RESPONS PETANI TERHADAP TEKNOLOGI LARIKAN GOGO (LARGO) DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

ahmad damiri, Andi Ishak, Linda Harta, Shannora Yuliasari, Herlena Bidi Astuti, Emlan Fauzi

Abstract


Teknologi larikan gogo (LARGO) adalah salah satu teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian untuk intensifikasi padi di lahan kering. Teknologi tersebut perlu didiseminasikan kepada petani pada daerah sentra produksi padi gogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons petani terhadap komponen teknologi LARGO. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 melalui survei terhadap 10 orang petani pada saat sosialisasi teknologi LARGO kepada petani dan penyuluh di Kabupaten Bengkulu Tengah. Data dikumpulkan dengan metode before-after untuk menilai respons terhadap 14 komponen teknologi LARGO sejak dari pengolahan tanah, penggunaan benih, pemupukan, pengendalian OPT, penggunaan ZPT, dan umur panen. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan kelas interval dan statistik dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sosialisasi efektif meningkatkan respons petani terhadap seluruh komponen teknologi LARGO menjadi baik. Terdapat tujuh komponen teknologi LARGO yang meningkat secara signifikan yaitu: (1) perlakuan benih, (2) pemupukan II, (3) pemupukan III, (4) aplikasi fungisida pada 80 hst, (5) penggunaan ZPT pada 83 hst, (6) aplikasi insektisida pada 86 hst, dan (7) umur panen 119 hst Kata kunci: LARGO, komponen teknologi, respons, petani.

Full Text:

PDF

References


Anggraini, S., Siti Herlinda, Chandra

Irsan, dan Abu Umayah. 2014.

Serangan Hama Wereng dan

Kepik pada Tanaman Padi di

Sawah Lebak Sumatera Selatan.

Prosiding Seminar Nasional

Lahan Suboptimal 2014,

Palembang 26-27 September 2014

ISBN : 979-587-529-9. http://pur-plso.unsri.ac.id/userfiles/1_septia na-anggraini_red1(3).pdf[05 Mei 2020].

Balitbangtan. 2017. Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Inbrida Padi Sawah Irigasi (INPARI), Hibrida Padi (HIPA), Inbrida Padi Gogo (INPAGO), Inbrida Padi Rawa (INPARA). Disusun Oleh: Ismail Wahab, Satoto, Ridwan Rachmat, Agus Guswara, dan Suharna. 2017.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

.................... 2007. Petunjuk Teknis Hama Penyakit. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. http://bbpadi.litbang.pertanian.go. id/index.php/publikasi/panduan- teknis/petunjuk-teknis-hama-dan- penyakit[04 Mei 2020].

BPTP Bengkulu, 2018. Teknologi Budidaya Padi Larikan Gogo Super (LARGO Super) dan Tumpangsari Tanaman (TURIMAN). Makalah disampaikan pada Temu Lapang Display UPSUS di Kabupaten Bengkulu Tengah pada tanggal 12 Desember 2018. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu. Bengkulu. Tidak dipublikasikan.

BPS Kabupaten Bengkulu Tengah. 2019. Kabupaten Bengkulu Tengah Dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkulu Tengah. Kembang Seri.

BPS Provinsi Bengkulu. 2018. Provinsi Bengkulu Dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik Povinsi Bengkulu. Bengkulu.

BPS. 2015.Statistik 70 Tahun Indonesia

Merdeka. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Kartohardjono, A,. Denan Kertoseputro, dan Tatang Suryana. 2009. Hama Padi Potensial dan Pengendaliannya. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. http://www.litbang.pertanian.go.id /special/padi/bbpadi_2009_itp_16 .pdf[06 Mei 2020].

Kementan. 2015. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Santoso, S. 2012. Aplikasi SPSS pada Statistik Non Parametrik. PT. ElexMedia

Komputindo. Jakarta.

Soim, A. 2018. Teknologi Largo Super Padi Gogo Dimasyarakatkan di Kabupaten Gorontalo. Sumber: https://tabloidsinartani.com/detail/ indeks/pangan/6833-teknologi- largo-super-padi-gogo- dimasyarakatkan-di-kabupaten- gorontalo. Diunduh 28 April 2020.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan RD. CV. Alfabeta. Bandung.

Suriansyah, Suparman, Andy Bhermana, dan Astrianto. 2013. Petunjuk Teknis Pengelolaan tanamanterpadu (PTT) Padi Gogo. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Tengah.

Utama, RC. dan Sugiyanta. 2016.

Pengaruh Aplikasi Giberelin Pada Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Varietas Hibrida (Hipa Jatim 2) dan Varietas Unggul Baru (Ciherang). Bul. Agrohorti 4(1): 56-62 (2016). file:///C:/Users/HP/Downloads/15 001-Article%20Text-44378-1-10- 20170131.pdf[05 Mei 2020].

Yuliani, D dan Yeni Eliza Maryana. 2014. Integrasi Teknologi Pengendalian Penyakit Blas pada Tanaman Padi di Lahan Sub- Optimal. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014. ISBN: 979-587-529-9. http://pur- plso.unsri.ac.id/userfiles/154%20 DINI%20YULIANI(2).pdf[04 Mei 2020].




DOI: https://doi.org/10.36085/agribis.v13i2.870

Refbacks

  • There are currently no refbacks.