https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/issue/feedJURNAL ABDIMAS SERAWAI2025-12-23T00:00:00+07:00Titi Darmititidarmi@umb.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">Abdimas Serawai Journal (JAMS) e-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210417132014342" target="_blank" rel="noopener">2776-3064</a> p-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210417232017823" target="_blank" rel="noopener">2776-3072</a> published by the Administration Study Program, Faculty of Social and Political Sciences, Muhammadiyah University of Bengkulu is a peer-reviewed journal which contains scientific articles from various scientific disciplines which are adopted in various community service activities and other applied research. JAMS accepts articles in the field of applied research and downstream results of community-based quantitative and qualitative scientific research into community service formats that cover relevant scientific fields including:</p> <p style="text-align: justify;">1. Fields of study are Public Administration, Public Policy, Public Management, Public Services, Social Affairs, Humanities<br />2. Governance Sector, HRM<br />3. Social, cultural, economic, educational, tourism, language and arts fields<br />4. Health, Food and Sports Policy Sector<br />5. Informatics engineering, information systems and communication science<br />6. Environmental policy area<br />7. Policy fields of Agriculture, Livestock, Fisheries</p> <p style="text-align: justify;">Abdimas Serawai Journal (JAMS) has been <strong>accredited rank 4 (SINTA 4)</strong> based on the Certificate and <a href="https://drive.google.com/file/d/1PBPn66-D_8GldNdbOpmoP5Z2q1drztkz/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Decree of the Director General for Strengthening Research and Development Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia No. 10/C/C3/DT.05.00/2025 concerning Rating of Scientific Journal Accreditation Period I of 2025</a>. Accreditation is valid for 5 (three) years, starting from Volume 2 Number 3 of 2022 to Volume 7 Number 2 of 2027.<br />Every manuscript sent to the Abdimas Serawai Journal (JAMS) will be reviewed by experts in the field. This JAMS journal began publication in April 2021, published three times a year (April, August and December). All articles published online in JAMS journals are open to the public. Readers and anyone can read or download without having to subscribe or pay</p>https://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/8866Edukasi Pengelolaan Sampah terhadap Kesehatan Lingkungan Kampus 2025-08-14T11:50:26+07:00henni febriawatihenni_febriawati@yahoo.comRiana Dewirianadewi@gmail.comZulaikha Agustinawatizulaikhaagustinawati@gmail.comTresna Fatmawatitresnafatmawati@yahoo.comSarkawi Sarkawimustawie@gmail.com<p>Masalah pengelolaan sampah merupakan isu global yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan manusia, termasuk di lingkungan kampus. Kurangnya kesadaran mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan menjadi latar belakang dilaksanakannya kegiatan edukasi pengelolaan sampah di STIKES Al-Su’aibah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa terkait pengelolaan sampah yang benar, serta membentuk kebiasaan yang mendukung kesehatan lingkungan kampus. Metode pelaksanaan mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan praktik langsung daur ulang sampah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada aspek pengetahuan (69,2%), sikap sangat setuju terhadap pengelolaan sampah (61,5%), serta perilaku selalu menjaga kebersihan lingkungan (84,6%). Kesimpulannya, edukasi pengelolaan sampah terbukti meningkatkan kesadaran dan peran aktif mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat. Saran dari kegiatan ini adalah perlunya dukungan berkelanjutan dari institusi pendidikan, seperti penyediaan fasilitas tempat sampah terpilah, kurikulum tematik lingkungan, serta kegiatan rutin edukatif agar kesadaran mahasiswa dapat terus meningkat.</p>2025-12-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9115Penyuluhan Hukum Kepada Murid SMAN 10 Bekasi Mengenai Pengendalian Pencemaran Udara2025-10-22T20:57:18+07:00Liza Evitalizaevita16@gmail.comM. Ryan Bakryryanbakry@yarsi.ac.idM.Kharis Umardanikharisumardani@yarsy.ac.idGilang Ramadhangilangramadhan@yarsy.ac.idPutri Amaria Rputriamaria@yarsy.ac.id<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Pencemaran udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan manusia, kelestarian ekosistem, dan keberlanjutan hidup. Sayangnya, kesadaran generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), terhadap isu ini masih relatif rendah. Penyuluhan hukum dipilih sebagai pendekatan edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap pentingnya pengendalian pencemaran udara. Kegiatan ini menggunakan metode <em>Participatory Action</em> yang melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, serta simulasi kasus sederhana terkait pencemaran udara dan aspek hukumnya. Materi penyuluhan mencakup pengertian pencemaran udara, dampaknya, serta dasar hukum yang mengaturnya, seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan hak atas lingkungan hidup yang sehat sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa pada empat indikator utama, yaitu: pengertian pencemaran udara (peningkatan 83%), dampak pencemaran udara (72%), sumber pencemaran (63%), dan upaya pengendalian pencemaran udara (60%). Dengan demikian, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kualitas udara.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pencemaran Udara, Penyuluhan Hukum, Pengendalian Polusi, Pendidikan Lingkungan.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9283Implementasi Pembinaan K3 dalam Meningkatkan Profesionalisme Operator Ship Unloader2025-11-01T10:54:09+07:00Wilarso Arsowilarso@sttmcileungsi.ac.id<p>Kegiatan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi operator <em>ship unloader</em> dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan kesadaran pekerja terhadap penerapan prinsip-prinsip keselamatan di area bongkar muat pelabuhan. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh masih tingginya potensi bahaya kerja pada proses <em>unloading</em> material curah, seperti risiko terjepit, jatuh dari ketinggian, serta gangguan mekanis akibat kelalaian operator. Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan kelas dan praktik lapangan, yang meliputi penyampaian teori K3 umum, identifikasi bahaya kerja, prosedur kerja aman (<em>Safe Operating Procedure</em>), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta simulasi penanganan keadaan darurat. Evaluasi dilakukan menggunakan <em>pre-test</em>, <em>post-test</em>, serta observasi perilaku kerja selama pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kompetensi operator. Rata-rata skor pengetahuan K3 meningkat sebesar 30%, keterampilan dalam pemeriksaan pra-operasi dan penerapan prosedur LOTO meningkat, serta perilaku kerja lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan. Operator juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam berkoordinasi dan mengambil keputusan aman saat bekerja. Dapat disimpulkan bahwa pembinaan K3 ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja operator <em>ship unloader</em>. Kegiatan ini berkontribusi pada pembentukan budaya keselamatan (<em>safety culture</em>) di lingkungan kerja pelabuhan serta mendukung terciptanya operasi bongkar muat yang aman, efisien, dan berdaya saing tinggi.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9096Managemen Keperawatan Low Back Pain dengan Extension Exercise Pada Lansia2025-11-06T16:45:41+07:00Aliana Dewialianadewi@binawan.ac.idUlfah Nuraini Karimulfah_karim@yahoo.comErika Lubiserikalubis@binawan.ac.id<p><em>Low Back Pain</em><strong>/ </strong>Nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, dengan prevalensi seumur hidup sebesar 84% pada populasi orang dewasa umum. Untuk merasionalisasi penanganan <em>Low Back Pain</em>, pedoman praktik klinis telah dikeluarkan di berbagai negara di seluruh dunia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk memberikan Managemen Keperawatan dalam <em>Low Back Pain</em> dengan <em>Extension Exercise</em> pada lansia di Panti Tresna Werdha Budi Mulia III Ciracas. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, penulis melakukan program Praktek Bimbingan profesi dengan tujuan memberikan asuhan keperawatan dan belajar dalam pengabdian masyarakat yang dilaksanakan diluar kampus. Metode yang digunakan yaitu <em>Extension Exercise</em> dan penyuluhan kesehatan serta Demonstrasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa perubahan nyeri yang bermakna dengan pemberian Extension Exercise lansia yaitu dari pre test terdapat 44 % mengalami nyeri berat dan pada post test menurun 0 %. Pada Pre test terdapat nyeri sedang sebesar 56 % dan post test menurun menjadi 18 %. Dari hasil kegiatan disarankan kepada perawat untuk lebih kontinu dalam melaksanakan kegiatan <em>Extension Exercise pada</em> Low Back Pain lansia dan monitoring evaluasi secara berkelanjutan.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9250Pembuatan Kain Batik dengan Menggunakan Motif Les Plank Rumah Adat Bengkulu2025-10-22T21:02:14+07:00Alfarabi Alfarabialfarabi@unibac.idAan Erlansariaan_erlanshari@unib.ac.idDahuri Halomoan Harahapdahuri2003@gmail.comVenti Puspitasariventi.puspitasari@unib.ac.idPuji Haryadi Mulyana Sukmapujisukma2@gmail.comAldila Vidianingtyas Utamialdilavidia@unived.ac.id<p>Nilai-nilai budaya tradisonal cenderung mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Generasi muda Bengkulu cenderung kurang mengenal warisan budaya mereka sendiri. Hal ini juga disebabkan oleh minimnya upaya integrasi budaya lokal ke dalam bentuk produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Salah satu ciri khas budaya Bengkulu adalah rumah adatnya, yang dikenal dengan keindahan dan kekokohan desainnya. Salah satu elemen artistik yang menjadi daya tarik utama dari rumah adat ini adalah motif les plank. Dalam hal ini untuk dapat melestarikan budaya yang ada tentu perlunya modifikasi yang dapat di nikmati dalam setiap kalangan seperti kain batik bermotif les plank. Penggunaan motif les plank yang terinspirasi dari rumah adat Melayu kota Bengkulu merupakan inovasi baru dalam dunia motif batik di Bengkulu. Les plank dapat menjadi sebuah motif yang dapat diabadikan dalam sebuah kain yang bernama kain batik les plank rumah adat Melayu kota bengkulu. Sebagian besar pengrajin batik Bengkulu belum memiliki keahlian khusus dalam mendesain motif berbasis les plank. Hal ini, disebabkan minimnya pelatihan teknis dan fasilitas pendukung untuk membuat desain secara mandiri. Tanpa inovasi desain, batik Bengkulu cenderung menggunakan motif yang sama di setiap produksinya. Program pengabdian dengan pendampingan masyarakat yang terintegritas, melibatkan pelatihan teknis, promosi budaya, dan pemberdayaan ekonomi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pengrajin batik Bengkulu. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi, tanya jawab, simulasi dan pelatihan yang diadakan di kampung batik Pancamukti. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam jangka waktu 8 (delapan) bulan mulai bulan Januari 2025.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9053 Pemanfaatan Limbah Tanaman dan Ternak untuk Mendukung Pertanian Bioindustri Berbasis Integrasi 2025-10-22T20:53:32+07:00Novitri Kurniatinoviewin@gmail.comJafrizaljafrizal@umb.ac.idHeri Dwi Putrantoheri_dp@unib.ac.idElni Muthmainahelnimuthmainah@umb.ac.idEdi Efritaediefrita@umb.ac.idMaheran Mulyadimaheranmulyadi@umb.ac.idDwi Fitrianidwifiriani@umb.ac.id<p>Penerapan integrasi tanaman dan ternak telah dilaksanakan petani padi yang juga memelihara sapi di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang lebong Bengkulu. Permasalahan yang dihadapi petani padi adalah banyak jerami sisa panen padi belum dimanfaatkan dan hanya ditumpuk saja di lahan sawah bekas panen. Begitu juga dengan limbah sapi berupa feces dan urine hanya dibiarkan saja untuk pupuk kandang tanpa pengolahan yang baik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang pertanian integrasi tanaman dan ternak, pelatihan pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak, pembuatan pupuk kompos dari feces sapi dan pembuatan biourine dari urine sapi. Peserta kegiatan adalah petani padi sekaligus juga sebagai peternak sapi sebanyak 30 orang. Petani belum mengolah jerami sebagai pakan sapi dan belum mengolah limbah sapi sebagai pupuk kompos dan biourine. Hasil pelatihan menunjukkan 90% peserta menyatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat dan 10% menyatakan tidak tahu serta 80% peserta menyatakan memahami materi pelatihan. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas pakan, memperbaiki kualitas pupuk dan meningkatkan produksi padi.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9060Tata Kelola Produk Perikanan Penunjang Ekonomi Rakyat2025-10-22T20:54:25+07:00Moh. Asadullah Hasan Al Asy'arieasadullah@lecturer.undip.ac.idMuhammad Hauzan Arifinhauzanarifin@lecturer.undip.ac.idJuang Abdi Muhammadjuangabdi14@gmail.com<p style="font-weight: 400;">The fisheries sector in Kaliori Subdistrict, Rembang Regency, has great potential to support the people's economy through capture fisheries, fish farming, and small-scale seafood processing. However, small-scale fishermen face structural constraints such as the dominance of middlemen due to the suboptimal Fish Auction Site (TPI), lack of product innovation, limited access to legal protection programs, and income fluctuations. This community service activity combines demonstrations of value-added fish processing (sausages, nuggets, ekkado) that will be distributed through local MSMEs and legal education based on Law No. 7 of 2016. As a result, participants gained production skills, legal rights knowledge, and collective awareness to improve governance. Strategic recommendations include revitalizing the TPI, strengthening fishermen's cooperatives, optimizing protection programs, enforcing fisheries laws, and providing legal assistance to MSMEs. This simultaneous approach has the potential to improve the welfare of fishermen in a sustainable manner through legal-based economic and institutional strengthening.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9317Pengenalan Berbagai Teknik Pembuatan Kompos di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bengkulu2025-11-06T17:26:07+07:00Darmidarmi@unib.ac.idJarulisjarulis@unib.ac.idRizwarrizwar@unib.ac.idYulian Fauziyulianfauzi@umb.ac.id<p><strong>Abstrak</strong>:Permasalahan sampah organik di lingkungan sekolah seringkali belum tertangani secara optimal, padahal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai teknik pembuatan kompos kepada siswa dan guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bengkulu sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2022 di Aula MAN 1 Kota Bengkulu dengan melibatkan tiga dosen dan dua mahasiswa dari Universitas Bengkulu sebagai tim pelaksana. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif dan demonstrasi langsung pembuatan kompos menggunakan metode windrow. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi, antusiasme, serta kualitas pertanyaan yang diajukan oleh peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan bahwa peserta, baik siswa maupun guru, menunjukkan minat yang tinggi dan pemahaman yang meningkat terhadap proses pengomposan, termasuk pemanfaatan bahan organik lokal dan pembuatan larutan mikroba alami sebagai pengganti EM4. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi ekologi, kreativitas, dan keterampilan teknis peserta dalam mengolah limbah organik menjadi kompos. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung visi sekolah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan melalui penerapan konsep <em>green school</em>.</p> <p> </p> <p> </p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9313Pendampingan Pengembangan Organisasi BUMDes Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang Menuju Sustainable Institution2025-11-08T06:30:55+07:00Mochamad Rizki Fitriantomrizkifitrianto@lecturer.undip.ac.idAmni Zarkasyi Rahmanamni.rahman@live.undip.ac.idJuang Abdi Muhammadjuangabdimuhammad@live.undip.ac.idSatria Aji Imawansatriaimawan@lecturer.undip.ac.idMaesarohmaesaroh@lecturer.undip.ac.idDyah Lituhayudyahlituhayu@lecturer.undip.ac.id<p><em>Village-Owned Enterprises (BUMDes) serve as an essential instrument in promoting rural economic independence through the management of local potential. Gedongmulyo Village, located in Lasem District, Rembang Regency, possesses significant coastal resources; however, these have not yet been fully optimized by the BUMDes. This community service activity aims to strengthen the institutional capacity of BUMDes toward a sustainable institution through human resource development, creative business innovation, expansion of collaborative networks, and enhancement of community participation. The implementation method employed a participatory approach through training, mentoring, and business network facilitation. The results indicate an improvement in the managerial competence of BUMDes administrators, diversification of processed marine products, expansion of partnerships with local entrepreneurs, and increased community trust in BUMDes management. This activity demonstrates that strengthening the four key pillars of human resources, business diversification, collaboration, and community participation constitutes a fundamental foundation for developing a sustainable and independent BUMDes</em></p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/8088 Penguatan Konsep Diri Melalui Edukasi Self Management dan Pendekatan Spiritual Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu2025-04-22T08:16:45+07:00Lussyefrida Yantilussyefrida@umb.ac.idSusilawatisusilawati@umb.ac.idRasmanrasman@umb.ac.idHaifa Wahyuhaifawahyu@umb.ac.idAfifahafifah@umb.ac.id<p>Dampak dari menurunnya konsep diri pada lanjut usia menyebabkan bergesernya peran sosial dalam berinteraksi sosial di masyarakat maupun dikeluarga. Hal ini didukung oleh sikap lansia yang cenderung egois dan enggan mendengarkan pendapat orang lain, sehingga mengakibatkan lansia terasing secara sosial dan akhirnya merasa terisolir dan merasa tidak berguna lagi karena tidak ada penyaluran emosional dari bersosialisasi. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial menurun baik secara kualitas maupun kuantitas karena peran lansia yang digantikan kaum muda, dimana keadaan ini terjadi sepanjang hidup dan tidak dapat dihindari. Perpindahan dari rumah ke panti menyebabkan lansia akan jauh dari keluarga atau sanak saudara sehingga hal ini akan membuat lansia kesepian. Lansia yang berada di panti werdha mengalami berbagai fenomena, seperti yang kita ketahui hidup di panti werdha tentunya akan jauh dari keluarga, selain itu lansia akan merasa jenuh dan kesepian. Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia yang berada di panti. Jauh dari keluarga, saudara atau kerabat terdekat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan lansia merasa kesepian. Menurut WHO konsep diri pada lansia banyak dipengaruhi oleh masalah fisik, psikososial, spiritual dan ekonomi. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi tentang pengendalian diri dan penguatan mental lansia melalui penguatan diri dengan penguatan spirituan , meningkatkan pengetahuan lansia tentang kebutuhan akan kesehatan mental dan penerimaan bahwa kehidupan yang dilalui akan baik-baik saja meski berada jauh dari keluarga.</p> <p> </p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9289Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Face Swap sebagai Media Pembelajaran Interaktif pada Anak Usia Dini di TK Perguruan Buddhi2025-11-06T17:21:45+07:00Dram Renaldidram.renaldi@ubd.ac.idJunaidi Akbarjunaedi.akbar@ubd.ac.idEdyedy.edy@ubd.ac.idRamona Dyah Safitriramona@ubd.ac.idDesiyanna Lasutdesiyanna.lasut@ubd.ac.idRinorino@ubd.ac.idSusanto Hariyantosusanto.hariyanto@ubd.ac.idIndah Fenrianaindah.fenriana@ubd.ac.idBenny Daniawanbenny.daniawan@ubd.ac.idAmin Suyitnoamin.suyitno@ubd.ac.idMasyshemasyshe@gmail.com<p>Perkembangan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan anak usia dini. Pengenalan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi AI melalui aplikasi <em>face swap</em> sebagai media pembelajaran interaktif TK Perguruan Buddhi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif terhadap siswa usia 4-6 tahun. Pengenalan teknologi face swap dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep identitas diri pada anak, aplikasi ini memungkinkan anak - anak untuk mengeksplorasi berbagai ekspresi wajah sambil mengenali emosi, karakter dan menggambarkan cita - cita. Namun, implementasi teknologi ini memerlukan pendampingan intensif dari pendidik untuk memastikan penggunaan yang aman dan edukatif. Hasil menunjukkan peningkatkan antusiasme siswa sangat sebesar 4,89 menunjukkan kegiatan menarik yang disukai anak, interaktivitas kemampuan pengenalan emosi anak sebesar 4,78 dan media pembelajaran interaktif dinilai sebesar 4,67. Meskipun demikian, perlu adanya protokol keamanan digital dan pedoman etis dalam penggunaan AI untuk anak usia dini. Pengenalan ini merekomendasikan pengembangan kurikulum digital yang terstruktur untuk memaksimalkan manfaat teknologi AI dalam pendidikan anak usia dini.</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAIhttps://jurnal.umb.ac.id/index.php/JAMS/article/view/9302Implementasi Inovasi Alat Pemotong Pisang untuk Peningkatan Kualitas Produksi Keripik Pisang pada UMKM di Desa Situsari, Cileungsi2025-11-06T17:23:04+07:00Wilarso Arsowilarso09@gmail.comM. Ali Pahmiali_pahmi@yahoo.co.idNurkholisolisvcmc1@gmail.comFirmanwilarso09@gmail.comMuhammad Mujtabawilarso09@gmail.com<p>Bidang pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, terutama melalui pengembangan agroindustri berbasis hasil pertanian lokal. Salah satu bentuk agroindustri yang berkembang di tingkat rumah tangga adalah usaha pembuatan keripik pisang. Namun, proses produksi pada UMKM Keripik Bu Sum di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, masih dilakukan secara manual sehingga hasil potongan pisang tidak seragam dan waktu produksi relatif lama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keselamatan kerja melalui penerapan alat pemotong pisang ergonomis serta pelatihan pengoperasian dan perawatan alat bagi pelaku UMKM. Metode pelaksanaan meliputi tahapan perencanaan, pembuatan alat, pelatihan penggunaan alat, pendampingan produksi, serta evaluasi hasil. Uji coba awal menunjukkan bahwa hasil irisan belum seragam akibat ketidaksejajaran posisi pisau, namun setelah dilakukan penyesuaian sudut pisau dan penguatan dudukan bahan, kualitas hasil potongan menjadi lebih seragam dengan ketebalan sesuai standar produksi. Penggunaan alat baru juga meningkatkan efisiensi waktu pemotongan hingga 50%, menurunkan risiko kecelakaan kerja, dan meningkatkan kapasitas produksi sebesar 1,5 kali lipat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berupa alat pemotong pisang ergonomis mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kualitas produk, dan keterampilan pelaku UMKM, sekaligus menjadi model inovasi sederhana yang dapat direplikasi di wilayah lain</p>2025-12-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 JURNAL ABDIMAS SERAWAI