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Anggrek Dendrobium Sp, zat pengatur tumbuh, dan pupuk organik cair. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3594</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3594</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 46-57</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3594/2371</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3595</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T19:51:51Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN VINCA (Catharathus roseus L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH</dc:title>
	<dc:creator>Siswanto</dc:creator>
	<dc:creator>Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita </dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis-jenis pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik serta interaksi antara pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik.&amp;nbsp; Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Perdana, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak&amp;nbsp;Lengkap Faktorial (RALF), perlakuan 1 yaitu Pupuk Kandang dengan P0 (Kontrol) P1 (Pupuk&amp;nbsp;Kandang Ayam) P2 (Pupuk Kandang Kambing) P3 (Pupuk Kandang Sapi). Perlakuan ke-2&amp;nbsp;yaitu pemberian Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Atonik K1 (1 cc/l), K2 (2 cc/l) dan K3 (3cc/l). Setiap&amp;nbsp;perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan dengan ditanami 4 tanaman setiap unit percobaan sehingga diperoleh 144 tanaman dan diambil 2 sampel di setiap unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter penelitian diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah&amp;nbsp;cabang, jumlah bunga serta waktu keluar bunga pertama, pupuk kandang ayam menunjukan respon paling terbaik dari perlakuan pupuk kandang lainya terhadap pertumbuhan tanaman vinca (Catharanthus roseus L.). Pada penelitian konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik berpengaruh sangat&amp;nbsp;nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 6 dan 10 mst, jumlah cabang umur&amp;nbsp;4, 6, dan 10 mst serta jumlah bung. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah cabang umur 8 mst dan berpengaruh tidak nyata pada parameter lainnya. Pemberian&amp;nbsp;konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik dengan dosis 2 cc/l memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tanaman vinca (Catharanthus roseus L.). Sedangkan pada penelitian ini tidak terjadi nya&amp;nbsp;interaksi antara perlakuan pupuk kandang dan konsentrasi zat pengatur tumbuh atonik terhadap pertumbuhan&amp;nbsp; tanaman vinca (Catharanthus roseus L.).&amp;nbsp;
Kata kunci: Pupuk kandang, Zat Pengatur Tumbuh Atonik,Vinca(Catharanthus roseus L.).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3595</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3595</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 58-68</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3595/2372</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3596</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T19:51:51Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN TANKOS KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)</dc:title>
	<dc:creator> Efendi, Sofyan</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti </dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi </dc:creator>
	<dc:creator>Yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk&amp;nbsp; SP-36 dan tankos kelapa sawit Terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah ( Arachis hypogaea L.). Penelitian ini telah dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Kota Bengkulu, mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor pertama Pupuk Tankos kelapa sawit (T) : T1 (2,5 ton/ha), T2 (5 ton/ha), T3 (7,5 ton/ha), T4&amp;nbsp; (10&amp;nbsp; ton/ha),&amp;nbsp; Sedangkan faktor kedua SP-36 (P) : P1 ( 75 gram/plot ), P2 ( 15o gram/plot ) dan P3 ( 225 gram/plot), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman, sehingga diperoleh 144 tanaman. Hasil data analisis mengunakan Analisis Sidik Ragam ( ANOVA ) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Dunca’s Multiple Range Test ( DMRT ) taraf 0,5%. Hasil perlakuan pupuk SP-36 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat polong segar, berat polong kering, jumlah cabang primer, jumlah polong pertanaman, berat 100 biji (gr), berat brangkas kering. Dan perlakuan tankos tidak berpengaruh&amp;nbsp; nyata terhadap semua pengamatan, Sedangkan ada interaksi pupuk sp-36 dan tankos terhadap tinggi tanaman 56 Hst.
Kata kunci : Kacang Tanah, Pupuk SP-36, Tankos Kelapa Sawit</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3596</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3596</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 69-77</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3596/2373</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3597</identifier>
				<datestamp>2023-03-05T20:43:03Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN BUAH</dc:title>
	<dc:creator>Akbar, Taufik </dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian pupuk organik cair&amp;nbsp; dan pemangkasan buah terhadap melon. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Untuk mengetahui pengaruh pemangkasan buah terhadap melon, penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan bentiring permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Faktor pertama pengaruh kosentrasi pupuk organik cair nasa (N) ,yang terdiri dari 4 taraf yaitu :N0 = Tanpa pupuk (kontrol), N1 = 3mL/L pupuk organik cair Nasa, N2 = 6mL/L pupuk organik cair Nasa , N3 = 9 mL/L pupuk organik cair Nasa, Faktor kedua P1 = 1 buah ditinggalkan di tanaman, P2 = 2 buah ditinggalkan di tanaman, P3= 3 buah ditinggalkan di tanaman, Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 144&amp;nbsp; tanaman.Model linier aditif untuk rangcangan factorial dua faktor dengan rancangan lingkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Berdasarkan hasil analisis ragam pada table diatas perlakuan pupuk cair berpengaruh nyata terhadap parameter bobot buah pertanaman, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 28, 42 hst, umur bunga betina, umur panen, diameter buah. Perlakuan pangkas berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang umur 28 hst, umur bunga betina, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 42 hst, umur panen, diameter buah. Interaksi pupuk cair dan pangkas berpengaruh nyata pada umur bunga betina. Dengan hasil terbaik perlakuan N2 dan P3 .
&amp;nbsp;Kata kunci : Melon, Pupuk Organik Cair, Pemangkasan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3597</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3597</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 78-85</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3597/2374</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/3598</identifier>
				<datestamp>2022-08-02T19:51:51Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:Jurnal+Agriculture</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oriza sativa. L) GALUR UNHZ 12A DI POLYBAG DENGAN PERLAKUAN UMUR PINDAH BIBIT DAN JUMLAH BIBIT</dc:title>
	<dc:creator>Aryani, Farida </dc:creator>
	<dc:creator>Asfaruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Sarina</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Renses</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberhasilan pengelolaan tanaman padi dipengaruhi berbagai faktor, antara lain umur pindah bibit dan jumlah bibit per rumpun tanam. Umur bibit pindah harus tepat dan sesuai untuk mengantisifasi pertumbuhan akar. Jumlah bibit per rumpun tanam akan mempengaruhi populasi yang ada, yang akan mempengaruhi pertumbuhan anakan produktif.
Penelitian ini dilaksanakan di perumahan Bumi Persada Indah, Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Mulai tanggal 30 Maret sampai dengan 26 Juli 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah umur pindah bibit tanam bibit dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1 : umur pindah bibit 21 hari, A2 : umur pindah bibit 28 hari, A3 : umur pindah bibit 35 hari. Faktor kedua adalah B1 : 2 batang per rumpun, B2 : 3 batang per rumpun, B3 : 4 batang per rumpun.
Berdasarkan uji lanjut BNT pada taraf 5% menunjukkan bahwa umur padi 35 hari memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman, umur keluar malai dan umur panen. Jumlah bibit 2 batang per rumpun memberikan jumlah anakan terbanyak. Tidak ada interaksi antar perlakuan umur pindah bibit dengan jumlah bibit per rumpun.
Kata Kunci : Padi, umur pindah bibit, jumlah bibit per rumpun, galur UNHZ 12A.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-08-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3598</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i1.3598</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture; 86-96</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/3598/2375</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4420</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:35Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN MUTU SIRUP BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris)  DENGAN  VARIASI KONSENTRASI BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr) DAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)</dc:title>
	<dc:creator> Sudarsana, Kadek</dc:creator>
	<dc:creator> Prasetya, Andwini</dc:creator>
	<dc:creator> Widawati, Lina</dc:creator>
	<dc:creator>Moulina, Methatias</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Daging buah pedada memiliki kandungan gizi yang tinggi. Secara umum buah pedada kurang dimanfaatkan karena rasanya yang asam, sepat dan sedikit pahit jika dimakan langsung. Salah satu upaya pemanfaatan buah pedada yaitu mengolahnya menjadi sirup. Sirup merupakan larutan gula pekat (sukrosa) highfructose syrup dan atau gula inversi lainnya) dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan makanan yang diizinkan Pemanfaatan buah pedada menjadi sirup dapat dilakukan dengan penambahan buah nanas untuk meminimalisir rasa buah pedada yang asam dan terasa sepat dan sedikit pahit serta memperbaiki warna. Pada umumnya sirup yang disimpan berubah menjadi tidak stabil, mengalami pengendapan sehingga terjadi penurunan mutu. Upaya untuk mencegah hal tersebut, perlu ditambahkan bahan penstabil sirup, salah satunya yaitu CMC (Carboxyl Methyl Cellulose). Perlakuan penelitian ada 9 macam yaitu penambahan ekstrak nanas dan CMC. Penambahan ekstrak nanas dan CMC tidak mempengaruhi sifat sensoris sirup buah pedada. Perlakuan terbaik sirup buah pedada dengan penambahan ekstrak nanas 25% dan CMC 0,5% dengan penilaian tertinggi berada pada skala agak suka. Analisis viskositas sirup pedada dengan perlakuan terbaik penambahan ekstrak nanas 25% dan CMC 0,5% yaitu 13,62 x 103 cp, analisis kandungan vitamin C sirup pedada dengan perlakuan terbaik penambahan ekstrak nanas 25% dan CMC 0,5% yaitu 12,29 mg sesuai dengan standar SNI dan Nilai R/C ratio dari analisis usaha sirup pedada yaitu 1,47
Kata Kunci: sirup, buah pedada, buah nanas, CMC
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4420</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4420</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 102-111</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4420/2846</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4422</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:35Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI GIBERELLIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum  L)</dc:title>
	<dc:creator> Triadi, Edwar</dc:creator>
	<dc:creator> Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi </dc:creator>
	<dc:creator>Harini, Ririn</dc:creator>
	<dc:creator> Yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bawang merah ( Allium ascalonicum ) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Hal ini karena bawang merah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah dibutuhakan unsur hara yang cukup, salah satunya dengan pemberian beberapa pupuk kandang dan konsentrasi giberelin. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktor yang terdiri dari 2 faktor dengan 16 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor – faktor yang diteliti merupakan faktor pertama perlakuan beberapa jenis pupuk kandang terdiri dari 4 taraf P0 = Kontrol P1 = Pupuk Kandang Ayam P2 = Pupuk Kandang Kelinci P3 = Pupuk kandang Kambing Faktor yang ke 2 konsentrasi giberellin terdiri dari 4 Taraf G0 = 0 ppm &amp;nbsp;( kontrol ) P1 = 50 ppm,p2 =75 ppm,p3 = 100ppm. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan berat kering. Berdasarkan analisis ragam perlakuan pemberian perlakuan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 42 hst, 56 hst, dan 84 hst. Berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 98 hst. Tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun pada umur 28 hst, dan 70 hst. Pemberian konsentrasi giberelin pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst dan 56 hst, akan tetapi konsentrasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 42 hst, 70 hst, 84 hst, dan 98 hst. Pada perlakuan berbagi konsentrasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun.
&amp;nbsp;
Kata kunci : Bawang Merah, Pupuk Kandang dan Giberellin</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4422</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4422</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 138-141</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4422/2849</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4442</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HASIL UMBI TIGA VARITAS KENTANG  (Solanum tuberosum, L) PADA JARAK TANAM</dc:title>
	<dc:creator> Adnan </dc:creator>
	<dc:creator>Karlina, Losi</dc:creator>
	<dc:creator>Apriansi, Mardia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh varitas umbi kentang dan jarak tanam terhadap hasil umbi kentang di dataran tinggi Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, dengan uji BNT pada tingkat signifikan 5%. Perlakuan eksperimental menggunakan dua factor yaitu varitas (V) dan jarak tanam (J). Faktor perlakuan pertama Varitas umbi kentang (V) terdiiri tiga varitas yaitu V1 = varitas granola, V2 = varitas atlantic dan V3 = diseere. Faktor kedua perlakuan jarak tanam (J), terdiri tiga tingkatan yaitu J1 = 80 cm x 20 cm, J2 = 80 cm x 25 cm, J3 = 80 cm x 30 cm.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berdasarkan analisis varians perlakuan varitas berpengaruh terhadap bobot umbi perbuah dan jumlah umbi pertanaman. Sedangkan perlakuan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap semua variable diameter umbi, jumlah umbi, bobot umbi perbuah dan bobot umbi pertanaman. Selanjutnya uji lanjut BNT pada taraf signifikan 5 persen,&amp;nbsp; perlakuan varitas diseere (V3),&amp;nbsp; berbeda nyata dengan varitas granola (V1) dan varitas atlantic (V2),&amp;nbsp; terhadap bobot umbi perbuah. Sedangkan uji BNT 5 persen, perlakuan varitas atlantic (V2) berbeda nyata dengan varitas granola (V1) dan varitas atlantic (V2) terhadap jumlah umbi pertanaman.
Kesimpulan : &amp;nbsp;Penggunaan varitas diseere menghasilkan bobot umbi yang besar perbuah dan varitas atlantic memperoleh jumlah buah terbanyak pertanaman.
Kata Kunci : Varitas, jarak tanam dan umbi kentang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4442</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4442</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 97-101</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4442/2845</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4463</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGOLAHAN GELAMAI BUAH PEDADA (Sonneratia caseolaris) DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG MOCAF</dc:title>
	<dc:creator> Kurniawan, Hengki</dc:creator>
	<dc:creator>Nur'aini, Hesti</dc:creator>
	<dc:creator> Prasetya, Andwini</dc:creator>
	<dc:creator>Moulina, Methatias</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Buah pedada (Soneraatia caseolaris) merupakan komunitas tanaman yang hidup di habitat payau. Buah pedada memiliki komponen steroid, triterpenoid, flavonoid, karboksil benzene dan memiliki sifat yang memiliki analgesik dan antiflamantori. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong. Keunggulan dari tepung mocaf yaitu memiliki kandungan kalsium, fosfor, serta, kaya vitamin C, mengandung fitoestrogen yang berfungsi untuk mencegah menopause dini yang biasa terjadi pada wanita. Tepung mocaf berwarna putih, tidak beraroma singkong lagi, bertekstur lembut, lebih elastis ketika digunakan sebagai bahan untuk membuat kue salah satunya gelamai.
Gelamai merupakan salah satu makanan khas dari Provinsi Bengkulu yang biasa dikenal sebagai dodol. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui informasi tentang rendemen, uji organoleptic, karakterisitik mutu kima, fisika (tekstur) dan analisis usaha gelamai. Ada 9 perlakuan penelitian dengan substitusi tepung mocaf. Substitusi tepung mocaf yang berpengaruh pada warna, rasa dan aroma gelamai buah pedada. Rerata rasa gelamai buah pedada, tepung mocaf dan tepung ketan pada perlakuan 10;60;30 yaitu 3,35 (agak suka) dan perlakuan 20; 25:55 yaitu 4,25 (suka).
Rerata warna gelamai dengan perlakuan 10:60:30 &amp;nbsp;pada skala 3,40 (agak suka) dan perlakuan 30:20:50 pada skala 4,14 (suka). Rerata tekstur gelamai buah pedada pada perlakuan 10:60:30 pada skala 3,5 (agak suka)&amp;nbsp; dan perlakuan 30:20:50 adalah 4,15 (suka). Karakteristik kimia gelamai buah pedada dengan substitusi tepung mocaf dengan rerata kadar air 39.75%, kadar abu0.58%, kadar protein&amp;nbsp; 0.62%, kadar lemak 1.71%, kadar serat 1.28%, karbohidrat 65, 51% dan vitamin C 8.03 mg.
Hasil analisis fisika gelamai buah pedada dengan substitusi tepung mocaf pada nilai rendemen menunjukkan nilai 49.50 sampai 50.50% dan analisis tekstur gelamai buah pedada dengan hasil perlakuan terbaik pada rerata 103 mm/g. Analisis keuntungan usaha gelamai buah pedada adalah Rp.8.302,000 dimana setiap Rp.1 yang dikeluarkan dapat menghasilkan keuntungan Rp. 1,299.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4463</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4463</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 126-137</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4463/2848</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4474</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN CABE RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN NPK</dc:title>
	<dc:creator>Yeni</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman </dc:creator>
	<dc:creator> Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator> Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Cabe rawit ( Capsicum frutescenc L.) adalah salah satutanaman hortikultura dari family solanacae tidak hanya memilikinilai ekonomi tinggi, tetapi juga karena buahnya yang memilikikombinasi warna, rasa, dan memiliki banyak kandungan gizi danvitamin, diantarannya kalori, protein, lemak, kalsium vitamin A,B1, dan vitamin C. Tujuan dari penelitian Mengetahui intraksipemberian POC NASA dan NPK terhadap Pertumbuhan danHasil Tanamn Cabe Rawit (Capsicum Frutescens L). Penelitianini dilaksanakan di Desa Tanjung Perdana, Kecamatan PondokKubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.Rancangan yang di gunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap(RAK) dengan dua perlakuan, perlakuan 1 yaitu Pupuk OrganiCair NASA P0( kontrol) P1 (5 ml/l) P2 (10 ml/l) P3 ( 15 ml/l),perlakuan ke 2 yaitu NPK M1 (5), M2 (10). dan M3 (15). setiapperlakuan di ulangi sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 36satuan setiap percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 4tanaman sehingga di peroleh 144 unit tanaman.hasil penelitianmenunjukkan perlakuan Pupuk Organi Cair NASA berpengaruhsangat nyata pada parameter berat basah brangkas padaperlakuan 15 ml. Perlakuan NPK berpengaruh sangat nyata padajumlah buah dan dan berat basah akar pada perlakuan 15 g.Sedangkan pada penelitian ini tidak terdapat intraksi antaraperlakuan Pupuk Organik Cair NASA dengan NPK Mutiarapada semua parameter yang di amati.Kata Kunci: Cabe Rawit ( Capsicum ftitescens L.),Pupuk OrganikCair, NASA dan NPK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4474</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 180-190</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4474/2852</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4488</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN PHOSFOR DAN INTENSITAS PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)</dc:title>
	<dc:creator> Anam, Khoirul</dc:creator>
	<dc:creator>A.Miftakhurrohmat</dc:creator>
	<dc:creator>M. Abror</dc:creator>
	<dc:creator>Saiful</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian phosfor dan intensitas penyiraman terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini di laksanakan pada tanggal 24 Maret – 18 Juni 2022 di Desa Jiken Kecamatan Tulangan , Sidoarjo. Metode yg di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Secara faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian phosfor terdiri dari 25 kg/ha, 50 kg/ha, dan 75 kg/ha, sedangkan faktor kedua intensitas penyiraman yg terdiri dari 3 level yaitu 1, 2, dan 3, kali penyiraman perhari. Setiap perlakuan di ulang 3 kali, sehingga di peroleh 27 satuan percobaan. Variabel pengamatan terdiri dari jumlah daun, penjang tanaman, jumlah anakan, berat basah, berat kering. Data di analisa menggunakan ANOVA yang di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Didapatkan hasil bahwasannya terjadi interaksi yang nyata pada umur 21 hari &amp;amp; 28 hari (HST) pada variabel pengamatan jumlah daun, dan variable pengamatan berat basah terjadi interaksi sangat nyata. Kombinasi phosfor 75 kg/ha dengan intensitas penyiraman 3 kali perhari mendapatkan hasil pertumbuhan daun tanaman bawang merah tertinggi 30,00 helai, berat basah umbi per rumpun 39,00 gr, tidak ada pengaruh nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah anakan, dan berat kering per rumpun.
Kata kunci : Bawang Merah , Pemberian Phosfor, Intensitas Penyiraman.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4488</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4488</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 112-125</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4488/2847</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4511</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH INTENSITAS PENYIANGAN DAN  PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum. L )</dc:title>
	<dc:creator> Izzul Haq, Yoga</dc:creator>
	<dc:creator> Machfud WDP, Al</dc:creator>
	<dc:creator> Abror, M.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui Pengaruh Intensitas Penyiangan DanPemupukan terhadap Pertumbuhan Dan&amp;nbsp; Produksi Bawang Merah. dilaksanakan pada bulan April 2022- bulan Juni 2022 di Desa Jiken Kecamatan Tulangan, Sidoarjo menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) di susun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor yaitu faktorpertama intensitas penyiangan dengan tiga taraf yaitu penyiangan 1 kali , penyiangan 2 kali, dan penyiangan 3 kali sedangkan faktor kedua dengan tiga taraf intensitas pemupukan yaitupemupukan 1 kali , pemupukan 2 kali, dan pemupukan 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari Panjang Tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Berat Basah (gram),berat kering (gram) dan jumlah umbi. Data di analisis menggunakan analisis ragam (anova) jika terjadi pengaruh dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi yang nyata pada kombinasi intensitas penyiangan danintensitas pemupukan terhadap jumlah daun sedangkan intensitas penyiangan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel berat basah dan jumlah umbi bahwa intesitas penyiangan 3 kalimemberikan hasil maksimal namun tidak signifikan 2 kali penyiangan dan intensitas pemupukan memberikan pengaruh nyata terhadap berat kering dengan intesitas pemupukan 3 kali memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan maupun produksi bawang merah.menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada parameter pengamatan (panjang tanaman, berat basah umbi, berat kering umbi dan jumlah umbi). Pada variabel panjang tanamantertinggi bawang merah 28.03 cm, jumlah daun 26.89 helai, berat basah umbi per rumpun 26.93 gram, berat kering umbi per rumpun dengan daun 40.33 gr, berat kering umbi perrumpun tanpa daun 25.41 gram
Kata kunci : penyiangan, pemupukan, bawang merah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4511</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4511</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 142-155</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4511/2850</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4570</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN MENIRAN HIJAU MERAH  (Phyllanthus tenellus Roxb) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS  PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK UREA</dc:title>
	<dc:creator> Pamungkas, Vina</dc:creator>
	<dc:creator> Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:creator> Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meniran merupakan tanaman obat yang biasanya lebih banyak di manfaatkan pada bagian daunnya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan meniran hijau merah (Phyllanthus tenellus Roxb) terhadap pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk urea. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juli 2022 di Jalan Danau, Dusun Besar, Kec. Singaran Pati, Kota Bengkulu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap &amp;nbsp;(RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan pertama yaitu&amp;nbsp; Pemberian Pupuk Kandang Ayam (P) yaitu : &amp;nbsp;P0 (Kontrol), P1 (Pupuk Kandang Ayam 10t/ha), P2 (Pupuk Kandang Ayam 20t/ha), P3 (Pupuk Kandang Ayam 30t/ha). Perlakuan Pupuk Urea (N) yaitu : N0 (Kontrol), N1 (Pupuk Urea 100kg/ha) dan N2 (Pupuk Urea 200kg/ha). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor perlakuan tersebut, maka diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing kominasi perlakuan diulangi 3 kali dan diperoleh 36 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri dari 5 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman yang akan diamati pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pengaruh dosis pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada jumlah cabang 6 MST, berat basah total, berat kering batang, berat kering total, berpengaruh nyata pada jumlah daun majemuk 2 MST, jumlah cabang 12 MST, dan berat basah batang. Perlakuan pemberian dosis pupuk urea berpengaruh nyata pada diameter batang 8 MST dan berpengaruh tidak nyata pada parameter yang lain. Sedangkan pengaruh dosis pupuk Urea berpengaruh nyata pada diameter batang 8 MST pada tanaman meniran hijau merah (Pyllanthus tenellus Roxb). Untuk mengetahui respon pertumbuhan meniran hijau merah (Phyllanthus tenellus Roxb) terhadap pemberian dosis pupuk kandang ayam dan pupuk urea maka data diperoleh&amp;nbsp; dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan excel dan tabel Anova, maka dilakukan analisis ragam (uji F). Jika berpengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji DMRT 5%.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Pupuk Kandang Ayam, Pupuk Urea dan Meniran Hijau Merah </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4570</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4570</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 156-170</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4570/2851</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/4571</identifier>
				<datestamp>2023-02-07T21:03:33Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN POC KULIT PISANG KEPOK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS  (Zea mays saccharata sturt)</dc:title>
	<dc:creator> Andesta, Megi</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti </dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
MEGI ANDESTA. Pengaruh Pemberian POC Kulit Pisang Kepok Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt) dibimbing oleh Bapak SURYADI dan Ibu NETI KESUMAWATI.&amp;nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian POC kulit pisang kepok dan NPK terhadap&amp;nbsp; pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays Saccharata sturt). Mengetahui pengaruh pemberian POC kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Mengetahui pengaruh NPK terhadap pertumbuan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bentiring Permai, Kecamatan Bangkahulu, Kota Bengkulu Pada Bulan April 2022- Juli 2022. &amp;nbsp;Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku catatan, cangkul, parang, alat tulis, gembor, handspray, timbangan digital, meteran, mistar, tali raffia, kamera, waring (pagar) dan jangka sorong. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih jagung manis Varietas Paragon, Air, gula , kulit pisang kepok untuk bahan POC cair, NPK, pestisida, Furadan 3G. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) disusun secara faktorial.&amp;nbsp; Terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor pertama adalah konsentrasi POC: P0= Kontrol,&amp;nbsp; P1= 5 % ( 50 ml/l),&amp;nbsp; P2= 10 % (100 ml/l)P3= 15 % (150 ml/l).&amp;nbsp; Faktor kedua adalah dosis NPK : N1 =&amp;nbsp; 550 kg/ha. N2 = 600 kg/ha.&amp;nbsp; N3 = 650 kg/ha. Terdapat 12 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 unit petak percobaan, dalam satu unit petak percoban ada 6 tanaman, dengan jumlah keseluruhan 216&amp;nbsp; tanaman, 4 tanaman sampel. Berdasarkan hasil analisis ragam interaksi antara perrlakuan POC dan NPK berpengaruh tidak nyata pada semua parameter perlakuan POC kulit pisang berpengaruh sangat nyata pada parameter pada umur diameter batang 42 HST.&amp;nbsp; Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 42 HST. Berpengaruh tidak nyata pada parameter yang lainnya.&amp;nbsp; Pada perlakuan NPK berpengaruh nyata pada parameter diameter batang 56 HST. &amp;nbsp;Berpengaruh tidak nyata terhadap paramameter tinggi tanaman umur 28, 42 dan 56, jumlah daun pada umur 28. 42 dan 56 HST, diameter batang umur 28 dan 56 HST, panjang tongkol kelebot, diameter tongkol kelobot dan berat tongkol kelobot.
&amp;nbsp;
Kata Kunci : Jagung, POC kulit pisang kapok, NPK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4571</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v17i2.4571</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture; 171-179</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v17i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/4571/2747</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5025</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:22Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)  DENGAN PERLAKUAN MEDIA TUMBUH PELEPAH SAWIT DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT</dc:title>
	<dc:creator> Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:creator>Nurseha</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Nurlianti</dc:creator>
	<dc:creator>Ningrum Komala Devi, Anggi </dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp;
Jamur tiram putih merupakan jenis jamur kayu yang termasuk dalam jenis tanaman pangan yang banyak digunakan oleh masyarakat, karena memiliki gizi yang tinggi dan tidak mengandung racun, serta bermanfaat untuk kesehatan antara lain dapat menurunkan kolesterol dan memperlancar pencernaan, sehingga jamur tiram putih sangat baik untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih, dan untuk mengetahui komposisi terbaik media tumbuh Pelepah Sawit (PS) dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bagi pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 (enam) taraf perlakuan, dan 4 (empat) ulangan, setiap unit perlakuan terdiri dari 4 (empat) baglog, 6 (enam) taraf perlakuan tersebut adalah :
B0 : Serbuk gergaji kayu 80% + B 15% + TJ 3% + K 2%&amp;nbsp; (kontrol), B1 : PS 80% + TKKS 0% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B2 : PS 70% + TKKS 10% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B3 : PS 60% + TKKS 20% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B4 : PS 50% + TKKS 30% + B 15% + TJ 3% + K 2%, B5 : PS 40% + TKKS 40% + B 15% + TJ 3% + K 2%. (PS : Pelepah Sawit, TKKS : Tandan Kosong Kelapa Sawit, B : Bekatul, TJ : Tepung Jagung, K : Kapur).
Berdasarkan uji lanjut BNT 5%, menunjukkan pertumbuhan miselium perlakuan BO berbeda, tidak nyata dengan perlakuan B2 dan B3 pada umur 39 HIS, 44 HIS, 49 HIS, 50 HIS, tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B4 dan B5. Sedangkan pada diameter tudung buah panen kedua perlakuan B0 berbeda tidak nyata denan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B2, tetapi pada panen ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4 dan B5, namun perlakuan dengan perlakuan pelepah sawit (PS) + Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang terbaik adalah perlakuan B2 (5,39). Demikian perlakuan PS + TKKS pada panjang tangkai yang terbaik adalah perlakuan B2 (12,31) yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan B0 (12, 53), B1 (11,63), B3 (11,13), B4 (11,40), B5 (10,73). Sedangkan pada jumlah tudung buah perlakuan B0 berbeda tidak nyata dengan perlakuan B2 baik pada panen kedua maupun pada panen ketiga. Pada bobot segar jamur tiram putih pada panen pertama, kedua dan ketiga perlakuan B0 berbeda sangat nyata dengan perlakuan B1, B2, B3, B4, B5, tetapi perlakuan B2 memberikan hasil terbaik untuk perlakuan PS + TKKS (100, 07, 77, 72, 69, 31). Berarti disini perlakuan B2 : PS 70% + TKKS 10% + B15% + TJ 3% + K 2% dapat mensubstitusi perlakuan B0 untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih.
Kata kunci : jamur tiram putih, media tumbuh, serbuk gergaji, pelepah sawit, tandan kosong kelapa sawit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5025</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5025</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5025/3376</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5410</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:22Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Pemberian Pupuk Daun gandasil D Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Hijau Keriting (Lactuca sativa L.)</dc:title>
	<dc:creator> Arifin, Saiful</dc:creator>
	<dc:creator>Abror, M. </dc:creator>
	<dc:creator> Wahyu Nita, Rafika</dc:creator>
	<dc:creator>Irfan Hanafi, Faris </dc:creator>
	<dc:creator> Juna, Sebastianus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengaruh pemberian pupuk daun Gandasil D terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada krtiting hijau. Penelitian ini dilakukan di Lahan Desa Modong, Kecamatan Tulangan Sidoarjo yang dimulai pada bulan Oktober-Desember 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok pola non factorial dengan 7 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut diantaranya adalah Pupuk gandasil D G1 : 0,5 gr/l air, G2: 1 gr/l air, G3: 1,5 gr/l air, G4: 2 gr/l air, G5: 2,5 gr/l air, G6: 3 gr/l air, G7: 3,5 gr/l air. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah dan berat kering. Data yang telah didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (annova) kemudian jika terdapat pengaruh yang nyata dan sangat nyata maka dilakukan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pupuk daun Gandasil D memberikan pengaruh sangat nyata terhadap Tinggi tanaman dan Berat Kering, memberikan pengaruh nyata terhadap berat basah sedangkan pada variabel jumlah daun dan panjang akar pemberian perlakuan tidak bepengaruh nyata namun dikasilkan jumlah daun paling banyak pada perlakuan G7 dengan jumlah 15,33 serta panjang akar terpanjang pada G7 yaitu 16,00 helai.
Kata Kunci : Selada, Pupuk Daun, Gandasil D.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5410</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5410</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 12-25</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5410/3375</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5411</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:22Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA  (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM (The Respons Growth and Yield Of Selada (Lactuca stiva L.) On Dosage Kalium )</dc:title>
	<dc:creator>Mulatsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Asfaruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Sudaryanti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada dan untuk mendapatkan dosis yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil selada. &amp;nbsp;Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2016 di kebun percobaan BPP Pagar Jati , Kabupaten Bengkulu Tengah. . Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)&amp;nbsp; yang terdiri dari 5 perlakuan (K0 : tanpa kalium. K1 : 25 kg/ha. K2 : 50 kg/ha. K3 : 75 kg/ha dan K4 : 100 kg/ha) dengan 4 ulangan sehingga terdapat 20 (dua puluh) satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalim memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil selada. Perlakuan K4 ( 100 kg/ha KCl = 75 g/polibag)) memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.&amp;nbsp;
Kata kunci : &amp;nbsp;Lactuca sativa., Dosis KCl,</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5411</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5411</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 26-35</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5411/3374</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5413</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:21Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">KOMBINASI AB MIX DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN  PAKCOY (Brassica rapa L.) SECARA HIDROPONIK  SISTEM WICK BOTOL BEKAS</dc:title>
	<dc:creator>Forensyah, Peter</dc:creator>
	<dc:creator>Pondesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator> Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">PETER FORENSYAH. Kombinasi Ab Mix Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.)&amp;nbsp; Secara Hidroponik Sistem Wick Botol Bekas.&amp;nbsp; Dibimbing oleh YUKIMAN ARMADI dan RITA HAYATI.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh dosis petrognaik dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanain dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl. Bali Kota Bengkulu pada bulan Agustus-Oktober 2021. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) perlakuan 1 macam nutrisi (N) yaitu Kontrol (N0), 600 ppm+0,5 gram Petrogenik/L air (N1), 600 ppm+1 gram Petrogenik/L air (N2), 600 ppm+1,5 gram Petrogenik/L air (N3). Perlakuan ke-2 yaitu Rockwool (M1) dan Sekam Padi (M2). Terdapat 8 kombinasi diulang sebanyak 4X sehingga diperoleh 32 percobaan, setiap percobaan 4 tanaman sehingga diperoleh 128 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Pemberian dosis petrogenik 1 g/ L air dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman pokcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik sistem wick botol bekas. Media tanam rockwool dan sekam padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Tidak ada interaksi antara perlakuan dosis petrogenik dan media tanam terhadap tanaman pokcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik sistem wick botol bekas.
Kata Kunci : Pakcoy, AB mix, Media Tanam</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5413</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5413</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 36-48</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5413/3373</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5419</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:21Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PEMANFAATAN FLY ASH-BOTTOM ASH (FABA) SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL  DAN KUALITAS TOMAT</dc:title>
	<dc:creator>Azima Putri, Anita </dc:creator>
	<dc:creator>Yawahar, Jon</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fly ash and bottom ash are the remains of coal combustion whose production is abundant, but its processing is not maximum. Therefore, FABA should be optimally utilized as a mixture of vegetable growing media. The study aims to test the use of FABA as a mixture of plant media against vegetable growth, yield, and nitrate content. The research was conducted at …. The research were arrennged in RCBD with two factors, the first factor is the composition of the planting media consisting of 4 levels, i.e. (K0) = 0 kg FABA + land 16,0 kg, (K1) = Fly ash 0,4 kg + bottom ash 0,1 kg + land 15,50 kg; (K2) = Fly Ash 0,8 kg + lower ash 0,2 kg + ground 15,0 kg (K3) = Fly ash 1,2 kg + bottom ash 0,3 kg +&amp;nbsp; tanah 14,50 kg. The results showed The composition of the planting medium 0.8 kg FA + 0.2 kg BA + 16 kg soil gave the best response to the variable number of fruit, fruit weight per plant, fruit diameter and fruit hardness. The highest nitrate content was obtained from the composition of the planting medium 0 kg FABA + 16 kg soil, while the lowest nitrate content was 1.2 kg FA + 0.3 BA + 14.5 kg soil. Vegetable products are safe for consumption in terms of nitrate levels consumed based on the provisions of the Accetable Daily Intake (ADI) and Estimated Daily Intake (EDI)
&amp;nbsp;Keywords : fly ash, bottom ash, nitrate, vegetable, acceptable daily intake</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5419</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5419</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 49-61</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5419/3372</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5420</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:21Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil dengan perlakuan Air Cucian Beras pada Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.)</dc:title>
	<dc:creator>Abror, M. </dc:creator>
	<dc:creator> Nurma Riski, Nabila</dc:creator>
	<dc:creator> Alfatus Sholihah, Arina</dc:creator>
	<dc:creator> Hadi, Aditya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan serta hasil tanaman terong ungu dan dosis air cucian beras yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu tertinggi. Penelitian dilaksanakan di Lahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang berada di Perumahan Graha Pesona Modong, Tulangan, Sidoarjo. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas satu faktor percobaan dan terdiri dari tujuh taraf perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Taraf perlakuan terdiri dari 100 ml/liter air, 150 ml/liter air, 200 ml/liter air, 250 ml/liter air, 300 ml/liter air, 350 ml/liter air, 400 ml/liter air. Parameter pengamatan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, panjang akar, dan berat buah tanaman. Semua data kuantitatif dari hasil pengamatan diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA) jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian pupuk organik cair air cucian beras tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah buah, tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat buah, dan panjang akar. Dosis poc air cucian beras yang menghasilkan berat buah tertinggi adalah 300 ml. Dosis poc air cucian beras yang menghasilkan panjang akar tertinggi adalah 200ml.
Kata kunci : air cucian beras, terong ungu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5420</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5420</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 62-72</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5420/3346</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5449</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:21Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN MACAM ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN  (Cucumus Sativus L)</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Alam</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Pondesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator> Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi, Suryadi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pupuk SP36 dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis Saivus L).Penelitian ini di laksanakan di kebun&amp;nbsp; kelompok tani Milenial. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor 3 ukangan. Faktor pertama pemberian pupuk SP36 (P): P0 (kontrol), P1 (1,6 gr/tanamaan), P2 (2,4 gr/tanaman), P3 (3,2 gr/tanaman), Sedangkan faktor kedua pemberian zat pengatur tumbuh alami (Z): Z0 (kontrol), Z1 (ektrak bawang merah), Z2 (air kelapa), Z3 (ektrak toge). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor pemberian tersebut, maka di peroleh 16 kombinasi perlakuan. Masing masing kombinasi perlakuan di ulang 3 kali dan di peroleh 48 satuan percobaan dan di setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman sehingga terdapat 192 tanaman yang akan diamati pada penelitian ini. Hasil penelitan menunjukan bahwa perlakuan pupuk SP36 berpegaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, berat buah pertanaman, panjang buah, jumlah buah, berat basah, berat kering. Sedangkan pada perlakuan zat pengatur tumbuh alami berpengaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, jumlah buah pertanaman, berat basah, berat kering dan berpengaruh nyata terhadap berat buah pertanaman. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk SP36 dan macam zat pengatur tumbuh alami.
Kata kunci: Macam zat pengatur tumbuh alami, Mentimun (Cucumis Sativus L), Pupuk SP36</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5449</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5449</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 73-84</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5449/3345</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5586</identifier>
				<datestamp>2023-07-26T11:15:20Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI MACAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR </dc:title>
	<dc:creator> Miftahurahma, Zerin</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRAK
&amp;nbsp;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya interaksi macam POC dan kosentrasi terhadap tanaman selada merah (Lactuca Satva var. crsipa).&amp;nbsp; Penelitian ini telah dilaksanakan di Jalan Danau Raya, Masjid Jamik Al-Huda, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.&amp;nbsp; Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor.&amp;nbsp; Faktor pertama macam Pupuk Organik Cair (POC) terdiri dari P0 (nasa), P1(daun kelor), P2(daun lamtoro), P3(jakaba).&amp;nbsp; Faktor kedua adalah tingkatan kosentrasi yatu K1(5%), K2(10%) dan K3(15%). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, setiap kombinasi terdiri dari 5 tanaman, sehingga terdiri dari 180 unit perlakuan percobaan.&amp;nbsp; Hasil penelitian ini &amp;nbsp;menunjukan perlakuan macam POC dan kosentrasi berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 7 hst dan 28 hst, sedangkan pada parameter jumlah daun berpengaruh nyata umur 21 hst hingga 28 hst dan terdapat interaksi pada parameter jumlah daun umur 28 hst.&amp;nbsp; Pada parameter tinggi tanaman umur 7 hst macam POC kelor (P1) berpengaruh nyata dengan POC nasa (P0) akan tetapi berpengaruh tidak nyata dengan semua perlakuan lainya. Macam POC kelor (P1) memberikan hasil yang terbaik dari perlakuan lainya.&amp;nbsp; Berdasarkan perlakuan kosentrasi didapatkan kosentrasi 15% (K3) berpengaruh nyata dengan kosentrasi 5% (K1).&amp;nbsp; Kosentrasi 15% (K3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman umur 28 hst.&amp;nbsp; Pada parameter jumlah daun umur 21 hst macam POC kelor (P1) berpengaruh nyata terhadap POC nassa (P0) dan POC lamtoro (P2).&amp;nbsp; Macam POC kelor (P1) memberikan hasil terbaik dari perlakuan lainya.&amp;nbsp; Pada parameter jumlah daun umur 28 hst terjadi interaksi jumlah daun tertinggi 8,89 (P1K3) hingga 10,33 (P3K3).&amp;nbsp; Ketiga POC dapat digunakan dengan kosentrasi terbaik 10% (P2) dan 15 % (P3).&amp;nbsp; Perlakuan macam POC kelor (P1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan kosentrasi 15% (K3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun.
Kata Kunci : POC, Konsentrasi dan Selada Merah (Lactucasativa &amp;nbsp;var. crispa).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-07-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5586</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i1.5586</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture; 85-103</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5586/3343</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5681</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:33Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Media Tanam Faba Dan Kotoran Sapi Yang Diperkaya Darah  Dan Bioaktivator Rumen Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman  Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">The THE EFFECT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH BIOCHAR AND CHICKEN MANURE BIOCHAR ON NUTRIENT UPTAKE OF N, P, K AND YIELD OF SWEET CORN ON ALLUVIAL LAND</dc:title>
	<dc:creator> Idiawati, Merliana</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Podesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Harini, Ririn</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan Pengaruh Media Tanam FABA Dan Kotoran Sapi Yang Diperkaya Darah Dan Bioaktivator Rumen Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Oktober sampai 24 Desember 2023 di lahan percobaan penelitian yang terletak di Jl. Raya Darma Wanita RT.18 RW.05 Sidodadi, Kel.Bentiring Permai, Kec. Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.   Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama FABA (F) F0 (Kontrol), F1 (20%) F2 (30%) F3 (40%) F4 (50%) sedangkan faktor kedua dosis pupuk kandang sapi (S) S0 (Kontrol) S1 (25 gr) S2 (50 gr) S3 (75 gr) penelitian ini memeiliki 20 kombinasi perlakuan masing masing perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 60 kombinasi ulangan perlakuan setiap unit terdapat 3 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman untuk diamati. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan apabila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media tanam FABA berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) pada umur 2 dan 4 MST, jumlah daun pada umur 6 dan 8 MST, Berat Basah Umbi pada umur 8 MST, Berat Basah Tanaman pada umur 8 MST, Berat kering tanaman 8 MST, Berat Basah Umbi 8 MST, Berat Kering Umbi 8 MST, dan berpengaruh Nyata Pada Parameter Pengamatan Jumlah Daun 2 dan 4 MST, Jumlah anakan 8 MST, komposisi media tanamn FABA yang baik untuk pertumbuhan tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L) yaitu dibawah 20 %, dan Perlakuan Bioaktivator Rumen sapi Berpengaruh sangat Nyata pada parameter jumlah daun 8 MST dan berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 4 MST.
Kata Kunci : Bawang Merah, Bioaktivator, FABA, Pukan Sapi</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Alluvial land which is very wide in the West Kalimantan region can be used as land for the cultivation of sweet corn. Low organic matter in alluvial soils requires fixing agents to improve soil structure. This study aims to determine the effect of giving a combination of tankos biochar and chicken manure biochar on dry weight, nutrient uptake of N, P, K and weight of cobs with sweet corn husks. This research was conducted from November to April, in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak City, West Kalimantan. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 5 replications consisting of 25% tankos biochar and 75% chicken manure biochar: B0 (Control), B1 (20 tonnes/ha), B2 (40 tonnes/ ha), B3 (60 tonnes/ha), B4 (80 tonnes/ha). The results showed that the administration of a combination of tankos biochar and chicken manure biochar had a significant effect on all parameters. Giving a combination of tankos biochar and chicken manure biochar. Giving a combination of tankos biochar and chicken manure biochar had a very significant effect on the parameters of dry weight and weight of corn cobs and husks. The best treatment or dosage for all parameters lies in treatment B4 (80 tons/ha) which gives a 3.7% increase in dry weight, N absorption is 1.3%, P absorption is 1.45%, K absorption is 0.25% , the weight of cobs with husks was 1.88% % and the yield of sweet corn was 10.40 tonnes/ha.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5681</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.5681</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 59-81</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5681/4049</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5810</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum annum L) DALAM BUDIDAYA ORGANIK DENGAN MEMANFAATKAN CAMPURAN PUPUK ORGANIK PELEPAH DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT</dc:title>
	<dc:creator>Sunarti, Sunarti</dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Sipatri</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlianti, Nurlianti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annum L.) pada budidaya organik dengan menggunakan pupuk organik campuran pelepah dan tandan kosong kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022 sampai bulan April 2023, di Desa Lubuk Sini, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, Propinsi Bengkulu. Percobaan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi pupuk (K) yaitu : K1 = pelepah sawit + tandan kosong kelapa sawit (1:1), K2 = pelepah sawit + tandan kosong kelapa sawit (1:2) dan K3 = pelepah sawit + tandan kosong kelapa sawit (2:1). Faktor kedua adalah dosis pupuk (D): D1 = 15 ton/ha, D2 = 20 ton/ha dan D3 = 25 ton/ha. Didapat 27 satuan percobaan, setiap satuan percobaan terdiri dari 5 tanaman sehingga ada 135 tanaman percobaan yang diamati. Hasil sidik ragam yang bebeda nyata akan diuji lanjut dengan menggunakan Ducan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 0,05.
&amp;nbsp;Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan komposisi pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap&amp;nbsp; jumlah cabang, jumlah buah dan bobot buah. Perlakuan dosis memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah umur 14 MST.
&amp;nbsp;Perlakuan komposisi pupuk terbaik didapatkan pada perlakuan K2 (perbandingan Pelepah sawit dan tandan kosong kelapa sawit, 1:2). Perlakuan dosis terbaik didapat pada perlakuan D3 (dosis 25 ton/ha).
Kata kunci: Cabai merah (Capsicum annum L), pupuk organic, pelepah sawit, tandan kosong kelapa sawit.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5810</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5810</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 104-119</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5810/3583</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5811</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (Allium cepa L) AKIBAT APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN RUCAH</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN TALAS (Colocasia esculenta)    DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS SERTA    PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN INCOME    OVER FEED COST  PADA ITIK TALANG BENIH </dc:title>
	<dc:creator> Kurnia, Intan</dc:creator>
	<dc:creator> Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:creator> Hasibuan, Ikhsan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada tahun 2019, Bengkulu menghasilkan sekitar 523,4 ton dari total produksi bawang merah nasional (0,033% dari total produksi nasional). Sebaliknya, penduduk Provinsi Bengkulu membutuhkan bawang merah sebanyak 5.182 ton setiap tahun. Perlu diupayakan peningkatan produksi bawang merah di Provinsi Bengkulu karena hal tersebut. Upaya peningkatan produksi bawang merah dengan pemanfaatan varietas unggul dan aplikasi POC pupuk organik cair ikan rucah (POC). Ikan rucah merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki dagimg relatif sedikit dan banyak duri, sehingga jarang dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Limbah ikan rucah berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik cair karena mengandung hara untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas mana yang cocok di budidayakan di bengkulu dan dosis terbaik POC ikan rucah pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.. Petak utama  adalah Varietas Bawang Merah (A); varietas Lokanata (A1), varietas Sanren F1 (A2), dan varietas Selupu merah (A3). Sedangkan Anak petak adalah Dosis POC ikan rucah (B) yang terdiri dari 4 taraf; 0 ml/l (B0), 100 ml/l (B1), 200 ml/l (B2), dan 300 ml/l (B3). Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan varietas memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peubah pertumbuhan bawang merah dan memberikan pengaruh nyata dan sangat nyata terhadap peubah hasil tanaman bawang merah.Perlakuan dosis POC memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap peubah pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, kecuali pada peubah hasil ton/ha. Tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan yang diuji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Kata kunci: Bawang merah, Lokananta, Sanren F1, POC ikan rucah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5811</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5811</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 139-152</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5811/3590</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5825</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">HUBUNGAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI PETANI DESA WALING</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EFEKTIVITAS POLA KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI KOPI DESA TENGKU </dc:title>
	<dc:creator>Jandu, Inosensius</dc:creator>
	<dc:creator>Every Sudirman, Paulus </dc:creator>
	<dc:creator> Gaangkur, Fabianus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pekarangan rumah merupakan sebagai lahan produktif akan membantu masyarakat rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan makanan dan dapat meningkatkan pendapatan. Masyarakat sudah memahami pentingnya penganekaragaman pangan dan kesehatan makanan yang dikonsumsi, dan mereka sudah memahami cara mengelola pendapat keluarga dengan menjual hasil panen mereka. Untuk meningkatkan perekonomian, masyarakat dapat mengembangkan lahan pertanian untuk beberapa komoditi dan mengolah hasilnya menjadi makanan. Desa Waling adalah lokasi penelitian ini, yang terletak di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai. Karena lokasi ini sengaja tentukan, karena sebagian besar masyarkatnya bekerja di bidang  pertanian, dan juga sebagian besar lahan yang mereka gunakan adalah perkarangan rumah. Penelitian ini dimulai pada bulan juli 2023 dan berlangsung hingga oktober 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hubungan pemanfaatan pekarangan rumah dapat mempengaruhi ekonomi masyarakat petani Desa Waling, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah dapat membantu meningkatkan ekonomi petani di Desa Waling. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah memiliki efek positif signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Desa Waling. Artinya, semakin bergiat masyarkat petani untuk menggunakan lahan pekarangan rumah, semakin banyak pendapatan mereka. Terutama untuk pemenuhan kebutuhan primer dan skunder petani termasuk dalam pendanaan ekonomi.
Kata Kunci: Ekonomi, Lahan Pekarangan, Petani</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilatarbelakangi bagaimana penggunaan pola komunikasi dan efektivitas pola komunikasi yang digunakan penyuluh pertanian di Desa Tengku. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yakni: Mengetahui pola komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian Desa Tengku. Mengetahui efektivitas pola komunikasi yang digunkan penyuluh pertanian Desa Tengku. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan pola komunikasi satu arah, penyuluh menyampaikan pesannya secara langsung bertatap muka dimana petani hanya sebagai pendengar saja tanpa ada umpan balik dalam melaksanakan diskusi. Pola komunikasi dua arah penyuluh dan petani&amp;nbsp; akan saling berdiskusi apabila ada kendala maupun hambatan dalam berusaha tani. Pola komunikasi multi arah dimana petani dan penyuluh akan saling bertukar pikiran atau diskusi dalam kegiatan berlangsung baik dengan penyuluh maupun dengan sesama petani. Sedangkan efektivitas pola komunikasi penyuluh pertanian yaitu pola komunikasi satu arah dimana petani hanya sebagai pendengar saja tanpa ada umpan balik dalam melaksanakan komunikasi. Pola komunikasi dua arah dimana petani dan penyuluh akan saling bertukar pikiran dalam kegiatan penyuluhan berlangsung. Pola komunikasi multi arah sangat efektif karena dalam perkumpulan kelompok tani, penyuluh membuka pikiran petani dalam diskusi kelompok. Ketika ada masalah maka dapat didiskusikan bersama dan menghasilkan solusi yang terbaik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5825</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5825</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 120-131</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5825/3584</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5860</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH SARI JANTUNG PISANG YANG DIFERMENTASI TERHADAP BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER: PENGARUH SARI JANTUNG PISANG YANG DIFERMENTASI TERHADAP  BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH SARI JANTUNG PISANG YANG DIFERMENTASI TERHADAP  BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER: PENGARUH SARI JANTUNG PISANG YANG DIFERMENTASI TERHADAP  BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER</dc:title>
	<dc:creator> Alfonsa Ngaku, Maria</dc:creator>
	<dc:creator> Tado, Petrus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian ini untuk mengkaji efek sari jantung pisang yang sudah di fermentasi terhadap kandungan bahan organik, protein kasar yang keluar bersama ekskreta (termetabolis) pada ayam broiler. Rancangan acak lengkap merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Terdapat 25 unit percobaan, dibagi dalam 5 perlakuan dan lima ulangan, setiap unit percobaan diisi 4 ekor broiler sehingga ada 100 ekor ayam broiler yang diamati. Pada umur 1 sampai 20 hari ayam diberikan pakan BR1 sedangkan pada umur 21 sampai 35 hari diberikan ransum komersial BR2. Untuk pemberian probiotik diberikan mulai umur ayam 8 hari. Kandang postal digunakan  pada ayam umur 1 sampai 35 hari dan dilanjutkan pada kandang metabolis setelah     ayam umur 35 sampai 42 hari.
Nilai bahan organik termetabolis terbaik dalam penelitian ini terdapat pada perlakuan 1 (P1) dengan nilai (86,02±2,23a%), PK termetabolis  terbaik  pada P1 dengan nilai (85,23 ± 2.20a%). Hal ini memberi bukti bahwa penggunaan sari jantung pisang fermentasi sampai 3,5% tidak berefek secara langsung pada bahan organik, protein kasar yang termetabolis bersama ekskreta pada ayam broiler. Kesimpulan pemberian air minum dengan tambahan probiotik sari jantung  pisang sebanyak 0,5% lebih efektif untuk diberikan pada ayam broiler untuk menunjang pertumbuhan, hal ini ditinjau dari nilai BO, PK termetabolis tertinggi.
Kata Kunci : Sari Jantung Pisang, Termetabolis, Broiler</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi bunga pisang terhadap kandungan protein kasar organik dari kotoran ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak . Satuan percobaan berjumlah 25 , dibagi dalam perlakuan dan lima kali ulangan , setiap satuan percobaan diisi dengan 4 ekor ayam pedaging sehingga jumlah ayam yang diamati sebanyak 100 ekor. Antara 1 dan 20 hari, ayam menerima pakan, sedangkan antara 21 dan 35 hari ayam broiler menerima pakan BR2. Probiotik diberikan sejak umur 8 hari. Kandang postal yang digunakan untuk ayam berumur 1 sampai 35 hari dan dilanjutkan dengan metabolisme setelah ayam mencapai umur 35 sampai 42 hari.
Nilai bahan organik termetabolisme terbaik terdapat pada perlakuan 1 dengan nilai PK termetabolisme terbaik adalah pada P1 dengan nilai 85.23 2.20a%. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan sari jantung pisang yang difermentasi sampai dengan 3,5% tidak berpengaruh langsung terhadap bahan organik yaitu protein kasar yang dimetabolisme bersama feses ayam broiler. Kesimpulannya pemberian air minum dengan probiotik sari jantung pisang 0,5% lebih efektif dalam menunjang pertumbuhan ayam yang ditunjukkan dengan nilai BO dan PK termetabolis paling tinggi.
Kata Kunci : Sari Jantung Pisang, Termetabolis, Broiler</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5860</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5860</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 132-138</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5860/3585</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5871</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt). PADA PEMBERIAN DOSIS BOKASHI DAN PUPUK PHOSPOR</dc:title>
	<dc:creator>Mulatsih, Sri</dc:creator>
	<dc:creator> Suzanna, Eka</dc:creator>
	<dc:creator> Puspa Wijaya, Rizani</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bokashi dan pupuk phospor terhadap pertumbuhan dan hasil serta  interaksi antara  keduanya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik  Penelitian dilaksanakan di desa Air Umban Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 (dua) faktor dengan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama  : Dosis bokashi terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu ; D0 (tanpa bokashi, D1 (bokashi 10 ton/ha), D2 (15 ton/ha), dan  D3 (20 ton/ha).  Faktor kedua adalah dosis pupuk Phospor yang terdiri 4 (empat) taraf; yaitu : P0 (tanpa pupuk P), P1 (50 kg/ha), P2 (100 kg/ha), P3 (150 kg/ha). Dari kedua perlakuan tersebut diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 48 satuan percobaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokashi dan phospor serta interaksi antara keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap  tinggi tanaman, diameter batang, berat kering brangkasan, berat kering akar, panjang tongkol, diameter tongkol dan hasil jagung manis. Interaksi antara dosis bokashi  D3 (20 ton/ha) dan pupuk phospor P3 (150 kg/ha) menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung manis tertinggi terlihat dari hasil jagung per petak.
Kata kunci : Bokashi, Dosis, Jagung manis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5871</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5871</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 153-165</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5871/3591</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5876</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">  PEMANFAATAN Cromolena Odorata DAN KOTORAN SAPI DALAM PEMBUATAN PUPUK BOKASI PADAT DI KAMPUS STIPER FB: manufacture of solid bokasi fertilizer</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Bocas USE OF Cromolena Odorata AND COW MANURE IN MANUFACTURING SOLID BOKASI FERTILIZER AT THE STIPER FB CAMPUS: manufacture of solid bokasi fertilizer</dc:title>
	<dc:creator>Regina Deze, Liliana </dc:creator>
	<dc:creator> Tima, Alvania</dc:creator>
	<dc:creator> Tonang, Agustinus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Defisiensi unsur hara mengakibatkan kesuburan tanah terganggu karena penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan terus menerus. Pupuk anorganik harganya cukup mahal. Oleh karena itu kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa yang di singkat STIPER FB melakukan kegiatan pengolahan pupuk bokas ipadat dengan memanfaatkan kotoran sapi dan tanaman bunga putih Cromolena Odorata yang ada disekitar kampus untuk diolah menjadi pupuk bokasi padat. Bahan lain yang digunakan berupa abu sekam padi yang di bakar, Molases atau gula cair dan Effective Microorganism 4 (EM4) untuk mempercepat proses pengomposan. Tahapan dalam proses pembuatan pupuk bokasi padat yaitu tahap pembuatan bokasi, tahap pembusukan dan tahap pengeringan.  Prose pembuatan pupuk bokasi padat ini di lakukan selama 28 hari, dengan 3 kali proses pembalikan pupuk. Pupuk Bokashi padat yang dihasilkan sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan ciri berwarna cokelat kehitaman,tidak berjamur, tidak menggumpal pada saat digenggam, tidak bebau busuk, dan tidak terasa panas.
Kata Kunci : Pupuk bokasi padat, kotoran ternak sapi, bunga putih, abu sekam padi bakar, molases, EM4</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Defisiensi unsur hara mengakibatkan kesuburan tanah terganggu karena penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan terus menerus. Pupuk anorganik harganya cukup mahal. Oleh karena itu kampus Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa yang di singkat STIPER FB melakukan kegiatan pengolahan pupuk bokas ipadat dengan memanfaatkan kotoran sapi dan tanaman bunga putih Cromolena Odorata yang ada disekitar kampus untuk diolah menjadi pupuk bokasi padat. Bahan lain yang digunakan berupa abu sekam padi yang di bakar, Molases atau gula cair dan Effective Microorganism 4 (EM4) untuk mempercepat proses pengomposan. Tahapan dalam proses pembuatan pupuk bokasi padat yaitu tahap pembuatan bokasi, tahap pembusukan dan tahap pengeringan. &amp;nbsp;Prose pembuatan pupuk bokasi padat ini di lakukan selama 28 hari, dengan 3 kali proses pembalikan pupuk .Pupuk Bokashi padat yang dihasilkan sangat baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan ciri berwarna cokelat kehitaman,tidak berjamur, tidak menggumpal pada saat digenggam, tidak bebau busuk, dan tidak terasa panas.
Kata Kunci : Pupuk bokasi padat, kotoran ternak sapi, bunga putih, abu sekam padi bakar, molases, EM4</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5876</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5876</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 166-177</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5876/3592</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5890</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PERANAN  MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capsicum Annum L.)</dc:title>
	<dc:creator>Meo, Monika Moi </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Mikoriza Vesicular Arbuskular (VMA) adalah jenis jamur dari&amp;nbsp; kelompok endomikoriza dan merupakan jenis jamur yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman selama masa pertumbuhan aktif pada tanaman. Pemanfaatan jamur mikoriza telah dilakukan oleh petani dan peneliti&amp;nbsp; di Indonesisia dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil suatu tanaman dimana mikoriza vesikular arbuskular menyediakan akses yang lebih besar dan lebih efisien melalui hifa jamur untuk penyerapan nutrisi dan mengirimkan ke tanaman. Jamur mikoriza yang banyak diteliti ialah golongan endomikoriza yaitu Vesikular Arbuskular Mikoriza (VAM). Jenis jamur ini sering ditemukan berasosiasi dengan tanaman di alam misalnya pada tanaman tomat, padi gogo, gandum, kelapa sawit, cabe dan melon. 
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) diketahui mampu melakukan berbagai interaksi dengan mikroba seperti jamur mikoriza untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, seperti berinteraksi dengan Vesikular Arbuskular Mikoriza (VAM). Interaksi tanaman cabai dengan fungi mikoriza mampu meningkatkan kemampuan hidup tanaman cabai di berbagai kondisi, salah satunya yaitu tanah kering dengan kondisi rendah nutrisi atau kekurangan unsur hara. 
Kata kunci : Mikoriza Vesicular Arbuskular, Capsicum annuum L. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5890</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5890</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 178-194</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5890/3606</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5914</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN BIO URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL  JAGUNG MANIS  (Zea mays saccharata sturt L.)</dc:title>
	<dc:creator>Sunarni</dc:creator>
	<dc:creator>Pondesta, Fiana</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Harini, Ririn</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Usman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan bio urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata sturt L). Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis pupuk kandang sapi (T) : T0 (tanpa perlakuan), T1 (15 ton/ha), T2 (20 ton/ha), dan T3 (25 ton/ha) sedangkan faktor kedua dosis biourine sapi U0 (tanpa perlakuan), U1 (25 ml/liter), U2 (50 ml/liter) U3 (75 ml/liter) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tamaman (cm), jumlah daun (helai, dimater batang (mm) jumlah tongkol (buah) panjang tongkol berkelobot (cm), panjang tongkol tanpa kelobot (cm), dimater tongkol berkelobot (mm), diameter tongkol tanpa kelobot (mm), berta tongkol bekelobot (g), berat tongkol tanpa kelobot (g), berat basah tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat basah akar (g) dan berat kering akar (g). Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Pada penelitian ini tidak terjadi interaksi antara pupuk kandang sapi dan bio urine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Perlakuan dosis pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman (28 dan 42 hst), diameter batang (28, 42 dan 58 hst), berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat kering akar, dan panjang tongkol tanpa kelobot. Perlakuan dosis bio urine sapi menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Sedangkan dosis bio urine sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sera tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan bio uerine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.
Kata kunci : jagung manis, pupuk kandang sapi, urine sapi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5914</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5914</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 195-212</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5914/3607</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5936</identifier>
				<datestamp>2024-02-06T22:14:49Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH MACAM NAUNGAN DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theoroma cacao L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH MACAM NANGAN DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP  PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theoroma cacao L.)</dc:title>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti </dc:creator>
	<dc:creator>Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh macam naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao l.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang disusun secara factorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yang terdiri dari perlakuan tanpa naungan (S0), atap rumbia (S1), atap plastic (S2), dan atap gedeg (S3), sedangkan faktor kedua adalah pupuk nitrogen yang terdiri dari dosis 0 gram Urea/bibit (N0), dosis 2,5 gram Urea/bibit (N1), dosis 5 gram Urea/bibit (N2), dosis 7,5 gram Urea/bibit (N3), dosis 10 gram Urea/bibit (N4). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,ndiameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar.
            Perlakuan pemupukan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat basah akar, berat kering akar, tetapi berpengaru sangat nyata terhadap jumlah daun, berat basah tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar dan berat kering akar. Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk nitrogrn dan macam naungan  tidak terdapt interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao
Kata Kunci : Tanaman kakao, Pupuk nitrogen, Macam naungan</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh macam naungan dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao l.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang disusun secara factorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah naungan yang terdiri dari perlakuan tanpa naungan (S0), atap rumbia (S1), atap plastic (S2), dan atap gedeg (S3), sedangkan faktor kedua adalah pupuk nitrogen yang terdiri dari dosis 0 gram Urea/bibit (N0), dosis 2,5 gram Urea/bibit (N1), dosis 5 gram Urea/bibit (N2), dosis 7,5 gram Urea/bibit (N3), dosis 10 gram Urea/bibit (N4). Pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,ndiameter batang, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perlakuan pemupukan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat basah akar, berat kering akar, tetapi berpengaru sangat nyata terhadap jumlah daun, berat basah tajuk dan berat kering tajuk. Perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar dan berat kering akar. Hasil penelitian pengaruh dosis pupuk nitrogrn dan macam naungan&amp;nbsp; tidak terdapt interaksi terhadap pertumbuhan bibit kakao
Kata Kunci : Tanaman kakao, Pupuk nitrogen, Macam naungan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2023-12-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5936</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v18i2.5936</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Agriculture; 213-222</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v18i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/5936/3667</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6121</identifier>
				<datestamp>2024-12-22T23:51:35Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">BIOHERBISIDA BERBAHAN EKSTRAK AIR DARI ORGAN BATANG RATUN TANAMAN SORGUM YANG DIBUDIDAYAKAN  DI LAHAN INCEPTISOLS : BIOHERBISIDA BERBAHAN EKSTRAK AIR DARI ORGAN BATANG RATUN TANAMAN SORGUM YANG DIBUDIDAYAKAN  DI LAHAN INCEPTISOLS </dc:title>
	<dc:creator>Susilo, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Parwito</dc:creator>
	<dc:creator> Novita Sari, Dia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Allelopathy is a term that expresses the natural occurrence of chemical inhibitors by plants that inhibit the growth of surrounding plants. The source of extracts derived from sorghum plantlets of different varieties has different bioherbicide potential. This study aimed to test the aqueous extract of the stem organs of sorghum plantlets cultivated on Inceptisol land against test plant germination. The stalks as water extract material were prepared from February to June 2023 at Kandang Mas, Bengkulu City and the bioassay test was conducted in July 2023 at Bentiring Permai, Bengkulu City. The study applied a single-factor, completely randomized design. The treatments applied were control, Super 2 stem, Suri 4 stem, and Ketan stem. The experimental unit was a petri dish, and the experiment was repeated four times. Method The bioassay method was applied to Petri dishes in this experiment. Each Petri dish was given 10 ml of water extract, and 25 mung bean seeds of the Vima 1 variety were planted and incubated for three days. The results showed that the water extract derived from the ratoon stem of Super 2 in particular and all treatments of water extract from the ratoon stem of sorghum (Ketan and Suri 4) in general were able to inhibit the germination of the highest test plant compared to the control.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Alelopati merupakan istilah yang mengungkapkan kejadian alami dari penghambat kimiawi oleh tanaman yang menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Sumber ekstrak yang berasal dari batang ratun tanaman sorgum dari varietas berbeda mempunyai potensi bioherbisida yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak air organ batang ratun tanaman sorgum yang dibudidayakan di lahan Inceptisol terhadap perkecambahan test plant. Berangkasan sebagai bahan ekstrak air disiapkan pada Pebruari sampai Juni 2023 di Kandang Mas Kota Bengkulu dan uji bioassay dilakukan Juli 2023 di Bentiring Permai Kota Bengkulu. Penelitian menerapkan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diterapkan yaitu kontrol, batang Super 2, batang Suri 4, dan batang Ketan, Unit percobaan berupa cawan petri, dan percobaan diulang empat kali. Metode Penerapan metode bioassay pada cawan Petri pada percobaan ini. Setiap cawan petri diberi 10 ml ekstrak air, 25 biji kacang hijau varietas Vima 1 ditanam dan diinkubasi tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air yang berasal dari ratun batang Super 2 khususnya dan semua perlakuan ekstrak air dari batang ratun sorgum (Ketan dan Suri 4) pada umumnya mampu menghambat perkecambahan test plant tertinggi dibanding dengan kontrol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6121</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6554</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:33Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Optimasi Pupuk Kompos Ampas Kelapa dan Pupuk NPK Mutiar Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy </dc:title>
	<dc:creator>Abror, M.</dc:creator>
	<dc:creator>Miftakhurrohmat, A.</dc:creator>
	<dc:creator> Rosa Ayunda Maharani, Solvia</dc:creator>
	<dc:creator> Windiya Wati, Alvin</dc:creator>
	<dc:creator> Saniyah Mahda, Firda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi pupuk kompos ampas kelapa dan pupuk NPK mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang berada di Desa Modong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama yaitu pupuk kompos ampas kelapa yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 150 g/tanaman atau 60 ton/ha, 300 g/tanaman atau 12 ton/ha, 450 g/tanaman atau 18 ton/ha. Kemudian faktor kedua yakni Pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu 4 g/tanaman atau 150 kg/ha, 8 g/ha atau 300 kg/ha, 12 g/tanaman atau 450 kg/ha. Sehingga kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan mendapatkan total 27 satuan percobaan. Parameter perlakuan berupa tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah , berat kering tanaman dan indeks panen. Semua data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf uji 5% dengan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk kompos ampas kelapa dan pupuk NPK mutiara tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat basah tanaman. Namun memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun, serta berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering tanaman sawi pakcoy. Taraf dosis pupuk kompos ampas kelapa sebanyak 150 g/tanaman yang dikombinasikan dengan pupuk NPK sebanyak 4 g/tanaman merupakan dosis paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy, hal ini dikarenakan taraf pupuk tersebut mampu meningkatkan jumlah daun pada tanaman sawi, juga dapat meningkatkan berat kering tanaman yang artinya memperbaiki metabolisme pada tanaman.Kata kunci : Sawi pakcoy,Pupuk ampas kelapa, Pupuk NPK</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6554</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 93-106</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6554/4052</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6673</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:33Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pemanfaatan Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Dalam Berbagai Konsentrasi Pada Tanaman Sawi Pokcoy (Brassica rapa L)</dc:title>
	<dc:creator> Pitaloka, Lola</dc:creator>
	<dc:creator>Sunarti</dc:creator>
	<dc:creator>Rustianti, Sri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman sawi pokcoy terhadap pemberian ekstrak kulit bawang merah dalam berbagai konsentrasi yang dibudidayakan secara organik dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari ekstrak kulit bawang merah yang dapat memberikan merespon pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pokcoy yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Jl. Merapi Raya, Kelurahan Padang Nangka. Kecamatan,Singgaran Pati Kota Bengkulu dari bulan September Sampai Desember 2023. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Blender, polybag, cangkul, timbangan digital, gembor, hand sprayer, penggaris, alat tulis, parang/pisau, meteran, waring, dan kamera. Bahan yang digunakan yaitu benih pokchoy, kulit bawang merah, media tanah, pupuk kandang sapi dan air. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Sebagai perlakuan adalah konsentrasi limbah kulit bawang merah dan perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu: K1 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 100 g/l air. K2 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 150 g/l air. K3 : Konsentrasi limbah kulit bawang merah 200 g/lt air. K4 : Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 250 g/lt air. K5 : Konsentrasi ekstrak &amp;nbsp;kulit bawang merah 300g/lt air. Ulangan 3 kali dan setiap satuan percobaan ada 5 tanaman yang diamati. Total terdapat 75 tanaman yang diamati. Hasil sidik ragam yang bebeda nyata akan diuji lanjut dengan menggunakan Ducan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 0,05. Peubah yang diamati adalah Tinggi Tanaman, jumlah daun, Berat basah dan Berat Kering tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak kulit bawang merah dengan berbagai konsentrasi memberikan&amp;nbsp; pengaruh yang sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati (tinggi tanaman minggu ke-2, ke-4, ke-6, jumlah daun&amp;nbsp; minggu ke-2, ke-4, ke-6, berat basah dan berat kering). Perlakuan&amp;nbsp; konsentrasi terbaik didapat pada perlakuan K5 (300 g/l air).
Kata Kunci : Ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L), &amp;nbsp;Pupuk organic cair, Sawi Pokcoy (Brassica rapa L)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6673</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6673</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 34-42</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6673/4059</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6674</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:32Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Jarak Tanam Terhadap  Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Jarak Tanam Terhadap  Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.)</dc:title>
	<dc:creator> Santosa , Budi</dc:creator>
	<dc:creator> Metri, Yurma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> 
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting dan utama di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Rendahnya produktivitas tanaman padi di Indonesia saat ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penerapan jarak tanam yang belum sesuai dilapangan, dimana para petani cenderung menganggap bahwa semakin sempit jarak tanam maka hasil tanaman padi akan semakin banyak karena akan semakin banyak populasi tanaman yang ditanam. Jarak tanam adalah pola pengaturan jarak antar tanaman dalam bercocok tanam yang meliputi jarak antar baris dan deret. Jarak tanam akan berpengaruh terhadap produksi tanaman karena berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, cahaya matahari serta ruang bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jarak tanam yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada lahan sawah petani di Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, yang terletak diketinggian lebih kurang 470 m dari permukaan laut pada bulan Maret s/d Juli 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kelompok, dengan plot percobaan berukuran 2 x 2 m. Perlakuan beberapa jarak tanam dalam penelitian ini terdiri dari 5 taraf yaitu : A. Jarak tanam 10 x 10 cm, B. Jarak tanam 15 x 15 cm, C. Jarak tanam 20 x 20 cm, D. Jarak tanam 25 x 25 cm dan E. Jarak tanam 30 x 30 cm. Data pengamatan dianalisis sidik ragamnya, jika terdapat perbedaan yang nyata dimana F hitung P lebih besar dari F tabel 5%, dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa produktivitas padi sawah tertinggi diperoleh pada perlakuan jarak tanam 20 x 20 cm dengan konversi potensi hasil sebesar 8,20 ton/ha.
Kata kunci : jarak tanam, hasil, padi sawah</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting dan utama di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Rendahnya produktivitas tanaman padi di Indonesia saat ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penerapan jarak tanam yang belum sesuai dilapangan, dimana para petani cenderung menganggap bahwa semakin sempit jarak tanam maka hasil tanaman padi akan semakin banyak karena akan semakin banyak populasi tanaman yang ditanam. Jarak tanam adalah pola pengaturan jarak antar tanaman dalam bercocok tanam yang meliputi jarak antar baris dan deret. Jarak tanam akan berpengaruh terhadap produksi tanaman karena berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, cahaya matahari serta ruang bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jarak tanam yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada lahan sawah petani di Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, yang terletak diketinggian lebih kurang 470 m dari permukaan laut pada bulan Maret s/d Juli 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kelompok, dengan plot percobaan berukuran 2 x 2 m. Perlakuan beberapa jarak tanam dalam penelitian ini terdiri dari 5 taraf yaitu : A. Jarak tanam 10 x 10 cm, B. Jarak tanam 15 x 15 cm, C. Jarak tanam 20 x 20 cm, D. Jarak tanam 25 x 25 cm dan E. Jarak tanam 30 x 30 cm. Data pengamatan dianalisis sidik ragamnya, jika terdapat perbedaan yang nyata dimana F hitung P lebih besar dari F tabel 5%, dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa produktivitas padi sawah tertinggi diperoleh pada perlakuan jarak tanam 20 x 20 cm dengan konversi potensi hasil sebesar 8,20 ton/ha.
Kata kunci : jarak tanam, hasil, padi sawah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6674</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6674</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6674/4054</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6675</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:32Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa) Dengan Pemberian Naungan</dc:title>
	<dc:creator>Pratama, Andi </dc:creator>
	<dc:creator>Yasin, Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa Var. Crispa) dengan pemberian naungan. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kuala Alam Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu dengan ketinggian tempat 10 mdpl. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 ulangan. Yakni N0 (tanpa naungan), N1 (25%), N2 (50%) dan N3 (75%). Berdasarkan taraf yang dilakkukan, maka diperoleh 4 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga mendapatkan 20 satuan percobaan, setiap percobaan terdiri dari 8 tanaman sehingga terdapat 180 tanaman yang&amp;nbsp; diamati dalam percobaan ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemberian naungan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 sampai dengan 35 HST, jumlah daun 28 dan 35 HST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan berat akar tanamanPemberian naungan 50% hingga 75% dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan berat kering. Pemberian tanpa naungan menunjukan umur panen tercepat dan pemberian naungan 25% sampai dengan 75% memberikan penambahan berat akar (9,05gr- 9,85gr).
&amp;nbsp;Kata Kunci : Selada Merah (Lactuca sativa Var. Crispa), Naungan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6675</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6675</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 43-58</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6675/4050</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6696</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:32Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemangkasan Pucuk  Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis Sativus L)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK  TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L)</dc:title>
	<dc:creator>Putra Pratama, Dion</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavidiati, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari famili Cucurbitaceae yang sudah populer ditanam petani di Indonesia. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, mentimun juga berperan dalam bidang kosmetik banyak diguanakan sebagai masker muka dan masker kantung mata. Tujuan “Pengaruh Pemangkasan  berpengaruh nyata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L)”. Penelitian ini dilaksanakan Jln Rafless Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung mulai pada bulan Juni  2023 sampai bulan Agustus 2023 pada ketinggian tempat ± 10 mdpl.  Dalam metode penelitian ini yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan yaitu Pemangkasan pucuk (P) yaitu :  P0 = Tanpa Pemangkasan, P1 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 8, P2 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 10, P3 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 12, P4 =  Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 14. Berdasarkan hasil analisis ragam, bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata pada parameter berat buah pertanaman.  Berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang buah umur 7,14,21 dan 28 hst, hari muncul bunga, jumlah buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan diameter buah  pada tanaman  mentimun. Saran : Untuk mendapatkan hasil mentimun yang lebih maksimal dengan pengerjaan budidaya lebih muda dan efisien dapat dilakukan pemangkasan pucuk pada ruas 8.
Kata kunci : Pemangkasan, Hasil, Mentimun</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis sayuran dari famili Cucurbitaceae yang sudah populer ditanam petani di Indonesia. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, mentimun juga berperan dalam bidang kosmetik banyak diguanakan sebagai masker muka dan masker kantung mata. Tujuan “Pengaruh Pemangkasan&amp;nbsp; berpengaruh nyata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L)”. Penelitian ini dilaksanakan Jln Rafless Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung mulai pada bulan Juni&amp;nbsp; 2023 sampai bulan Agustus 2023 pada ketinggian tempat ± 10 mdpl.&amp;nbsp; Dalam metode penelitian ini yang di gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yang terdiri dari lima perlakuan yaitu Pemangkasan pucuk (P) yaitu :&amp;nbsp; P0 = Tanpa Pemangkasan, P1 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 8, P2 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 10, P3 = Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 12, P4 = &amp;nbsp;Pemangkasan Pucuk Pada Ruas 14. Berdasarkan hasil analisis ragam, bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata pada parameter berat buah pertanaman.&amp;nbsp; Berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang buah umur 7,14,21 dan 28 hst, hari muncul bunga, jumlah buah, panjang buah, berat buah pertanaman dan diameter buah&amp;nbsp; pada tanaman&amp;nbsp; mentimun. Saran : Untuk mendapatkan hasil mentimun yang lebih maksimal dengan pengerjaan budidaya lebih muda dan efisien dapat dilakukan pemangkasan pucuk pada ruas 8.
Kata kunci : Pemangkasan, Hasil, Mentimun</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6696</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6696</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 25-33</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6696/4058</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6697</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:32Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Bioherbisida Berbahan Ekstrak Air Dari Organ Batang Ratun Tanaman Sorgum Yang Dibudidayakan  Di Lahan Inceptisols </dc:title>
	<dc:creator> Susilo, Edi</dc:creator>
	<dc:creator>Parwito</dc:creator>
	<dc:creator>Novita Sari, Dia</dc:creator>
	<dc:creator>Rolenty Togatorop, Eny </dc:creator>
	<dc:creator>Handayani, Susi</dc:creator>
	<dc:creator>Pujiwati, Hesti</dc:creator>
	<dc:creator>Rita, Wismalinda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Alelopati merupakan istilah yang mengungkapkan kejadian alami dari penghambat kimiawi oleh tanaman yang menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya. Sumber ekstrak yang berasal dari batang ratun tanaman sorgum dari varietas berbeda mempunyai potensi bioherbisida yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak air organ batang ratun tanaman sorgum yang dibudidayakan di lahan Inceptisol terhadap perkecambahan test plant. Berangkasan sebagai bahan ekstrak air disiapkan pada Pebruari sampai Juni 2023 di Kandang Mas Kota Bengkulu dan uji bioassay dilakukan Juli 2023 di Bentiring Permai Kota Bengkulu. Penelitian menerapkan rancangan acak lengkap faktor tunggal. Perlakuan yang diterapkan yaitu kontrol, batang Super 2, batang Suri 4, dan batang Ketan, Unit percobaan berupa cawan petri, dan percobaan diulang empat kali. Metode Penerapan metode bioassay pada cawan Petri pada percobaan ini. Setiap cawan petri diberi 10 ml ekstrak air, 25 biji kacang hijau varietas Vima 1 ditanam dan diinkubasi tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air yang berasal dari ratun batang Super 2 khususnya dan semua perlakuan ekstrak air dari batang ratun sorgum (Ketan dan Suri 4) pada umumnya mampu menghambat perkecambahan test plant tertinggi dibanding dengan kontrol.
Kata Kunci : batang, bioassay, ekstrak, Inceptisols, ratun</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6697</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6697</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 12-24</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6697/4053</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/6730</identifier>
				<datestamp>2024-08-05T20:53:31Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Npk Dan Pupuk Organik Cair Nasa</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. ) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA </dc:title>
	<dc:creator>Kholifah, Ummi </dc:creator>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Usman</dc:creator>
	<dc:creator>Fitriani, Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US"> 
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian NPK dan POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah, miengietahui Riespoin piertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah tierhadap NPK dan POiC Nasa.  Pienielitian ini tielah dilaksanakan di Kiel. Kandang Limun Kiec. Muara Bangkahulu.  Pienielitian ini mienggunakan Rancangan Acak Kieloimpoik Faktoirial (RAKF) disusun siecara poila faktoirial diengan 3 ulangan.  Tierdiri dari 2 faktoir yaitu : Faktoir piertama adalah NPK : N0= Kointroil ( tanpa pierlakuan ), N1= 100 kg/ha, N2= 150 Kg/ha, N3= 200 Kg/ha.  Faktoir kiedua adalah POiC Nasa : P1= 2 ml/litier, P2= 3 ml/litier, P3= 4 ml/litier.  Tierhadapat 12 Koimbinasi pierlakuan, bierdasarkan hasil siemua paramietier tanaman tidak tierjadi intieraksi antara NPK dan POiC Nasa pada siemua paramietier piengamatan.  Pada pierlakuan NPK tinggi tanaman 42 hst bierpiengaruh nyata, dan tinggi tanaman 56 hst bierpiengaruh sangat nyata,bierpiengaruh tidak nyata pada paramietier lainnya.  Tierhadap pierlakuan POiC Nasa bierpiengaruh tidak nyata pada siemua paramietier bawang mierah
Kata Kunci : Bawang merah, NPK, POC Nasa</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi pemberian NPK dan POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah, miengietahui Riespoin piertumbuhan dan hasil tanaman bawang mierah tierhadap NPK dan POiC Nasa.&amp;nbsp; Pienielitian ini tielah dilaksanakan di Kiel. Kandang Limun Kiec. Muara Bangkahulu.&amp;nbsp; Pienielitian ini mienggunakan Rancangan Acak Kieloimpoik Faktoirial (RAKF) disusun siecara poila faktoirial diengan 3 ulangan.&amp;nbsp; Tierdiri dari 2 faktoir yaitu : Faktoir piertama adalah NPK : N0= Kointroil ( tanpa pierlakuan ), N1= 100 kg/ha, N2= 150 Kg/ha, N3= 200 Kg/ha.&amp;nbsp; Faktoir kiedua adalah POiC Nasa : P1= 2 ml/litier, P2= 3 ml/litier, P3= 4 ml/litier.&amp;nbsp; Tierhadapat 12 Koimbinasi pierlakuan, bierdasarkan hasil siemua paramietier tanaman tidak tierjadi intieraksi antara NPK dan POiC Nasa pada siemua paramietier piengamatan.&amp;nbsp; Pada pierlakuan NPK tinggi tanaman 42 hst bierpiengaruh nyata, dan tinggi tanaman 56 hst bierpiengaruh sangat nyata,bierpiengaruh tidak nyata pada paramietier lainnya.&amp;nbsp; Tierhadap pierlakuan POiC Nasa bierpiengaruh tidak nyata pada siemua paramietier bawang mierah
Kata Kunci : Bawang merah, NPK, POC Nasa</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-07-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6730</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i1.6730</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Agriculture; 82-92</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/6730/4051</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7260</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:15:00Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea) DI TANAH MARGINAL MELALUI APLIKASI PUPUK HAYATI Trichoderma sp. </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea) DI TANAH MARGINAL MELALUI APLIKASI PUPUK HAYATI Trichoderma sp. </dc:title>
	<dc:creator>Sumini, Sumini</dc:creator>
	<dc:creator> Kriswantoro, Haris</dc:creator>
	<dc:creator>Khairunisa, Dinda </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research aimed to determine the increase in green mustard growth on marginal land through the application of trichoderma sp biofertilizer. This research was carried out in Muara Enim Village, West Lubuklinggau I District, Lubuklinggau City from July to September 2024. This research used a non-factorial randomized block design with 6 levels of treatment, namely: T0: No application of biological fertilizer (control), T1: Application of biological fertilizer at a dose of 60 grams/polybag, T2: Application of biological fertilizer at a dose of 100 grams/polybag, P3: Application biofertilizer dose 140 grams/polybag, T4: Application of biofertilizer dose 180 grams/polybag, T5: Application of biofertilizer dose 220 grams/polybag. The research results showed that trichoderma sp biological fertilizer has a very real influence on the growth of mustard greens on marginal land. Providing trichoderma sp biological fertilizer at a dose of 220 grams/polybag was able to show the best results at plant height, namely 31.03 cm, number of leaves 16.50, leaf length 20.27 cm, leaf width 13.01 cm and root length 35 .91 cm. The application of trichoderma sp biological fertilizer is not only able to increase soil fertility but is also able to protect plants from soil pathogens.
Keywords: Microorganisms, Pathogens, Trichoderma sp.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pertumbuhan sawi hijau di tanah marginal melalui aplikasi pupuk hayati trichoderma sp. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 6 level perlakuan yaitu yaitu : T0 : Tanpa aplikasi pupuk hayati (kontrol), T1 : Aplikasi pupuk hayati dosis 60 gram/polybag, T2 : Aplikasi pupuk hayati dosis 100 gram/polybag, P3 : Aplikasi pupuk hayati dosis 140 gram/polybag, T4 : Aplikasi pupuk hayati dosis 180 gram/polybag, T5 : Aplikasi pupuk hayati dosis 220 gram/polybag. Hasil penelitian diketahui bahwa pupuk hayati trichoderma sp memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau di tanah marginal. Pemberian pupuk hayati trichoderma sp dengan dosis 220 gram/polybag mampu menunjukan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 31,03 cm, jumlah daun 16,50 helai, panjang daun 20,27 cm, lebar daun yaitu 13,01 cm dan panjang akar yaitu 35,91 cm. Aplikasi pupuk hayati trichoderma sp tidak hanya mampu meningkatkan kesuburan tanah akan tetapi juga mampu melindungi tanaman dari patogen tanah.
Kata Kunci : Mikroorganisme, Patogen, Trichoderma sp.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7260</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7260</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 133-143</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7260/4441</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7277</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:15:38Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">APPLICATION OF VARIOUS PLANTING DISTANCES ON GROWTH RESPONSE AND YIELD OF TOMATO PLANTS (solanum lycopersicum L.)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Inggris</dc:title>
	<dc:creator>Muhammad Noor Ariefin</dc:creator>
	<dc:creator> Hilda Bahagia, Rosalia</dc:creator>
	<dc:creator>Jelatu, Silfanus </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tomatoes are one of the most commonly cultivated vegetables. This vegetable is multipurpose, especially as a daily cooking spice, a raw material for tomato sauce, and has a delicious and slightly sour taste. Considering its still low production, it is necessary to develop cultivation efforts to increase its yield. This study aims to determine the effect of different planting distances on the growth and yield of tomato plants (Solanum lycopersicum L). The research was conducted in La'o Village, Wali Subdistrict, Langke Rembong District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, from April to July 2024. The method used in this study was a Randomized Block Design, consisting of 4 treatment levels: J1: 50x40 cm, J2: 50x50 cm, J3: 40x30 cm, and J4: 40x40 cm. Each treatment level was repeated 4 times, resulting in 16 experimental units. Each experimental unit contained 10 plants, with a total of 160 plants. Observations were made by examining 5 sample plants per experimental unit, with a total of 80 sample plants. The parameters observed in this study included: plant height (cm), number of leaves (blades), number of branches, flowering age (days), stem diameter (mm), number of harvested fruits (g), and fruit harvest weight (g). The data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) or F test at the 5% level. If significant differences were found, Duncan's Multiple Range Test was conducted at the 5% level. Research results show that various planting distances do not have a significant effect on all parameters. The ideal planting distance for tomato plants is observed with the following treatments: J3 (40 x 30 cm) for plant height, J2 (50 x 50 cm) for the number of leaves, J1 (50 x 40 cm) for flowering age, stem diameter, and J4 (40 x 40 cm) for the fresh weight of harvested fruit.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang paling banyak dibudidayakan. Sayuran ini memiliki banyak kegunaan, terutama sebagai bumbu masak sehari-hari, bahan baku sambal tomat, serta memiliki rasa yang lezat dan sedikit asam. Mengingat produksinya yang masih rendah, maka perlu dikembangkan upaya budidaya untuk meningkatkan hasil produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L). Penelitian dilaksanakan di Desa La’o, Kecamatan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mulai bulan April sampai dengan Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu: J1: 50x40 cm, J2: 50x50 cm, J3: 40x30 cm, dan J4: 40x40 cm. Setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan berisi 10 tanaman, sehingga jumlah tanaman sebanyak 160 tanaman. Pengamatan dilakukan dengan cara mengamati 5 tanaman contoh per satuan percobaan, sehingga jumlah tanaman contoh sebanyak 80 tanaman contoh. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helaian), jumlah cabang, umur berbunga (hari), diameter batang (mm), jumlah buah panen (g), dan bobot panen buah (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians (ANOVA) atau uji F pada taraf 5%. Apabila terdapat perbedaan nyata maka dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jarak tanam tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua parameter. Jarak tanam ideal tanaman tomat diamati dengan perlakuan sebagai berikut: J3 (40 x 30 cm) untuk tinggi tanaman, J2 (50 x 50 cm) untuk jumlah daun, J1 (50 x 40 cm) untuk umur berbunga, diameter batang, dan J4 (40 x 40 cm) untuk berat segar buah panen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7277</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7277</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 165-174</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7277/4453</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7286</identifier>
				<datestamp>2025-01-15T00:32:59Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7287</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:15:00Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISASI MORFOLOGI HAMA PADA TANAMAN PADI  SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI DESA TRANTANG SAKTI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">KARAKTERISASI MORFOLOGI HAMA PADA TANAMAN PADI  SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI DESA TRANTANG SAKTI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR</dc:title>
	<dc:creator>Ali, Mufti</dc:creator>
	<dc:creator>Nanang Rifa'i, Muhamad </dc:creator>
	<dc:creator>Pratama, Lisa</dc:creator>
	<dc:creator>Tyas, Wening</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Irma</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hama berdasarkan karakter morfologi pada tanaman padi system tanaman jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Trantang Sakti, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur dari bulan Juli hingga September 2024 di lahan sawah dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Pengambilan sampel jenis hama dengan cara penyapuan menggunakan peralatan net serangga dan mengamati secara langsung pada areal tanaman padi sawah. Koleksi serangga hama dibawa ke laboratorium Sains dan Teknologi untuk diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi. Jenis-jenis hama,yang berhasil diidentifikasi kemudian dideskripsi berdasarkan karakter morfologi dari setiap jenis hama yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada areal pertanaman padi di Desa Trantang Sakti terdapat 10 (sepuluh) jenis hama yaitu kumbang koksi (Coccinellidae), semut rangrang (Oecophylla Smaragdina), tikus (Muridae), wereng batang coklat (Nilaparvata lugens), orong-orong (Gryllotalpidae), ulat grayak (Mythimna separata), penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata), walang sangit (Leptocorisa acuta), belalang hijau (Valanga nigricornis) dan keong mas (Ampullaridae).
Kata Kunci : Karakterisasi, morfologi hama, tanaman padi, jajar legowo.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hama berdasarkan karakter morfologi pada tanaman padi system tanaman jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Trantang Sakti, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur dari bulan Juli hingga September 2024 di lahan sawah dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan identifikasi. Pengambilan sampel jenis hama dengan cara penyapuan menggunakan peralatan net serangga dan mengamati secara langsung pada areal tanaman padi sawah. Koleksi serangga hama dibawa ke laboratorium Sains dan Teknologi untuk diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi. Jenis-jenis hama,yang berhasil diidentifikasi kemudian dideskripsi berdasarkan karakter morfologi dari setiap jenis hama yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada areal pertanaman padi di Desa Trantang Sakti terdapat 10 (sepuluh) jenis hama yaitu kumbang koksi (Coccinellidae), semut rangrang (Oecophylla Smaragdina), tikus (Muridae), wereng batang coklat (Nilaparvata lugens), orong-orong (Gryllotalpidae), ulat grayak (Mythimna separata), penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata), walang sangit (Leptocorisa acuta), belalang hijau (Valanga nigricornis) dan keong mas (Ampullaridae).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7287</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7287</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 154-164</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7287/4443</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7288</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:13:46Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH APLIKASI POC ECO-ENZYME TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)  PADA TANAH ULTISOL</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGARUH APLIKASI POC ECO-ENZYME TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)  PADA TANAH ULTISOL</dc:title>
	<dc:creator> Fadilah S, Oktaviani</dc:creator>
	<dc:creator>Wartono</dc:creator>
	<dc:creator>Sumini, Sumini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">This research aimed to determine the effect of POC eco-enzyme application on the growth and production of celery plants in ultisol soil. This research was carried out in Rahmah Village, South Lubuklinggau District 1, Lubuklinggau City from April to June 2024. This research used an experimental design method with a randomized block design prepared by non-factorial, consisting of six treatment levels with 4 replications. The treatments tried in this research were the following concentrations of liquid organic fertilizer eco-enzyme: E0: No POC Eco-enzyme treatment (control), E1: POC Eco-enzyme concentration 1.00ml/liter, E2: POC Eco-enzyme concentration 1.25ml/liter, E3: POC Eco-enzyme concentration 1.50ml/liter, E4: POC Eco-enzyme concentration 1.75ml/liter, and E5: POC Eco-enzyme concentration 2.00ml/liter. The results of the research showed that the application of POC eco-enzyme to the growth and production of celery plants had a real to very significant effect on all the variables observed and in the E4 treatment, namely the application of eco-enzyme with a concentration of 1.75 ml/liter showed the best results on growth and production. celery plants in ultisol soil.
Keywords: Ecoenzyme, Growth Hormone, Organic Fertilizer</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi POC eco-enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri pada tanah ultisol. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Rahmah Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1 Kota Lubuklinggau pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Metode Eksperimental design dengan Rancangan Acak Kelompok yang disusun oleh Non Faktorial, terdiri dari enam&amp;nbsp; level perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi pupuk organik cair eco-enzyme sebagai berikut : E0:Tanpa Perlakuan POC Eco-enzyme (kontrol), E1: POC Eco-enzyme konsentrasi 1,00ml/liter, E2: POC Eco-enzyme konsentrasi 1,25ml/liter, E3: POC Eco-enzyme konsentrasi 1,50ml/liter, E4: POC Eco-enzyme konsentrasi&amp;nbsp; 1,75ml/liter, dan E5: POC Eco-enzyme konsentrasi&amp;nbsp; 2,00ml/liter. Hasil penelitian diketahui bahwa aplikasi POC eco-enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri&amp;nbsp; memberikan pengaruh nyata sampai sangat nyata pada semua peubah yang diamati dan pada perlakuan E4 yaitu aplikasi eco-enzyme dengan konsentrasi 1,75 ml/liter menunjukan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman seledri pada tanah ultisol.
Kata Kunci : Ecoenzyme, Hormon Tumbuh, Pupuk Organik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 107-116</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7288/4438</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7473</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:15:00Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">UJI PEMBERIAN NUTRISI UIRA AGRO DAN RATU BIOGEN TERHADAPA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SALADA SECARA NUTRIENT FILM TECNHIQUE (NTF)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">UJI PEMBERIAN NUTRISI UIRA AGRO DAN RATU BIOGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SALADA SECARA NUTRIENT FILM TECNHIQUE (NTF) </dc:title>
	<dc:creator>Purnama Wirawan</dc:creator>
	<dc:creator>Tua, Maruli</dc:creator>
	<dc:creator>Yudistiro, Tito</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh nutrisi UIRA Agro dan Ratu Biogen terhadap pertumbuhan dan produksi selada menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental kuantitatif dengan empat perlakuan nutrisi: kontrol (H0), nutrisi Ratu Biogen pada konsentrasi rendah (H1) dan tinggi (H2), serta nutrisi UIRA Agro pada konsentrasi tinggi (H3). Penelitian dilakukan selama empat bulan di laboratorium hidroponik terkontrol, dengan mengukur parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, dan kandungan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan H3 memberikan performa pertumbuhan tanaman selada paling optimal, dengan tinggi tanaman rata-rata 31,25 cm, jumlah daun 15,52 helai, bobot basah 147,2 g, dan kandungan klorofil 2,8 mg/g. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test mengonfirmasi perbedaan signifikan antar perlakuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nutrisi UIRA Agro pada konsentrasi tinggi memberikan hasil terbaik dalam budidaya selada hidroponik sistem NFT, dengan efisiensi serapan nutrisi mencapai 90%. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi hidroponik modern dan strategi peningkatan produktivitas tanaman sayuran.
Kata Kunci: hidroponik NFT, nutrisi tanaman, selada, UIRA Agro, produktivitas</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh nutrisi UIRA Agro dan Ratu Biogen terhadap pertumbuhan dan produksi selada menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental kuantitatif dengan empat perlakuan nutrisi: kontrol (H0), nutrisi Ratu Biogen pada konsentrasi rendah (H1) dan tinggi (H2), serta nutrisi UIRA Agro pada konsentrasi tinggi (H3). Penelitian dilakukan selama empat bulan di laboratorium hidroponik terkontrol, dengan mengukur parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah, bobot kering, dan kandungan klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan H3 memberikan performa pertumbuhan tanaman selada paling optimal, dengan tinggi tanaman rata-rata 31,25 cm, jumlah daun 15,52 helai, bobot basah 147,2 g, dan kandungan klorofil 2,8 mg/g. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test mengonfirmasi perbedaan signifikan antar perlakuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nutrisi UIRA Agro pada konsentrasi tinggi memberikan hasil terbaik dalam budidaya selada hidroponik sistem NFT, dengan efisiensi serapan nutrisi mencapai 90%. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi hidroponik modern dan strategi peningkatan produktivitas tanaman sayuran.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7473</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7473</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 144-153</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7473/4442</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7607</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:15:38Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EFEKTIFITAS PUPUK KANDANG KOTORAN KAMBING DAN PUPUK HAYATI CAIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELOM (Cucumis melo. L)</dc:title>
	<dc:creator>Hayati, Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Jafrizal, Jafrizal</dc:creator>
	<dc:creator>Armadi, Yukiman</dc:creator>
	<dc:creator>Suryadi</dc:creator>
	<dc:creator>Kesumawati, Neti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan penelitian mengetahui interaksi antara pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Melon (Cucumis melo L) dan efektifitas pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman Melon (Cucumis melo L).Penelitian ini dilaksanakan di jl. Merapi XV E Tebeng Ratu Agung Kodya Bengkulu, bulan Mei 2023 sampai Agustus 2023, rancangan acak lengkap pola Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama pengaruh Pupuk kandang kotoran kambing yang terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= kontrol P1= 10 ton/ha (360 gr/tanaman) P2= 15 ton/ha (450 gr/tanaman) P3 = 20 ton/ha (500 gr/tanaman) Faktor kedua yaitu pengaruh pemberian pupuk hayati cair (bioto grow gold/ BGG) yang terdiri dari : K0 = Kontrol K1 = 1,5 ml/l K2 = 3 ml/l K3 = 4,5 ml/l Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 48 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 3 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kotoran kambing berpengauh tidak nyata terhadap semua&amp;nbsp; parameter kecuali&amp;nbsp; pada pengamatan jumlah daun umur 28 hst.&amp;nbsp; Perlakuan terbaik pada penelitian ini terhadap tinggi tanaman Melon yatu P3 =20 ton/ha dan K2= 4,5 ml/l . Sedangkan pengamatan hasil terbaik terhadap berat buah pertanaman yaitu pada perlakuan pupuk kandang kotoran kambing P2=10 ton/ha dengan dan pupuk hayati cair 4,5 ml/l.&amp;nbsp;
Kata kunci: Pupuk kandang kambing, pupuk hayati cair, tanaman melon.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7607</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7607</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 175-189</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7607/4455</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7614</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:13:46Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DAMPAK PENGGUNAAN INSEKTISIDA DALAM BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH TERHADAP KESEHATAN PETANI: Dampak pestisida terhadap kesehatan petani</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">DAMPAK PENGGUNAAN INSEKTISIDA DALAM BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH TERHADAP KESEHATAN PETANI: Dampak pestisida terhadap kesehatan petani</dc:title>
	<dc:creator>Bimasri, John</dc:creator>
	<dc:creator>Brando, Marlon</dc:creator>
	<dc:creator>Wartono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pesticides are one of the main agricultural tools that if used unwisely will cause environmental pollution and health problems. The study was conducted to analyze the impact of insecticide use on rice cultivation on farmers health problems. The study was conducted in Tugumulyo District, Musi Rawas Regency, South Sumatra Province, located in Srikaton Village, Trikoyo Village, and Tegalrejo. From January to April 2024, using the Survey Method. Respondents were determined using the Simple Random Sampling method as much as 5% of the population of each research location. The data collected were in the form of types and active ingredients of insecticides, types of pests, farmer perceptions, and types of diseases suffered by farmers. The data obtained were analyzed using statistical analysis and then explained descriptively. The results showed that 47.1% of farmers used Winder 25 WP insecticide with the active ingredient Imidacloprid. There were 5 types of pests that attacked, namely brown planthoppers, bondol birds, rats, bedbugs, and stink bugs. As many as 88.7% of the community were exposed to insecticides and 52% suffered from health problems. The high environmental and health impacts that occur because the level of understanding of the impacts of insecticide use is still very low, and public knowledge of the technical use of safe insecticides is still very low, which is 16.1%. In addition, the high level of public trust in the efficacy of insecticides in killing pests also greatly influences. The conclusion of the study is the low understanding of farmers about the dangers of insecticide exposure. The environmental impacts caused are in the form of air pollution, and health problems suffered by farmers are nausea, headaches, skin, eye and nose irritation. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pestisida salah satu sarana pertanian utama yang bila penggunaannya kurang bijaksana akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesahatan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan insektisida pada budidaya padi terhadap gangguan kesehatan petani.&amp;nbsp; Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan berlokasi di Kelurahan &amp;nbsp;Srikaton, &amp;nbsp;Desa &amp;nbsp;Trikoyo, dan Tegalrejo.&amp;nbsp; dari bulan Januari-April tahun 2024, menggunakan Metode Survei.&amp;nbsp; Responden ditentukan&amp;nbsp; menggunakan metode Simple Random Sampling sebanyak 5% dari populasi tiap lokasi penelitian.&amp;nbsp; Data yang dikumpulkan berupa jenis dan bahan aktif insektisida, jenis hama, persepsi petani, dan jenis penyakit yang diderita petani. Data yang peroleh dianalisis menggunakan analisis statistik lalu dijelaskan secara deskriptif.&amp;nbsp; Hasil penelitian menunjukkan 47,1% petani menggunakan insektisida Winder 25 WP dengan berbahan aktif Imidakloprid. Jenis hama yang menyerang sebanyak 5 jenis yaitu wereng coklat, burung bondol, tikus, kepinding tanah, dan walang sangit.&amp;nbsp; Sebanyak 88,7% masyarakat terpapar insektisida dan 52% menderita gangguan kesehatan.&amp;nbsp; Tingginya dampak lingkungan dan kesehatan yang terjadi karena tingkat pemahaman&amp;nbsp; terhadap dampak dari penggunaan insektisida masih sangat rendah, dan&amp;nbsp; pengetahuan masyarakat terhadap teknis penggunaan insektisida yang aman yanag masih sangat rendah, yaitu 16,1%.&amp;nbsp; Selain itu tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keampuhan insektisida dalam membunuh hama juga sangat mempengaruhi.&amp;nbsp; Kesimpulan dari penelitian adalah rendahnya pemahaman petani terhadap bahaya paparan insektidisa. Dampak lingkungan yang ditimbulkan berupa polusi udara, dan gangguan kesehatan&amp;nbsp; yang diderita petani adalah mual, sakit kepala, iritasi kulit, mata dan hidung.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7614</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7614</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 205-215</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7614/4517</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7633</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KARAKTERISTIK PERKECAMBAHAN DAN KADAR FLAVONOID DALAM EKSTRAK SORGUM VARIETAS SUPER 1 PADA BERAGAM TINGKAT CEKAMAN KEKERINGAN: Karakteristik Perkecambahan dan Kadar Flavonoid dalam Ekstrak Sorgum Varietas Super 1 pada Beragam Tingkat Cekaman Kekeringan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Germination Characteristics and Flavonoid Levels in Sorghum Extracts of Super 1 Variety under Various Levels of Drought Stress: Karakteristik Perkecambahan dan Kadar Flavonoid dalam Ekstrak Sorgum Varietas Super 1 pada Beragam Tingkat Cekaman Kekeringan</dc:title>
	<dc:creator>Susilo, Edi</dc:creator>
	<dc:creator> Pujiwati, Hesti</dc:creator>
	<dc:creator>Rita, Wismalinda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Allelopathy-based bioherbicides for drought-stressed sorghum plants are a concrete step towards sustainable agriculture. The aim was to identify the germination characteristics of sorghum seeds and flavonoid levels in their extracts at various levels of drought stress. Extract materials were prepared from June to August 2024 at Bengkulu University Greenhouse, Kandang Limun Village, Bengkulu City, and bioassay tests were conducted in August 2024 at Pematang Gubernur, Muara Bangkahulu, Bengkulu City. Flavonoid analysis was performed at the Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) of Gadjah Mada University in August 2024. This research used a completely randomized design (CRD) with one factor. One sorghum variety, Super 1, was planted with water stress treatment through watering patterns every day, every 2 days, every 3 days, every 4 days, and every 5 days. The experimental unit was a petri dish, and the experiment was repeated four times. The Petri dish bioassay method was applied in this experiment. Each petri dish was given 10 mL of aqueous extract, and 25 mung bean seeds were planted and incubated for three days. The results showed that the watering pattern achieved the highest flavonoid content every 4 days (4121.00 µg/g), and the second highest flavonoid content was Super 1 + every 5 days. The once every 5 days watering pattern achieved the highest sprout inhibition. The higher the level of stress, the higher the level of inhibition of seed germination, so it has the potential to be the best bioherbicide.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bioherbisida berbasis alelopati tanaman sorgum yang tercekam kekeringan merupakan suatu langkah konkrit pertanian berkelanjutan. Tujuan untuk mengidentifikasi karakteristik perkecambahan benih sorgum serta kadar flavonoid dalam ekstraknya pada berbagai tingkat cekaman kekeringan. Bahan ekstrak disiapkan pada bulan Juni hingga Agustus 2024 di Rumah Kaca Universitas Bengkulu, Desa Kandang Limun, Kota Bengkulu, dan uji bioassay dilakukan pada bulan Agustus 2024 di Pematang Gubernur, Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Analisis flavonoid dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada pada bulan Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor. Satu varietas sorgum yaitu Super 1&amp;nbsp;ditanam dengan perlakuan cekaman air melalui pola penyiraman setiap hari, 2&amp;nbsp;hari sekali, 3 hari sekali, 4 hari sekali, dan 5 hari sekali. Unit percobaan berupa cawan petri, dan percobaan diulang sebanyak empat kali. Metode bioassay cawan petri diterapkan dalam percobaan ini. Setiap cawan petri diberi 10 mL ekstrak air, dan 25 biji kacang hijau ditanam dan diinkubasi selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavonoid tertinggi dicapai oleh pola penyiraman setiap 4 hari sekali (4121,00 µg/g), kadar flavoid tertinggi kedua yaitu Super 1 + setiap 5 hari sekali. Penghambatan kecambah tertinggi dicapai oleh pola penyiraman&amp;nbsp;5 hari sekali. Semakin tinggi tingkat cekaman maka semakin tinggi tingkat penghambatan perkecambahan benih, sehingga berpotensi sebagai bioherbisida terbaik.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7633</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.7633</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 75-87</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7633/5149</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7650</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:13:46Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI PERBANDINGAN SISTEM PEMANGKASAN PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)</dc:title>
	<dc:creator>Primustin Nona Yuta, Antonia </dc:creator>
	<dc:creator>Jeksen, Julianus </dc:creator>
	<dc:creator>Darwin Beja, Hendrikus </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Padi ciherang merupakan varietas unggul yang banyak diminati dan dibudidayakan oleh petani karena memiliki potensi hasil yang tinggi serta perawatan yang relative muda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi perbandingan antara sistem pemangkasan dan non-pemangkasan pada budidaya tanaman padi di Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan pendekatan deksriptif dan metode kompratif untuk menganalisis rata-rata jumlah anakan dan tingkat serangan hama serta penyakit pada kedua sistem tersebut.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pemangkasan memberikan pengaruh positif. Hal ini ditunjukan oleh peningkatan jumlah anakan yang lebih banyak serta tingkat serangan hama penyakit yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem non- pemangkasan.
Kata Kunci: Hama Penyakit, Jumlah Anakan, Kompartif, Non-Pemangkasan, Pemangkasan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7650</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7650</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 190-204</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7650/4516</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7681</identifier>
				<datestamp>2025-02-07T16:13:46Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS BIBIT MANGGA  TERHADAP GENANGAN</dc:title>
	<dc:creator> Safriyani, Etty</dc:creator>
	<dc:creator>Murniati, Nely</dc:creator>
	<dc:creator>Bimasri, John </dc:creator>
	<dc:creator>Holidi</dc:creator>
	<dc:creator>Aminullah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK
Lahan rawa berpotensi untuk pengembangan tanaman mangga, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan mangga unggul yang adaptif &amp;nbsp;pada kondisi tergenang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis adaptasi marfologi dan fisiologi beberapa varietas tanaman mangga pada kondisi tergenang. Penelitian dilaksanakan di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan ketinggian 52 mdpl, dari bulan Januari sampai Mei 2021, Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6 perlakuan dan &amp;nbsp;3 ulangan serta perlakuan &amp;nbsp;control tanpa genangan. Perlakuan yang dicobakan 6 varietas bibit tanaman manga, yaitu : Mangga Golek (M1), Mangga Arummanis (M2), Mangga Bacang (M3), Mangga Kweni (M4),&amp;nbsp; Mangga Alpukat (M5), dan Mangga Indramayu (M6).&amp;nbsp; Lahan &amp;nbsp;berukuran 5 m x 7 m dibersihkan dan di&amp;nbsp; pagar dengan waring setinggi 1.5 m.&amp;nbsp; Bak penggenangan dibuat sebanyak 3buah dengan panjang 400 cm, lebar 75 cm dan tinggi 70 cm dan dilapisi dengan plastik hitam, dengan jarak antar bak 100 cm.&amp;nbsp; Bibit yang digunakan berumur&amp;nbsp; 3 bulan, sehat, bebas hama dan penyakit, tinggi&amp;nbsp; 37 cm, dengan daun 6 helai,&amp;nbsp; ditanam dalam polybag berukuran 7 x 23 cm dengan media &amp;nbsp;tanah Ultisol seberat 2 kg/polybag.&amp;nbsp; Polybag bibit&amp;nbsp; disusun dalam bak dan digenangi air setinggi 2 cm diatas permukaan media selama 60 hari.&amp;nbsp; Parameter yang diamati terdiri dari : penambahan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun, kandungan klorofil daun, volume akar, morfologi akar, dan penampang melintang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan statistic sederhana yaitu rata-rata tertinggi dan terendah. Semua varietas yang teliti toleran terdahap kondisi tergenang. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan adaptasi bibit mangga pada kondisi tergenang dengan tingkat keasaman tinggi.
Kata kunci: aerenkim, arumanis, marfologi, rawa lebak</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7681</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7681</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 216-224</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7681/4518</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7683</identifier>
				<datestamp>2026-01-12T06:45:27Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">POTENSI PERTANIAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR:TINJAUAN BERDASARKAN KONDISI GEOGRAFIS DAN PRODUKSI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Potensi Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur:Tinjauan Berdasarkan Kondisi Geografis Dan Produksi</dc:title>
	<dc:creator> Harmin Jandu, Inosensius</dc:creator>
	<dc:creator> Donesius Budiman, Nikolaus</dc:creator>
	<dc:creator> Santu, Lorensius</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, didukung oleh kondisi geografisyang beragam dan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sektor ini juga menghadapi sejumlah tantanganyang menghambat pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pertanian diNTT dari sudut pandang geografis dan produksi, serta mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber,seperti literatur, jurnal, dan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan secaradeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, namunmenghadapi kendala seperti kondisi geografis yang ekstrim, keterbatasan infrastruktur, dan perubahan iklim.Untuk memaksimalkan potensi tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan.Kata Kunci: Geografis, Potensi, Sektor Pertanian, Produksi</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">East Nusa Tenggara (NTT) has great potential in the agricultural sector, supported by diverse geographical conditions and abundant natural resources. However, this sector also faces a number of challenges that hinder its growth. This research aims to identify agricultural potential in NTT from a geographic and production perspective, as well as identify the obstacles and challenges faced. This research uses a qualitative approach by analyzing secondary data from various sources, such as literature, journals and statistical data from the Central Statistics Agency (BPS). Data analysis was carried out descriptively. The research results show that NTT has great potential in the agricultural sector, but faces obstacles such as extreme geographical conditions, limited infrastructure and climate change. To maximize this potential, comprehensive and sustainable efforts are needed.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7683</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture ; 234-242</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7683/5668</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7816</identifier>
				<datestamp>2025-02-18T04:37:53Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/7817</identifier>
				<datestamp>2025-02-18T04:39:35Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pertumbuhan dan Perkembangan Buah serta Kadar Gula Buah Tanaman  Matoa Kuning (Pometia pinnata Forst)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pertumbuhan dan Perkembangan Buah serta Kadar Gula Buah Tanaman  Matoa Kuning (Pometia pinnata Forst)</dc:title>
	<dc:creator>Tua, Maruli</dc:creator>
	<dc:creator>Adiwirman</dc:creator>
	<dc:creator>Herman</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Buah matoa merupakan salah satu buah asli Indonesia yang berasal dari Papua. Buah matoa banyak digemari karena rasa yang lezat dan aroma buah yang unik seperti aroma yang khas. Tanaman matoa terdapat di Pekanbaru yang telah berumur 17 tahun, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap buah matoa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berat segar buah maksimal dan padatan total terlarut serta perubahan warna biji pada matoa kuning berdasarkan umur petik buah. Penelitian dilakukan dengan Analisis Deskriptip. Penelitian telah dilakukan pada tanaman yang telah berumur 17 tahun di Kebun Purwo Farm, Jalan Sri Kurnia, Palas, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai, Riau. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan yang dimulai dari bulan April sampai Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan berat segar buah matoa kuning maksimal pada umur petik buah 56 Hari Setelah Penyerbukan (HSP), Padatan Total Terlarut (PTT) pada buah matoa maksimal pada umur petik buah 56 HSP, Perubahan biji pada matoa dari putih menjadi merah membutuhkan waktu 13 hari yang diamati dari 28 HSP hingga 40 HSP.
Kata Kunci: Buah, Padatan Total Terlarut (PTT), Matoa.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Buah matoa merupakan salah satu buah asli Indonesia yang berasal dari Papua. Buah matoa banyak digemari karena rasa yang lezat dan aroma buah yang unik seperti aroma yang khas. Tanaman matoa terdapat di Pekanbaru yang telah berumur 17 tahun, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap buah matoa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berat segar buah maksimal dan padatan total terlarut serta perubahan warna biji pada matoa kuning berdasarkan umur petik buah. Penelitian dilakukan dengan Analisis Deskriptip. Penelitian telah dilakukan pada tanaman yang telah berumur 17 tahun di Kebun Purwo Farm, Jalan Sri Kurnia, Palas, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai, Riau. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan yang dimulai dari bulan April sampai Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan berat segar buah matoa kuning maksimal pada umur petik buah 56 Hari Setelah Penyerbukan (HSP), Padatan Total Terlarut (PTT) pada buah matoa maksimal pada umur petik buah 56 HSP, Perubahan biji pada matoa dari putih menjadi merah membutuhkan waktu 13 hari yang diamati dari 28 HSP hingga 40 HSP.
Kata Kunci: Buah, Padatan Total Terlarut (PTT), Matoa.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-01-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7817</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v19i2.7817</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Agriculture ; 117-32</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v19i2</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7817/4652</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8285</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum Tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA: Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">P Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola: Pengaruh Pemberian Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola</dc:title>
	<dc:creator>Teftae, Oriensi Y.K</dc:creator>
	<dc:creator>Noywuli, Nicolaus </dc:creator>
	<dc:creator>Noa, Margareta </dc:creator>
	<dc:creator>Simo, Daniel</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Potatoes are a potential food crop to be cultivated because they contain carbohydrates, protein, minerals and vitaminsand are able to meet people’s demand for food supply. Demand for potatoes comes from household consumption, restaurant businesses and potato based indrustries. Apart from providing food needs, potato cultivation can support the community’s economy. Therefore, potato cultivation needs to continue to be carried out optimally. One of the problems with potato cultivation is the decreasing quality of the soil due to the tendency tu use inorganic fertilizers so that soil fertility decreases. The solution implemented is the application of organic materials to improve soil quality and provide plant nutrients. The purpose of writing this article is to determine the effect to appliying organic cow dung fertilizer on changes in soil quality and potato plant growth. The method used in this research is a qualitative method with literature study techniques.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kentang merupakan tanaman pangan yang potensial untuk dibudidayakan karena mengandung karbohidrat, protein, mineral dan vitamin serta mampu memenuhi permintaan masyarakat dari segi pemenuhan pangan. Permintaan atas kentang bersumber dari konsumsi rumah tangga, usaha rumah makan dan idustri berbahan baku kentang. Selain untuk pemenuhan kebutuhan pangan, budidaya kentang mampu mendukung perekonomian masyarakat. Oleh karena itu budidaya kentang perlu terus dilakukan secara optimal. Salah satu persoalan budidaya kentang yaitu kualitas tanah yang menurun akibat kecendrungan penggunaan pupuk anorganik sehingga kesuburan tanah berkurang. Solusi yang diterapkan adalah pengaplikasian bahan organik untuk perbaikan kualitas tanah dan penyedia unsur hara tanaman. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian pupuk organik kotoran sapi terhadap perubahan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman kentang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik studi pustaka.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8285</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 1-18</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8285/5135</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8420</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="id-ID">Aplikasi Pupuk Kascing dan NPK dalam meningkatkan Produksi Tanaman Bawang Merah pada Tanah Ultisol</dc:title>
	<dc:creator>Sumini, Sumini</dc:creator>
	<dc:creator>Wartono</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Red onions are a horticultural commodity that has high economic value. However, currently, red onion production often experiences a decline which can be caused by the low level of land fertility on ultisol soil. This study aims to analyze the vermicompost and NPK fertilizers in increasing the production of shallots on ultisol soil. The research was conducted in Muara Beliti Village, Musi Rawas Regency using the Factorial Randomized Block Design (RAK). The treatments tested were vermicompost K1 = 15 tons/ha, K2 = 25 tons/ha and K3 = 35 tons/ha. NPK fertilizer: N1 = 150 kg/ha, N2 = 200 kg/ha and N3 = 250 kg/ha. The results of the study showed that the application of vermicompost fertilizer with a dose of 15 tons/ha and NPK fertilizer with a dose of 150 kg/ha was able to increase the growth rate of plant height, increase the number of leaves and tuber diameter and had a very significant effect on the weight per tuber</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Namun saat ini produksi bawang merah sering mengalami penurunan yang dapat disebabkan rendahnya tingkat kesuburan lahan pada tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pupuk kascing dan NPK dalam meningkatkan produksi tanaman bawang merah pada tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan Desa Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Perlakuan yang dicobakan adalah pupuk kascing K1= 15 ton/ha, K2= 25 ton/ha dan K3= 35 ton/ha. Pupuk NPK, N1 = 150 kg/Ha, N2= 200 kg/Ha dan N3= 250 kg/Ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa aplikasi pupuk kascing dengan dosis 15 ton/ha atau setara dengan 75 gram/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 150 kg/Ha atau setara dengan 0,75 gram/polybag mampu meningkatkan laju pertumbuhan tinggi tanaman, penambahan jumlah daun dan diameter umbi serta berpengaruh sangat nyata pada berat per umbinya</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8420</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8420</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 54-63</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8420/5144</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8475</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimalisasi Pertumbuhan Vegetatif Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Melalui NPK Dan ZPT Gobest </dc:title>
	<dc:creator>Abror, M</dc:creator>
	<dc:creator>Indra Kurniawan, Dimas</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pupuk NPK menyediakan unsur hara makro untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman cabai rawit. Zat Pengatur Tumbuh Gobest membantu merangsang perkembangan akar dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK dan ZPT Gobest terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (100 kg/ha, 150 kg/ha, dan 200 kg/ha) dan konsentrasi ZPT Gobest (1 ml/liter, 2 ml/liter, dan 3 ml/liter) yang diulang sebanyak tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan&amp;nbsp; jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK 200 kg/ha dan ZPT Gobest 2 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti tinggi tanaman dan jumlah daun, luas daun dan jumlah cabang.
Kata Kunci : NPK, ZPT gobest, cabe</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8475</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8475</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 41-53</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8475/5138</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8503</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Performance of Red Chili Plants (Capsicum annum L.) in Response to Organic Fertilizer Mixture of Palm Oil Fronds, Empty Fruit Bunches, and Cow Manure</dc:title>
	<dc:creator>Sunarti</dc:creator>
	<dc:creator>Nurseha</dc:creator>
	<dc:creator>Aryani, Farida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract. One approach to increasing chili production is through fertilisation. The use of organic fertilizers is a viable alternative. This study aims to evaluate the response of red chili plants (Capsicum annum L.) to the application of an organic fertilizer made from a mixture of palm oil fronds, empty fruit bunches, and cow manure. The research was conducted from April to July 2024 in Lubuk Sini Village, Taba Penanjung District, Central Bengkulu Regency. The method employed was an experimental one, using a Completely Randomised Design (CRD) Non-Factorial with one factor and four replications. The treatment factor was the dose of the organic fertilizer mixture of palm oil fronds, empty fruit bunches, and cow manure, comprising five levels: D0 = Without Organic Fertilizer (NPK 200 kg ha-1), D1 = 15 t h-1, D2 = 20 t h-1, D3 = 25 t h-1, and D4 = 30 t h-1. Data were analysed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The results showed that the D4 = 30 t h-1 dosage had a significant effect on the height and fruit weight of red chili plants.
Key word: Red chili, Organic fertilizer, Palm oil fronds, and emty fruit bunches</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8503</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8503</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 19-29</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8503/5136</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8529</identifier>
				<datestamp>2025-12-16T01:59:11Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8556</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan Jarak Tanam dalam meningkatkan Produksi Tanaman Kacnag Tanah pada Tanah Ultisol</dc:title>
	<dc:creator>Sutejo</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tanah marginal seperti tanah ultisol memiliki keterbatasan dalam mendukung pertumbuhan tanaman karena rendahnya kandungan hara dan struktur tanah yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada tanah ultisol. Penelitian dilakukan di Desa Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan: dosis pupuk kotoran sapi (5, 10, dan 15 ton/ha) dan jarak tanam (30×20 cm, 30×30 cm, dan 30×40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kotoran sapi 15 ton/ha (K3) dan jarak tanam 30×40 cm (J3) memberikan hasil terbaik pada parameter panjang akar, berat akar, berat basah berangkasan, dan berat kering berangkasan. Interaksi antara pupuk dan jarak tanam tidak memberikan pengaruh nyata, namun kombinasi K3J3 tetap menunjukkan hasil pertumbuhan dan produksi tertinggi. Oleh karena itu, aplikasi pupuk kotoran sapi 15 ton/ha dengan jarak tanam 30×40 cm direkomendasikan untuk meningkatkan hasil kacang tanah pada lahan ultisol.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8556</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8556</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 64-74</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8556/5145</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8629</identifier>
				<datestamp>2025-12-16T02:22:34Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">RESPON HASIL  TANAMAN CABAI RAWIT DI LAHAN GAMBUT DENGAN PERLAKUAN BOKASHI RERUMPUTAN DAN PUPUK  NPK 9-20-25</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">RESPON HASIL  TANAMAN CABAI RAWIT DI LAHAN GAMBUT DENGAN PERLAKUAN BOKASHI RERUMPUTAN DAN PUPUK  NPK 9-20-25</dc:title>
	<dc:creator>Faqihudien, Abdul Yusron</dc:creator>
	<dc:creator>Saijo</dc:creator>
	<dc:creator> Arfianto, Fahruddin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Chili plants are one of the horticultural plants from the vegetable type that have small fruits with a spicy taste. This study aims to analyze and test the effect of bokashi grass fertilizer and NPK 9-20-25 on peat soil on plant height, stem diameter, fruit weight per plant, number of fruits per plant, fruit weight per grain. The results showed that the treatment of bokashi grass fertilizer and NPK did not affect plant height, stem diameter, number of fruits per plant, fruit weight per plant. Single treatment of bokashi grass fertilizer affected plant height, stem diameter, number of fruits per plant, fruit weight per plant. Efficient treatment to obtain the sweetness level of sorghum stems is the treatment of bokashi grass fertilizer at a dose of 15 tons/ha. The highest results in this study obtained a plant height of 39.01 cm, stem diameter 8.67 cm, fruit weight per plant 32.93 g, number of fruits per plant 23, 24 fruits, fruit weight per grain 1.45 g. For better results, it is recommended to use grass bokashi fertilizer with a dose of 15 t ha-1 and cultivate cayenne pepper plants in seasons that do not have high rainfall.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tanaman cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Selain berguna sebagai bahan penyedap masakan, cabai rawit juga mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menguji pengaruh pupuk bokashi reruputan dan NPK 9-20-25 pada tanah gambut terhadap tinggi tanaman, diameter batang, bobot buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, bobot buah perbutir.&amp;nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk bokashi rerumputan dan NPK tidak berpengaruh tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman. Perlakuan tunggal pupuk bokashi rerumputan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman. Perlakuan yang efisien untuk mendapatkan tingkat kemanisan batang sorgum yaitu perlakuan pupuk bokashi reumputan dosis 15 ton/ha. Hasil tertinggi pada penelitian ini mendapatkan tinggi tanaman 39,01 cm, diameter batang 8,67 cm, bobot buah pertanaman 32,93 g, jumlah buah pertanaman 23, 24 buah, bobot buah perbutir 1,45 g. Untuk hasil lebih baik disarankan menggunakan pupuk bokashi rerumputan&amp;nbsp; dengan dosis 15 t ha-1 dan melakukan budidaya tanaman cabai rawit pada musim yang tidak memiliki curah hujan yang tinggi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8629</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8629</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 136-142</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8629/5290</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/8679</identifier>
				<datestamp>2025-07-16T06:05:14Z</datestamp>
				<setSpec>agriculture:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pupuk Hayati Mikoriza Dan FrekuensiPenyiangan Gulma Pada Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Ketan (Zea mays var.Ceratina)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh Pupuk Hayati Mikoriza Dan Frekuensi Penyiangan Gulma Pada Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Ketan (Zea mays var.Ceratina)</dc:title>
	<dc:creator>Ferayoga, Dicky </dc:creator>
	<dc:creator> Sajar, Suryani</dc:creator>
	<dc:creator>Syahfitri Harahap, Ariani </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penelitian ini dilaksanakan dilahan penelitian Universitas Pembangunan Panca Budi di Dusun 3 Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 24 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yang terdiri dari : faktor I yaitu : M0 = 0 g/tanaman pupuk hayati mikoriza, M1 = 4,5 g/tanaman pupuk hayati mikoriza dan M2 = 9 g/tanaman pupuk hayati mikoriza. faktor II yaitu : P0 = Tidak disiangi, P1 = Bergulma sampai dengan 15 HST, P2 = Bergulma sampai dengan 30 HST, P3 = Bergulma sampai dengan 45 HST dan P4 = Bebas Gulma (tanpa gulma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pupuk hayati mikoriza berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan dan perlakuan penyiangan gulma berbeda nyata pada parameter bobot jagung berkelobot pertongkol persampel, diameter buah jagung berkelobot pertanaman, bobot tongkol jagung tanpa kelobot per sampel dan panjang tongkol berkelobot.
Kata kunci: Gulma, Jagung, Mikoriza</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penelitian ini dilaksanakan dilahan penelitian Universitas Pembangunan Panca Budi di Dusun 3 Desa Sampe Cita, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 24 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yang terdiri dari : faktor I yaitu : M0 = 0 g/tanaman pupuk hayati mikoriza, M1 = 4,5 g/tanaman pupuk hayati mikoriza dan M2 = 9 g/tanaman pupuk hayati mikoriza. faktor II yaitu : P0 = Tidak disiangi, P1 = Bergulma sampai dengan 15 HST, P2 = Bergulma sampai dengan 30 HST, P3 = Bergulma sampai dengan 45 HST dan P4 = Bebas Gulma (tanpa gulma). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pupuk hayati mikoriza berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan dan perlakuan penyiangan gulma berbeda nyata pada parameter bobot jagung berkelobot pertongkol persampel, diameter buah jagung berkelobot pertanaman, bobot tongkol jagung tanpa kelobot per sampel dan panjang tongkol berkelobot.
Kata kunci: Gulma, Jagung, Mikoriza</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Muhammadiyah Bengkulu</dc:publisher>
	<dc:date>2025-07-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8679</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.36085/agrotek.v20i1.8679</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Agriculture; Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Agriculture ; 88-99</dc:source>
	<dc:source>2620-7389</dc:source>
	<dc:source>1412-4262</dc:source>
	<dc:source>10.36085/agrotek.v20i1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/8679/5152</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Agriculture</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-04T23:02:52Z"
			completeListSize="114"
			cursor="0">428a12c3464fcc87ef58ea778daefeef</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
