PENDAMPINGAN SISWA UNTUK MEREDUKSI STRESS AKADEMIK MELALUI PENERAPAN EXPRESSIVE WRITING

Authors

  • Nofi Nur Yuhenita Universitas Muhammdiyah Magelang
  • Astiwi Kurniati Universitas Muhammadiyah Magelang

Abstract

Proses layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan siswa. Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga guru Bimbingan dan Konseling harus dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik siswa yang dibimbingnya. Beberapa siswa sangat mudah menyampaikan apa yang dirasakan dan dialaminya ketika proses konseling, sebaliknya ada siswa yang sangat sulit menyampaikan permasalahannya. Diperlukan pendekatan dan teknik konseling sehingga guru Bimbingan dan Konseling dapat memberikan layanan konseling secara tepat. Salah satu pendekatan adalah Expresive Writing yang akan membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan. Expresive writing merupakan salah satu pendekatan konseling yang yang efektif untuk membantu menyelesaikan permasalahan terkait stess akademik. Pendampingan siswa untuk mereduksi stress akademik melalui expressive writing ini berdampak signifikan, stress akademik yang dialami siswa dapat menurun dari rerata 21,25 (44%) menjadi 15 (31%), sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pendampingan melalui kegiatan expressive writing siswa mengalami penurunan stress akademik sebesar 6,25 (13%). Kegiatan expresive writing membantu siswa untuk dapat mengungkapkan perasaannya. Individu yang meluapkan dan menceritakan peristiwa traumatic, stress, ataupun emosinya pada orang lain, cenderung menunjukkan kesehatan yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak terbuka kepada orang lain. Begitu pula dalam menulis ekspresif, hal ini dikarenakan ketika individu menulis tentang pengalaman emosional, banyak ditemukan kondisi fisik dan beberapa kondisi lainnya meningkat dengan signifikan.

Kata Kunci: Stres, expressive writing

References

Fakhrurrazi. (2019). 1. Karakteristik Anak Usia Murahiqah. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 573–580. https://doi.org/10.32505/ikhtibar.vol6i1.pp60

Fikri, H. T. (2013). Pengaruh Menulis Pengalaman Emosional Dalam Terapi Ekspresif Terhadap Emosi Marah Pada Remaja. Humanitas, 9(2), 102–122. https://doi.org/10.26555/humanitas.v9i2.339

Fitria, I., Faradina, S., Rizqina, F., Jannah, T., Fajri, A., Hadi, F., Sari, R. M., & A’la, N. (2017). Menulis Ekspresif Untuk Anak Jalanan: “Suatu Metode Terapi Menulis Dalam Diary Melalui Modul Eksperimen.” Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 1(1), 125–139. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v1i1.1486

Payne, M. . (2012). “all gas and no brakes!”: Helpful metaphor or harmful stereotype? Journal of Adolescent Research, 27(1), 3–17.

Pennebaker, J. W. & C. C. K. (2007). Expressive Writing: Connections to Physical and Mental Healh. University of Texas.

Pratiwi, C, A., Karini, A, M., & Agustin, R, W. (2010). Perbedaan Tingkat Post-Traumatic Stress Disorder Ditinjau Dari Bentuk Dukungan Emosi Pada Penyintas Erupsi Merapi Usia Remaja Dan Dewasa Di Sleman, Yogyakarta. Psikologi Universitas Sebelas Maret, 15(2), 86–115.

Rahmawati, M. (2014). Menulis Ekspresif Sebagai Strategi Mereduksi Stres Untuk Anak-Anak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kemampuan Koneksi Matematis (Tinjauan Terhadap Pendekatan Pembelajaran Savi), 2(2), 276–293.

Rita Eka Izzati, dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. UNY Press.

Taufik, Ifdil, & Ardi, Z. (2013). Kondisi Stres Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Padang IICE-Multikarya Kons (Padang-Indonesia) dan IKI-Ikatan Konselor Indonesia-All Rights Reserved Indonesian Institute for Counseling and Education (IICE) Multikarya Kons. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 1(2), 143–150. http://jurnal.konselingindonesia.com

White, V.E., and Murray, M. . (2002). Passing Notes: The Use Of Therapeutic Letter Writing In Counseling Adolescents. Journal of Mental Health Counseling, 24, 166–176.

Published

2022-08-16
Abstract viewed = 75 times