ANALYSIS OF DETERMINATION OF SUPERIOR FOOD CROP COMMODITIES AND THEIR DEVELOPMENT STRATEGIES IN PURBOLINGGO DISTRICT, EAST LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.36085/agribis.v19i2.10608Abstract
Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu daerah penyangga pangan utama di Provinsi Lampung. Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten ini sangat signifikan. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan dan fluktuasi harga komoditas menuntut adanya pemetaan ulang mengenai komoditas apa yang paling potensial untuk diprioritaskan pengembangannya agar kesejahteraan petani meningkat. Strategi pengembangan komoditas unggulan memerlukan pendekatan yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengidentifikasi dan menetapkan jenis komoditas tanaman pangan yang menjadi komoditas unggulan (basis) di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. 2) Menganalisis tingkat daya saing dan pertumbuhan komoditas tanaman pangan di Kecamatan Purbolinggo dalam periode waktu tertentu . 3) Merumuskan dan menyusun strategi pengembangan yang tepat untuk mengoptimalkan potensi komoditas tanaman pangan unggulan guna meningkatkan perekonomian lokal di Kecamatan Purbolinggo. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Purbolinggo memiliki tiga komoditas basis utama: ubi jalar (LQ = 1,80), kacang tanah (LQ = 1,58), dan padi sawah (LQ = 1,50). Jagung (LQ = 0,96) dan ubi kayu (LQ = 0,69) berstatus non-basis. Ubi jalar dan kacang tanah dianggap sebagai komoditas unggulan progresif (SS > 0), padi sawah dianggap sebagai fase unggulan jenuh (SS < 0) karena keterbatasan lahan dan krisis regenerasi petani, jagung dianggap sebagai komoditas berkembang yang potensial (SS > 0), dan ubi kayu dianggap tertinggal (SS < 0) karena kurangnya persaingan lahan dengan jagung dan rendahnya harga di tingkat hilir. Strategi pengembangan dirancang dari hulu ke hilir untuk memaksimalkan potensi dan meningkatkan perekonomian lokal. Strategi ini mencakup integrasi mekanisasi modern dengan platform Kartu Petani Berjaya (KPB), BUMDesma untuk meningkatkan skala ekonomi palawija, program Smart Farming untuk pemuda, pembangunan embung untuk mengurangi kekeringan, zonasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan kerja sama jangka panjang dengan perusahaan pertanian.






