Penguatan Konsep Diri Melalui Edukasi Self Management dan Pendekatan Spiritual Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.36085/jams.v5i3.8088Keywords:
self-management;, mental health;, elderlyAbstract
Dampak dari menurunnya konsep diri pada lanjut usia menyebabkan bergesernya peran sosial dalam berinteraksi sosial di masyarakat maupun dikeluarga. Hal ini didukung oleh sikap lansia yang cenderung egois dan enggan mendengarkan pendapat orang lain, sehingga mengakibatkan lansia terasing secara sosial dan akhirnya merasa terisolir dan merasa tidak berguna lagi karena tidak ada penyaluran emosional dari bersosialisasi. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial menurun baik secara kualitas maupun kuantitas karena peran lansia yang digantikan kaum muda, dimana keadaan ini terjadi sepanjang hidup dan tidak dapat dihindari. Perpindahan dari rumah ke panti menyebabkan lansia akan jauh dari keluarga atau sanak saudara sehingga hal ini akan membuat lansia kesepian. Lansia yang berada di panti werdha mengalami berbagai fenomena, seperti yang kita ketahui hidup di panti werdha tentunya akan jauh dari keluarga, selain itu lansia akan merasa jenuh dan kesepian. Kesepian merupakan masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia yang berada di panti. Jauh dari keluarga, saudara atau kerabat terdekat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan lansia merasa kesepian. Menurut WHO konsep diri pada lansia banyak dipengaruhi oleh masalah fisik, psikososial, spiritual dan ekonomi. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi tentang pengendalian diri dan penguatan mental lansia melalui penguatan diri dengan penguatan spirituan , meningkatkan pengetahuan lansia tentang kebutuhan akan kesehatan mental dan penerimaan bahwa kehidupan yang dilalui akan baik-baik saja meski berada jauh dari keluarga.
References
Ariantini, P. (2022). Hubungan Self-Management dengan Self-Efficacy pada Pasien Asma di Masa Pandemi Covid-19 di Poliklinik Paru RSU Denpasar. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 6(1), 67–75. https://doi.org/10.36474/caring.v6i1.220
Ahmed, R. (Tahun). "Signifikansi Dukungan Keagamaan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Spiritual Lansia dengan Penyakit Paliatif." Journal of Spiritual Health, vol. 22, no. 2, hlm. 75-90.
Dinkes. (2023). Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.
Dwipayanti, P. I., & Siswantoro, E. (2021). Asthma Self Manajemen Education Terhadap Perilaku Pencegahan Kekambuhan. Journal of Ners Community, 12(November), 214–219.
Pinnock, H. (2015). Supported self-management for asthma. Breathe, 11(2), 99–109. https://doi.org/10.1183/20734735.015614
Garcia, M. (Tahun). "Peran Penyuluhan dalam Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Edukasi Kesehatan pada Lansia Paliatif." Health Education Journal, vol. 8, no. 1, hlm. 30-45.
Herlinda, . . H., Nilawati, I. ., Sari, N. L. ., Zainal, E. ., & Parwito, P. (2023). Mentoring Kader Terhadap Pencegahan Stunting Di Desa Sari Mulyo Kecamatan Sukaraja . Jurnal Pengabdian, 2(1), 7–12. https://doi.org/10.58222/jp.v2i1.145
Lussyefrida Yanti, Fatsiwi Nunik Andari, Dedy Novriadi, Ferasinta. (2022). Penurunan Insomnia pada Lansia dengan Terapi Dzikir, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia, 5(3), 1031-1036.
Rismawati, R., Parwito, P., & Sari, F. (2022). Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Bagi Anak- Anak Usia Dini Desa Pematang Balam Di SD 157 Bengkulu Utara. INSAN MANDIRI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.58639/im.v1i1.1
Thomas, A. (Tahun). "Pemahaman Terhadap Perubahan Fisik Lansia dalam Konteks Penyakit Paliatif." Journal of Palliative Care Education, vol. 12, no. 3, hlm. 40-55.




