PENINGKATAN PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ATURAN MUMPO BENGKULU TENGAH

Authors

  • Wulan Angraini Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Bintang Agustina Pratiwi Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Oktarianita Oktarianita Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Henni Febriawati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Riska Yanuarti Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.36085/jpmbr.v4i3.1679

Abstract

ABSTRAK

 

Masih rendahnya pengguna alat/cara Keluarga Berencana (KB) yaitu Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dibandingkan pengguna alat/cara KB lainnya. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2019 jumlah peserta KB aktif 36.644 akseptor. Pengguna suntik 51,3%, pil 9,8%, implant 15,8%, AKDR 10,6%, kontap 2,1% dan kondom 0,4%. AKDR bertujuan menunda kehamilan dalam jangka panjang, menjarangkan kelahiran, mensukseskan program pemerintah dan BKKBN yaitu melahirkan generasi yang berencana sehingga terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan maju. Kabupaten Bengkulu Tengah di Wilayah Kerja Puskesmas Aturan Mumpo menunjukkan pengguna AKDR paling rendah yaitu 2 orang dan tidak ada pengguna kondom. Wilayah kerja Puskesmas Aturan Mumpo dipilih karena pengguna AKDR dan kondom tidak satu orangpun menggunakannya sehingga dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Keadaan ini dapat dijadikan sasaran dalam penggunaan AKDR kurangnya edukasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas.Pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya wanita usia subur tentang alat/cara AKDR/IUD, tata cara, kelebihan dan kekurangan dari AKDR/IUD. Kelompok sasaran adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Aturan Mumpo Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan dilakukan dari rumah ke rumah dengan menemui langsung sasaran dengan metode video dan leaflet. Metode ini di anggap lebih efektif karena peserta dapat memahami penjelasaan tim melalui media audio visual dan leaflet, yang berisi penjelasan tentang AKDR/IUD, kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui pemahaman peserta dilakukan pretest dan posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian adanya peningkatan pemahaman wanita usia subur terkaitpenggunaan AKDR/IUD sendiri melalui metode video dan leaflet. Kesimpulan wanita usia subur memiliki pemahaman terkait kelebihan dan kekurangan AKDR/IUD.

Kata Kunci : AKDR, Audiovisual, Edukasi, WUS

Author Biographies

Wulan Angraini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Program Studi Kesehatan Masyarakat

Bintang Agustina Pratiwi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

Oktarianita Oktarianita, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

Henni Febriawati, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

Riska Yanuarti, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

References

Amelia, R., Maryati, & Hardjanti, T. S. (2020). Pengaruh Penyuluhan Media Video terhadap Peningkatkan Pengetahuan dan Sikap tentang Kontrasepsi Intra Uterine Devices (IUD) pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Gunung Pati Semarang. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 7(1), 024–029.

Azijah, I., Ambarwati, K., & Ariyanti, I. (2020). Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Tentang Penggunaan KB IUD Terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada : Jurnal Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi, 20(1), 79–85.

BKKBN. (2019). Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) Keluarga. BKKN. In BPS.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Tengah. (2019). Laporan Penggunaan Alat Kontrasepsi Kabupaetn Bengkulu Tengah.

Kartikawati, D., Pujiastuti, W., Masini, & Rofi’ah, S. (2020). Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Media Video Untuk Meningkatkan Sikap dan Niat Penggunaan AKDR. Midwifery Care Journal, 1(3), 1–11.

Mandira, T. M., Fitriani, D., Andi, N. B., Veri, & Selvia, A. (2020). Edukasi Program Keluarga Berencana (KB) Pada Wanita Usia Subur Selama Masa Pandemi Covid 19. JAM: Jurnal Abdi Masyarakat, 1(1), 108–112.

Marizi, L., Novita, N., & Setiawati, D. (2019). Efektivitas Media Audiovisual Tentang Kontrasepsi Intra Urine Devide Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur. JPP: Jurnal Kesehatan Palembang, 14(1), 7–12.

Perwitasari, T. (2020). Edukasi tentang keuntungan Menggunakan KB IUD di Kelurahan Bagan Pete Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(2), 104–108.

Pitriani, R. (2015). Hubungan Pendidikan, Pengetahuan dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Muara Fajar Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas, 3(1), 25–28.

Rokhimah, A. N., Sari, D. P., Nurlaila, O., Siswanto, Y., & Pranowawati, P. (2019). Penyuluhan Alat Kontrasepsi terhadap Tingkat Pengetahuan Usia Subur. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 3(2), 243–251.

Saifuddin, A. B., Affandi, B., Baharuddin, M. S., & Bd, S. (2006). Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi (2nd ed). In Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Setiawati, & Dermawan. (2016). Proses Pembelajaran Dalam Pendidikan Kesehatan. Trans Info Media.

Surinati, I. D. A. K., Mayuni, I. G. A. O., & Paramartha, K. A. (2014). Gambaran Faktor Dominan Penyebab Rendahnya Akseptor IUD pada Pasangan Usia Subur (PUS). Jurnal Gema Keperawatan Poltekkes Denpasar, 1–4.

Ulle, A. J., Utami, N. W., & Susmini. (2017). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang KB Terhadap Motivasi Dalam Memilih ALat Kontrasepsi di Desa Bera Dolu Sumba Barat Nusa Tenggara Timur (NTT). Nursing News, 2(3), 1–9.

Additional Files

Published

2021-12-16

Issue

Section

Edisi Desember Vol 4 No 3 2021
Abstract viewed = 353 times