Afiksasi Bahasa Rejang Dialek Kepahiang

Authors

  • reni kusmiarti UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

DOI:

https://doi.org/10.36085/lateralisasi.v7i1.199

Abstract

Abstrak

 

 

Afiks merupakan bentukan linguistik.Kehadiran afiks dalam bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada pembentukan kata-kata baru.Bahasa daerah mengalami proses afiksasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja jenis afiks Bahasa Rejang dialek Kepahiang, bagaimana proses afiksasi Bahasa Rejang dialek Kepahiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis afiks  dan proses afiksasi yang terdapat pada bahasa Rejang dialek Kepahiang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik simak libat cakap ( SLC), teknik  simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah membuat transkripsi data afiksasi bahasa Rejang yang diperoleh dalam  penelitian lapangan, mengidentifikasi data berdasarkan jenis dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang, mengklasifikasi data, menganalisis afiks bahasa Rejang yang diperoleh dari informan dengan cara menguraikan data yang didapati melalui data yang diambil di lapangan, menginterprestasikan data, dan  membuat kesimpulan. Hasil penelitian  ditemukan jenis afiks dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang adalah : 1) Terdapat empat jenis afiks yaitu (1)prefiks terdiri atas enam macam yaitu /me-/, /be-/, /ne-/, /de-/, /ng-/, dan /te-/prefiks, ,(2) Infiks terdiri dua macam yaitu /-em-/ dan /-en-/. (3) Sufiks ada satu macam yaitu /ne-/, dan (4) konfiks yaitu /se-ne/. Proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang yaitu prefiksasi, infiksasi, sufiksasi dan konfiksasi.

Kata Kunci: Afiksasi, afik, proses Afiksasi

References

Daftar Pustaka

Hasan, Zulman. (2015). Anok Kutai. Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Perhubungan.

Mahsun. (2014). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta.: Rajawali Pers.

Mulyono, Iyo. (2013). . Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi ( Teori dan Sejumput Problekmatik Terapannya). Bandung: CV Yarma Widya.

Munandar, Y. (2016). Afiks Pembentuk Verba Bahasa Sunda. Jurnal Humanika, 1(16).

Nasrianti, D., sri suryana. (2017). AFIKSASI DALAM BAHASA BAJO. JURNAL BASTRA, 1(4).

Ramaniyar, E. (2016). Deiksis Bahasa Melayu Dialek Sintang Kecamatan Serawai: Kajian Pragmatik. Jurnal Pendidikan Bahasa, 4(2), 198–209.

Rohmadi, Muhammad,dkk. (2013). Morfologi (Telaah Morfem dan Kata). Surakarta: Yuma Pustaka.

Wahyuni, N. (2015). Afiks Pembentuk Verba dalam Bahasa Bugis dialek Luwu. JURNAL HUMANIKA, 3(15).

Downloads

Published

2019-04-05
Abstract viewed = 245 times