Evaluasi Program Pelatihan Dalam Mengembangkan Industri Batik Tulis di Desa Pakandangan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep
DOI:
https://doi.org/10.36085/jmpkp.v8i1.8654Keywords:
Evaluasi, Program Pelatihan, Industri Batik TulisAbstract
Desa Pakandangan merupakan daerah semenjak dahulu sebagai pusat batik tulis yang senantiasa memelihara keahliannya dalam membatik yang diperoleh turun temurun. Awal mula kerajinan batik tulis mulai dikembangkan oleh masyarakat Desa Pakandangan Kecamatan Bluto, yang akhirnya meluas ke seluruh wilayah Kabupaten Sumenep. Profil pelatihan dalam pengembangan industri batik tulis di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto, berfokus pada dua aspek utama, yaitu desain dan pewarnaan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hasil Evaluasi Program Pelatihan Pengembangan Batik Tulis Di Desa Pakandangan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, studi Pustaka. Dalam penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan dari Bridgman dan Davis (2000) ada empat indikator, yaitu Input, Process, Outputs, Outcomes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2022-2024 adanya penurunan omset, hasil produksi, dan tenaga kerja sehingga ada dua sentra batik tulis yang gulung tikar disebabkan kurang perhatiannya pemerintah.
References
Akbar, F., & Kuniati, W. (2018). Studi evaluasi kebijakan: Evaluasi beberapa kebijakan di Indonesia. Ideas Publishing.
Anggraini, N. S. (2021). Peran pengelola kelembagaan usaha mikro kecil menengah saat pandemi Covid-19: Studi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko. Jurnal Manajemen Publik dan Kebijakan Publik, 3(2), 52–65.
Asniar, I., Afrida, Y., & Sari, M. (2024). Penerapan teknologi feeder untuk pewarna kain dan strategi pemasaran UMKM Batik Tulis Assyafa Lampung. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 310–320. https://doi.org/10.53621/jippmas.v4i2.399
Bridgman, P., & Davis, G. (2000). The Australian policy handbook (2nd ed.). Allen & Unwin.
Disarifianti, N., Prasetyo, D., & Visual, D. K. (2021). Studi pengembangan desain motif batik tulis Lasem Rembang. Seminar Nasional Universitas M Chung, 1, 14–25. https://doi.org/10.33479/sndkv.v1i.120
Fadilah, A. N., Siregar, R. C., Nainggolan, M., & Yunita, S. (2023). Perlindungan hukum terhadap hak cipta warisan budaya batik Indonesia ditinjau dari hukum internasional. Innovative: Journal of Social Science Research, 3, 4322–4331. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5390
Friyal, M., & Widya, K. (2018). Studi evaluasi kebijakan: Evaluasi beberapa kebijakan di Indonesia. Ideas Publishing.
Hariyoko, Y., Soesiantoro, A., & Junaidi, M. A. (2021). Pemberdayaan UMK batik tulis di Kampoeng Batik Jetis oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 11(1), 1–10.
Khairullah. (2024, May). Batik tulis Sumenep, sejarah dan perkembangannya. Masalembu.com. https://www.masalembo.com/2024/05/batik-tulis-sumenep-sejarah-dan.html
Luaylik, N. F., Azizah, R. N., & Saputri, E. (2022). Strategi pemberdayaan UMKM batik Desa Klampar, Kabupaten Pamekasan dalam perspektif kebijakan berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Administrasi Negara, 6(2), 1–25. https://doi.org/10.30737/mediasosian.v6i2.2458
Mazdon. (2019). Omset batik karya wirausaha muda Sumenep capai Rp50 juta dalam sebulan. Jejak.co. https://jejak.co/omset-batik-karya-wirausaha-muda-sumenep-capai-rp-50-juta-dalam-sebulan/
Monika, D., & Pratiwi, R. (2022). Analysis of One Village One Product (OVOP)-based MSME empowerment strategy through business development (Case study on UMKM Batik Sentra Dagam Village, Purbalingga Regency). Frontiers in Journal of Social Research, 1(4), 567–582. https://doi.org/10.55927/fjsr.v1i4.1267
Mawarini Sukmariningsih, R., Karyono, H., & Hassim, J. Z. (2024). Peran pemerintah dalam upaya pengembangan unit mikro kecil dan menengah batik tradisional di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Jurnal Suara Pengabdian 42, 3(1), 66–73. https://doi.org/10.56444/pengabdian45.v3i1.1555
Nawangsari, E. R. (2017). Analisis program pemberdayaan masyarakat pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pengrajin batik Kampoeng Jetis dan Koperasi Intako Tanggulangin Sidoarjo. Journal of Public Sector Innovations, 1(1), 12–16. https://doi.org/10.26740/jpsi.v1n1.p12-16
Prasaja, A., & Jani, M. A. (2020). Pengembangan industri batik tulis “Moch Salam” Sukodono Sidoarjo. Journal Community Service Consortium, 1(1). https://doi.org/10.37715/consortium.v1i1.3266
Rahman, F., Boedirochminarni, A., & Sudarti. (2020). Analisis penentuan pendapatan industri kecil batik (Desa Pakandangan Barat Kabupaten Sumenep). Jurnal Ilmu Ekonomi, 4(1), 97–109. https://doi.org/10.22219/jie.v4i1.9585
Ramadhanti, A., Wahyuni, S., & Zulianto, M. (2022). Peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM batik di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 16(1), 47–52. https://doi.org/10.19184/jpe.v16i1.23452
Ratnawati, S., & Ati, N. U. (2025). Pelatihan dan pendampingan UMKM batik tulis di Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Abdidas, 2(2), 287–300. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i2.287
Sugiardi, A., Rahayu, R. P., Fitrianti, R. N., & Syahadatina, R. (2023). Strategi pengembangan produktivitas industri batik untuk meningkatkan perekonomian lokal pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan. Journal of Islamic Economic Business (Assyarikah), 4(2), 156–169. https://doi.org/10.28944/assyarikah.v4i2.1398
Suharwati, S. I. (2019). Pengembangan industri batik tulis sebagai potensi daerah (Studi kasus di Desa Klampar Kabupaten Pamekasan). JPIPS: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 6(1), 13–21. https://doi.org/10.18860/jpips.v6i1.7822
Sumarsyah, W. (2021). Evaluasi implementasi program bantuan operasional sekolah pada satuan pendidikan sekolah dasar negeri tahun 2019–2020 di Kecamatan Lubuk Basung. Jurnal Manajemen Publik dan Kebijakan Publik, 3(1), 25–33.







