https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/issue/feedJurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)2026-01-30T00:00:00+07:00Dr. Nopriyeni, M.Pd.jrips@umb.ac.idOpen Journal Systems<p><span class="fontstyle0">Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) terbit sejak tahun 2022,<br />diterbitkan dua kali dalam satu tahun. Merupakan jurnal penelitian yang menyajikan artikel-artikel dalam 2 bidang ilmu yaitu pendidikan sains (Kurikulum, Inovasi, Media, Assesment, Evaluasi, Manajemen dan Kebijakan, studi literature, eksperimen serta aplikasinya dalam pembelajaran. Biologi Murni (Keragaman hayati, ekologi, lingkungan). Setiap naskah yang dikirim ke Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains akan direview oleh pakar dibidangnya.<br /><br />Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) peringkat 4 (SINTA 4) berdasarkan Sertifikat dan <a href="https://drive.google.com/file/d/1PBPn66-D_8GldNdbOpmoP5Z2q1drztkz/view" target="_blank" rel="noopener">Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 10/C/C3/DT.05.00/2025 tentang Pemeringkatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2025</a>. Akreditasi berlaku selama 5 (tiga) tahun, terhitung mulai Volume 1 Nomor 2 Tahun 2022 sampai dengan Volume 6 Nomor 1 Tahun 2027.<br /></span></p>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/10022PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY) PADA MATERI HIDROKARBON2026-01-28T10:07:11+07:00Fadilatul Umamifadillablt029@gmail.comAnis Kholifatur RosyidahAniskholifaturrosyidah@gmail.com<p>Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk: 1) memahami langkah-langkah dalam mengembangkan modul elektronik berbasis SETS (<em>Science, Environment, Technology, and Society</em>) pada materi hidrokarbon, 2) menilai kelayakan modul elektronik berbasis SETS pada materi hidrokarbon, 3) mengetahui respon siswa terhadap penggunaan modul elektronik berbasis SETS pada materi hidrokarbon. Penelitian ini termasuk dalam kategori pengembangan R&D (<em>Research & Development</em>) menggunakan model pengembangan 4D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan. Subjek dalam penelitian ini terdiri 20 siswa kelas XI program kimia farmasi di SMK Islam Panca Hidayah Kalidawir. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi panduan wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dari hasil wawancara, masukan dan saran, analisis data kuantitatif dari hasil validasi para ahli materi dan ahli media serta kuesioner respon siswa dengan menghitung rata-rata persentasenya. Dari hasil penelitian, diperoleh rata-rata skor dari ahli materi sebesar 88%, validasi ahli media 85%, dan respon siswa sebesar 88%. Ini menunjukkan bahwa modul elektronik berbasis SETS sangat layak digunakan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Hidrokarbon, Modul Elektronik, SETS</p> <p> </p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9738ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH PROTOZOLOGI DI AKADEMI ANALIS KESEHATAN HARAPAN BANGSA 2025-12-22T11:14:18+07:00Septi Puspitasariseptipuspita409@gmail.comLilis Suryaniseptipuspitaaa@gmail.comJayanti Syahfitriseptipuspitaaa@gmail.comHepiyansoriseptipuspitaaa@gmail.com<p>Berpikir kritis adalah keterampilan seseorang dalam mengevaluasi informasi secara objektif, mengenali bias serta mengambil kesimpulan berdasarkan pertimbangan yang logis. Keterampilan berpikir kritis penting bagi mahasiswa karena dengan berpikir kritis mahasiswa dapat menanggapi perkembangan yang terjadi. Penelitian ini untuk menilai kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang mengikuti mata kuliah protozoologi di Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa Bengkulu. Instrumen yang digunakan adalah tes essai yang telah dinyatakan valid dan reliabel dan dirancang untuk menilai Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pendekatan penelitian ini bercirikan penelitian deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pengujian. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 38 mahasiswa semester tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa semester tiga mata kuliah protozoologi termasuk dalam kategori sedang, dengan nilai rata-rata 61,05%. Distribusi kemampuan berpikir kritis mahasiswa adalah 7,8% dalam kategori sangat tinggi, 21% dalam kategori tinggi, 45% dalam kategori sedang, 15,7% dalam kategori rendah, dan 10,5% dalam kategori sangat rendah.</p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Berpikir Kritis, Mahasiswa, <em>Protozologi </em></p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9725PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III AKADEMI ANALIS KESEHATAN MATERI BAKTERI Staphylococcus aureus 2025-12-20T14:56:02+07:00Lilis Suryanililissuryani2590@gmail.comsepti puspita sariseptipuspitaaa@gmail.comJayanti Syahfitrijayantisyahfitri@umb.ac.id<p>Pada pelaksanaan pendidikan, pendidik dituntut untuk memiliki keterampilan mengelola kelas dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa sehingga tercapai perubahan yang diharapkan, khususnya dalam penguasaan materi pembelajaran. Namun, masih banyak pendidik yang kurang memperhatikan metode pengajaran dan hasil belajar mahasiswa. Sebagian pendidik menerapkan metode pembelajaran yang kurang variatif, yang menyebabkan mahasiswa cepat merasa jenuh, materi pembelajaran mudah terlupakan, dan berdampak pada hasil belajar. Tujuan penelitian ini untuk menelaah penerapan model pembelajaran <em>Project Based Learning</em> (PjBL) dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa semester III AAKHB pada materi bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan populasi seluruh mahasiswa Akademi Analis Kesehatan, sampel penelitian yaitu mahasiswa semester III AAKHB sebanyak 38 Mahasiswa. Tolak ukur keberhasilan penelitian ini adalah tercapainya ketuntasan belajar mahasiswa individual dan klasikal pada materi bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I, ketuntasan belajar mahasiswa mencapai 42,11% pada pertemuan pertama dan mengalami peningkatan menjadi 68,42% pada pertemuan kedua. Selanjutnya, pada Siklus II ketuntasan belajar meningkat menjadi 78,95% pada pertemuan ketiga dan mencapai 92,11% pada pertemuan keempat dengan nilai ≥ 75. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Project Based Learning</em> (PjBL) berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hasil Belajar, PjBL, PTK, <em>Staphylococcus aureus</em>.</p> <p> </p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9484PENGEMBANGAN MODUL AJAR FISIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA TOPIK ENERGI TERBARUKAN2025-11-24T17:45:07+07:00Hamdi Akhsanhamdiakhsan@fkip.unsri.ac.idMuhammad AditiyahMuhammadaditiyah4@gmail.comKistionokistiono.fkip@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas sebuah modul yang dikembangkan berdasarkan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dalam upaya meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi energi terbarukan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang mencakup tahapan Analyze, Design, dan Development. Validitas produk dinilai oleh tiga orang validator ahli dari bidang pendidikan fisika. Penilaian mencakup dua aspek utama, yaitu validitas isi (kesesuaian materi, relevansi fenomena kontekstual, dan potensi pengembangan berpikir kreatif) serta validitas konstruk (struktur penyajian, kejelasan petunjuk, penggunaan bahasa, dan kualitas visual). Hasil validasi menunjukkan persentase rata-rata sebesar 94,44% untuk validitas isi dan 91,67% untuk validitas konstruk, dengan rata-rata keseluruhan 93,05%. Berdasarkan kriteria interpretasi skor menurut Sudijono (2015), nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat valid. Dengan demikian, modul ajar fisika berbasis PBL ini layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran fisika, khususnya untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif siswa melalui isu-isu aktual seputar energi terbarukan. Penelitian ini juga menawarkan inovasi dalam bentuk bahan ajar kontekstual yang relevan dengan tantangan lokal maupun global.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Modul ajar, <em>Problem Based Learning</em>, berpikir kreatif, validitas, energi terbarukan</p> <p> </p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9984PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DISERTAI MEDIA CD (COMPACT DISC) PADA MATA KULIAH KIMIA DASAR DI IAIN KERINCI 2026-01-23T16:42:28+07:00Tri Saslinasaslinatri2015@gamil.comBetaria Putrabetariaputra20@gamil.comUtari Aulia Tianda Saputriutari.saputri17@gamil.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran kimia berbasis kearifan lokal yang dilengkapi media pembelajaran CD Program pada materi kimia larutan untuk mata kuliah Kimia Dasar di IAIN Kerinci. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2023 dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan <em>(Research and Development)</em> yang mengacu pada model Plomp, meliputi fase investigasi awal, perancangan, tes–evaluasi–revisi, dan implementasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Tadris Kimia IAIN Kerinci. Data penelitian terdiri atas data validitas dan kepraktisan produk yang diperoleh melalui lembar validasi ahli dan angket respon mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan koefisien Kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis kearifan lokal memiliki tingkat validitas sangat tinggi, dengan persentase rata-rata 85% pada aspek konstruksi, kebahasaan, dan kegrafisan, serta tingkat kepraktisan tinggi dengan persentase sebesar 78%. Media pembelajaran CD Program juga menunjukkan tingkat validitas dan kepraktisan sangat tinggi, dengan persentase rata-rata 84% pada aspek isi, konstruksi, kebahasaan, dan kegrafisan, serta tingkat kepraktisan sebesar 82%. Integrasi kearifan lokal dalam modul dan penggunaan media CD Program mampu membantu mahasiswa memahami konsep kimia larutan yang bersifat abstrak secara lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dan media pembelajaran CD Program yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran Kimia Dasar.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> CD Program, Kimia Dasar, Kearifan Lokal, Model Plomp, Pengembangan Modul.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9727Pengembangan Asesmen Formatif Interaktif Berbasis Mentimeter Untuk Meningkatkan Keterlibatan Aktif Siswa Dalam Asesmen 2025-12-20T15:36:50+07:00Salsabilla Maharanisalsabillamaharani693@upi.eduAna Ratna Wulananaratnawulan@upi.edu<p>Penelitian ini bertujuan merancang prototipe asesmen formatif interaktif berbasis Mentimeter untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam asesmen pada pembelajaran Biologi kelas X dengan fokus materi keanekaragaman hayati. Kajian dilaksanakan pada tahun 2025 di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan desain asesmen, pembangunan prototipe, uji coba terbatas, dan evaluasi hasil. Subjek uji coba terdiri atas 12 siswa. Data dikumpulkan melalui log respons Mentimeter (tingkat partisipasi dan intensitas kontribusi), dokumentasi kegiatan, serta angket respons siswa. Hasil menunjukkan partisipasi pada komponen kuis berada pada rentang 91,7%–100% dengan rata-rata 97,2%, sedangkan intensitas kontribusi pada aktivitas yang menuntut ide dan interaksi mencapai rata-rata 1,33 respons per siswa (pertanyaan terbuka) dan 1,67 kontribusi per siswa (fitur tanya jawab). Pada komponen <em>self-assessment</em>, partisipasi pertanyaan terbuka konsisten 100% pada dua sesi, dengan intensitas refleksi meningkat dari 1,08 menjadi 1,25 respons per siswa. Angket menunjukkan penerimaan siswa sangat positif, terutama pada kemudahan penggunaan, kecepatan umpan balik, dan dorongan untuk berpartisipasi. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyediaan rancangan prototipe asesmen formatif interaktif beserta indikator operasional keterlibatan aktif (partisipasi dan intensitas kontribusi) yang dapat dijadikan acuan praktis dan terukur bagi pendidik dalam mengimplementasikan asesmen formatif digital pada materi Biologi, serta memberikan bukti empirik awal bahwa desain aktivitas Mentimeter dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara konsisten pada format pertanyaan tertentu. Kesimpulan menyatakan prototipe dapat diandalkan untuk mendorong partisipasi aktif siswa dalam asesmen formatif Biologi pada materi yang diteliti, namun perlu penguatan prosedur implementasi agar partisipasi lebih seragam pada semua jenis item.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci<em>:</em></strong> <em>Asesmen formatif, Keanekaragaman hayati, Keterlibatan aktif, Mentimeter.</em></p>2026-01-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9629STRATEGI PEMBELAJARAN FISIKA YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SMA: ANALISIS DATA PISA DAN ASESMEN NASIONAL2025-12-11T12:14:23+07:00Albert CarolinoCarolinoalbert14@gmail.comandesta putriandestamandalaputri@gmail.comAditiyah Wiradinataaditiyahwiradinata@gmail.comIrwan KotoIrwan_koto@unib.ac.id<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya capaian literasi dan numerasi peserta didik di Indonesia serta adanya kesenjangan kompetensi antar satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa SMA/sederajat dengan merujuk pada hasil <em>Programme for International Student Assessment</em> (PISA) dan asesmen nasional. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi literatur dengan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan menghasilkan 200 artikel pada tahap awal. Setelah dilakukan proses penyaringan berdasarkan kriteria relevansi topik, ketersediaan teks lengkap, serta rentang publikasi tahun 2020 hingga 2025, diperoleh 15 artikel yang dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis konteks, pemanfaatan asesmen formatif, serta penguatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa. Selain itu, inovasi pembelajaran yang dilakukan guru, keterlibatan aktif peserta didik, serta dukungan lingkungan sekolah turut memperkuat capaian akademik siswa. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peningkatan literasi dan numerasi memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di era saat ini.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Asesmen Nasional, Literasi, PISA, dan Strategi Pembelajaran.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JRIPS/article/view/9452KENDALA IMPLEMENTASI EVALUASI PEMBELAJARAN DIGITAL DI LPTK (Studi Komparatif Dua Institusi di Aceh)2025-11-20T23:31:33+07:00Eva Nauli Taibevanaulitaib@ar-raniry.ac.idRahmi Fhonnarahmifhonna@ar-raniry.ac.idNurlia Zaharanurlia.zahara@ar-raniry.ac.idRiska Yulianiriskayuliani100623@gmail.comFathia Bardevifathiabardevii123@gmail.com<p>Implementasi evaluasi pembelajaran digital di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menghadapi berbagai kendala yang dapat menghambat efektivitas proses penilaian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kendala implementasi evaluasi digital serta merumuskan strategi penguatan berdasarkan karakteristik kelembagaan. Penelitian menggunakan desain sequential explanatory <em>mixed methods</em> dengan subjek penelitian berjumlah 121 responden di FTK UIN Ar-Raniry dan FKIP Universitas Abulyatama yang terdiri dari unsur struktural, dosen, dan mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian mengungkapkan kendala multidimensional yang mencakup: (1) aspek infrastruktur teknis (ketidakstabilan jaringan dan fragmentasi platform); (2) aspek kebijakan (ketiadaan SOP dan lemahnya monitoring); (3) aspek pelatihan dan dukungan teknis (pelatihan belum sistematis dan tidak ada helpdesk); serta (4) aspek kompetensi SDM (kesenjangan literasi digital). Analisis komparatif menunjukkan bahwa FTK UIN Ar-Raniry menghadapi kendala birokrasi koordinasi meskipun memiliki infrastruktur terpusat, sementara FKIP Universitas Abulyatama menghadapi fragmentasi platform meskipun memiliki fleksibilitas adopsi. Strategi penguatan yang direkomendasikan mencakup empat pilar: peningkatan infrastruktur teknologi, pembentukan unit dukungan teknis, penyusunan SOP evaluasi digital, dan pelaksanaan pelatihan berkelanjutan yang harus diimplementasikan secara sistematis dan kontekstual berdasarkan karakteristik institusi.</p> <p>Kata Kunci: Evaluasi digital, kendala implementasi, LPTK, strategi penguatan, <em>mixed methods</em></p> <p> </p>2026-01-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS)